Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Berpamitan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum bestie," ucap Alena memasuki rumah mewah itu, kebetulan Alesha memang duduk di ruang tengah, Alena menghampiri Alesha sembari cipika-cipiki dengan sahabatnya itu.


"Wa'alaikumsalam bestie. Tumben kerumah nggak ada ngabarin aku Na?" Tanya Alesha tumben-tumbenan.


"Iya, gue kesini mau pamit, Sha." Jawab Alena sendu.


"Maksud nya pamit, kamu mau ke mana Na?" tanya Alesha cukup terkejut.


"Gue ikut pindah ditempat mas Arga ditugaskan. Sebagai istri gue hanya bisa ikut kemana suami gue di tugaskan Sha. Lagian nggak mungkin juga kita terpisah oleh jarak dan waktu terus. Gue juga selalu merindukan mas Arga." ucapnya berkaca-kaca.


"Terus disana kamu tinggal dimana Na?" tanya Alesha.


"Disana aku tinggal di rumah dinas yang sudah disediakan Sha untuk para prajurit." jelasnya lagi.


"Pasti nanti aku bakalan kangen banget sama kamu Na." Ucap Alesha menggenggam tangan sahabat nya.


"Gue apalagi Sha. Lo resign dari sekolah saja gue kangen sama Lo karena kita jarang kumpul. Apalagi kalau gue pindah ke Timur Tengah." ucap Alena.


"Nggak apa-apa, kita masih bisa telfonan atau video call kan." ucap Alesha menghibur sahabat nya.


"Tapi kan beda. Gue juga nggak bisa nanti melihat Lo lahiran." ucapnya sedih.


"Nanti kalau aku lahiran, aku akan kirim foto baby twins sama kamu. Kalau suami kamu libur tugas, pokoknya kalian harus kembali ke Jakarta." ucap Alesha tersenyum.


"Assalamu'alaikum," ucap Parisya dan Naura bersamaan, disaat dua sahabat itu lagi sedih-sedih nya.


"Wa'alaikumsalam," jawab Alesha dan Alena.


"Kak Alena, benaran mau pindah ya?" tanya Naura langsung menghambur ke pelukan sahabat nya itu.


"Iya, seperti yang aku bilang tadi." ucap Alena.


"Kita pasti bakalan kangen banget ntar sama kakak." ucap Parisya juga ikut memeluk Alena.

__ADS_1


"Sekolah bagaimana Na?" tanya Alesha.


"Gue sudah resign Tadi Sha, sebenarnya sebulan yang lalu gue sudah ajukan surat resign. Dan baru tadi gue serah terima jabatan dan perpisahan sama para guru dan anak-anak." ucap Alena menjelaskan.


"Secepat itu Na? Kok kamu baru kasih tahu kita." ucap Alesha akhirnya tangis bumil itu pecah juga. Bumil itu kini sangat sensitif sekali, padahal sedari tadi ia berusaha menahan agar air matanya tidak keluar.


"Maaf ya gue baru kasih tahu sekarang, soalnya gue nggak mau kalau kalian sedih." ucap Alena menghapus air mata nya. Pasti berat untuk mereka, terutama Alesha dan Alena. Mereka sudah bersahabat sedari dulu. Dan sekarang mereka harus terpisah oleh jarak dan waktu.


"Jadi kapan kakak berangkat?" Tanya Naura mewakilkan yang lain.


"Dua hari lagi gue berangkat, pokoknya sebelum gue berangkat kita harus kumpul dulu. Gue mau habiskan waktu sama kalian." Ucap Alena.


"Harus dong kak." ucap Parisya.


Mereka banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol. Berbagi cerita hingga menunjukkan pukul 17.00 sore.


Akhirnya mereka semua pamit kepada Alesha, untuk pulang kerumah masing-masing. Tak lama sang suami tiba juga di pelataran rumah mewah mereka. Alesha yang masih duduk di teras rumahnya langsung menyambut suami tampannya itu.


"Wa'alaikumsalam mas suami." ucap Alesha menyalami suaminya penuh takzim. Aqiel pun mengecup kening istrinya lama, lanjut ke kedua pipinya.


"Tumben istrinya mas duduk disini sendirian?." Tanya Aqiel menangkup kedua pipi istrinya. Karena Aqiel biasanya tak membiarkan Alesha duduk di teras sendirian karena takut sang istri harus kelelahan naik turun tangga.


