Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Ujian Terberat


__ADS_3

"Bagaimana dengan putra saya dok?" tanya papa Roy saat dokter keluar dari UGD.


"Akibat kecelakaan dan benturan yang cukup parah, sehingga mengakibatkan pasien kehilangan banyak darah, putra bapak harus segera kita operasi pak. Mohon segera urus biaya administrasi nya." ujar sang dokter yang menangani Aqiel.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk keselamatan putra saya dok." ucap papa Roy.


"InsyaaAllah pak kami akan melakukan yang terbaik, teruslah berdo'a untuk keselamatan putra bapak. Kalau begitu saya permisi." ucap sang dokter. Papa Roy hanya menganggukkan kepalanya. Betapa sakit hatinya, menantu yang masih berjuang untuk melahirkan kedua cucunya, ditambah lagi sang putra juga harus di operasi akibat kecelakaan, dan sekarang sang istri tengah pingsan.


"Ya Allah, selamat kan lah semua anggota keluarga hamba. Terutama, anak, menantu serta cucu-cucu hamba ya Allah." bathin papa Roy berdoa.


Akhirnya mama Selly sadar juga, ia segera menuju ruang operasi mencari suaminya.


"Ma, mama kenapa kesini, istirahat dulu ma. Mama perlu istirahat untuk sekarang." ucap papa Roy.


"Pa, bagaimana dengan anak kita pa? Terus menantu kita bagaimana pa?" tanya nya sembari menahan tangisnya.


Pikiran mama Selly sudah berkelana kemana-mana, ia takut hal-hal yang tidak di inginkan terjadi kepada anak dan menantunya, terutama kedua cucunya.


"Yang sabar Ma. Kita serahkan semuanya kepada Allah." ucap papa Roy menenangkan.


Tak lama akhirnya operasi Alesha berhasil, namun karena kedua anaknya lahir secara prematur, maka harus di bawa keruang inkubator.


Terlihat para perawat keluar dari ruang operasi membawa dua orang bayi. Ayah Anggara serta kedua putra nya segera menghampiri.


"Apakah ini kedua cucu saya sus anak dari putri saya Alesha?" tanya ayah Anggara.


"Benar pak, tapi karena kedua cucu bapak lahir secara prematur jadi kedua cucu bapak harus dibawa keruang inkubator." Keterangan sang perawat.


"Baik sus, terimakasih. Lakukan yang terbaik." ucap ayah Anggara melihat kedua bayi berwarna merah itu.


"Ayah," lirih ibu Alice saat keluar dari ruang operasi. Ia segera memeluk suaminya erat.


"Ibu, kenapa ibu sedih? Bukan kah cucu kita sudah lahir, bagaimana dengan anak kita Alesha Bu?" tanya ayah Anggara memperhatikan raut wajah sang istri.


"Keadaan Alesha sangat lemah yah, Alesha terus memanggil suaminya. Sekarang dimana Aqiel yah, apakah suami Alesha sudah datang?" tanya ibu Alice. Ayah Anggara sempat mematung sepersekian detik. Ia bingung harus menjawab bagaimana pertanyaan sang istri.


"Kenapa ayah diam saja, mana suami anak kita yah?" tanya ibu Alice lagi.

__ADS_1


"Bang Aqiel kecelakaan Bu, sekarang sedang diruang operasi. Tadi juga Tante Selly sempat pingsan saat mengetahui bang Aqiel kecelakaan. Sekarang mereka diruang tunggu menunggu operasi nya bang Aqiel." jawab Arfa mewakili ayahnya.


"Ya Allah, Innalilahi wa innailaihi raji'un. Cobaan apalagi ini. Bagaimana dengan anak kita jika dia tahu suaminya kecelakaan. ibu tidak sanggup jika harus menyampaikan kabar ini kepada Alesha nanti yah. Pasti Alesha sangat terpukul." ucap ibu Alice berderaian air mata.


"Ibu jangan nangis, adek yakin kakak sama Abang Aqiel baik-baik saja. Mereka orang baik, Allah pasti menjaga mereka." ucap sibungsu bijak. Ibu Alice segera memeluk putra bungsunya.


Ibu, ayah, kak Amora telfon, Alfa angkat telfon kak Amora dulu ya." ucap Arfa yang di anggukkan kepala oleh ayahnya serta ibunya. Arfa sedikit menjauh dari kedua orang tuanya sebelum mengangkat telfon itu. Diseberang sana Amora juga tak kalah terkejut mendapat kabar yang tidak mengenakan, ia juga sempat syok. Untung saja suaminya ada disampingnya dan segera memenangkan nya.


"Bagiamana nak? apa kata kakak kamu?" tanya ayah Anggara saat melihat putra nya sudah mematikan telfon tersebut.


"Kak Amora juga syok yah, kak Amora langsung menangis mendengar kabar mengenai kak Alesha dan bang Aqiel. Tapi kak Amora tidak bisa kesini karena kan kak Amora belum pulih pasca melahirkan." ucap Arfa menjelaskan.


"Iya tidak apa-apa nak. Semoga keluarga kita di berikan keikhlasan serta kekuatan dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan." Ucap ayah Anggara.


"Ya Allah, kuatkan hamba dan keluarga hamba serta keluarga dari besan hamba dalam menerima ujian terberat ini." doa ayah Anggara di dalam hatinya.


Kini Alesha sudah dipindahkan keruang perawatan. Saat ia sadar, ia hanya melihat ibu, ayah, Arfa dan Alfa. Ia mencari keberadaan suaminya, namun tetap tak ia temui. Membuat ia bertanya-tanya.


"Ibu, ayah." lirihnya.


