
Kini Alesha berpamitan dengan para guru dan juga murid. Mereka semua membuat acara perpisahan untuk guru tersayang mereka. Banyak yang memberikan kado dan juga rata-rata hampir semua murid perempuan menangis karena guru kesayangan mereka harus berhenti mengajar demi kesehatan nya dan juga bayi yang ia kandung.
"Maaf ya ibu dan bapak guru semuanya, jika selama Alesha mengajar disini ada yang tersinggung ataupun sakit hati dengan perbuatan maupun sikap Alesha. Karena Alesha hanya lah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa." Ucapnya memohon maaf kepada semua guru.
"Tidak Miss, sudah tiga tahun Miss mengajar disini, dan kita bersama-sama berjuang untuk mencerdaskan anak dan bangsa, kami tidak pernah merasa tersinggung atau pun sakit hati dengan sikap Miss Alesha." ucap salah satu guru.
"Iya Miss, Miss partner kerja yang baik. Justru Miss memberikan contoh yang baik untuk kita disini. Sosok guru yang sangat di cintai dan disayangi oleh semua murid." ucap guru lain juga.
"Iya Miss benar, lihat itu hampir semua murid perempuan menangis karena guru kesayangan mereka tidak mengajar disini lagi." Ucap pak Danar.
"Terimakasih semuanya, saya akan selalu mengingat ibu dan bapak semua. Dan terimakasih juga untuk semua kejutan perpisahan nya. Saya tidak menyangka jika bapak dan ibu guru serta semua murid menyiapkan semua ini untuk saya." ucap Alesha tulus.
"Miss Alesha nanti saya pasti kangen banget sama Miss." ucap salah satu siswi mewakili murid yang lain.
yang lain pun pada bersahut-sahutan.
"Terimakasih semua anak-anak Miss, Miss juga pasti akan kangen sekali dengan semua anak-anak Miss. Belajar yang rajin, dan jangan banyak bermain." ucapnya Alesha.
Akhirnya perpisahan para guru dan murid yang disiapkan khusus untuk Alesha berakhir juga setelah adegan menangis itu.
Alena sedari tadi juga menangis melepas sahabat terbaiknya itu.
"Bestie, gue pasti bakalan kangen banget sama Lo. Biasanya disekolah gue bareng Lo kalau istirahat, sekarang gue sama siapa dong." keluh Alena.
"Ya ampun Na, kamu setiap hari juga bisa kerumah aku." ucap Alesha tertawa melihat tingkah sang sahabat.
Sedangkan Sandra, Dona dan Lisa hanya diam melihat dari kejauhan.
Akhirnya Alesha pulang, setelah pamit dengan semua guru dan murid. Pastinya juga sudah serah terima jabatan.
Aqiel ternyata juga sudah menunggu di parkiran. Melihat sang istri membawa banyak kado, membuat ia berinisiatif turun dari mobil dan membantu sang istri.
"Assalamu'alaikum istrinya mas. Ini banyak banget kadonya?" ucap Aqiel saat sudah berhadapan dengan sang istri.
"Wa'alaikumsalam mas suami. Ia mas ini kado-kado dari para guru dan juga murid." Ucap Alesha. Aqiel membawa semuanya ke mobil yang terparkir, dan memasukkan kedalam bagasi mobil.
Saat di mobil Alesha mencium punggung tangan suaminya penuh takzim, Aqiel juga mencium sayang sang istri tercinta.
Kini dua sejoli itu sedang dalam perjalanan menuju kampus tempat Arfa kuliah. Saat tiba di parkiran gedung tempat diadakannya wisuda. Alesha dan Aqiel melihat Arfa, dan kedua orang tuanya beserta Alfa sibungsu sudah disana.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." ucap Alesha dan Aqiel bersamaan.
"Wa'alaikumsalam." jawab semuanya.
"Maaf ya kakak terlambat. Tadi ada acara perpisahan dengan semua guru dan murid disekolah." ucap Alesha kepada Arfa adiknya.
Alesha dan Aqiel menyalami kedua orang tuanya penuh takzim. Sang adik juga menyalami mereka dengan takzim.
"Iya kak, nggak apa-apa." Ucap Arfa tersenyum.
"Oh iya kak, bang Arfa katanya cumlaude, banyak yang memberi tepuk tangan?" ucap sibungsu.
"MasyaaAllah kakak bangga sama kamu Ar. Ini kado dari kakak dan bang Aqiel. Adek harus rajin belajar ya, biar nanti jadi anak yang pintar. Sama seperti bang Arfa." Ucap Alesha.
