Pendekar Pedang Biru

Pendekar Pedang Biru
Wujud Atmik Api


__ADS_3

Diatas gunung Prabatatunu, tampak dua sosok yang sedang berdiri ditepi kawah. Angin kencang yang bertiup saat itu sama sekali tak dihiraukan mereka, dua sosok itu tak lain adalah Rajendra dan Bayurajata.


Sehari sebelumnya setelah Rajendra berhasil menguasai Ajian Akaladarsa berkat petunjuk-petunjuk dari Putri Laksmi, sang Putri kemudian menyuruh salah satu Prajuritnya untuk turun ke desa Wiyati dan menjemput Bayurajata. Saat sampai ke Pulau Langit Putri Laksmi kemudian menyuruh Rajendra untuk mencoba mengalirkan perisai tenaga dalamnya ke pada Bayurajata. Meski perlu mencoba beberapa kali akhirnya Rajendra pun berhasil menutup tubuh keduanya dengan perisai tenaga dalam yang dia buat. Setelah berkali-kali berhasil melakukannya Putri Laksmi kemudian mengatakan,


"Sekarang kalian sudah bisa mengambil Wadah Atmik Api itu".


Kini keduanya sedang memandangi Wadah Atmik Api itu di kawah Gunung Prabatatunu. Dapat mereka lihat jika Wadah itu berada di dinding kawah, hampir tersentuh oleh pijar magma.


"Itu disana" Kata Bayurajata saat melihat wadah Atmik Api "Sedikit lagi saja ke bawah pasti Wadah itu sudah tenggelam dalam lahar".


"Ya aku bisa melihatnya" Jawab Rajendra setuju dengan pendapat Bayurajata "Apa kau siap?" Tanyanya kemudian.


Sebelum menjawab pertanyaan itu Bayurajata sekali lagi melihat ke arah Wadah Atmik Api berada, sepertinya sedang memperhitungkan cara untuk dapat mengambilnya "Jika anda siap, saya juga siap" Jawabnya.


Rajendra pun kemudian memulai persiapan untuk mengeluarkan Ajian Akaladarsa, setelah terlihat pelindung yang dia buat menutup seluruh tubuhnya dia kemudian berkata, "Kini aku siap".


Mendengar ucapan itu Bayurajata pun paham maksud Rajendra, dirinya segera mengubah wujud menjadi Elang Perak. Melihat Bayurajata sudah berubah ke wujud Atmiknya, Rajendra pun segera menyentuhnya untuk mengalirkan Ajian Akaladarsa. Setelah pelindung menutup seluruh tubuh Atmik Angin, Rajendra segera naik ke atas punggung Elang Perak itu "Ayo kita ambil Atmik Api itu" Katanya ketika sudah berada dipunggung Bayurajata.


Elang perak itu pun segera meluncur dengan mengembangkan sayapnya, secara perlahan mulai mendekati Wadah Atmik Api berada.Meskipun tubuhnya telah terlindungi oleh Ajian Akaladarsa Rajendra ternyata masih merasakan panas dari lahar dalam kawah. Memahami hal itu dirinya tentu saja mengetahui jika Bayurajata pun pasti merasakan hal yang sama, merasa sedikit khawatir dirinya memperingatkannya "Hati-hati, kita tak bisa berlama-lama ditempat ini, kita harus segera bergegas."


Karena melihat Wadah Atmik Api itu sudah cukup dekat, Bayurajata pun segera menukik untuk mendekatinya. Setelah merasa cukup dengan jangkauan Rajendra, Bayurajata segera menahan posisi dengan mengepak-ngepakan sayapnya, "Saya tak bisa lama menahan posisi ini, anda harus cepat" Katanya.


Rajendra paham, dirinya kemudian mencoba mengulurkan kedua tangannya untuk meraih Wadah Atmik Api, "Bisakah sedikit lebih dekat" Katanya ketika ternyata tangannya tak sampai.

__ADS_1


Tanpa banyak kata lagi Bayurajata berusaha untuk lebih mendekat, terlihat sayapnya hampir menyentuh dinding kawah.


"Dapat" Seru Rajendra ketika telah berhasil mengambil Wadah Atmik Api itu.


Mendengar ucapan itu Bayurajata segera terbang menjauh dari dinding kawah, dengan beberapa kepakan yang keras dirinya kemudian tampak telah berhasil terbang keluar dari dalam kawah. Mereka kemudian terbang ke kerajaan Suku Carani, dimana Putri Laksmi sudah menunggu mereka.


Rajendra yang berada di atas punggung Bayurajata, tampak sedang mengamati wadah Atmik Api ditangannya. "Wadah ini berbeda dari yang lain" Kata hati Rajendra ketika sudah memeriksa Wadah Atmik Api yang dia bawa. Entah karena tertutup batuan gunung atau karena terlalu lama berada di dalam kawah, wadah Atmik Api itu tampak keras dan berwarna hitam pekat.


