
"Terimakasih ma. Mama sudah menjadi penggemar nomor satu aku ma." ucap Alesha tersenyum.
"Selamat ya nak. Papa juga bangga sama kamu. Ternyata istrinya anak papa ini sudah sangat terkenal. Mama kamu ini sering banget cerita tentang novel kamu, dan papa selalu menjadi pendengar yang baik untuk mama kamu nak." ucap papa Roy bangga kepada menantunya itu.
"Benarkah begitu pa?" tanya Alesha.
"Iya benar, mama kamu kalau sudah membaca setiap karya kamu moodnya berubah-ubah. terkadang tertawa sendiri, terus tiba-tiba nangis sendiri, mellow sendiri, Ada saja deh tingkah Mama kamu ini. sewaktu Papa tanya kenapa dengan Mama, Mama kamu bilang baper karena membaca novel yang kamu tulis nak." penjelasan papa Roy.
"Sampai sebegitu nya pa? benar begitu ma?" tanya Alesha tercengang.
"Iya sayang. Soalnya karya kamu ini memang berhasil membuat emosi para pembaca seperti roller coaster. Kadang sedih, kadang lucu, kadang happy, campur aduk pokoknya." antusias mama Selly menceritakan tentang karya sang menantu.
"Ternyata istriku hebat banget ya ma dalam menulis setiap karyanya? Sampai mama terbawa suasana?" Tanya sang putra.
"Benar sayang, istri kamu ini tidak hanya menulis saja. Tetapi di dalam setiap tulisannya juga banyak menanam kan nasehat, motivasi, dan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Ceritanya juga sangat ringan, karakter setiap tokoh nya jelas. Walaupun banyak penulis lain yang karyanya bagus dan juga menarik, yang paling penting mama paling suka sama karya menantu cantik mama ini. Makanya mama bilang mama menjadi penggemar nomor satu istri kamu." jawab sang mama.
"MasyaaAllah ma. Aku merasa aku tidak sehebat itu. Mama bisa saja deh memujinya." jawab Alesha merendah. Karena ia selama ini menulis memang karena hobi nya dan juga ingin orang-orang diluar sana menikmati setiap tulisan yang ia tulis dengan sepenuh jiwa, serta menyampaikan perasaan nya dan juga perasaan orang-orang yang kehidupannya sama dengan cerita yang ia tulis.
"Ini ni mama suka dari kamu sayang. Kamu itu selain cantik, sholehah juga rendah hati." tutur Mama Selly.
"Terimakasih ma. Mama jauh lebih baik. Mama itu mama mertua yang paling pengertian, dan selalu menyayangi aku." ucap Alesha tersenyum.
"Tentu dong sayang. Kamu sekarang kesayangan Mama." ucap mama Selly tersenyum.
"Jadi sekarang aku bukan kesayangan Mama lagi nih?" tanya Aqiel pura-pura merajuk. Tentu saja tak masalah baginya jika kasih sayang yang selama ini ia rasakan dari kedua orang tuanya, kini beralih ke istrinya.
__ADS_1
"Jelas bukan dong, sekarang kesayangan Mama istri kamu." Jawab Mama Selly terkekeh. Yang lain juga ikut terkekeh.
"Oh iya, mama dan papa harus tahu, kali ini novel terakhir yang istri Aqiel terbitkan di platform x akan di jadikan film oleh seorang produksi film terbesar di seluruh Indonesia. Mama tau kan siapa produksi film terbesar di Indonesia?" Ucap sang suami dengan semangat menceritakan tentang istrinya yang baru saja mendapat email dari seorang produksi film.
"Serius sayang? Karya kamu akan di filmkan oleh seorang produksi film? Apa itu pak Manoj?" tanya mamanya tak menyangka.
"Alhamdulillah ma benar. Alesha awalnya juga tidak percaya. Namun setelah mas Aqiel meminta Alesha untuk menghubungi nomor telepon yang ada di email itu, ternyata itu nomor pak Manoj langsung. Dan hari ini Alesha sama mas Aqiel akan menemui beliau. Do'akan ya ma, pa, agar kerjasama ini berjalan dengan lancar." ucap Alesha meminta doa kedua mertuanya.
"MasyaaAllah Tabarakallahu, selamat sayang. Mama bangga sama kamu." haru mama Selly memeluk sang menantu dengan sayang.