"Mana mas Aqiel Bu? Kenapa sampai sekarang mas Aqiel belum datang juga?" tanya Alesha mengedarkan pandangan nya di seluruh penjuru ruangan.


"Ibu, kenapa diam saja, mana suamiku Bu. Ayah mana suami Alesha?" kenapa kalian diam saja.?" Tanya nya lagi, matanya sudah mulai berembun, ada perasaan yang sulit ia jelaskan saat ini.


"Anak-anak ku mana Bu, yah, kenapa mereka tidak bersamaku diruangan ini?" tanya nya lagi.


"Anak-anak kamu di ruang inkubator nak. Karena mereka lahir secara prematur, jadi kondisi kedua bayi kamu sangat lemah. Untuk beberapa hari kedepan, mereka akan ditempatkan di sana." ucap ayah Anggara. Alesha menetas kan airmata nya, karena tak bisa melihat kedua bayi mungil nya, sakit rasanya saat mengetahui kedua bayinya harus berada di ruangan inkubator.


"Ibu, boleh tolong ambilkan handphone ku?" aku mau menelfon suamiku Bu." ucapnya lagi.


"Suami kamu sebentar lagi sampai nak. Sekarang kamu istirahat dulu ya sayang." ucap ibu Alice mengelus sayang kepala sang putri. Ia tak berani menjawab yang sebenarnya.


"Aku nggak mau istirahat Bu, pokoknya aku tidak tenang sebelum aku tahu bagaimana kabar suamiku. Aku mohon Bu berikan handphone ku." Alesha terus memohon kepada ibunya. dengan keadaan lemah pasca operasi melahirkan, ia memaksakan diri untuk bangun dari pembaringan nya. Arfa yang melihat kakaknya bangun segera menahan nya.


"Kak, kakak yang sabar ya, bang Arfa pasti baik-baik saja. Do'akan suami kakak selamat." ucap Arfa, ia mengerti kedua orang tuanya tidak sanggup memberi tahukan kebenaran tentang suami kakaknya yang tengah berjuang di ruang operasi akibat kecelakaan.


"Maksud kamu apa Ar? Ada apa sebenarnya, kenapa kamu berbicara begitu? Ayah, ibu, Ar, tolong jelaskan padaku." Racaunya. Arfa memeluk sang kakak yang terus meracau.

__ADS_1


"Bang Arfa kecelakaan kak saat menuju kesini, sekarang bang Arfa di ruang operasi, disana juga ada kedua mertua kakak." Terpaksa Arfa mengatakan yang sebenarnya, dari pada sang kakak nekat turun dari brankar dan terus menanyakan suaminya. Sedangkan keadaan nya masih sangat lemah.


Deg!


Jantung Alesha serasa berhenti berdetak. Mendengar kabar bahwa sang suami kini berada di ruang operasi.


"Tidak, kamu pasti bohong kan, mas Aqiel baik-baik saja, katakan yang sebenarnya. dimana suami kakak Ar." kini Alesha menangis sesenggukan, ia tidak terima jika sang suami kini tengah berjuang di ruang operasi. Bukan tidak terima, bahkan ia tidak percaya sama sekali.


Saat itu tepat televisi yang ada diruang rawat inap nya, yang memutar berita tentang kecelakaan tunggal yang mengakibatkan hancurnya kendaraan yang di bawa oleh suaminya. Dan Alesha sangat mengenal jika itu memang mobil suaminya, seketika Alesha drop, dan seluruh keluarga panik dan Arfa segera menekan tombol nurse call.


"Ada apa Bu?" tanya dokter yang baru saja memasuki ruang rawat inap Alesha.


"Saat anak saya mendengar kabar kecelakaan suaminya, ia langsung drop dok. Tolong putri saya, selamat kan putri saya. Saya mohon dok" ucap ibu Alice menangis dipelukan suaminya. Alfa segera memeluk abangnya. Detak jantung Alesha seketika lemah. Dokter segera melakukan kejut jantung. Namun karena keadaan Alesha tiba-tiba kritis, ia kembali di larikan keruang operasi saat itu juga.


Mama Selly dan Papa Roy terkejut melihat sang menantu di larikan keruang operasi yang sama dengan putra mereka. Melihat keluarga besannya berlari kearah mereka, ibu Alice dan papa Roy segera menghampiri mereka.


"Kenapa dengan Alesha Bu? Bukannya tadi Alesha sudah sadar dan operasinys lancar?" tanya mama Selly khawatir. Ya, mama Selly dan papa Roy sudah mengetahui jika sang menantu sudah sadar pasca operasi, karena ayah Anggara segera mengabari besannya itu, sekaligus menanyakan keadaan menantunya.


"Alesha drop saat mengetahui suaminya kecelakaan Bu," jawab ibu Alice masih dalam tangisnya.


Deg!


Mama Selly dan Papa Roy tak kalah terkejut. Ketakutan mereka sangat terasa kali ini. Tak ada lagi yang bisa berkata-kata, saat itu juga atmosfer di ruang tunggu sangat berbeda, hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Dalam diam mereka terus berdo'a dan memohon keajaiban Yang Maha Kuasa.


......................


Assalamu'alaikum sahabat Musim_Salju.


Baca juga karya kedua author yang berjudul HIDAYAH TERINDAH. Jangan lupa dukungan nya juga agar Author semangat dalam menyelesaikan tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak (like, komen, subscribe, vote dan favorite kan agar tidak ketinggalan update selanjutnya). Karena tanpa dukungan sahabat semua. Novel yang Author tulis tidak ada artinya. Terimakasih.


Follow Ig Author @winda_srimawati


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2