Pendekar Pedang Biru

Pendekar Pedang Biru
Bakat Dari Langit


__ADS_3

Patih Pramana lahir di sebuah desa bernama desa Sembilu, dia merupakan anak dari seorang bekas prajurit yang bernama Permana. Sejak kecil, Pramana sudah menunjukan minat nya yang sangat besar terhadap ilmu bela diri, ketika anak sebayanya menghabiskan waktunya dengan bermain, Pramana justru lebih senang menghabiskan waktunya untuk berlatih silat dengan ayahnya, karena dirinya diberkahi kecerdasan dan tubuh yang kuat menginjak usia 12 tahun segala ilmu bela diri yang diajarkan ayahnya sudah dapat dikuasai sepenuhnya bahkan bisa dikatakan dia mengembangkan ilmu yang dia pelajari.


Merasa jika anak nya memiliki bakat yang besar maka sang ayah memasukan anaknya ke sebuah perguruan bela diri di desanya. Di bawah bimbingan gurunya keahlian ilmu Pramana makin berkembang pesat, dalam usia 15 tahun dirinya bukan hanya sudah menguasai ilmu bela diri tapi juga beberapa ilmu kanuragan. Dalam usia yang masih sangat muda itu Pramana sudah bisa mengalahkan semua murid perguruan dalam latihan, bahkan mengimbangi gurunya atau malah mungkin bisa mengalahkan sang guru jika saja dirinya mau serius melawannya.


Karena merasa jika tidak ada lagi yang bisa dia pelajari di perguruan tempat nya berlatih Pramana pun memilih untuk pergi dan belajar lebih banyak lagi dirinya begitu ter obsesi dengan semua ilmu bela diri. Akhirnya Pramana pun berkelana mencari lebih banyak ilmu yang ingin dia pelajari, karena keuletan dan kecerdasannya Pramana bisa menguasai hampir semua ilmu bela diri dan kanuragan di dunia persilatan. Ketika ingin belajar ilmu baru dirinya tak akan pernah menyerah hingga berhasil menguasainya, baginya kegagalan bukanlah hal yang dapat ditolelir.


Suatu ketika penguasa kerjaan Kanigara mengadakan sebuah sayembara berupa pertandingan silat, hadiah untuk pemenang di pertandingan itu akan diangkat langsung oleh Raja Widyatmaka menjadi Panglima kerajaannya.


Pramana yang kala itu mendengar sayembara itu segera mendaftarkan namanya untuk ikut dalam pertandingan terbuka di alun-alun kerajaan. Hari pertandingan bela diri pun tiba, dan sosok Pramana yang belum dikenali pun dengan mudah bisa mengalahkan satu per saru lawannya, bahkan ketika di puncak pertandingan akhir lawannya yang bernama Umbara yang kala itu sudah dikenal sebagai pendekar pedang terbaik dapat dikalahkan dengan tangan kosong oleh Pramana.


Dirinya berhasil menjadi jawara di pertandingan itu dan nama Panglima Pramana pun disematkan padanya. Seiring keberhasilannya menjuarai pertandingan yang di saksikan khalayak ramai itu nama Pramana menjadi sangat terkenal di seluruh penjuru negeri. Namanya selalu menjadi buah bibir dalam setiap percakapan, karena kehebatan ilmu silatnya orang-orang menyebutnya manusia yang dikaruniai bakat dari langit.


Pramana mempunyai bentuk tubuh yang gemuk berotot, dadanya tebal dan badannya pejal wajahnya bulat tapi terlihat jantan dengan alis tebal dan mata yang tajam, kulitnya coklat sehat terbakar matahari. Dibawah pimpinannya pasukan kerajaan Kanigara menjadi sangat kuat, semangat nya yang pantang menyerah tersalurkan pada semua prajuritnya.


Jika ada hal yang menjadi kekurangan dari Pramana yaitu wataknya, dirinya mempunyai sifat arogan dan picik yang tak jarang jika dirinya akan menempuh cara-cara licik untuk bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Hal itulah yang membuatnya dapat di manfaatkan oleh Raja Prabaswara penguasa kerajaan Shaminari agar mau berkhianat dan menawarkan nya posisi Patih di kerajaannya. Tentu saja tawaran itu tidak disia-siakan Pramana, ketika perang dua kerajaan itu akhirnya pecah Pramana pun membelot dia juga membocorkan semua strategi perang dan kelemahan dari kerajaan Kanigara.

