Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Cemburu (2)


__ADS_3

"Maksud kamu istri, kamu sudah menikah?" tanya wanita itu terkejut. Ia tak menyangka jika teman semasa SMP nya itu telah menikah, dan bahkan istrinya sedang mengandung.


Ya, dia adalah Karin, teman semasa SMP dan juga rekan bisnis Aqiel. Yang pernah di salah pahami oleh Alesha sewaktu di mall.


"Alesha," ucap Alesha menjulurkan tangannya. Karin cukup lama membiarkan Alesha menjulurkan tangan karena syok mendengar bahwa lelaki yang ia inginkan untuk menjadi pendamping nya ternyata sudah beristri, dan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


"Eh sorry, aku Karin." ucapnya tergagap.


"Aku nggak tau Loh Qiel ternyata kamu sudah menikah, kandungan istri kamu seperti nya sudah memasuki usia kandungan tujuh bulan ya?" tanya nya basa-basi.


"Bukan mba Karin, kandungan saya masih memasuki lima bulan kehamilan." jawab Alesha.


"Lima bulan kok sudah besar banget?" tanya nya spontan karena Alesha menjawab dengan ramah.


"Iya mba, Alhamdulillah janin yang saya kandung kembar." jawab Alesha lagi.


"Selamat ya Qiel, Sha, untuk pernikahan kalian dan juga sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua dari baby twins." ucapnya tersenyum canggung.


"Terimakasih mba." ucap Alesha.


"Bye the way panggil aku Karin aja, nggak usah pakai mba." ucapnya lagi.


"Baik mba, maksud aku Karin." ucap Alesha kikuk.


"Oh iya Qiel, habis ini kamu mau kemana? Boleh nggak aku nebeng sama kalian?" tanya Karin berbasa-basi kepada Aqiel.


Alesha yang mendengar penuturan wanita itu, merasa aneh dan tidak nyaman atas permintaan wanita itu.


"Memang nya mobil kamu kemana?" tanya Aqiel yang tidak langsung mengiyakan.


"Kebetulan aku tadi diantar supir, tiba-tiba saja supir aku istrinya sakit, jadinya aku suruh beliau untuk segera pulang. Niatnya mau cari taksi, tapi karena kebetulan ada kamu, sekalian aja aku nebeng. Boleh ya Alesha." ucap nya kepada Aqiel tanpa tahu malu dan beralih menatap Alesha.


Alesha yang ditanya seperti itu mendadak diam.


"Kalian ada rencana lagi ya setelah ini?" tanya nya sendu.

__ADS_1


"Eh bukan begitu mba, eh Karin. Aku sama mas Aqiel mau kerumah mertua. Bukan bermaksud untuk menolak." jawab Alesha tidak enak.


Ya, Aqiel dan Alesha memang mau kerumah mama Selly dan papa Roy, sekalian mengantarkan kedua paruh baya itu ke bandara. Karena sejak kedua mertuanya datang ke Indonesia, mereka beberapa Minggu ini masih stay di Indonesia. Hari ini adalah hari kepulangan mereka ke Seoul, Korea.


"Yah, sayang banget, padahal aku juga mau banyak cerita sama kalian, terutama sama kamu Qiel. Kan kita sudah lama nggak ketemu. Sekalinya ketemu kamunya udah menikah." ucapnya, membuat Alesha merasa semakin tidak nyaman dengan obrolan wanita itu.


Aqiel yang mengetahui bahwa istrinya tidak nyaman, segera menghentikan pembicaraan mereka. Bukan mereka, lebih tepatnya hanya Karin yang sedari tadi banyak berbicara.


"Sorry Rin, istri aku nggak bisa lama-lama berdiri, ini kita juga harus buru-buru. Kalau begitu kita duluan ya. Assalamu'alaikum." ucap Aqiel meninggal kan wanita itu sembari menggandeng mesra sang istri.


"Wa'alaikumsalam," jawabnya setengah kesal.


Mendapat penolakan seperti itu membuat hatinya panas, apalagi melihat Aqiel sangat menjaga sang istri. Niat awal mengambil alih kerjasama perusahaan papa nya dengan perusahaan Aqiel untuk mendekati lelaki itu, ternyata ia malah mendengar kabar ini secara langsung dari lelaki yang telah lama ia sukai, bahwa Aqiel sudah beristri dan bahkan sebentar lagi akan menjadi ayah.


"Sok kecantikan banget sih lo, Lo hanya beruntung lebih dulu dinikahi oleh Aqiel." Gumamnya seorang diri.


Kini di perjalanan menuju rumah kedua mertuanya, Alesha hanya diam seribu bahasa. Membuat sang suami ketar-ketir. Pasalnya ini yang kedua kalinya sang istri mendiaminya.


