
Sesampainya di rumah, Alesha langsung menuju kamarnya, tanpa mendengarkan Aqiel yang sedari tadi memanggil nya. Melihat sang istri yang sepertinya memang lagi marah dengan nya, karena tengah cemburu dengan rekan bisnisnya, membuat Aqiel menarik nafas dalam-dalam.
"Cinta, kamu masih marah sama mas sayang?" tanyanya dengan penuh kelembutan.
"Mas fikir saja sendiri." ucapnya kesal.
"Cinta, mas senang kalau kamu cemburu dengan mas. Tapi jangan diamkan mas seperti ini, mas paling nggak bisa kalau kamu diami." ucapnya bermanja dengan sang istri.
"Apasih mas, jangan dekat-dekat deh. Dia wanita yang waktu itu aku lihat di mall. Benar kan dia orangnya?" tanya Alesha tanpa melihat kearah suaminya.
"Iya benar, tapi kan mas tidak ada apa-apa dengan dia cintaku, istriku." bujuk nya.
"Iya mas memang tidak ada apa-apa sama dia, tapi aku nggak suka dengan wanita itu. Apalagi kalau dia sok akrab dengan mas seperti tadi. Sampai minta nebeng segala." Ucap Alesha bersungut-sungut.
"Ya Allah cintaku, mas kan tidak merespon. kenapa malah kamu yang marah sama mas sayang. Udah dong ngambeknya." bujuknya lagi.
"Lagian tu cewek, sudah tahu mas punya istri, dan aku tengah mengandung besar begini. Masih berani mendekati mas." Ucap Alesha lagi.
"Jangan su'udzon cinta, dia orang nya memang begitu setahu mas sewaktu zaman sekolah." ucap Aqiel, membuat Alesha semakin marah mendengar perkataan suaminya itu.
"Tuh kan, belum apa-apa mas sudah belain dia. Aku seorang wanita mas, aku tahu mana wanita yang tengah menyukai lelaki dan mana yang tidak." Tutur Alesha.
Entah kenapa perasaan Alesha tidak enak mengenai Karin teman semasa SMP suaminya sekaligus rekan bisnis suaminya itu.
"Cinta, percaya sama mas. Dia juga tidak mungkin menyukai mas, oke sayangku, hhmm." ucapnya sesabar mungkin.
"Oke, aku percaya sama mas. Tapi tidak dengan wanita itu." Ucap Alesha tetap dengan pemikiran nya.
"Oke cintaku, tapi kamu jangan terlalu banyak pikiran ya. Ingat janin yang kamu kandung, ini bisa mempengaruhi perkembangan baby twins jika ibunya terlalu banyak berpikir." Nasehat sang suami.
"Astaghfirullah, maafkan Umma ya baby twins. Sehat-sehat di dalam kandungan, sampai nanti kita ketemu." Ucap Alesha menatap perut nya yang sudah buncit sembari mengelus nya.
"Assalamu'alaikum baby twins, ini Aba. Anak-anak aba sehat-sehat ya di dalam kandungan Umma, Aba sangat menantikan kehadiran kalian." ucapnya mengecup sayang perut buncit sang istri.
"Ya Allah, hamba serahkan semuanya kepada Engkau. Entah kenapa perasaan hamba mengenai Karin tidak baik Ya Allah. Semoga ini hanya prasangka hamba saja. Jagalah selalu keutuhan rumah tangga hamba Ya Allah serta kedua janin yang ada di dalam kandungan hamba." Bathin nya berdoa.
Tak lama terdengar kumandang azan zhuhur, Aqiel dan Alesha segera mengambil air wudhu, melaksanakan shalat empat rakaat berjamaah.
__ADS_1
Setelah salam, lanjut zikir dan doa. Aqiel berdoa dengan khusyuk, begitupun dengan Alesha. Setelahnya Aqiel menoleh ke belakang. Alesha menyalami sang suami dengan takzim, Aqiel pun mengecup ubun-ubun sang istri dengan sayang.
"Cinta, kamu mau makan apa sayang? Sayang nggak ada ngidam lagi?" tanya Aqiel menatap sang istri.
"Enggak ada mas, mungkin karena sudah memasuki usia kandungan lima bulan. Jadi aku nggak terlalu sering ngidam lagi." Ucap nya benar adanya.
"Mas Masakin capcay mau sama tempe mendoan? Kamu kan suka banget sama dua makanan itu." ucap suaminya menatap lekat netra sang istri.
