
"Na, disana kamu jaga kesehatan ya, pokoknya kita harus saling berkabar. Jangan sampai kita lost contact." ucap Alesha memeluk sang sahabat yang sebentar lagi akan berangkat.
"Siap besti. Lo juga jaga kesehatan, sama jagain ini calon-calon keponakan gue." ucap Alena membalas pelukan sang sahabat.
"Insyaa Allah Na." ucap Alesha tersenyum.
"Halo baby twins, sehat-sehat ya di perut Umma Alesha. Jangan nakal di dalam sana. Kita akan jarang bertemu kedepannya, karena Nana akan jauh ikut suami Nana yang sedang melaksanakan tugas negara." ucap Alena mengajak baby twins yang ada di dalam kandungan Alesha berbicara.
"Siap Nana, baby twins akan jadi anak yang baik." ucap Alesha menirukan suara bayi.
"Nanti pas Lo lahiran kabarin gue ya Sha." ucap Alena menatap netra sahabatnya.
"Pasti aku kabarin kamu. Do'akan nanti persalinan aku lancar ya besti." ucap Alesha memohon doa sahabat nya.
"Aamiin Allahumma Aamiin, pasti aku akan doakan kamu selalu Sha." ucap Alena.
"Kak Alena disana baik-baik ya. Ingat, pernikahan aku satu bulan lagi. Pokoknya kakak harus datang di pernikahan aku bulan depan." ucap Naura bergantian memeluk Alena.
"Insyaa Allah gue pasti datang. Lo juga jaga kesehatan disini, semoga segala persiapan serta proses dalam pernikahan Lo di mudahkan dan dilancarkan." ucap Alena juga membalas pelukan Naura.
"Aamiin Ya Rabb." jawab Naura melepaskan pelukan nya.
"Kak Na, aku sedih kakak berangkat nya cepat banget. Biasanya kakak yang selalu nistain aku. Kalau kakak pergi nggak ada lagi dong yang nistain aku." tangis Parisya sembari berbicara ngawur, membuat Alesha dan Naura tertawa.
"Ada-ada saja Lo. Seharusnya Lo senang yang nistain Lo pergi. Ini malah sedih." seloroh Alena terkekeh.
"Nggak peka banget sih, maksudnya aku tu sedih kita bakal jarang kumpul lagi." ralat Parisya sembari mengelap air matanya.
__ADS_1
"Iya gue tahu maksud Lo. Gue cuma bercanda, biar Lo nggak mewek lagi." ucap Alena Terkekeh.
"Pokoknya ntar kita sering-sering video call ya berempat." tutur Naura menambahkan, mereka pun menganggukkan kepalanya.
"Qiel. Gue titip sahabat gue ya." ucap Alena kini melihat ke arah Aqiel.
"Siap, aman mah kalau jagain istri gue, itu sudah jadi tanggung jawab gue sebagai suami. Semoga perjalanan Lo di lancarkan. Salam sama suami Lo." ucap Aqiel menganggukkan kepalanya.
"Mas Alex, lo jangan lama-lama untuk melamar Parisya, dia sebenarnya ada perasaan ke mas Alex, sama seperti mas Alex ke Parisya. Hanya saja Parisya itu takut di kecewakan. Makanya sampai sekarang dia masih single." bisik Alena ke telinga Alex.
"Serius Lo Na, gue takut aja di tolak. Beberapa kali gue nyatain perasaan gue. Lo tau sendiri respon nya bagaimana." ucap Alex juga berbisik.
"Percaya deh sama gue. Tapi awas saja mas Alex mainin perasaan Parisya. Gue nggak akan tinggal diam." ancamnya bercanda.
"Iya aman, Lo bisa pegang kata-kata gue. Gue serius sama sahabat Lo Parisya." jawab Alex yakin.
"Nggak Sha, gue cuma bilang sama mas Alex untuk menjaga Parisya disini, awas saja kalau dia macam-macam sama Parisya." seloroh Alena.
"Kok kakak ngomong begitu sih, kan mas Alex bukan siapa-siapa aku. Ngapain juga mas Alex harus jagain aku." ucap Parisya menahan gugup setiap kali membahas dirinya dan Alex.