Tak lama mereka berdua pun telah sampai ke halaman kerajaan suku Carani, dapat mereka lihat jika Putri Laksmi sudah menunggu di depan Puri. Bayurajata pun segera menukik dan mendarat, Rajendra segera turun ketika Elang perak itu sudah menginjakan kakinya di tanah.


Melihat jika Rajendra telah membawa wadah Atmik Api Putri Laksmi pun nampak tersenyum, "Kalian telah berhasil mendapatkannya" Kata Sang Ratu di sela senyuman.


"Ya, tapi hamba merasa wadah ini tampak berbeda dari yang lain, apakah memang seperti ini?" Tanya Rajendra dengan ragu.


"Tapi ini terasa begitu keras, dan tak ada lubang untuk membukanya lalu bagaimana cara untuk melepaskan Atmik Api?" Tanya Rajendra sambil membolak-balikan wadah itu ditangannya.


"Cobalah untuk membukanya dengan Ajian yang telah ku ajarkan" Kata Sang Ratu memberi petunjuk.


"Dengan Ajian Akaladarsa? Bagaimana caranya?" Rajendra terus bertanya.


"Alirkan tenaga dalam yang kau punya pada Wadah Atmik itu, lalu fokuskan pada hatimu untuk berkeinginan untuk membukanya" Jawab Putri Laksmi.


Meskipun tak sepenuhnya paham cara yang dimaksud Putri Laksmi, Rajendra tetap mencoba untuk melakukannya. Kemudian dirinya tampak meletakan Wadah Atmik itu ke tanah dan memulai mengalirkan tenaga dalamnya ke Wadah Atmik Api. Dalam hatinya terfokus sebuah kata "terbukalah", Wadah Atmik itu perlahan mulai terselubung sebuah cahaya putih.

__ADS_1


Melihat hal itu Putri Laksmi pun segera berkata "Sekarang cobalah rubah cahaya itu jadi merah gunakan Ajian Bajlasukla mu".


Tak banyak kata Rajendra pun melakukan perintah putri Laksmi, kini dua tanganya memegang Wadah Atmik Api. Dapat dilihatnya perlahan cahaya yang dia buat mulai berubah warna, merasa jika masih belum berwarna merah Rajendra berusaha menambahkan lagi aliran tenaga dalamnya.


"Engkau harus bisa menyesuaikan kedua Ajian itu agar seimbang" Petunjuk Sang Ratu lagi.


Rajendra paham, dengan konsentrasi tinggi dia mencoba menyeimbangkan Ajiannya. Dengan usahanya yang keras akhirnya dia berhasil membuat aliran tenaga dalamnya berwarna merah. Wadah Atmik Api itu perlahan mulai timbul beberapa retakan mirip sebuah telur yang akan menetas. Dari retakan-retakan itu perlahan keluar asap dan cahaya merah.


"Cukup..!" Seri Putri Laksmi.


Rajendra pun segera melepaskan tangannya dan berdiri menjauh dar Wajah Atmik Api yang seolah akan menetas itu. "Aku berhasil membukanya" Kata hati Rajendra seolah tak percaya dengan keberhasilannya.


Retakan Wadah Atmik Api itu tampak mulai membuka seiring dengan makin banyaknya asap dan cahaya merah yang semakin tebal. Ketika asap dan cahaya itu mulai memudar dan menghilang kini mereka sudah dapat melihat wujud Atmik di hadapan mereka.


Sosok Atmik Api itu berbadan besar dengan wujud tubuh singa namun tampak berdiri tegak serupa dengan manusia. Tubuhnya terlihat kokoh dan kuat, dadanya bidang dan perutnya tampak berotot. Di tangan dan kakinya tampak semacam perisai seperti yang digunakan sebagian Prajurit suku Carani.



Ketika mulai membuka matanya Atmik Api itu pun kemudian menyapukan pandanganya ke sekeliling tempat itu. Setelah merasa yakin, dirinya kemudian melihat ke arah Rajendra dan mengatakan,


" Anda tentunya yang telah membuka Wadah Atmik Api, nama saya Agnigara saya siap mengabdikan diri untuk anda!".


Rajendra terdiam seolah tak mendengar kata-kata yang diucapkan Agnigara. Dirinya masih kagum dengan wujud Atmik Api yang ada dihadapannya, bukan hanya wujudnya tapi juga pancaran tenaga dalam yang dikeluarkannya. Dalam hatinya dia hanya berkata "Besar sekali Aura kekuatan yang dimilikinya".

__ADS_1


__ADS_2