Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Penuh Syukur (Tamat)


__ADS_3

Hari ini Alesha dan Aqiel mengajak sikembar untuk bertamasya. Karena memang mereka sudah menjanjikan kepada Yuna dan Hafidz untuk bertamasya berempat. Jika tidak, bisa jadi bocah kembar itu terus menagih janji kedua orang tuanya.


"Umma, Aba, ayo kita berangkat." ucap Yuna berlari ke kamar kedua orang tuanya dan merengek di hadapan Umma dan Aba nya.


"Astaghfirullah mas, ini anak kita benar-benar tidak bisa sabaran ya." ucap Alesha terkekeh. Merasa gemas dengan kelakuan sikembar.


"Iya sabar ya my princess. Aba lagi siap-siap sama Umma. Adek siapa yang pakaikan bajunya? tanya sang ayah.


"Pakai sendiri dong Aba. Adek kan udah gede juga pinter." celoteh bayi umur lima tahun itu. Mulutnya saat berbicara terlihat menggemaskan sembari tangannya ikut bergerak.


"MasyaaAllah pintar nya putri Aba. Terus Abang mana dek?" tanya sang ayah tidak melihat putra nya.


"Abang lagi mandi sama sus aba, susah dibangunkan. Tidur nya kayak kebo." adunya kepada sang ayah, mulutnya saat berbicara panjang-panjang.


"Gemes nya ini anak siapa sih?" ucap Aqiel mencium putrinya itu sampai kegelian, ia tertawa cekikikan saking geli karena kumis tipis aba nya.


"Aba geli, jangan di cium terus pipi adek." ucapnya tertawa geli. Alesha tersenyum melihat ayah dan anak itu. Tak lama Hafidz pun muncul di kamar Umma dan Abanya.


"MasyaaAllah anak Umma sudah ganteng. Mau kemana sayang?" tanya Alesha yang baru saja selesai memakai hijab segi empat nya.


"Terimakasih Umma. Mau tamasya sama Umma, Aba dan adek dong." jawabnya semangat.


"Sini cium dulu Umma nya, adek juga belum cium Umma." ucap Alesha menunjuk pipinya. Sikembar berlari menghampiri Alesha dan berebut mencium pipi Umma nya saat Alesha sudah mensejajarkan badannya dengan bocah kembar itu.


"Aba juga dong," ucap Aqiel menunjuk pipinya dengan jari telunjuk nya. Sikembar gantian mencium Aba nya. Kedua bocah kembar itu terkekeh setelah mencium Umma dan Aba.


"Ayo anak-anak Umma, kita kebawah untuk sarapan. Let's go." ajak Alesha menggandeng kedua anak nya. Aqiel mengekor dari belakang.


"Assalamu'alaikum nenek." salam sikembar saat melihat kedua art yang telah lama bekerja dengan Alesha dan Aqiel hingga saat ini. Siapa lagi kalau bukan Mbok Darmi dan Mbak Irna. Ya sikembar memanggil kedua art itu dengan sebutan nenek.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam anak ganteng dan cantik. Sudah rapi pagi-pagi begini, mau kemana toh?" tanya mbok Darmi gemas kepada kedua anak majikannya itu.


"Kita mau tamasya sama Umma dan Aba nek." jawab Hafidz antusias.


"Pantas semangat banget pagi-pagi begini." ucap mbak Irna. Sikembar hanya terkekeh menampakkan giginya yang rapi dan putih.


Setelah semua makanan di hidangkan, Alesha, Aqiel serta kedua anak mereka sarapan bersama. Termasuk dengan mbok Darmi, mbak Irna dan kedua sus sikembar. Ya, mereka memang tidak pernah membeda-bedakan art mereka ataupun sus sikembar. Mereka dengan senang hati satu meja dengan orang-orang yang telah mereka pekerjakan itu. Walupun pasti art dan sus sikembar selalu menolak karena tidak enak hati bergabung bersama majikannya.


"Nyam.. Enak ini roti selai kesukaan adek." ucap Yuna menatap roti selai strawberry yang sudah tersaji di depannya.


"Enak yang punya Abang, rasa coklat." ucap hafidz tak mau kalah.


"Enak punya adek," ucap Yuna lagi.


"punya Abang." ucap hafidz tetap tak mau kalah.


"Kedua nya enak sayang. Tidak baik ribut di depan makanan." Nasehat Aba nya lembut.


"Good, ayo baca doa dulu sebelum makan." titah Alesha menatap kedua anak nya. Sikembar menurut apa yang di katakan Umma nya. Mereka membaca doa makan dengan suara yang lirih. Ya, sikembar sudah banyak hapal doa sehari-hari. Karena Aqiel dan Alesha selalu mengajarkan kepada kedua anak mereka.


Setelah menggumamkan doa. sikembar pun melahap makanan yang ada di hadapan mereka. Barulah Alesha dan Aqiel memakan sarapan mereka yaitu nasi goreng seafood request Alesha semalam setelah membaca doa sebelum makan. Entah kenapa dia ingin sekali memakan nasi goreng seafood hari ini.