"Iya kak, pasti." jawab antusias sibungsu.
"Wah, ini apa kak?" tanya Arfa girang.
"Di buka saja." Ucap Alesha tersenyum.
Arfa segera membuka kado dari kakak dan abang iparnya. Saat ia membuka kado itu, ia terkejut karena mendapatkan hadiah kunci mobil di dalam box berukuran kecil itu.
"Iya Fa, itu karena kamu sudah belajar dengan baik selama ini." ucap Aqiel yang juga bangga mempunyai adik ipar yang sangat membanggakan.
"Terimakasih ya bang," Ucapnya bersyukur karena mempunyai Abang ipar yang sangat baik kepada nya dan juga keluarga nya.
"Sama-sama Ar," tulus Aqiel.
"Masyaa Allah nak, itu apa tidak berlebihan?" tanya ibu Alice.
"Tidak Bu, ini tidak seberapa." Jawab Aqiel tersenyum.
"Semoga Allah yang membalas nya ya nak." ucap ibu Alice. Sedangkan ayah Anggara hanya tersenyum lebar melihat kebaikan menantu nya itu. Mereka begitu beruntung mempunyai menantu tampan, baik dan tidak pelit kepada keluarga anaknya.
"Ayo kak, bang, kita langsung ke studio foto. Kak Amora dan Abang Zain juga langsung kesana, katanya mereka sudah di jalan." ucap Arfa.
"Oh iya Ar, mobilnya disamping mobil abang. Kamu bisa langsung membawanya, tadi kamu pakai taksi kan kesini?" ucap Aqiel.
"Langsung dibawa kesini bang?" wah aku nggak sabar mau melihat mobil baru." antusias nya.
__ADS_1
Saat ini mereka menuju parkiran, disaat Arfa melihat mobil hadiah dari kakak dan Abang iparnya, betapa bahagianya ia mendapat mobil sport keluaran terbaru merek A yang selama ini memang dia impikan.
"Kak, bang, ini kan mahal banget. benaran ini buat Arfa?" tanyanya masih belum percaya.
"Iya Ar, ayo buruan. Ibu sama ayah naik mobil mas saja ya. Adek mau sama siapa?" ucap Alesha kepada kedua orang tuanya dan beralih bertanya kepada adik bungsunya.
"Adek sama Abang Arfa boleh?" tanya nya yang ingin juga mencoba menaiki mobil baru.
"Iya boleh, Ayo dek, kita cobain mobil baru Abang." antusias Arfa.
Kini mereka menuju studio foto yang sudah di sewa oleh Arfa. Saat tiba disana Amora dan Zain juga baru tiba.
"Assalamu'alaikum." ucap Amora dan Zain. lalu menyalami kedua orang tuanya dengan takzim. Alesha, Arfa dan Alfa juga menyalami mereka Amora dengan takzim. Sedangkan Aqiel bersalaman ala pria dengan Zain.
"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya.
"Ini mobil siapa Ar? Kelihatan nya baru." ucap Amora melihat mobil baru sang adik.
"Ini mobil Arfa kak, hadiah dari kak Alesha dan bang Aqiel." ucapnya memberitahu kakak pertama nya itu.
"Masyaa Allah, ini bagus banget. Maaf ya kakak dan abang Zain tidak bisa memberikan hadiah yang sama. Ini semoga kamu suka dek." ucap Amora tersenyum lalu memberikan kado untuk Arfa.
Namun, Amora tidak berkecil hati sedikitpun, ia justru bersyukur karena Alesha adik nya itu mendapat kan suami seperti Aqiel, yang sangat royal Kepada keluarga nya.
"Nggak kak, Arfa nggak minta kado yang mahal. apapun yang kakak dan Abang Zain kasih, Arfa akan sangat senang." ucapnya tersenyum.
"Oh iya, Arfa buka ya." ucapnya antusias. Saat ia membuka kado nya, Arfa sangat menyukai kado yang diberikan kakak pertama dan abang iparnya.
"Kamu suka dek?" tanya Amora.
"MasyaaAllah ini jaketnya kan mahal kak, terimakasih ya kak, bang." ucapnya sangat senang karena diberikan jaket yang selama ini ia inginkan.
"Sama-sama Ar." jawab Amora dan Zain bersamaan.
Kini mereka semua sudah memasuki studio foto itu, mereka bahagia dengan kelulusan sang adik, dan bisa mengabadikan momen kelulusan Arfa.
.
.
__ADS_1
To Be Continued