
Kini usia pernikahan Alesha dan Aqiel telah memasuki empat bulan pernikahan. setiap hari selalu saja perlakuan manis diberikan Aqiel untuk istri tercinta nya. Ia tidak pernah satu kali pun membiarkan sang istri kelelahan atau pun banyak pikiran, ia akan selalu menjadi support sistem untuk sang istri.
Pagi-pagi sekali Alesha sudah muntah-muntah di kamar mandi, ini pertama kalinya ia merasa badannya selemah ini, rasanya tak ada tenaga untuk melakukan aktivitas.
Huek.. huek.. huek..!
Aqiel yang terjaga karena mendengar sang istri di kamar mandi muntah-muntah segera menghampiri.
"Astagfirullah cinta, kamu kenapa sayang? Kenapa tidak bangun kan mas?" tanya nya khawatir, ia pun membantu mengusap-usap tengkuk sang istri, setelah nya memapah Alesha untuk kembali ke tempat tidur berukuran king size itu.
"Nggak tau mas, kepala aku pusing banget, terus bawaannya mual, tapi yang keluar hanya cairan bening gitu." jawab nya benar adanya.
"Kita kerumah sakit ya cinta, mas khawatir dengan keadaan kamu sekarang." ucap nya agar sang istri mau di bawa karumah sakit.
"Nggak usah mas, mungkin aku hanya masuk angin, mas nggak usah khawatir, palingan nanti aku juga baikan." ujarnya yang memang tak ingin di bawa ke rumah sakit, pikirnya Ia hanya masuk angin biasa.
"Tapi sayang, wajah kamu pucat banget sekarang, tolong dengarin mas kali ini ya cintaku." Bujuk nya selembut mungkin.
"Aku nggak apa-apa mas, benaran deh, hhmm." jawabnya tersenyum, lalu menyandarkan badannya ke dekapan sang suami, Aqiel hanya bisa mengikuti keinginan istri cantiknya itu.
"Ya sudah kamu tidur lagi, Shubuh juga masih lama," Ucapnya sambil mengelus sayang kepala sang istri dan mendekap hangat tubuh istrinya. Alesha pun kembali memejamkan matanya.
Tak sampai sepuluh menit ia melepas kan dekapan sang suami, lalu kembali lagi berlari ke arah kamar mandi, karena perut nya kembali mual dan ia memuntahkan cairan bening itu kembali. Melihat keadaan sang istri yang seperti itu membuat hati Aqiel perih, karena ia memang tak setega itu melihat sedikit pun sang istri sakit ataupun terluka, namun karena sang istri yang memang dengan pendirian nya tidak ingin dibawa ke rumah sakit, jadilah pagi-pagi itu ia hanya bisa menemani sang istri.
Hingga waktu subuh tiba, Alesha tak lagi muntah-muntah seperti sebelumnya, Hanya sedikit pusing dan mual, namun ia tetap menguatkan diri untuk tetap mengajar seperti biasa.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi..." salam Aqiel.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi..." Alesha mengikuti.
Setelah salam Alesha segera mencium tangan suaminya penuh takzim, Aqiel pun balas mencium kening sang istri lama, lalu lanjut zikir seperti biasa.
Kini pasutri itu selesai melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah, mereka lanjut bersiap-siap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
"Cinta, kamu benaran kuat bekerja hari ini, kalau istirahat dirumah saja bagaimana?" bujuk sang suami.
"Aku nggak apa-apa mas, benaran deh, aku juga sudah baikan sekarang, mas bisa lihat kan." ucapnya melihat dirinya sendiri, walaupun sebenarnya ia masih merasa sedikit mual dan pusing, namun Alesha berusaha menutupi dari sang suami, agar suaminya tidak lagi khawatir.
"Oke mas percaya, tapi nanti ingat, jika kamu nggak kuat mengajar, segera hubungi mas ya." tuturnya seraya menangkup kedua pipi sang istri dan mengelus nya lembut.
"Siap mas suami," Ucapnya memberi hormat kepada suaminya.
Cup
Aqiel tiba-tiba mengecup daging kenyal dengan rona merah jambu yang membuat candu dirinya.
"Mas genit, pagi-pagi sudah mencuri." ucapnya terkekeh.
"Cinta, ini milik mas, semua yang ada pada dirimu milik mas, jadi mas nggak mencuri dong." ucapnya juga terkekeh.
