Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Pernyataan Alex


__ADS_3

Diruangan rawat inap bernuansa putih itu kini tengah ramai, Amora kakaknya Alesha dan Zain Abang ipar nya Alesha turut menjenguk nya kerumah sakit. semua sahabat-sahabat Alesha dan juga Aqiel juga turut menjenguk calon ibu kembar itu.


"Selamat ya bestie, ternyata Lo hamil kembar. Berarti gue bakalan punya keponakan dua sekaligus." Alena teramat senang dengan kabar gembira ini.


"Terimakasih Na, semoga kamu juga segera menyusul ya Na." ucap Alesha mendoakan sang sahabat.


"Aamiin.." jawab semua yang ada diruangan itu.


"Selamat ya kak, aku turut bahagia." Ucap Naura tak kalah bahagia.


"Iya kak, jaga kesehatan nya bumil." Ucap Parisya.


"Terimakasih ya Nau, Sya." ucap Alesha tersenyum.


"Selamat bro, gue nggak nyangka Lo bakalan punya bayi kembar." Ucap Alex yang juga ada di sana.


"Thanks bro. Lo kapan nyusul gue?" seloroh Aqiel.


"Gue mah tergantung calon, gimana Sya? Lo sudah siap belum gue lamar?" ucapnya antara serius atau tidak. Hanya Alex yang tau.


Mendengar penuturan Alex, membuat pipi Parisya merah merona.


"Ciee... " ucap semuanya terkekeh.


"Tunggu apa lagi Sya, Alex udah kasih kode tu buat Lo." goda Alena menyenggol bahu Parisya.


"Apa sih kak, mas Alex jangan ngaco deh kalau ngomong. Ntar yang lain salah paham." Ucap Parisya yang tak berani menatap Alex.


"Khemm.. Ada yang malu-malu ni." goda Alesha ikut-ikutan.


"Kak Alesha... Jangan ikut-ikutan deh." Ucap Parisya bersungut-sungut.


"Udah lah Nau, bukannya kamu bilang kalau ada yang mau ajak kamu serius. Kamu bakalan terima." Ucap Naura terkekeh.


"Apasih, kalian kenapa pada godain aku sih." Ucapnya cemberut.


"Aku serius Sya, gimana caranya biar kamu percaya." Ucap Alex memasang tampang serius.


"Udah berubah aja panggilan lo sama Parisya. Aku kamu ni sekarang." Goda Aqiel.


"Udah dong, jangan di godain terus Parisya nya, lihat tuh pipi nya udah merah." ucap Amora tiba-tiba, yang sedari tadi hanya mengamati.

__ADS_1


Yang di goda kini tak bisa berkata-kata. Parisya hanya bisa diam seribu bahasa. Karena percuma jika dijawab. Karena mereka ramai, sedangkan dirinya sendiri.


"Tuh kan, gara-gara Lo pada, calon istri gue ngambek." Ucap Alex melirik ke arah sang sahabat.


"Karena mas Alex juga, coba mas Alex nggak ngomong yang aneh-aneh. Kan semuanya nggak bakalan terpancing." Seloroh Parisya tanpa melihat kearah Alex.


"Maaf deh Sya. Tapi aku serius sama kamu Sya. Kalau kamu nggak percaya, aku bakalan buktikan sama kamu kalau Aku serius. Dan Mereka semua yang ada diruangan ini akan jadi saksi cinta aku sama kamu." Ucapnya seserius mungkin.


Tak pernah Alex seserius ini dengan seorang wanita. Entah kenapa, sejak pertama kali melihat Parisya, ada magnet tersendiri yang dimiliki oleh gadis itu, yang tak pernah Alex lihat dari wanita yang selama ini mendekati nya.


Yang lain hanya diam memperhatikan dua sejoli itu. Kalau seperti nya seserius ini, mereka juga tidak berani membercandai sang sahabat. Apalagi masalah hati.


Sedangkan yang di seriusi hanya diam tak menjawab. Ia sedang menata hati, berusaha mencari keseriusan sang lelaki. Karena Parisya tipe yang susah membuka hati.


Apalagi dulu Parisya di jodohkan dengan lelaki pilihan kedua orang tuanya. Awalnya ia menolak, namun karena dukungan orang terdekat. Parisya berusaha membuka hati dan menerima lelaki pilihan orang tuanya itu. Ternyata seminggu setelah bertunangan, tunangan nya itu hilang tanpa kabar. Tak lama setelah itu ia dan keluarga mendengar tunangan nya menikah dengan teman sesama sekolah nya.