"Cinta, kamu kenapa diam saja sedari tadi? Mas ada salah kah?" tanya nya lembut. Tangan kanan fokus mengendalikan kemudi, sedang kan tangan kiri menggenggam tangan mungil sang istri.


"Cinta, kamu jangan mendiami mas seperti ini. Mas paling tidak bisa kalau kamu diamkan." ucap Aqiel lagi, sembari mengecup punggung tangan istrinya itu.


Namun, Alesha tak bergeming sedikitpun, ia membiarkan suami tampannya itu melakukan apapun sesuka hatinya.


Entah kenapa, hati bumil ini merasa kesal dan cemburu. Dan moodnya saat ini sangat buruk, mungkin saja bawaan hamil. Padahal suaminya tadi tidak terlalu menanggapi wanita itu. Bahkan selama mereka mengobrol, Aqiel tak melepaskan dekapan hangatnya kepada dirinya.


"Cinta, please... Jangan diamkan mas. Kamu boleh marah-marah sama mas, atau melakukan apapun. Tapi mas paling nggak bisa kalau kamu mendiamkan mas seperti ini." ucapnya sesekali melirik ke arah sang istri.


"Fokus saja menyetir nya mas." ucap Alesha akhirnya membuka suara. Namun, hanya mengatakan itu saja.


Tak terasa kini kendaraan yang di kemudikan oleh Aqiel tiba juga di kediaman kedua orang tua Aqiel.


"Assalamu'alaikum Ma, Pa." ucap mereka saat memasuki rumah mewah itu, sembari menyalim takzim kedua paruh baya itu.


"Wa'alaikumsalam, aduh menantu mama semakin cantik saja sejak mengandung."

__ADS_1


"Masyaa Allah Tabarakallahu, terimakasih ma." jawab Alesha tersenyum.


"Bawa dulu anak dan menantu kita duduk ma, kasian itu menantu papa lagi hamil besar, malah mama biarkan berdiri." seloroh papa Roy.


"Hehe.. Maaf pa, mama kelupaan. Saking senangnya ketemu mantu kesayangan." ucap mama Selly terkekeh.


"Mama lebay deh, perasaan baru kemarin mama kerumah kita, dan hampir setiap hari juga mama dan papa kerumah selama di Indonesia. Bagaimana bisa mama bilang kangen." ucap Aqiel merasa aneh dengan mamanya.


"Ya beda dong, Alesha ini kan mantu kesayangan Mama. Sehari saja nggak ketemu rasanya mama sudah kangen." ucap mama Selly benar adanya.


Sejak Aqiel menikah dengan Alesha, Mama Selly tidak hanya menganggap Alesha itu sebagai menantu, tetapi juga seperti anak kandungnya sendiri. Apalagi mama Selly tidak memiliki anak perempuan, jadinya disaat memiliki menantu, Ia merasa sangat senang.


Dan bahkan, jika Alesha sedang tidak lagi mengandung, mungkin sudah diajak Mama Selly keliling jakarta dan juga shopping.


"Sayang, bagaimana kondisi kandungan Kamu? calon cucu-cucu Oma sehat kan?" tanya nya sembari mengelus perut buncit Alesha.


"Alhamdulillah calon baby twins sehat ma. Walaupun kandungan aku sedikit lemah, tapi dokter sudah memberikan obat penguat kandungan dan juga beberapa vitamin untuk ibu hamil." jawab Alesha.


"Alhamdulillah, mama lega mendengar nya. Pokoknya kamu tidak boleh kecapekan sedikitpun, jaga selalu calon cucu-cucu mama dan papa. Insyaa Allah nanti sewaktu kamu persalinan mama dah papa akan datang ke Indonesia." ucap mama Selly lembut.


Oh iya nak, kalian tidak usah mengantar kan mama dan papa kebandara ya." pinta mama Selly kepada anak dan menantunya itu.


"Kenapa ma?" tanya Alesha.


"Kamu lagi mengandung sayang, mama nggak mau kamu dan baby twins kenapa-napa. kalian langsung pulang saja setelah ini, oke. Dengarkan mama kali ini." permintaan Mama Selly.


"Baik ma." jawab Alesha pasrah. Kalau sudah begitu, Alesha dan Aqiel hanya bisa menuruti.


Setelah beberapa menit mengobrol, kini waktunya mama Selly dan papa Roy berangkat ke bandara. Aqiel dan Alesha pun segera kembali kerumah mereka.


Dua kendaraan roda empat itu melaju dengan kecepatan sedang ke lain arah. Mobil yang mengantar kan Aqiel dan Alesha kembali kerumah, sedangkan Mama Selly dan Papa Roy menuju bandara.


.


.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2