"Enggak usah mas, terimakasih. Tadi sepertinya mbak Irna sudah masak untuk kita." Ucap Alesha.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita turun kebawah cinta." ucap Aqiel setelah Alesha melepas mukena dan memakai hijab nya.
Aqiel menggandeng sang istri saat menuruni tangga, ia benar-benar menjaga istri dan calon anak-anaknya dengan baik. Sesampainya di meja makan, disaat Alesha ingin mengambil kan nasi untuk suaminya, Aqiel pun melarang nya.
"Biar mas cinta, kamu duduk saja dengan manis, oke." ucapnya tersenyum.
Aqiel mengisi piringnya terlebih dahulu dengan nasi agak lebih, baru menyendok sambal. Ya, seperti biasa ia ingin makan sepiring berdua agar selalu romantis, ini yang membuat Alesha selalu jatuh cinta setiap harinya dengan sang suami. Perlakukan kecil ini amat sangat manis dimata Alesha.
***
Di tempat lain, disebuah restauran mewah, Karin sedang berbicara berdua dengan papanya.
"Kamu tidak bertanya sama papa, bagaimana papa mau kasih tahu. lagian kenapa memang kalau Aqiel sudah beristri." Ucap papanya yang belum mengetahui isi kepala sang anak.
"Papa nggak peka banget sih, aku mau mengambil alih kerjasama dengan perusahaan Aqiel karena aku ingin mendekati dia pa." ucapnya, membuat papanya tersedak saat menyuap makanan.
Uhuk..uhuk..!
"Minum pa, papa nggak apa-apa kan?" tanya Karin khawatir.
"Maksud kamu apa Karin? Jangan bilang kamu menyukai lelaki yang sudah beristri, dan setahu papa istrinya juga tengah mengandung, dah Aqiel sangat mencintai istrinya. Jangan macam-macam kamu." Berang papanya.
"Pa, kenapa sekarang papa malah marah-marah sama aku. Ya aku kan nggak tahu kalau dia sudah beristri. Tapi aku sangat mencintai Aqiel pa. Sedari SMP aku sudah menyukai Aqiel." Ucapnya tanpa berpikir.
"Buang perasaan kamu jauh-jauh, papa nggak akan izinkan kamu merusak rumah tangga orang lain. Ingat, keluarga kita akan tercoreng namanya jika kamu sampai berulah." Ucap papanya menahan amarah.
"Papa tenang saja, aku tidak akan merusak rumah tangga mereka, apalagi jadi pelakor seperti wanita di luaran sana." Ucapnya, membuat sang papa lega.
__ADS_1
"Tapi aku akan melakukan hal yang lebih dari itu. Tunggu aku Aqiel, dan kamu harus siap-siap Alesha." Bathin nya berbicara.
"Kenapa kamu senyum-senyum nggak jelas begitu?" Tanya papanya melihat sang putri tiba-tiba senyum-senyum tidak jelas.
"Bukan kenapa-kenapa pa." Ucapnya berbohong.
***
Sudah empat hari Alfa dan Ibu Alice di Jawa Timur. Saat ini Alesha sedang video call dengan ibu dan adiknya.
["Assalamu'alaikum, bagaimana kabar adek dan ibu disana?"]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah ibu dan adek baik disini nak. Kamu dan Aqiel apa kabar? calon cucu-cucu nenek sehat kan?"]~Ibu
["Alhamdulillah Alesha dan mas Aqiel baik-baik saja Bu, baby twins juga Alhamdulillah sehat. Semakin aktif saja di dalam kandungan."]~ Alesha.
["MasyaaAllah Tabarakallahu, Alhamdulillah nak. Mana suami mu?"]~Ibu
["Mas Aqiel kan kerja Bu, ini juga aku mau ke perusahaan mas Aqiel, mau antar makan siang."]~ Alesha
["Hati-hati ya nak, ingat jangan capek-capek."]~Ibu
["Siap ibu, oiya dek, adek masuk final ya?"]~ Alesha
["Iya kak, do'akan adek juara ya kak"]~ Ibu
["Aamiin, pasti kakak do'a kan. Oh iya Bu, adek. Alesha mau siap-siap ke kantor mas Aqiel, nanti kita lanjut lagi Ya. Assalamu'alaikum."]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam,"]~ Ibu
Ceklek
Setelah mengakhiri video call-nya, Alesha bersiap-siap untuk mengantarkan makan siang ke kantor sang suami.
.
.
__ADS_1
To Be Continued