__ADS_1


Karena pengkhianatan Pramana maka Kerajaan Shaminari berhasil mengalahkan kerajaan Kanigara dalam perang itu, dan Pramana pun mendapatkan gelarnya sejak saat itu orang mengenalnya dengan sebutan Patih Pramana. Namanya pun semakin dikenal sebagian menyebutnya seorang yang licik, seorang pengkhianat ada juga yang menyebutnya seorang yang ambisius tapi apapun yang orang nilai tentang dirinya satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah fakta bahwa Patih Pramana memanglah seorang Pendekar yang hebat.


Saat ini Patih Pramana sedang mengemban tugas dari Rajanya, dia diperintahkan untuk mencari Pedang Hitam atau sebagian mengenalnya dengan nama Pedang Pembelah Langit, sebuah pedang yang konon belum ada satu pun manusia yang berhasil menemukannya. Ketika dia mendengar legenda Pedang itu dari Raja Prabaswara dirinya langsung tertarik untuk mencarinya entah karena alasan agar semakin dekat dengan Rajanya atau mungkin ada alasan lain yang disembunyikan, maksud hati seseorang seperti Patih Pramana siapa yang bisa tahu.


Dalam usaha pencariannya itu dirinya telah menghabiskan banyak waktu, awalnya dirinya langsung menuju ke pegunungan Rhimalaya tapi setelah di mencarinya ke setiap sudut pegunungan usahanya sia-sia tak ada tanda-tanda sedikitpun letak pedang itu. Merasa dirinya tak dapat menemukanya sendiri akhirnya dia mencoba mencari petunjuk dari alam gaib, maka dicarilah sebuah tempat yang cocok baginya untuk melakukan semedi dan dipilihlah sebuah gua yang kebetulan dia temukan di pegunungan Rhimalaya.


Sifat pantang menyerahnya memang masih menjadi ciri khas Patih Pramana, dalam pertapaannya akhirnya dirinya mendapatkan sebuah bisikan gaib, bisikan berupa petunjuk awal bagaimana cara untuk mendapatkan Pedang Hitam dan petunjuk itu mengarahkannya ke Hutan Wanamawa disana dia harus menemukan dan menaklukan siluman penunggu hutan itu yang bernama Wanara.


Berdasarkan kisah yang berkembang di masyarakat sekitar hutan Wanamawa, Wanara adalah sosok siluman kera hitam yang sangat kuat dan jahat, sudah banyak pendekar yang mencoba mengalahkan nya agar bisa menjadikan Wanara abdi mereka tapi hingga kini belum ada satu pun yang berhasil melakukannya.


"Apa yang sedang bapak lakukan?" Tanya pramana basa-basi membuka percakapan.


" Mencari kayu bakar tuan " jawab petani itu tergagap karena kaget dengan penampilan Pramana.


" Oh.. apa bapak tahu dimana hutan Wanamawa? "

__ADS_1


" Apa tuan mau ke sana? "


" Ya begitulah, apa bapak tahu dimana hutan itu? " Kata Patih Pramana mengulang pertanyaannya.


" Hutan itu masih cukup jauh tuan, nanti jika anda sudah sampai di kaki gunung ikuti jalan yang searah dengan aliran sungai, jalan itu akan membawa anda ke sebuah persimpangan, dan ketika anda sampai ke persimpangan itu ambilah jalan yang kiri tidak salah lagi jalan itu akan membawa anda ke hutan Wanamawa " ucap petani itu menjelaskan dengan rinci.


Patih Pramana sejenak terdiam sepertinya sedang mengingat petunjuk yang petani itu katakan. Setelah dia yakin mengingat petunjuk itu dirinya berkata pada petani itu " terima kasih pak " sambil memberikan petani itu sekeping uang emas sebagai bentuk rasa terimakasihnya.


petani itu pun kegirangan menerima hadiah yang tak disangkanya itu. Petani itu kemudian teringat sesuatu yang belum sempat dikatakannya karena Patih Pramana sudah berjalan cukup jauh diapun berteriak.


" Lebih baik tuan mengurungkan niat tuan pergi ke hutan itu, disana sangat berbahaya..!! "


Patih Pramana yang mendengar samar-samar teriakan itu sama sekali tak menggubrisnya. Diapun mempercepat langkah nya agar segera sampai ke hutan Wanamawa.


Dan saat ini sosok yang dia cari telah berhasil dikalahkannya dan Wanara masih tergeletak tak sadarkan diri di bawah pohon besar di hutan Wanamawa.

__ADS_1


__ADS_2