Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Grand Opening


__ADS_3

Hari ini kepulangan ibu Alice dan sibungsu. Alhamdulillah Alfa mendapat juara satu lomba Qori tingkat Nasional. Ia juga mendapatkan beasiswa hingga nanti melanjutkan S3. Hal ini membuat ibu Alice serta keluarga yang sudah mengetahui kabar bahagia ini sangat bangga kepada Alfa.


Alesha yang baru saja pulih tidak bisa ikut menjemput adik bungsunya serta Ibunya itu di bandara. Mungkin nanti jika sudah pulih benar Alesha dan Aqiel akan datang ke kediaman ayah Anggara.


"Mas, hari ini ibu sama adek pulang, satu jam lagi ibu sama adek pasti sudah tiba di bandara. Aku jadi ingin ikut menjemput." Ucap Alesha menatap binar sang suami.


"Kamu baru saja pulih cinta, Insyaa Allah besok kita kesana ya. Sekarang istirahat dulu dirumah. Ibu dan adek pasti mengerti." ucap Aqiel memberikan pengertian.


"Iya mas. Aku bangga sama adek. Bisa mendapat kan juara satu dan beasiswa sampai S3." ucap Alesha bangga.


"MasyaaAllah cinta, mas juga bangga. Ibu dan Ayah berhasil mendidik semua anak-anak nya. Semoga kelak kita juga bisa menjadi orang tua yang baik, serta bisa mendidik anak-anak kita seperti ayah dan ibu yang telah mendidik istri mas ini menjadi istri Sholehah." ucapnya mencolek hidung mancung istrinya.


"Aamiin Allahumma Aamiin." ucap Alesha.


"Oh iya mas, apa mas sudah menyiapkan nama untuk calon anak-anak kita?" tanya Alesha menatap wajah tampan suaminya.


"Sudah dong, mas sudah menyiapkan nama untuk calon anak-anak kita." ucap Aqiel tersenyum sembari mengelus kepala sang istri dengan sayang.


"Siapa nama nya mas? Kapan mas menyiapkan nama untuk calon baby twins?." tanya Alesha penasaran.


"Sabar ya cinta. Di saat anak-anak kita lahir, mas akan segera memberitahu kamu. Nama yang sudah mas persiapan cukup mas simpan terlebih dahulu. Sebenarnya mas sudah lama mempersiapkan nama untuk baby twins. Jauh sebelum kita menikah." ucap Aqiel.


"Sampai sebegitu nya mas? Memang nya mas tahu kita akan memiliki bayi kembar?." tanya Alesha speechless. Aqiel hanya tersenyum penuh arti tanpa menjawab pertanyaan sang istri.


"Ih mas malah senyum-senyum nggak jelas. Bukan nya dijawab." ucap Alesha memanyunkan bibirnya.


"Kamu ini memang hobby banget mancing-mancing mas ya," ucapnya mencubit pipi chubby istrinya.

__ADS_1


"Sakit mas, sini aku balas." ucapnya menggelitik sang suami, sehingga membuat Aqiel tertawa kegelian. Aqiel pun membalas menggelitik istrinya itu.


"Aduh mas, berhenti mas." ucapnya merintih kesakitan.


"Astaghfirullah, kamu kenapa cinta, apa karena mas. Maafin mas cinta, mana yang sakit?" tanya nya khawatir.


"Hihihi... Aku hanya bercanda mas." ucapnya terkekeh membuat sang suami bernafas lega.


"Ya Allah istriku, mas sudah jantungan Lo. Kamu sekarang sudah mulai pandai mengerjai mas ya." ucapnya gemas.


"Aku belajar dari mas dong." kekeh Alesha, Aqiel juga ikut terkekeh dengan tingkah menggemaskan istri cantiknya itu.


"Yuk mas tidur, aku ngantuk banget. Entah kenapa sejak aku hamil lebih cepat mengantuk." ucapnya sambil menguap.


"Mungkin bawaan hamil cinta. Sekarang ambil wudhu dulu, baru tidur." Ucapnya. Alesha dan Aqiel bergantian mengambil wudhu, lalu kembali keranjang berukuran big size itu. Sebelum tidur mereka membaca beberapa ayat-ayat pendek serta doa sebelum tidur.


