
Setelah kerjasama dengan seorang produksi film terkenal, sekarang para penggemar karya-karya novel dengan nama pena musim salju telah mengetahui bahwa nama asli author nya bernama Alesha Chayanika. Para penggemar Alesha termasuk keluarga bahkan teman-teman nya pun juga menjadi penggemar nomor satu Alesha. Mereka tak menyangka jika seorang Alesha adalah seorang penulis yang telah menerbitkan banyak buku, dan bahkan karya terakhir Alesha ini sebelum adanya judul baru, akan menjadi sebuah film.
Sosial media Alesha sejak pemberitahuannya kabar mendadak itu dibanjiri notifikasi DM yang masuk, mereka mendadak kepo kenapa selama ini Alesha tidak pernah mempublish dirinya. Sekali publish bukan main lagi, karyanya langsung difilmkan. Mereka bangga dan tak menyangka, jika Alesha bisa seterkenal ini sekarang, apalagi keluarga besar Alesha dan suaminya.
"Mas, sejak mereka tahu aku penulis novel dan karya aku akan di filmkan, Instagram aku penuh dengan DM masuk mas, banyak juga yang kirim chat sama aku. Termasuk Alena, Naura dan Parisya. Ternyata selama ini mereka penggemar setia karya-karya aku mas." Ucap Alesha kepada sang suami.
"MasyaaAllah cinta, pasti mereka tidak menyangka sekaligus bangga sama istri mas ini." ucap Aqiel mencolek hidung sang istri.
"Tapi ingat, walaupun istrinya mas ini sekarang sudah terkenal, jangan pernah merasa sombong dan tinggi hati. Tetap lah menjadi seorang Alesha Chayanika seperti awal mereka mengenal kamu. Karena sesuatu yang kamu miliki sekarang, tidak lepas atas campur tangan Allah SWT." nasehat sang suami.
"InsyaaAllah mas, aku akan ingat selalu nasehat dari mas. jawab Alesha memeluk sang suami dari samping.
"Mas percaya sama kamu cinta, kamu akan selalu menjadi seseorang yang rendah hati dan menjadi Alesha Chayanika seperti biasanya." Ucap Aqiel mengelus puncak kepala sang istri.
"Aduh mas, sepertinya anak kita terlalu aktif di dalam. mereka menendang terlalu kuat. Coba pegang deh." ucap Alesha mengarahkan tangan sang suami untuk memegang perut buncitnya.
"Assalamu'alaikum anak-anak aba dan Umma, kalian jangan membuat Umma kesakitan ya. Nanti disaat kalian lahir, jadilah anak-anak yang Sholeh dan Sholehah. Kelak kalian juga harus menjaga Umma, oke nak." ucap Aqiel mengajak baby twins yang masih di dalam kandungan berbicara.
"Wa'alaikumsalam aba, Abang tenang saja. InsyaaAllah Baby twins akan selalu mendengarkan nasehat Aba dan Umma." jawab Alesha menirukan suara anak kecil.
Cup
Aqiel mencium perut buncit sang istri, dan membacakan doa untuk kedua calon bayi mereka. Berharap kelak sifat kedua anak-anak mereka akan menurunkan sifat ibunya.
"Semoga jika nantinya anak-anak kita sudah lahir dan dewasa. Mas ingin anak-anak kita akan seperti Umma nya." tutur sang suami.
"Kenapa seperti aku mas? Aku maunya anak-anak kita seperti Aba nya." jawab Alesha.
"Tidak cinta, lebih baik seperti Umma nya. Karena mas mau anak-anak kita memiliki sifat lembut seperti kamu, penyayang, pengertian, baik, Sholehah, cantik, paket komplit deh pokoknya." tutur Aqiel yang memang selalu kagum dengan setiap apa yang dimiliki oleh diri sang istri.
"MasyaaAllah mas, tapi mas lah pelengkap diriku menjadi seorang Alesha yang seperti mas katakan tadi. Karena ajaran serta nasehat mas setiap hari yang tak pernah bosan mengajarkan istrimu ini untuk menjadi istri Sholehah." tutur Alesha tersenyum menatap lekat netra sang suami.
