Pendekar Pedang Biru

Pendekar Pedang Biru
Suku Carani dan Prajurit Sastrika


__ADS_3

Sebelum kedatangan Rajendra dan Bayurajata di pulau langit ternyata rencana mereka telah diketahui terlebih dahulu oleh Ratu yang memimpin pulau itu. Berdua mereka kini sudah di bawa ke sebuah kerajaan dan sedang disambut oleh Putri Laksmi. Setelah memperkenalkan dirinya sebagai Ratu kerajaan di tempat itu kini dirinya terlihat sedang berbicara dengan Rajendra,


"Dari mana engkau bisa tahu tempat ini?" Tanya putri Laksmi pada Rajendra.


"Saya mendapatkan penglihatan dari Ajian yang saya kuasai" Jawab Rajendra jujur.


"Ajian apakah itu?" Putri Laksmi bertanya dengan tatapan menyelidik


"Ajian Bajlasukla" Ucap Rajendra.


"Tentunya engkau mempelajarinya dari bangsa Asura" Ratu Laksmi berusaha menebak.


Rajendra kembali di buat kaget, dirinya tak pernah menyangka jika Sang Ratu bisa mengetahui banyak hal di dunia. Dirinya semakin merasa ingin segera mengetahui mahkluk apakah mereka sebenarnya. Sedikit canggung dirinya memaksakan untuk menanyakannya,


"Dari mana Putri Laksmi bisa tahu? Kalau boleh saya bertanya siapakah kalian sebenarnya?"


Sang Ratu berdiri dari singgasananya,


"Kami adalah Suku Carani, kami sudah ada di dunia bahkan sebelum para Atmik diciptakan. Jadi tak usah heran jika aku bisa tahu tentang banyak hal di duniamu" Ratu Laksmi menjelaskan dengan bangga siapa mereka sebenarnya.


Kini tak hanya Rajendra yang merasa terkejut, Bayurajata pun merasakan hal yang sama. Dirinya kini merasa sudah mendapat penjelasan tentang alasan kenapa dia tidak mengetahui keberadaan pulau langit.

__ADS_1


"Dan apakah engkau tahu alasanku mengambil gunung Prabatatunu ke atas kerajaanku?" Putri Laksmi bertanya lagi pada Rajendra.


"Hamba tidak tahu Putri.." Rajendra kini sengaja merendahkan dirinya setelah mengetahui jika dirinya berhadapan dengan Ratu dari mahkluk yang mendapatkan banyak anugerah dari dewa.


"Semua sudah aku rencanakan agar aku bisa menemuimu..!" Sang Ratu menyunggingkan senyum tipis "Dan akhirnya hari ini kau telah datang".


Rajendra benar-benar merasa kehabisan akal, nafasnya tertahan, dirinya tak henti-hentinya dikagetkan dengan kata-kata yang diucapkan Ratu Laksmi padanya. Dalam hati kecilnya dirinya bertanya, "Apakah Ratu Laksmi ini dewa yang mengetahui segalanya?". Setelah cukup lama terdiam menenangkan hatinya Rajendra menatap ke arah sang Ratu dan bertanya,


"Ada kepentingan apa hingga Putri sampai membuat rencana sedemikian rupa hanya untuk bertemu hamba?".


"Banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu, tapi aku akan memulai dengan menceritakan sejarah tentang Suku Carani. Dan satu persatu semua tujuanku untuk menemuimu akan kamu ketahui". Kemudian Ratu Laksmi mempersilahkan Rajendra dan Bayurajata untuk duduk. Dirinya lalu mulai menceritakan tentang suku Carani di masa lalu.


Jauh sebelum manusia mulai membangun peradaban di dunia, para dewa sudah terlebih dahulu menciptakan suku Carani. Ketika suku Carani masih menjadi penduduk mayoritas di dunia, banyak dewa yang masih sering turun ke dunia. Begitu dekatnya dulu hubungan suku itu dengan para dewa, tidak menutup kemungkinan jika mereka adalah keturunan langsung dari dewa. Dilihat dari wujud dan kekuatan yang mereka miliki bahkan bisa dikatakan jika mereka adalah mahkluk setengah dewa.




Kasta pekerja melakukan tugasnya untuk mengumpulkan buah-buahan di hutan untuk memenuhi kebutuhan seluruh suku Carani dan tugas Kasta prajurit adalah memastikan jika suku mereka jauh dari ancaman dan bahaya. Suku Carani juga diberkahi dengan umur yang panjang, mereka dapat hidup lebih dari seratus tahun.


Ketika akhirnya manusia tumbuh dengan pesat dan memenuhi peradaban didunia, suku ini perlahan mulai menepi, mereka hidup jauh di kedalaman hutan dan gunung. Meskipun sebenarnya mereka memiliki kekuatan untuk bisa melawan dan menguasai dunia tapi suku ini sama sekali tak memiliki ambisi untuk melakukannya. Suku Carani lebih memilih untuk hidup dengan damai dan tentram tanpa mempedulikan kehidupan manusia yang terus mempersempit wilayah mereka.

__ADS_1


Namun saat keserakahan manusia mulai merajalela, dan peperangan untuk memperluas wilayah kekuasaan antar kerajaan sering terjadi, kedamaian mereka mulai terusik. Pembakaran hutan yang dilakukan manusia hampir setiap hari pada akhirnya membuat batas kesabaran suku Carani habis. Ratu suku Carani pun mulai terusik dirinya kemudian murka.