***


Hari ini adalah grand opening cafe milik Arfa. Sesuai dengan namanya, cafe Arfa diberi nama Arfa Cafe. Alhamdulillah cafe itu rampung dengan cepat karena bantuan kedua Abang iparnya. Aqiel sebagai penyalur dana, yang pastinya diberikan tanpa harus mengganti uang itu kembali. Sedangkan Zain sebagai pembuat desain.


Cafe itu berbeda dengan cafe pada umumnya. Zain mendesign cafe itu sesuai dengan permintaan sang adik ipar. Model klasik ala-ala eropa namun sederhana.


Ada beberapa ruangan di design sedemikian rupa. Khusus untuk pelanggan VVIP yang butuh privasi, ruangan bermain untuk anak-anak dan rooftop khusus untuk ruang pribadinya serta keluarga jika ingin bersantai. Dan cafe itupun cocok untuk semua usia dan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Setiap ruang memiliki ciri khas tersendiri, dengan parkiran yang cukup luas.


Kini semua keluarga serta sahabat-sahabat Arfa sudah berkumpul di cafe itu, begitu juga dengan sahabat-sahabat Alesha dan Aqiel yang juga turut di undang.


Di depan cafe itu sudah terpajang papan ucapan selamat yang diberikan oleh orang-orang terdekat Arfa, serta beberapa tenda juga sudah berdiri sehari sebelum acara dimulai. Parkiran cafe pun sudah dipenuhi dengan kendaraan roda empat serta roda dua.

__ADS_1


Para pengunjung juga memenuhi cafe itu karena mereka tertarik untuk datang ke acara grand opening pemuda tampan itu, siapa lagi kalau bukan Arfa Reynaldo.


Kini acara sudah di buka oleh MC, mulai dari kata sambutan oleh Arfa sendiri selaku owner. Ribuan terimakasih ia ucapkan kepada pihak yang telah mendukung bisnisnya, tak lupa ia ucapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, ucapan terimakasih kasih kepada kedua orang tuanya yang sangat berjasa dalam hidupnya, kepada kedua kakak nya yang telah memberikan support, kepada adiknya yang tak pernah berhenti mengatakan bangga memiliki Abang seperti dirinya, kepada kedua Abang iparnya serta sahabat-sahabat nya.


Dilanjutkan dengan pemotongan pita didampingi oleh ayah dan ibunya, berdoa bersama demi kelancaran bisnis cafe nya yang dipimpin oleh ustadz langsung, serta diskon lima puluh persen untuk setiap pemesanan menu yang telah tersedia dan membagi-bagikan makanan untuk orang-orang yang membutuhkan.


Arfa memang ingin grand opening kali ini berbeda dengan grand opening pada umumnya. Ia ingin mengucapkan ribuan syukur atas rezeki serta nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Dengan mudah Allah mewujudkan impian nya, dengan dikirimkan orang-orang yang baik kepadanya, mulai dari penanaman modal, design interior, tenaga kerja semuanya ia dapatkan.


"MasyaaAllah Ar, cafe kamu rame sekali. Selamat ya Ar akhirnya cafe impian kamu terwujud juga." ucap Alesha memberikan selamat kepada adiknya, Arfa memeluk erat kakaknya itu.


"Selamat ya Ar, kakak bangga banget sama kamu." ucap Amora tak kalah bahagia.


"terimakasih kak," ucapnya juga memeluk kakak pertama nya.


"Terimakasih ya bang Aqiel, bang Zain. Berkat abang-abang cafe Arfa cepat rampung. Dan baru grand opening saja cafe ini sudah banyak pengunjung nya." ucapnya berterimakasih kepada kedua Abang ipar nya. Aqiel dan Zain menepuk-nepuk bahu sang adik ipar.


"Amalan apa yang kita lakukan yah, memiliki anak-anak yang luar biasa." ucap ibu Alice bersyukur melihat kesuksesan anak-anak nya satu persatu.


"Masyaa Allah Bu, Alhamdulillah kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT." ucap Ayah Anggara tersenyum.


Hingga azan zhuhur berkumandang, semua keluarga melaksanakan shalat zhuhur berjamaah, shalat zhuhur kali ini di imami oleh ayah Anggara sendiri. Ya, di cafe milik Arfa juga tersedia mushalla yang lumayan luas. Arfa memang ingin membuat mushalla dengan ukuran yang luas agar para pengunjung nya tidak ketinggalan melaksanakan shalat lima waktu, terutama untuk semua karyawan nya. Jika sudah waktunya tiba, maka semua karyawan harus segera melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2