
"MasyaaAllah Sha, itu calon suami Naura yang sebentar lagi akan menjadi kekasih halal nya. Mereka terlihat cocok." ucap Alena kepada Alesha yang duduk disamping nya.
"MasyaaAllah Na, kamu benar. Gus Hanan juga terlihat mirip dengan Naura. Itu makanya mereka berjodoh ya Na." jawab Alesha.
"Kita doakan saja mereka berjodoh dunia akhirat cinta." ucap sang suami yang mendengar obrolan Alesha dan sahabat nya itu.
"Iya mas. Aamiin Ya Rabb." Jawab Alesha
Akhirnya akad pernikahan dimulai juga. Ini saatnya ayah dari Naura menikahkan putrinya itu dengan seorang Gus bernama Muhammad Hanan Hafidz. Ayah Naura menjabat tangan sang calon menantu yang beberapa menit lagi akan menjadi menantunya. Gus Hanan pun menerima jabatan tangan calon ayah mertuanya.
Dituntun oleh bapak penghulu, Ayah Naura menikahkan putrinya dengan Gus Hanan dan di jawab dengan suara lantang dan jelas oleh calon menantunya itu.
"Saya terima nikahnya Naura..." jawab Gus Hanan lantang dan tanpa keraguan.
"Bagaimana para saksi?" tanya bapak penghulu.
Sah...
Jawab para saksi semua serta para tamu undangan dengan semangat. Kemudian bapak penghulu langsung memimpin doa, yang diaminkan oleh pengantin lelaki dan semua tamu undangan.
"Silahkan bawa pengantin wanitanya keluar." ucap pak penghulu. Ibunda Naura segera memanggil putrinya bersama Parisya.
Akhirnya Naura sebagai pengantin wanita pun keluar juga, di diapit oleh ibunya disamping kanan dan Parisya di samping kiri. Mereka mengantarkan Naura hingga duduk disamping sang suami yang baru saja sah lima menit yang lalu sebagai suaminya.
Dada Naura berdebar-debar saat matanya saling bertatap dengan kekasih halalnya itu. Saking gugupnya, Naura menundukkan kepalanya, demi menyembunyikan rasa gugupnya.
"Nak, angkat kepala kamu, sekarang Gus Hanan sudah menjadi suami kamu sayang." ucap ibunda Naura. Naura langsung mengangkat kepalanya. Kini ia telah duduk disamping sang suami. Ibunda Naura dan Parisya kembali ketempat duduk mereka juga.
Kini Gus Hanan diminta membaca sigat talik oleh bapak penghulu. Ia membaca dengan lantang dan jelas. Kemudian dilanjutkan penyerahan mahar pernikahan yang diberikan langsung oleh Gus Hanan kepada Naura. Yaitu seratus gram emas murni serta seperangkat alat shalat. Naura menerima mahar tersebut dengan mata menatap wajah suami tampannya yang begitu dekat dengannya kini. Dilanjutkan dengan penyematan cincin pernikahan.
"Silahkan pengantin lelaki memasangkan cincin kepada pengantin wanita." ujar pak penghulu.
Gus Hanan mengambil cincin didalam kotak cincin, Naura dengan ragu-ragu memberikan tangannya. Ia begitu gugup saat lelaki yang sudah sah untuk nya itu akan memegang tangannya untuk memakai kan cincin. Saat Gus Hanan akan memasang cincin itu, Naura kembali menarik tangannya. Para tamu undangan pun geregetan dengan sepasang kekasih halal itu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak. Sekarang Gus Hanan sudah menjadi suami kamu. Ayo sayang." ucap ibunda Naura. Akhirnya Naura menjulurkan tangannya kembali. Gus Hanan segera memegang tangan kanan Naura dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menyematkan cincin di jari manis Naura. Ada gelenyar aneh yang dirasakan oleh Naura saat kulitnya bersentuhan dengan lelaki yang kini sudah halal baginya.
"Sekarang gantian, pengantin wanita yang menyematkan cincin kepada pengantin lelaki." ucap pak penghulu.
Naura pun memberanikan diri meraih tangan sang suami. Gus Hanan memberikan tangannya, Naura ragu-ragu menyematkan cincin itu, hingga tatapan itu bertemu. Dan Gus Hanan tersenyum menatap yang sudah halal baginya, akhirnya cincin itu tersemat juga di jari manis Gus Hanan.
"Alhamdulillah..." Ucap Semuanya.