"Kalau aku jadikan kamu istri aku siap nggak Sya? berarti aku boleh dong jagain kamu." ucap Alex tiba-tiba. Dia selalu saja mengatakan hal-hal yang membuat perasaan Parisya awur-awuran.
"Mas Alex jangan pernah bercanda deh perihal pernikahan." ucap Parisya yang sebenarnya juga ada perasaan kepada Alex. Hanya saja dia masih takut. Namun Parisya juga mulai mempertimbangkan perkataan sahabat-sahabat nya untuk membuka hati terhadap Alex jika lelaki itu memang serius padanya.
"Aku nggak pernah bercanda Sya soal perasaan aku ke kamu. Memangnya kamu pernah lihat aku godain wanita lain. Kamu juga boleh tanya Aqiel sekarang, apa aku pernah mendekati wanita lain selain kamu. Jujur dulu aku memang banyak dekat dengan wanita manapun, aku juga tidak mau munafik Sya. Tapi sejak aku mengenal kamu, perasaan ini seutuhnya aku berikan untuk kamu, tidak ada wanita lain lagi di hatiku." ucapnya serius, dihadapan semua sahabat-sahabatnya.
Tiba-tiba saja Alex setengah berjongkok, mengeluarkan cincin yang sudah lama ia persiapkan untuk melamar Parisya. Cincin itu memang selalu dibawa kemana-mana oleh Alex. Bayangkan saja ya bagaimana adegan di Film-film jika seorang lelaki melamar kekasihnya, Hihihi.
__ADS_1
"Sya, Aku tidak pandai berkata-kata manis untuk membuktikan cinta aku sama kamu. Kali ini Aku serius ingin melamar kamu untuk menjadi kan kamu kekasih halalku. Kamu terima aku ya Sya, kita sama-sama menggapai Ridho Allah dalam mengarungi bahtera rumah tangga." ucap nya, membuat Parisya dan juga semua sahabat-sahabat nya terkejut dengan lamaran mendadak yang dilakukan Alex.
Blush!
Pipi Parisya kini merah merona, dadanya kian berdebar saja. Ia tak menyangka jika mendapat lamaran secara tiba-tiba begini ditengah keramaian bandara Soekarno Hatta itu. Orang-orang yang ada di bandara itu juga ikut menyaksikan momen ter sweet yang jarang sekali mereka lihat. Banyak yang mengabadikan momen Alex melamar Parisya di handphone mereka masing-masing, dan mengunggahnya di sosial media.
Parisya bingung harus menjawab apa. Di satu sisi ia mulai ada rasa dengan Alex, tapi di sisi lain ia masih trauma dengan masa lalunya. Ia takut Alex akan sama dengan lelaki yang telah menyakiti hatinya itu. Diamnya Parisya membuat dada Alex kian bertalu-talu. Ia sudah berusaha memberanikan dirinya untuk melamar Parisya di hadapan semua sahabat-sahabatnya dan menahan malu jika ujung-ujungnya nanti ia di tolak.
Para sahabat-sahabat Parisya dan Alex juga menunggu jawaban dari Parisya. Begitupun dengan para pengunjung bandara. Karena semua mata kini tertuju kepada mereka berdua.
"Sya, kamu jangan diam saja, aku siap dengan jawaban kamu. Jika kamu menerima aku, kamu pakai cincin dari aku. Tapi jika kamu menolak aku, pokoknya kamu harus tetap pakai cincin dari aku." ucapnya tak memberikan pilihan untuk di tolak.
"Itu bukan pilihan namanya Lex. gimana sih lo." ucap Aqiel tiba-tiba.
"Merusak suasana saja Lo. Ya namanya usaha." jawab Alex. Bisa-bisanya ditengah sweet momen yang ia lakukan, berdebat dahulu dengan sahabatnya Aqiel.
Terima..! Terima..! Terima..!
Begitulah teriakan para orang-orang yang ada di sana. Mereka geretan karena sang wanita tidak juga menjawab pertanyaan dari lelaki tampan di hadapannya. Para sahabat juga saling ber genggaman tangan. Mereka juga tidak sabar menunggu jawaban yang akan diberikan Parisya.
"Aku.. " ucapnya menggantung jawabannya.
.
.
To Be Continued
__ADS_1