
Lima tahun kemudian, kehidupan sepasang pengantin itu masih sama seperti pertama kali pernikahan mereka. Hanya ada cinta diantara mereka. Serta penuh dengan kehangatan dan kasih sayang, apalagi untuk kedua buah hati mereka.
"Sayang, jangan lari-larian nak. Nanti terjatuh," Alesha heran melihat kedua anak kembar nya yang super aktif.
"Iya Umma, adek nggak lari-larian lagi." ucap Yuna putri bungsunya. Ya, anak Alesha lahir kembar sepasang, hanya beda lima menit saja. Yang pertama bernama Muhammad Hafidz Maulana, sedangkan yang bungsu bernama Aquina Qurrota Ayuna. Mereka baru saja menginjak usia lima tahun. Masih terlihat lucu dan menggemaskan.
"Umma, Abang haus." Adunya kepada ibunya itu.
"Ya sudah, Abang tunggu disini ya sama adek, Umma ambilkan minum dulu." ucap Alesha mengecup kening kedua anaknya secara bergantian. Lalu ia menuju dapur untuk mengambil air minum untuk kedua anak-anak nya.
"Cinta, mas cariin ternyata kamu disini, mas kangen tahu. Bisa nggak sih di waktu mas libur kita titipkan anak-anak ketempat neneknya, kan mas juga ingin di perhatikan." ucap sang suami yang tiba-tiba saja memeluk istrinya dari belakang.
"Astaghfirullah mas, mas bikin kaget saja deh. Jangan begini mas, nanti ada yang lihat, apalagi kalau dilihat anak-anak, malu mas. kita sudah tidak muda lagi." ucap Alesha bersungut-sungut.
"Biarkan saja jika mereka melihat. Pokonya mas minta waktu kamu hari ini sepenuhnya untuk mas." ucapnya tak mau mengalah. Alesha bingung dengan suami bucinnya ini. Namun Alesha bersyukur, walaupun sudah enam tahun usia pernikahan mereka, perlakuan sang suami masih sama saat pertama kali mereka menikah. Tidak ada yang berubah, hanya cintanya saja yang semakin besar.
"Aba, kenapa peluk Umma Abang. Umma itu hanya milik Abang, aba nggak boleh peluk-peluk." ucap Hafidz anak pertama mereka. Ya, Aqiel memang selalu saja berebut perhatian dengan Alesha. Alesha sendiri sampai heran dengan anak dan bapak itu.
"Abang kenapa marahin aba adek, tidak ada yang boleh marahin aba adek," sibungsu melawan abangnya. Ya kedua anak kembar Alesha dan Aqiel memang sangat dekat dengan aba dan Umma nya. Namun, Hafidz anak pertama mereka selalu melarang abanya dekat-dekat dengan Umma nya, sedangkan Yuna melarang Umma nya dekat-dekat dengan abanya. Membuat kedua orang tua anak kembar itu tepuk jidat.
"Umma itu kan istri aba, kenapa aba tidak boleh dekat-dekat Umma?" tanya Aqiel gemas dengan sang putra.
"Tapi kan Umma, ibunya Abang. Aba kalau mau dekat dengan Umma harus izin dengan Abang dulu." jawabnya mencebikkan bibirnya.
"Astaghfirullah cinta, ternyata mas menciptakan saingan mas sendiri." jawabnya menepuk jidatnya. Alesha hanya terkekeh melihat perdebatan kedua anaknya dengan suaminya itu.
"Mau ikut Aba dan Umma kerumah kakek dan nenek tidak? Katanya kangen sama Aal." bujuk Aqiel. Rencananya setelah membawa kedua anak nya kerumah mertua nya, ia berniat pergi kencan dengan sang istri, hihi.
__ADS_1
"Serius, aba nggak bohong?" tanya sikembar serentak.
"Iya aba serius, Ayo siap-siap dulu sama sus." ucap Aqiel, dia selalu punya trik agar bisa berduaan dengan sang istri, walaupun harus mengungsikan kedua anak kembarnya kerumah mertuanya.
"Hore.. Kerumah nenek dan kakek, Abang kangen sama nenek dan kakek, kangen sama Aal juga." teriak hafidz kegirangan. Ya, Aal adalah sebutan sikembar kepada Alfa.
"Adek juga senang." teriak Yuna.
Kini sikembar bersiap-siap di bantu oleh kedua sus mereka, alias baby sitter yang membantu Alesha mengurus kedua bayi kembarnya sejak bayi. Itu semua atas keinginan sang suami. Aqiel tidak mau istrinya sampai kelelahan pasca operasi.