"Selamat anak perempuan papa. Jadi kamu mau hadiah apa ni dari papa?" antusias papa mertuanya.
"Terimakasih ma, pa. Alesha tidak mau apa-apa kok. Cukup doa dari mama dan papa." ucap Alesha tersenyum tulus.
Alesha dan Aqiel juga berpamitan kepada sepasang paruh baya itu untuk segera menuju rumah produksi film milik pak Manoj. Sebelum itu Alesha menelfon ibunya terlebih dahulu. Kedua orang tua Alesha juga tak kalah antusias dan bangga kepada anak perempuan mereka itu. Alesha juga meminta doa kepada kedua orang tuanya. Tentu saja kedua orang tua Alesha memberikan doa terbaik mereka.
Saat tiba diruang, Aqiel menyalami pak Manoj, sedangkan Alesha hanya menautkan kedua tangannya di depan dada. Alesha tak menyangka akan berhadapan langsung dengan seorang produksi film terbesar di Indonesia itu. Mereka dipersilahkan duduk.
Disana tidak hanya ada pak Manoj, akan tetapi beberapa orang-orang yang sepertinya akan di libatkan dalam penggarapan film dalam karya novel yang Alesha tulis. Kurang lebih dua jam lamanya mereka berdiskusi hingga penandatanganan kontrak. Alesha dan suaminya pamit dan akan melakukan pertemuan berikutnya. Masih banyak tahapan-tahapan yang akan mereka lewati dalam pertemuan berikutnya.
Kini Alesha dan Aqiel sekalian berbelanja keperluan baby twins. Karena kandungan Alesha juga sudah memasuki dua puluh delapan Minggu. jadi tak masalah jika harus membeli perlengkapan itu sekarang. Mumpung mereka juga diluar.
Saat tiba di parkiran gedung Mall itu. Aqiel membukakan pintu untuk sang istri, iya menggandeng sang istri, takut istirnya kenapa-kenapa. Saat memasuki toko perlengkapan bayi. Betapa berbinar nya mata bumil itu. Mereka memilih dan membeli apa saja yang diperlukan nantinya. Dan tidak ingin terlalu mubazir dan menghambur kan uang. Walupun uang untuk membeli perlengkapan calon baby twins tak seberapa bagi Aqiel. Ia ingin menanam kan kepada sang istri untuk tidak berlebihan dalam membeli sesuatu. Tentu saja Alesha sebagai istri juga setuju. Karena ia juga tidak suka hal-hal yang berlebihan.
"MasyaaAllah mas, lucu-lucu banget baju-baju bayi ini." ucap Alesha gemas sendiri.
__ADS_1
"Iya cinta, beli saja beberapa pasang." jawab Aqiel mengelus kepala sang istri.
Setelah membeli beberapa pakaian bayi dan perlengkapan lainnya. Kini mereka memilih tempat tidur bayi. Alesha sengaja memilih model yang sama, namun warna yang berbeda, agar adil katanya.
"Oh iya mas, kalau kandungan aku sekarang sudah tujuh bulan, kandungan kak Amora sekarang sembilan bulan mas. Aku jadi tidak sabar menunggu kelahiran calon keponakan ku. semoga persalinan kak Amora di lancarkan ya mas." ucap Alesha seraya berdoa untuk kelancaran bersalin sang kakak.
"Aamiin Allahumma Aamiin." ucap sang suami.
"Jadi kangen kerumah ibu mas." ucap Alesha.
"Kamu ingin kita kerumah ayah dan ibu?" tanya Aqiel lembut.
"Hhmm mau mas. Tapi kan mas sibuk. Besok mas kekantor. Kalau pulang mas bekerja kita kerumah ibu dan ayah, mas pasti capek banget." tutur Alesha pengertian.
"Sehabis dari sini kita kesana bagaimana sayang?" tanya Aqiel.
"Benar mas, mas nggak capek? Terus perlengkapan baby twins bagaimana mas?" tanya nya lagi.
"Iya cintaku. Untuk perlengkapan baby twins nanti bisa mas minta pihak toko mengantarkan kerumah. Jadi kita aman kan, nanti mas juga akan kabari mama untuk menerima barang-barang ini." ucap sang suami pengertian.
"Terimakasih mas." ucap Alesha memeluk sang suami. Sadar mereka masih ditempat umum, Alesha segera melepaskan pelukan nya.
.
.
__ADS_1
To Be Continued