
Kemunculan dan kepergiaan awan hitam pekat yang merubah siang yang cerah menjadi gelap untuk beberapa saat itu mungkin bagi sebagian besar penduduk negeri itu hanyalah hal biasa, bagi mereka itu hanyalah mendung yang tak berubah jadi hujan. Terbukti dari percakapan beberapa petani yang sedang menengadah ke arah langit nampak keheranan melihat awan yang kembali cerah, salah satunya berkata pada yang lain.
"Aku kira tadi akan ada badai besar..??"
"Sepertinya dugaan kita salah, mari kita lanjutkan pekerjaan kita masih ada sedikit waktu lagi sebelum senja " Jawab yang lain.
Beberapa petani itu pun keluar dari gubug, mereka sebelumnya meneduh karena sempat mengira akan turun hujan badai. Bagi mereka yang terbiasa membaca perubahan alam, jika awan hitam yang baru saja muncul biasanya akan dibarengi dengan hujan badai yang akan turun ke bumi. maka ketika tiba-tiba awan itu lenyap secepat kedatanganya maka mereka pun keheranan. Tapi keheranan yang hanya sesaat yang tak membuat mereka berpikir untuk mencari tahu sebab sebenarnya dari kemunculan awan hitam itu, bagi mereka yang terpenting adalah ketika langit kembali cerah maka pekerjaan mereka di sawah dan ladang nya harus dilanjutkan.
Namun bagi orang-orang yang memiliki kesaktian dan sudah bisa menajamkan kepekaan mata batinnya, terlihat jelas dari mata mereka jika awan itu bukanlah awan biasa. Awan pekat itu adalah suatu pertanda kemunculan dewa ke bumi, dan tidak mungkin jika itu adalah sebuah pertanda jika telah hadir orang yang cukup mempunyai kesaktian besar yang mampu merubah tatanan dunia ini.
Pertanda itu pun dapat di lihat oleh beberapa orang yang kala itu sedang duduk di balai sebuah Rumah besar di desa Sentani. Orang-orang tersebut adalah Prabu Widyatmaka, Patih Lasmana dan tentu saja Adipati Pradana, mereka seketika hampir bersamaan melihat kearah awan hitam pekat yang muncul di langit itu. Tampak mereka menajamkan pandanganya ke pusat awan yang membentuk pusaran itu, ketika akhirnya awan itu menghilang dan merubah langit kembali cerah ke tiga nya saling bertukar pandangan seolah saling meyakini dan memahami satu sama lain tentang apa yang mereka rasakan.
Percakapan dalam diam itu seolah saling mengatakan " dia telah muncul ". Dia yang dimaksud adalah seseorang yang ada dalam Ramalan Kuno , ramalan yang konon dituliskan dalam dinding batu sebuah gua itu berbunyi,
" ..Akan datang sosok yang mampu membawa perubahan di duniamu, ketika sosok itu muncul maka langit pun seolah dapat diruntuhkan.."
Kemunculan pusaran awan hitam kala itu memang seolah akan membuat langit runtuh. Prabu Widyatmaka yang paham benar dengan firasatnya itu kemudian berkata pada para pengikutnya,
"Tidak lama lagi mungkin kita harus mengangkat senjata dan harus berperang, persiapkan diri kalian baik-baik ".
__ADS_1
Pengikutnya yang paham maksud dari sang Raja menjawab dengan anggukan dan berkata hampir bersamaan.
"Siap paduka..!!"
Mereka paham maksud dari sang raja, perang yang dikatakan sang raja adalah perang melawan semua kejahatan, perang melawan segala angkara yang ada di seluruh negeri. Sebuah perang yang mendukung orang dalam ramalan kuno itu.
***********************
Sementara itu disisi lain negeri itu di dalam sebuah istana kerajaan Shaminari yang terletak di kota Kanigara, Raja Prabaswara pun dapat menangkap pertanda itu, maka di panggillah beberapa punggawa kerajaan, tentu saja salah satu diantaranya adalah Patih Pramana.
Meski Raja Prabaswara tahu jika orang-orang yang saat ini dipanggil menghadap padanya juga paham tentang pertanda itu, sang Raja tetap mencoba menanyakan pada mereka..