"Iya deh mas suami, aku seutuhnya milik mas, begitu pun dengan mas, mas juga milik ku." godanya balik.
"Mas geli, ampun mas.. ampun, aku kan belajar dari mas." ucapnya tertawa terbahak-bahak karena tidak tahan di gelitik.
"Oke-oke, mas akan berhenti, tapi kasih hadiah dulu cinta," ucapnya menunjuk b*birnya, Alesha yang paham maksud sang suami, langsung mengecup singkat, lalu berlari meninggalkan sang suami. Aqiel hanya tersenyum melihat istrinya yang setiap hari membuat dirinya gemas.
***
Kini Alesha telah tiba di sekolah, para guru sekarang sedang berkumpul seperti biasa di ruang guru sebelum bel berbunyi.
"Sha, lo kok lesu banget hari ini, terus wajah Lo juga pucat banget," tutur Alena yang melihat wajah sang sahabat memang pucat.
"Masak sih Na, perasaan aku sudah pakai lipstik, emang masih kelihatan ya." ucapnya yang segera mengambil kaca yang ada di tasnya.
"Lo sakit Sha? Kalau sakit kenapa ngajar, izin aja, biar gue izinin Lo ya." ucapnya mengkhawatirkan sang sahabat.
"Kamu kok persis seperti mas Aqiel Na, tadi mas Aqiel juga nyuruh aku untuk istirahat. lagian aku nggak apa-apa Na, aku cuma masuk angin aja kok, nggak usah khawatir, oke bestie." Ucapnya tersenyum.
__ADS_1
"Oke deh, tapi ntar kalau Lo benaran nggak kuat ngajar istirahat aja ya," Ucapnya bawel.
"Iya sahabat ku yang bawel." ucapnya terkekeh, ia merasa beruntung sekali, karena diberikan suami serta sahabat yang sangat perhatian dengan dirinya.
Melihat persahabatan Alesha dan Alena membuat Sandra sedikit iri, karena pasalnya sejak kejadian rumah tangganya dengan mantan suaminya itu, pertemanan nya dengan Lisa dan Dona agak sedikit merenggang. Mereka kini terlihat jarang bersama, entah Sandra yang memang menjauh, ataukah Lisa dan Dona yang memang sengaja menghindar.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, para guru kini telah masuk ke kelas masing-masing, Alesha mengajar dikelas XI IPA 1, kelas Aldi berada, tepatnya adik ipar Alesha. Saat Alesha sedang menjelaskan, tiba-tiba saja kepala nya pusing dan penglihatan nya berkunang-kunang, dan ia jatuh pingsan, untung saja segera disambut oleh salah satu siswinya saat ia akan maju kedepan.
"Astaghfirullah Miss Alesha," ucapnya terkejut, Aldi yang memang di kelas itu juga tak kalah terkejut.
Kini Alesha ada di UKS sekolah, ditemani Alena sang sahabat, karena saat Alena mengajar pelajaran olahraga di lapangan, ia mendengar dari arah kelas Alesha mengajar ada yang teriak meminta tolong, jadilah ia berlari menghampiri, tak ia sangka ternyata sahabatnya lah yang pingsan.
"Bagaimana keadaan Miss Alesha dok?" tanya nya khawatir, saat ini Alesha pun sudah sadar dari pingsan nya.
"Sebelumnya saya ingin menanyakan sama Miss, apa Miss Alesha merasakan mual atau pusing?" tanya dokter yang di tugaskan di UKS sekolah itu.
"Iya dok, tadi pagi saya tiba-tiba mual dan pusing, serta juga muntah-muntah, tapi yang keluar hanya cairan bening," jawabnya jujur. mendengar penuturan Alesha, dokter wanita itu hanya tersenyum.
"Ini hanya dugaan saya saja Miss, seperti nya miss Alesha tengah mengandung, bagaimana kalau Miss coba periksa ke dokter obgyn (dokter kandungan), agar lebih pasti dan akurat." tutur dokter wanita itu.
Mendengar penuturan sang dokter, membuat seulas senyuman terbit di bibir Alesha dan Alena.
"MasyaaAllah, semoga aja ya bestie." ucap Alena yang bahagia mendengar kabar ini, walupun belum seratus persen kebenarannya.
"Aamiin Allahumma Aamiin, semoga benar Na" jawab Alesha tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi ya Miss, Bu." ucapnya meninggal dua wanita cantik itu.
.
.
To Be Continued
__ADS_1