__ADS_1
Cup
Tiba-tiba saja Aqiel mengecup singkat ranum berwarna merah istri cantiknya itu. Alesha tersenyum mendapatkan perlakuan manis itu. Mata mereka saling memandang, tersirat cinta dan kasih sayang yang begitu dalam di antara keduanya.
"Mas," lirih Alesha.
"Iya cinta, kenapa istriku?" tanya Aqiel sembari menyenderkan kepala sang istri di dada bidang nya.
"Jika nantinya aku lebih dulu meninggalkan dunia ini. Apakah mas akan menikah lagi? bertemu dengan wanita lain dan mulai mencintai lagi?" tanya Alesha tiba-tiba.
"Astaghfirullah cinta, jangan pernah berkata begitu. Mas tidak suka mendengar nya." jujur Aqiel.
"Mas jawab saja, kan aku bilang jika." ucap Alesha.
"Dengarkan mas istriku. Mas tidak akan membiarkan kamu pergi lebih dulu dari mas. Karena mas tidak akan sanggup hidup tanpa kamu cinta. Dan mas juga tidak akan bisa menerima wanita manapun lagi selain kamu bidadari surgaku. Karena cinta mas sudah habis mas serahkan semuanya untuk mu istriku." ucapnya tulus memeluk sayang sang istri. Tak pernah ia bayangkan apakah ia akan sanggup jika sang istri meninggalkan dirinya lebih dulu. Nauzubillah ucapnya dalam hati.
"Terimakasih mas atas jawabannya." ucap Alesha merasa beruntung setiap saat. Tidak hanya sekedar kata, namun selama ini suaminya itu selalu memberikan bukti betapa ia meratukan istrinya itu.
Cup
"Cinta," ucap Aqiel lembut.
"Iya mas suami," jawab Alesha.
"Sepertinya jagoan mas ingin menjenguk baby twins." ucap Aqiel tersenyum nakal.
"Jagoan mau menjenguk baby twins atau memang masnya ini yang menginginkan nya?" goda istirnya.
"kedua-duanya sayang." jawab Aqiel terkekeh.
"Bisa saja mas ini." jawab Alesha juga terkekeh.
__ADS_1
"Bolehkan cinta? Kok kamu malah tertawa." ucap Aqiel menanti jawaban iya dari mulut istrinya. Namun Alesha menjawab dengan anggukan. Melihat jawaban sang istri membuat lelaki tampan itu berekspresi puas.
Akhirnya malam itu mereka melakukan ibadah panjangnya. Aqiel juga melakukan nya dengan penuh kelembutan, agar tidak menyakiti sang istri dan kedua bayi mereka.
"Terimakasih cinta." ucapnya diujung penyatuan.
"Sama-sama mas." jawab Alesha tersenyum.
Pukul 02.30, Alesha terbangun lebih dulu, melirik kesamping dan melihat sang suami masih tertidur lelap. Ia melepaskan tangan sang suami yang masih memeluk dirinya sepelan mungkin, agar suaminya tidak terbangun. Namun karena pergerakan kecil itu, suaminya terbangun juga.
"Maaf ya mas, aku jadi membangun kan mas." ucap Alesha.
"Tidak apa-apa cinta, ini juga sudah waktunya mas untuk bangun. Kamu mau kemana sayang?" tanya sang suami.
"Aku mau ke kamar mandi mas buang air kecil. Sekalian mau mandi juga." jawab Alesha.
"Kita mandi sama-sama ya." ucap Aqiel mengedipkan sebelah matanya.
"Enggak ah, nanti yang ada kita nggak mandi. Mas kan iseng banget." ucap Alesha.
"Mas janji, kita hanya akan mandi." tutur sang suami.
"Nggak yakin deh, mas kan omes." ucap Alesha terkekeh.
"Berani ya sekarang ngatain suaminya, pokoknya tidak ada penolakan." ucap Aqiel lalu menggendong sang istri. Akhirnya mereka mandi berdua malam itu. Sesuai perkataan suaminya, mereka hanya mandi lalu mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat disepertiga malam.
Disepertiga malam itu Aqiel mengimami istirnya. Mereka sholat dengan khusyuk, setelah nya membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga datangnya waktu azan. Bersyukur setiap saat karena Allah masih memberikan cinta yang besar diantara keduanya demi keutuhan rumah tangga mereka.
.
.
__ADS_1
To Be Continued