"Ampun yang mulia, jika hamba tidak salah kemungkinan ada hubungannya dengan awan hitam yang berpusar di langit siang ini.." Kata Patih Pramana mewakili orang-orang lain yang sepertinya memang akan mengatakan hal yang sama.
"Ya , aku yakin kalian juga paham jika itu adalah sebuah pertanda,pertanda jika orang yang ditulis dalam Ramalan kuno itu sepertinya telah muncul"
"Kiranya begitu yang mulia"
"Apa kalian tahu?? Jika selain Ramalan kuno itu ada satu kisah lain lagi yang menyertai nya?"
__ADS_1
"Ampun yang mulia, kami tidak tahu atau setidaknya belum pernah mendengarnya"
Sambil bangkit dari singgasana, sang raja berjalan ke arah para pengikutnya, dia lalu menceritakan sebuah kisah yang hanya diceritakan turun temurun oleh leluhurnya.
"Kisah ini adalah cerita dari leluhurku, hanya diceritakan dalam keluarga kerajaan..konon ada sebuah pedang lain yang bisa untuk menandingi kekuatan Pedang Petir, pedang yang sampai kini tidak ada yang berani untuk mencarinya seiring tragedi dan kegelapan yang akan dibawa pedang itu. Pedang Pembelah Langit kiranya itulah yang disebut leluhurku, pedang itu konon berada di sebuah jurang dalam diantara pegunungan Rhimalaya", langkah sang Raja terhenti di depan Prabu Pramana. Kemudian dia lanjutkan kata-katanya, "Wahai Patihku, aku perintahkan engkau untuk mencari pedang itu, apakah engkau sanggup?".
Sambil mengatupkan kedua tanganya menyembah Patih Pramana menjawab dengan yakin, "Ampun yang mulia, saya sanggup. Akan hamba cari pedang itu meski harus mengorbankan nyawa hamba"
Puas dengan jawaban Patih nya Sang Raja nampak tersenyum.
Perintah sudah diputuskan, maka Raja membubarkan punggawa-punggawanya menyisakan Prabu Pramana yang sepertinya masih di beri beberapa petunjuk oleh Rajanya. Beberapa saat kemudian tampak percakapan itu usai, Patih Pramana pun undur diri dan pamit untuk segera berangkat seketika itu juga, melaksanakan perintah Raja nya.
Patih Pramana nampak membawa perbekalan di sadel pelana kuda, perbekalan yang sudah disiapkan pelayan kerajaan untuknya. Segera dia pacu kuda itu berlari menembus keluar gerbang istana dan cepat meninggalkan kota menuju hutan yang mengarah ke Utara menuju pegunungan Rhimalaya.
Pedang yang diceritakan Raja Prabaswara adalah Pedang Pembelah Langit atau oleh orang-orang yang tahu tentang kisah itu dikenal dengan Pedang Hitam. Pedang yang konon memiliki sejarah kelam yang menyertainya, cerita yang berkembang pedang itu telah di sembunyikan oleh dewa-dewa jauh didalam kedalaman bumi. Berharap pedang itu tak dapat ditemukan seiring kehancuran yang akan dibawa serta oleh kutukan Pedang Hitam.
Orang yang bisa menemukan pedang itu akan memiliki kekuatan yang besar, kekuatan iblis yang membuat pemiliknya akan dibutakan oleh ketamakan dan kehausan pada kekuasaan.
Patih Pramana yang saat ini sedang berusaha mencari pedang itu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang sejarah yang menyertainya, yang dia tahu Rajanya memerintahkan padanya untuk menemukan pedang itu. Tentu saja sebagai Patih yang sudah menjadi orang kepercayaan dan tangan kanan Raja, tak ada hal lain yang bisa dia lakukan selain menyanggupi perintah Sang Raja yang sangat dia hormati.
__ADS_1
Kuda yang dipacu Patih Pramana semakin jauh menuju kedalaman hutan laju yang semakin mendekati tujuannya. Laju yang semakin mendekatkan kehancuran di muka bumi.