(Flashback On)
Saat Aqiel dan Alesha sama-sama berjuang di ruang operasi. Kedua orang tua Aqiel dan Alesha tak hentinya berdo'a untuk keselamatan mereka. Para sahabat yang mendengar kabar mengenai kecelakaan Aqiel dan Alesha yang sempat drop setelah melahirkan karena mengetahui kabar tentang suaminya yang kecelakaan. Mereka juga segera mendatangi rumah sakit.
Selama proses operasi, mereka tak meninggalkan ruang tunggu sama sekali, kecuali shalat dan makan. Karena itu memang kewajiban mereka.
Tak lama setelah operasi Aqiel selesai, menyusul Alesha selanjutnya. Akhirnya ia berhasil melewati masa kritisnya. Mereka di tempat kan di satu ruangan.
Kedua keluarga sangat bersyukur dengan keajaiban yang terjadi, begitu juga dengan sahabat-sahabat Alesha dan Aqiel. Mereka berfikir bahwa Allah akan memanggil Alesha dan Aqiel bersamaan. Namun, cinta mereka begitu kuat untuk sama-sama membesarkan kedua bayi kembar mereka.
Setelah melewati masa kritis, akhirnya Aqiel tersadar lebih dahulu, ia lihat di brankar sebelahnya sang istri masih terlelap. Wajahnya tetap cantik walaupun masih terlihat pucat. Ia genggam jari jemari Alesha, dan mendapati tangan Alesha pun bergerak perlahan. Ia lihat mata itu perlahan terbuka dan tatapan mereka saling bertemu.
"Mas, ini kamu kan mas? Kamu baik-baik saja kan mas?" itu lah yang keluar dari mulut Alesha setelah ia sadar dari masa kritisnya. Aqiel tersenyum mendapati pertanyaan sang suami.
"Ia cinta, ini mas. Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang, mas kan sudah berjanji, bahwa kita akan membesarkan kedua anak-anak kita bersama." jawabnya tersenyum, lalu mengecup punggung tangan sang istri. Alesha tersenyum mendengar penuturan suaminya itu.
"Alhamdulillah nak, kalian sadar juga. Tunggu sebentar, ibu panggil kan dokter ya." Ibu Alice segera berlari keluar memanggil dokter. Tak lama dokter datang memeriksa keadaan kedua pasutri itu. Keluarga Aqiel dan Alesha beserta sahabat juga tak sabar ingin menemui mereka.
__ADS_1
Setelah dokter mengatakan bahwa mereka sudah baik-baik saja. Tinggal menunggu pemulihan saja, betapa mereka sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Ternyata Allah belum ingin mengambil mereka dari hidup orang-orang yang mereka cintai, terlebih masih ada kedua bayi mereka yang butuh kasih sayang kedua orang tuanya.
"Cinta, anak-anak kita selamat kan sayang?" tanya Aqiel menatap binar indah sang istri.
"Alhamdulillah anak-anak kalian selamat nak. Hanya saja karena lahirnya prematur, jadi baby twins sekarang berada di ruang inkubator. Jadi kalian harus sabar ya. InsyaaAllah mereka akan baik-baik saja." Mama Selly mewakili sang menantu untuk menjawab.
"Oh iya mas, mas belum memberikan nama untuk kedua anak kita, siapa nama mereka mas?" tanya Alesha penuh harap.
"Nama anak laki-laki kita Muhammad Hafidz Maulana, dan anak perempuan kita Aquina Qurrota Ayuna." jawabannya tersenyum.
"MasyaaAllah bagus sekali nama anak-anak kita. Jadi dua nama itu yang sudah mas persiapkan?" tanya Alesha lagi.
"Benar sayang, saat mas mengetahui kamu hamil kembar, mas mempersiapkan dua nama itu untuk anak-anak kita." jawabnya lagi.
"Kenapa mas yakin sekali jika anak-anak kita kembar sepasang?" tanya nya heran, namun Aqiel hanya tersenyum tanpa menjawabnya.
Para keluarga serta sahabat juga berdatangan menjenguk mereka. Setelah satu bulan lamanya baby twins di inkubator, akhirnya mereka juga di izinkan pulang oleh dokter. Alesha dan Aqiel juga sudah lama pulih. Hanya saja, Aqiel tak ingin melihat istrinya kelelahan dalam mengurus kedua bayi mereka jika ia bekerja, makanya ia berinisiatif mempekerjakan dua orang Baby sitter yang terpercaya. Hingga kini usia kedua baby twins sudah menginjak lima tahun.
...****************...
Yuk baca karya kedua Author dengan judul "Hidayah Terindah" jangan lupa tinggalkan jejak (like, komen, subscribe, vote, dan favorite kan agar tidak ketinggalan update selanjutnya) dukungan para reader's sangat berarti bagi kami para author. terimakasih :-)
.
.
To Be Continued
__ADS_1