"Tahan sebentar, kasih kesempatan kang fotografer untuk mengabadikan momen." ucap pak penghulu, akhirnya Naura kembali meraih tangan suaminya seolah-olah sedang menyematkan cincin. Gus Hanan pun tak henti menatap yang sudah halal baginya itu.
"Ayo selanjutnya pengantin wanita menyalami pengantin pria." ucap pak penghulu lagi. Bapak penghulu nya memang selucu itu, ia kerap kali geregetan dengan pasangan-pasangan pengantin yang malu-malu.
Naura ragu-ragu menyalim tangan suaminya.
"Ayo sayang, salim tangan suami mu. Itu adalah awal untuk mendapatkan suatu keberkahan." ujar ibunda Naura.
Akhirnya Naura meraih tangan kanan sang suami, lalu ia mengecup takzim tangan suaminya. Suaminya pun memegang puncak kepala sang istri dengan tangan kirinya, sembari berdo'a. Suaminya pun melabuhkan kecupan di kening istrinya setelah menggumamkan do'a. Ada perasaan yang tak biasa dirasakan oleh keduanya, karena ini pertama kalinya bagi mereka bersentuhan dengan lawan jenisnya. Hanya saja yang mereka sentuh sudah halal bagi mereka.
"Kenapa mas? Kamu mau mengulangi moments itu lagi?" tanya istrinya polos.
"Iya cinta, mas pingin mengulanginya lagi." jawabnya.
"Apa? jadi mas mau menikah lagi?" tanya Alesha menatap tajam manik mata suami tampannya itu.
"Iya cinta, mas mau menikah lagi." jawabnya, tentu saja jawab yang ia pikirkan berbeda dengan apa yang di pikirkan sang istri, membuat Alesha hampir saja berkaca-kaca.
"Mas tega mas menikah lagi." gumam Alesha, sadar akan jawabannya membuat sang istri salah paham, Aqiel segera meluruskan jawabannya.
"Maksud mas, mas ingin mengulang momen itu lagi bersama kamu cinta, dan menikah nya ya sama kamu lagi." ucap sang suami sembari menguatkan genggaman tangan istrinya.
"Mas nggak bohong kan?" tanya Alesha.
"Astaghfirullah istriku, mas tidak berbohong. Maaf kan mas ya cinta, jika jawaban mas membuat kamu salah paham. Tapi seperti yang mas bilang sebelumnya. Mas tidak akan melirik wanita manapun, kamu satu-satunya wanita yang akan selalu mengisi relung hati mas ini. Hanya kamu wanita yang mas cintai." jawab sang suami menarik tangan istrinya, dan meletakkan nya di dadanya sendiri.
__ADS_1
"Maafkan aku yang sudah salah paham sama mas ya." ucap Alesha tertunduk.
"Iya sayang." jawabnya.
Cup
Aqiel mengecup singkat tangan istrinya.
"Mas, kita masih ditempat umum, malu." ujar Alesha. Aqiel hanya menampakkan senyuman nya yang manis.
Kini para tamu undangan memberikan selamat kepada pasangan pengantin itu. Alesha dan suami beserta keluarga dan sahabatnya ke depan untuk memberikan selamat.
"MasyaaAllah Nau, selamat ya. Kakak terharu banget, akhirnya sekarang kamu sudah ada yang jagain. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah ya Nau, Gus." ucap Alesha tersenyum bahagia.
"Terimakasih kak, Aamiin Ya Rabb." jawab Naura sembari mengaminkan.
"Selamat bestie semasa kecilku, semoga setelah ini segera diberikan momongan. Dan Minggu depan aku juga akan menyusul kamu." ucap Parisya memeluk Naura.
"Aamiin Allahumma Aamiin, Semoga pernikahan kamu juga dilancarkan ya Sya." balas Naura.
"Gue juga mau kasih selamat Sya, nanti kalau mau nangis-nangis nya," ucap Alena terkekeh. Akhirnya Parisya menepi dan mencebikkan bibirnya.
"Selamat ya Nau, gue turut bahagia. Semoga rumah tangga Lo kelak selalu samawa," ucap Alena.
"Terimakasih kak, semoga doa baik kembali ke kakak." jawab Naura.
Setelah mereka semua memberikan selamat kepada Naura dan Gus Hanan. Akhirnya mereka berpamitan setelah foto bersama. Tiba-tiba saja Amora kakaknya Naura merasakan mules, membuat Zain suaminya panik seketika.
.
.
To Be Continued
__ADS_1