Kini ruangan itu menjadi menegangkan. Hingga Alfa datang dengan Arfa yang membuat ruangan yang tadi sunyi menjadi ramai.


"Assalamu'alaikum?" ucapnya Arfa dan Alfa saat pintu baru saja dibuka.


"Wa'alaikumsalam." jawab semuanya.


"Adek kesini nggak sama ayah dan ibu?" tanya Amora yang tak melihat kedua orang tuanya.


"Enggak kak, ayah dan ibu di toko, soalnya sudah dua hari ayah ibu tutup. Kan langganan ayah ibu pada nyariin." Jawabnya benar adanya. Amora hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya kak, ibu sama ayah sudah dua hari disini nemanin aku, kasian kalau hari ini masih kesini." Ucap Alesha.


"Oiya kak, kandungan kakak bagaimana?" Tanya Alesha yang beralih menatap perut sang kakak yang sudah mulai terlihat jika duduk.


"Alhamdulillah kandungan kakak sehat Sha, kamu juga jaga kesehatan. diusahakan makan sedikit walupun gak berselera, karena baby yang ada dalam kandungan kamu juga perlu nutrisi." Nasehat sang kakak.


"Iya kak, aku juga mau nya gitu, tapi setiap makanan yang masuk ke mulut selalu keluar lagi." adunya pada sang kakak.


"Semoga kamu dan calon baby kamu sehat ya Sha. Semoga persalinan kita juga di lancarkan nantinya." Ucap Amora mendoakan.


"Aamiin... " Ucap semua yang ada di sana.


"Oiya Sha, gue balik ya, kasian anak gue tinggal sama baby sitter dirumah. Lo cepat sehat, jaga kesehatan dan calon keponakan gue." Ucap Alena lalu pamit kepada semuanya.


"Kak, semuanya, kalau begitu aku sama Naura juga pamit ya," Ucapnya menyalami Alesha dan Amora, sedangkan dengan yang bukan mahram, mereka hanya menautkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Kamu pulang naik apa Sya, Nau?" tanya Alex tiba-tiba.


"Kita naik taksi mas." Jawab Naura, karena Parisya tak kunjung menjawab.


"Aku antar ya Sya, sekalian sama Naura." Ucapnya mengajukan diri untuk mengantarkan wanita pujaan hati dan sahabat nya.


"Terimakasih mas, takut merepotkan." tutur Parisya karena merasa canggung berada dalam satu mobil dengan Alex.


"Kamu masih marah sama aku perihal tadi? aku nggak ada maksud lain kok Sya. Aku murni hanya mau antarin kalian, kan searah juga." Ucap Alex masih berusaha membujuk Parisya.


"Enggak apa-apa lah Sya, nggak enak menolak bantuan mas Alex. lagian kan ada aku." Bujuk Naura, karena merasa tidak enak dengan Alex yang sudah sangat berharap bisa mengantarkan dirinya dan Parisya. Pastinya sih untuk Parisya, hihihi.


"Yaudah deh," akhirnya Parisya mengalah. Alex yang mendengar jawaban Parisya menampakkan senyuman lebarnya.


"Yaudah kalau gitu, gue duluan ya bro. Cepat sehat ya Sha."ucapnya semangat.


"Kak Amora, Abang Zain, Arfa, gue pamit ya." ucapnya salaman dengan Zain dan Aqiel.


"Assalamu'alaikum semuanya," ucap Naura dan Parisya, lalu meninggalkan ruang rawat inap itu.


"Bye ganteng," ucap Alex mengacak-acak rambut Alfa sibungsu.


Kini tinggal lah Alesha, Aqiel, Amora, Zain Arfa dan Alfa.


Mas, aku tadi kata dokter aku sudah boleh pulang sore ini kan?" Tanya nya menatap netra berwarna coklat sang suami.


"Iya cinta, sore ini Alhamdulillah sudah boleh pulang." Jawab Aqiel benar adanya.


"Yyee... kakak udah boleh pulang. Adek ikut kakak boleh? Ya bang ya, kita kerumah kak Alesha sama kak Amora dan Abang Zain sekalian." ucapnya mengajak semuanya.


"Kakak habis ini mau pergi ketempat mertua kakak, adek mau ikut nggak? Tanya Amora kepada sibungsu.


"Yah... Enggak deh kak, adek nggak pernah kesana, jadinya segan." ucapnya sendu.


"Alah... kayak ngerti aja kata segan tu apaan." seloroh Arfa. Semua yang ada diruangan tergelak mendengar perkataan sibungsu dan juga Arfa.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2