Namun karena Ratu suku Carani tak ingin keberadaan mereka di dunia diketahui, sang Ratu akhirnya menciptakan sebuah pasukan yang tak dapat dihancurkan. Sekumpulan pasukan yang abadi dan tak memilik perasaan itu di beri nama Prajurit Sastrika. Pasukan itu akhirnya dikirim untuk tujuan menghentikan perang dan menghadapi keserakahan manusia. Pasukan itu tentu saja dengan mudah dapat mengalahkan semuanya, namun sebuah akibat yang ditimbulkan oleh pasukan itu sungguh di luar dugaan Ratu suku Carani.


Tidak hanya mengalahkan prajurit-prajurit kerajaan manusia, tapi pasukan itu juga menghabisi dan menghancurkan apapun yang mereka lintasi. Dalam sekejap hampir setengah peradaban manusia waktu itu telah dimusnahkan oleh Prajurit Sastrika. Melihat kehancuran yang dilakukan pasukan ciptaannya, Ratu suku Carani merasa bersalah, dirinya kemudian mengubah Prajurit Sastrika menjadi batu dan menguburnya ditempat yang dirahasiakan.


Untuk menebus kesalahannya, Ratu Carani membawa semua suku nya dan membuat sebuah peradaban baru di atas langit. Dirinya sengaja membawa rakyatnya pergi agar manusia bisa memulai membangun peradaban baru di dunia. Untuk mengurangi rasa bersalahnya Sang Ratu juga sering memberikan bantuan pada manusia, dirinya sering memerintahkan prajuritnya untuk melakukan hal-hal ajaib untuk manusia tanpa sepengetahuan dunia. Hingga saat ini suku Carani masih menetap dan tinggal di pulau yang dulu Ratu pertamanya ciptakan. Dan Putri Laksmi adalah Ratu ke tiga yang memimpin semenjak pertama kali Suku mereka ada.


Rajendra dan Bayurajata mendengarkan kisah yang Putri Laksmi ceritakan dengan penuh khidmat. Mereka tak ingin melewatkan satu kata pun yang keluar dari mulut sang Ratu.


"Yang aku ceritakan baru sebagian saja, setidaknya kalian kini tahu tentang sejarah kami. Dan sekarang aku akan mengatakan tujuan pertamaku ingin menemuimu.." Ratu Laksmi diam sesaat, sepertinya sedang memilih hal apa yang pertama ingin dia katakan.


Putri Laksmi akhirnya memilih untuk mengatakan hal yang paling membuatnya merasa khawatir, yaitu tentang Prajurit Sastrika. Dirinya yang menyadari tentang adanya seseorang yang berhasil menguasai Ajian Atmaanjana kemudian teringat tentang cerita dari ibunya. Konon ketika Ratu pertama menciptakan Prajurit Sastrika dirinya bekerja sama dengan raja Siluman yang sama bencinya dengan manusia.


Saat akhirnya mereka berhasil menciptakan pasukan mematikan itu, mereka kemudian menghidupkan Prajurit Sastrika dengan mantra. Dalam mantranya mereka juga memerintahkan Prajurit Sastrika hanya akan tunduk dan dapat dikendalikan oleh pemilik dua benda yaitu pedang Hitam yang dibawa raja siluman dan Mahkota merah yang di bawa Ratu suku Carani.


Ratu yang menyesali hasil ciptaanya kemudian meminta raja siluman untuk menghentikan Prajurit Sastrika. Raja siluman tentu saja menolak permintaan itu karena tujuannya memang menghancurkan seluruh isi dunia. Perselisihan itu membuat keduanya melakukan pertarungan yang sengit. Ratu suku Carani akhirnya dapat mengalahkan Raja siluman dirinya kemudian menghancurkan dua benda yang dapat mengendalikan Prajurit Sastrika.


Disaat-saat akhir hidupnya Ratu suku Carani mendengar sebuah mitos yang mengatakan jika ternyata pedang hitam bisa diciptakan. Mengetahui akibat yang bisa ditimbulkan jika ada yang berhasil menciptakan pedang itu, sang Ratu mengingatkan kepada generasi selanjutnya untuk mewaspadai hal itu. Ratu menyadari jika hanya sedikit saja yang tahu tentang Prajurit Sastrika tapi tidak menutup kemungkinan jika ada siluman yang mengetahuinya.


Diakhir ceritanya Putri Laksmi kemudian mengatakan "Itulah tujuan utamaku untuk bertemu denganmu, engkau tentunya sudah tahu jika diluar sana telah ada seseorang yang berhasil menguasai Ajian Atmaanjana. Jika kemudian orang itu berhasil menguasai ilmu hitam yang kedua kemungkinan dia akan bisa menciptakan pedang hitam. Aku peringatkan engkau untuk berhati-hati apabila ternyata dia juga tahu tentang Prajurit Sastrika. Tak akan terbayangkan kehancuran seperti apa yang akan dunia alami jika Prajurit Sastrika berhasil dibangkitkan kembali" Putri Laksmi tertunduk seolah ikut merasa bersalah atas terciptanya Pasukan yang mematikan itu.

__ADS_1


Rajendra dan Bayurajata terpaku mendengarkan pesan dari Ratu Laksmi. Mereka akhirnya tahu itulah arti dari mitos yang mengatakan kutukan yang dibawa oleh pedang hitam. Mereka yang semula mengira jika musuh yang harus dihadapi hanyalah pemilik Pedang Hitam, kini mereka disadarkan oleh kemungkinan calon musuh kuat yang lain. Dalam diam ke duanya mengingat nama pasukan yang mengerikan itu "Prajurit Sastrika".


__ADS_2