Sikembar memakan makanan nya dengan penuh keheningan, seperti yang di ajarkan Umma dan Aba nya jika makan tidak boleh sambil berbicara. Dan mereka selalu mengingat setiap nasehat kedua orang tuanya itu. Walaupun usia mereka masih lima tahun. Namun mereka sangat cerdas untuk anak seusia mereka. Ya, turunan cerdas dari Alesha dan Aqiel.


Setelah menghabiskan makanan mereka tanpa bersisa. Mereka membaca doa setelah makan. Sikembar membaca nya dengan lantang. Alesha dan Aqiel tersenyum melihat sikembar yang senang saat perut mereka telah terisi penuh.


"Alhamdulillah, terimakasih makanan nya nenek" ucap sikembar bersamaan. Ya, mereka selalu mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah memberikan sesuatu untuk mereka.


"Sama-sama anak Sholeh dan Sholehah," ucap Mbok Darmi lembut.

__ADS_1


Setelah itu Alesha dan Aqiel berangkat ketempat yang mereka tuju bersama kedua anak mereka. Di sepanjang jalan sikembar tak berhenti menceloteh, sembari melihat ke arah jalanan. Terlihat raut bahagia pada kedua bocah kembar itu. Sesekali mereka bernyanyi, hingga mobil itu tiba juga di tempat yang mereka tuju.


Ya, Aqiel dan Alesha membawa kedua anak mereka ke dufan Ancol. Saat baru turun dari mobil mereka teriak histeris saking senangnya. Melompat kegirangan, sus mereka juga ikut menjaga kedua bocah kembar itu.


"Umma, Aba, ayo." ajak sikembar menarik tangan Alesha dan Aqiel. Alesha dan Aqiel hanya menurut apa keinginan sikembar. Saat tiba di dalam setelah membeli tiket. Mereka langsung menuju tempat bermain. Sus sikembar selalu mengikuti kemana bocah kembar itu, semua permainan untuk seusia mereka, tak ada yang tidak mereka coba, mulai dari treasure land, istana boneka, rango-rango dan masih banyak lagi. Hingga permainan terakhir mereka meminta berenang, tentu saja hanya ditempat yang rendah untuk seukuran usia mereka. Alesha dan Aqiel hanya mengamati dari tempat duduk yang ada di sana.


"Mas, nggak nyangka ya anak-anak kita sudah besar saja. Padahal rasanya baru kemarin aku mengandung kedua buah hati kita." ucap Alesha menatap netra sang suami.


"Ia cinta, mas juga tidak menyangka, mereka tumbuh dengan baik, tanpa kekurangan kasih sayang dari kita dan keluarga kita. Mereka juga sangat cerdas sama seperti Umma nya. Mas sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidup mas." ucap Aqiel menggenggam tangan sang istri.


"Aku lebih bersyukur memiliki mas dan anak-anak. Terimakasih mas sudah hadir dalam hidupku ku." ucap Alesha tersenyum.


"Terimakasih juga istriku, bidadari surga ku sudah menjadi istri mas dan melahirkan anak-anak Sholeh dan Sholehah." ucapnya mengecup kedua tangan sang istri.


Tak ada yang bisa di syukuri oleh kedua pasutri itu selain pertemuan mereka. Betapa bersyukurnya mereka karena menjadi pasangan halal satu sama lain. Dan kini telah hadir kedua buah hati yang sangat mereka cintai. Tak ada yang tahu takdir apa yang akan Allah berikan untuk hidup mereka, baik sebelum pertemuan mereka hingga kini kebahagiaan yang selalu mereka rasakan dalam kehidupan rumah tangga mereka.


...****************...


...The End...


Terimakasih sahabat Musim_Salju, kita sudah Sampai di penghujung cerita. Mohon maaf apabila banyak kekurangan dari karya Author dan ekspektasi sahabat semua tidak sesuai dengan keinginan pembaca. Karena author masih perlu banyak belajar dalam mengembangkan setiap karya yang Author tulis.


Mohon dukungannya selalu, karena tanpa adanya dukungan dari reader's, setiap karya yang author tulis tidak ada artinya. Author semangat dalam setiap mengembang kan karya ini juga karena dukungan sahabat semuanya.


Paling tidak berikan like serta komentarnya. Satu like dan satu komentar sahabat membuat author sadar bahwa karya author juga dihargai dan diminati oleh segelintir orang. Walaupun masih banyak karya yang jauh lebih bagus dari karya author.


Yuk dukung juga karya Author yang belum lama ini rilis dengan judul "Hidayah Terindah". Untuk karya kali ini author akan berusaha dalam menulis dan menuangkan setiap ide dalam cerita ini agar lebih menarik dan mengemas cerita ini menjadi lebih hidup dan nyata.


Please sekali lagi dukungan sahabat semua sangat berarti. Terimakasih sahabat Musim_Salju. See you next time untuk karya-karya author selanjutnya.

__ADS_1


Jangan lupa setiap karya author di masukkan ke favorite agar tidak pernah ketinggalan update selanjutnya. I Love You Sahabat Musim_SaljušŸ¤


__ADS_2