"Iya mas, tadi Alena, Naura dan Parisya kesini, baru saja mereka pulang." ucapnya sendu.


"Terus kenapa sekarang wajah cantik bidadarinya mas ini mukanya di tekuk?" tanya Aqiel menatap lekat netra sang istri.


"Kita masuk dulu yuk mas. Sekalian agar mas bisa istirahat." ucap Alesha menggandeng tangan suaminya menuju kamar mereka yang ada di lantai dua.


Sampai di kamar, Alesha meletakkan jas dan tas suaminya di tempat nya. Lalu mengajak suaminya duduk di sofa.


"Ayo sekarang cerita sama mas. Kenapa dengan istri cantik mas ini? Hhmm.." ucap Aqiel lembut.


Alesha menceritakan semuanya. Matanya kembali berkaca-kaca, Aqiel yang melihat binar mata istri nya yang hampir menumpahkan buliran bening itu, segera memeluk erat tubuh sang istri.

__ADS_1


"Sabar ya cinta. Alena sudah benar ikut suaminya tugas. Kan kalian masih bisa telfonan atau video call kan." Ucap Aqiel menghibur istrinya.


Setelah Aqiel berhasil menenangkan sang istri, kini ia melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk mandi sore itu. Setelah meyelesaikan aktivitas nya dikamar mandi, ia ikut merebahkan diri di samping sang istri.


"Mas," ucap Alesha.


"Iya cinta, kenapa?" tanya Aqiel lembut.


"Besok kan weekend, tadi aku sama Alena, Naura dan Parisya sudah janjian besok kumpul bareng. Sekalian perpisahan sama Alena. Mas kasih izin nggak?" Tanya Alesha meminta izin suaminya itu.


"Dimana cinta?" tanya Aqiel menatap lekat binar indah istrinya.


"Di restoran Korea mas. Ditempat pertama kali kita makan masakan Korea." ucap Alesha menjelaskan.


"Iya boleh. Tapi mas yang antar ya." ucap Aqiel mengelus sayang kepala sang istri.


"Siap mas suami." ucapnya senang.


Tak lama azan maghrib berkumandang, duo pasutri itu segera menunaikan ibadah sholat magrib berjama'ah, setelah bergantian mengambil air wudhu. Saat-saat melaksanakan shalat berjama'ah adalah nikmat yang paling indah dalam rumah tangga mereka.


Apalagi disaat Aqiel melantunkan bacaan surat Al-fatihah, dengan suara yang merdu dan dapat menggetarkan jiwa, membuat hati sang istri terenyuh. Setelah salam, Aqiel memimpin zikir serta doa. setelah memohon doa kepada Allah, Aqiel membalikkan badannya menghadap sang istri. Alesha mencium punggung tangan sang suami dengan takzim, Aqiel pun mengecup kening sang istri lama.


Setelahnya, mereka melanjutkan untuk membaca Al-Qur'an. Kali ini tidak hanya membaca saja, tetapi Aqiel juga membenarkan bacaan sang istri, jika ada tajwid yang salah. Seperti biasa Alesha lanjut muroja'ah hingga isya, Aqiel menyimak bacaan sang istri dengan teliti. Alhamdulillah pada muroja'ah kali ini tidak ada yang salah. Alesha tersenyum memandang yang halal baginya setelah ia menutup Mushaf itu.


Mereka kembali mengambil wudhu dan sholat isya berjama'ah. Setelah melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim. Duo pasutri itu turun kebawah untuk makan malam. Mbok Darmi sudah masak untuk makan malam kali ini sebelum ia pulang. Mereka makan dengan nikmat setelah menggumamkan doa sebelum makan, Alhamdulillah Alesha pun kini tidak terlalu susah untuk makan. Membuat sang suami cukup lega jika melihat istri cantiknya makan dengan lahap, apalagi dari suapan tangan nya sendiri.


Seperti biasa setelah makan, Aqiel tidak membiarkan istrinya membersihkan piring kotor sisa makanan mereka. Alesha hanya duduk dengan manis memperhatikan suami tampannya itu dengan sigap membersihkan meja makan serta mencuci piring kotor. Ia tersenyum melihat suaminya yang selalu ikhlas setiap hari meringankan pekerjaan. Apalagi ditengah ia hamil tua seperti ini.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2