
Karena wanita itu tak berhasil menemui Aqiel. Ia berniat menunggu Aqiel di luar kantor. Ia juga kesal karena tak diizinkan untuk bertemu Aqiel. Padahal sudah jelas ia klien yang bekerjasama dengan perusahaan Aqiel. Namun yang namanya peraturan tetap tidak bisa di langgar, jika belum memiliki temu janji dengan si bos, maka percuma jika ia memaksa.
Tok.. Tok.. Tok.. !
"Mas ada yang ketuk pintu," ucap Alesha segera menjauh dari sang suami, namun karena Aqiel tak membiarkan sang istri jauh barang sedetikpun, ia menahan pinggang istirnya itu, dan bahkan duduk Alesha semakin rapat dengan nya, jadilah Alesha pasrah dengan keadaan sekarang.
"Masuk," Ucap Aqiel. Ternyata Alex yang mengetuk pintu, ia segera menghampiri bos sekaligus sahabat nya itu.
"Ada apa Lex? Jika tidak penting, mending nanti saja Lo sampaikan ke gue." ucapnya yang tak ingin di ganggu jika sedang berdua dengan sang istri.
"Penting," ucapnya. Lalu Alex mendekat ke arah Aqiel dan membisikkan sesuatu kepada atasan sekaligus sahabat nya itu.
"Tadi dibawah Karin ingin menerobos untuk menemui Lo, padahal para staff sudah melarang. Untung saja gue segera bisa tangani." bisiknya ditelinga sang sahabat. Mendengar penuturan Alex membuat Aqiel kesal. Mau apa wanita itu, begitu pikirnya.
"Ya sudah Lo sekarang boleh keluar Lex." ucap Aqiel memberi perintah.
"Dasar Lo, pasti Lo mau ngebucin. Ingat ini kantor." Seloroh Alex, yang mendapat tatapan tajam sang sahabat.
"Apa urusan Lo, toh gue bucin sama yang sudah halal. Makanya buruan Lo nikah." ucap Aqiel tak mau kalah.
"Ye santai kali." ucapnya segera keluar dari ruangan yang bertuliskan CEO itu.
"Ada apa mas?" tanya Alesha heran.
"Itu sayang, kamu ingat rekan bisnis mas yang kita jumpai di rumah sakit. Dia bikin kekacauan di lobby," Jelas Aqiel yang memang tak ingin menutup-nutupi hal sekecil apapun kepada istri cantiknya itu.
"Kekacauan gimana mas? Tanya Alesha lagi. Entah kenapa perasaan nya kali ini semakin tak karuan.
"Kata Alex dia mau menerobos masuk ke ruangan mas. Mas juga nggak tahu kenapa dia melakukan itu. Padahal kita nggak ada pertemuan hari ini dengan perusahaan mereka." Jawab Aqiel jujur.
Mendengar penjelasan sang suami, membuat pikiran Alesha kemana-mana. Sedari awal ia bertemu Karin, perasaan nya memang tidak baik tentang wanita itu. Bukannya ia mau su'udzon, hanya saja feeling seorang istri pasti kuat.
"Sudah cinta, tidak usah terlalu di difikirkan. Biarkan saja, Alhamdulillah Alex tadi juga sudah mengatasi keributan yang di buat Karin." Jawab Aqiel menenangkan istirnya.
"Baik lah mas." jawab Alesha berusaha meredam ke khawatiran nya.
__ADS_1
"Oh iya mas, hari ini Alena, Parisya, Naura, Sandra, Dona dan Lisa katanya mau kerumah kita, boleh kan mas?" izinnya kepada suaminya.
"Tentu saja cinta." Ucap Aqiel mengelus sayang kepala sang istri yang terbalut hijab, ia juga mengecup gemas tangan mulus nan mungil sang istri.
Tak lama waktu Aqiel pulang kantor tiba juga.
"Ayo sayang, kita siap-siap untuk pulang." ucap Aqiel menggenggam jari jemari lentik sang istri.
"Ayo mas." Jawab Alesha.
Disaat mereka keluar dari ruangan Aqiel, Alex segera menghampiri.
"Pulang Lo Qiel?" tanya Alex.
"Iyalah pulang." jawabnya singkat.
"Tumben benar Lo cepat pulang dari hari sebelumnya. Biasanya juga nggak jam segini, mentang-mentang ada istri lo." Seloroh Alex.
"Teman-teman aku mau kerumah mas Alex, jadi mau siap-siap nyambut mereka." jawab Alesha mewakili sang suami.
"Iya ada mas Alex," Jawab Alesha.
"Kalau gitu gue ikut ya kerumah kalian." ucapnya semangat.
"Giliran cewek aja Lo cepat. Tadi lo ngatain gue." Geram Aqiel kepada sahabatnya itu.
"Yee.. Dendam banget Lo. lagian gue lagi usaha pendekatan dengan Parisya." ucap Alex.
"Izinkan aja kenapa sih mas. kalian ini selalu saja ribut kalau ketemu." ucap Alesha gemas dengan tingkah dua lelaki beda generasi itu.
"Ini karena permintaan istri gue. Kalau nggak, ogah gue Lo ngikutin gue kerumah." selorohnya, membuat Alex sedikit kesal.
"Thanks Sa. Untung ada pawangnya." ucapnya, segera berlari dari hadapan pasangan halal itu setelah mendapat tatapan tajam dari sang sahabat.
Kini Alesha dan Aqiel berjalan menyusuri ruangan para karyawan. Lagi dan lagi semua karyawan terkesima dengan pasangan cantik dan tampan itu. Aqiel juga memperkenalkan sang istri kepada para staff dan karyawannya.
__ADS_1
Hingga kini mereka tiba di basement parkiran. Aqiel membuka kan pintu mobil untuk istrinya, baru lah setelah nya ia masuk ke arah kemudi.
Kini mobil berwarna hitam silver itu meninggalkan pelataran kantor miliknya, melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota Jakarta. Di belakang mobil Aqiel di ikuti oleh Alex.
Saat mobil milik Aqiel dan Alex keluar dari kantor, Karin yang masih di sana mengikuti mobil mereka dari belakang, hingga sampai di pelataran rumah mewah sang pasutri. Tanpa ketahuan oleh Aqiel, Alesha maupun Alex. Ia sudah seperti penguntit saja.
"Jadi ini tempat tinggal kamu Qiel? Oke, yang penting aku sudah tahu tempat tinggal kamu. Tunggu aku sayang, sebentar lagi kamu akan jadi milikku." Ucapnya mengamati rumah mewah itu dari kejauhan, barulah ia pergi meninggalkan kediaman Aqiel Afdal Zafi.
Kini Alesha sedang mengintruksikan kedua art nya untuk menyiapkan hidangan untuk menyambut sahabat-sahabat nya, karena sudah lama juga mereka tidak berkumpul bersama.
"Mas Alex, aku tinggal sebentar ya, minumannya jangan lupa diminum. sebentar lagi mereka juga datang." ucap Alesha pamit dari sana menuju kamar yang ada di lantai dua.
Sesampainya di kamar, ia mendapati sang suami sudah rapi dan wangi.
"Masyaa Allah mas wangi banget. Aku suka sama wangi mas. Mas ganti parfum ya?" Tanya Alesha mencium aroma tubuh suaminya.
"Terimakasih cinta, Mas nggak pakai parfum cinta, ini kan aroma sabun yang sama dengan apa yang kamu pakai." ucapnya mendekap mesra sang istri.
"Benarkah? Kalau begitu aku mandi dulu ya, mas temani mas Alex dibawah gih." ucapnya kepada sang suami.
"Biarkan saja Alex sendirian dibawah cinta, mas masih mau berduaan dengan istri mas." ucapnya sembari mengabsen seluruh wajah istrinya, dan tak lupa mengecup ranum merah yang sudah menjadi candu untuk nya.
"Mas jangan gini dong, aku keringatan mas, pasti bauk. Belum mandi ini." Ucapnya mendorong dada bidang sang suami pelan.
"Siapa bilang istri mas bauk, bagaimana pun aroma kamu, mas akan tetap suka cinta." Ucapnya menggoda sang istri, tangan nya membuka hijab yang menutupi mahkota sang istri, lalu beralih menurunkan resleting gamis sang istri, namun ketukan pintu menghentikan gerakannya.
"Mas itu ada yang ketuk pintu, mas lihat dulu sana." ucapnya mendorong sang suami agar segera membukakan pintu. Aqiel berjalan menuju pintu dengan gontai, gagal sudah bermesraan dengan istirnya.
Setelah Aqiel membuka pintu, Alesha langsung melesat ke dalam kamar mandi, dan tak lupa mengunci nya, jika tidak bisa saja nanti suami bucinnya itu mengikuti dirinya sampai ke kamar mandi.
.
.
To Be Continued
__ADS_1