Pendekar Pedang Biru

Pendekar Pedang Biru
Ajian Bajlasukla


__ADS_3

Pencarian Atmik Angin di hutan Birama yang menjadi niat awal Rajendra, mempertemukannya dengan Bangsa Asura di hutan itu. Kini tujuan nya sedikit teralihkan dengan sebuah tujuan baru yaitu mencoba untuk mempelajari kekuatan alam.


Rajendra saat ini sudah menghabiskan waktu semalam berusaha untuk melakukan ujian yang sudah Adanu berikan. Belum ada tanda-tanda sama sekali jika dirinya mendekati keberhasilan. Merasa jika cara yang dilakukannya salah dirinya kembali membuka mata, dan tanpa disadarinya waktu telah menunjukan pagi hari. "Jadi sudah hampir seharian aku melakukan usaha yang sia-sia ini, pasti ada sesuatu yang aku lewatkan dari pelajaran yang Adanu berikan" Batinnya "Aku harus minta petunjuk". Sambil berusaha beranjak dari pertapaannya.


Namun belum sempat Rajendra pergi dari tempatnya, dirinya melihat Adanu sudah muncul di kejauhan. Dengan langkah yang tegap dan pasti Rajendra memperhatikan sosok itu semakin mendekat,


"Dilihat dari raut wajahmu, sepertinya engkau belum bisa melakukan ujian yang aku berikan!" Kata Adanu dengan tersenyum.


"Yah begitulah, meskipun aku sudah berusaha memusatkan pikiran dan mengerahkan seluruh kekuatan namun sepertinya aku tetap tak bisa mendengarkan bunyi selain gemuruh air terjun di bawah sana" Jawab Rajendra sambil memandang ke arah air terjun.


Adanu tertawa mendengar jawaban Rajendra, merasa jika tidak ada yang lucu Rajendra segera bertanya "Apa ada yang salah dengan perkataanku?" dengan mengerutkan dahinya.


Adanu menghentikan tawanya, "Tidak, bukan begitu. Tapi jelas sekali jika kau belum memahami penjelasan ku, engkau masih saja mengandalkan kekuatan yang kau miliki. Untuk dapat menguasai kekuatan alam dirimu harus melupakan kekuatan yang kau miliki, jangan terlalu kaku cobalah untuk sedikit melunak".


Rajendra terdiam kali ini dia tidak ingin melewatkan satu pun kata-kata yang terucap dari Adanu.


"Cobalah menyatu dengan alam, berusahalah untuk seperti air yang tak pernah menyerah untuk mencari cara agar dapat terus mengalir. Bahkan tetesan kecil air pun lama-lama dapat membuat batu berlubang. Pelajarilah cara angin meskipun tanpa terlihat bisa saja memporak porandakan hutan ini" Kata Adanu menjelaskan panjang.

__ADS_1


Masih dalam keadaan diam namun kali ini sorotan mata Rajendra penuh dengan kias-kias cahaya, sepertinya dia mulai memahami sesuatu.


Setelah berhenti sejenak Adanu melanjutkan kata-katanya "Ambilah sikap tenang selaraskan tubuhmu dengan nafas yang teratur, jika bisa seluruh suara di hutan ini pun dapat kau dengarkan"


"Aku mengerti sekarang, akan ku coba sekali lagi. Aku yakin kali ini takkan gagal" Jawab Rajendra dengan mantap.


Adanu nampak tersenyum sepertinya merasa puas dengan jawaban itu. Dirinya kini melihat Rajendra sedang kembali ke tempatnya di batu pipih untuk bertapa, tapi kali ini tubuhnya kelihatan lebih luwes. Seolah paham jika mungkin cara yang sedang Rajendra lakukan sudah tepat dirinya pun pergi dari tempat itu.


Rajendra kembali duduk bersila di batu pipih dekat air terjun, tapi kali ini dia melemaskan seluruh tubuhnya. Sikapnya yang tegang dan pemusatan tenaga yang kemarin dia lakukan kini tak lagi dia gunakan. Dia mulai menutup matanya, menenangkan hatinya, mengosongkan pikiran, dirasakannya keadaan sekitar.


Rajendra masih mendengar deburan air terjun, kini dia tengah membayangkan jika dirinya adalah air yang ada di sungai, dia dapat lihat ikan-ikan, bebatuan dan melihat akar yang menembus ke sungai. Kemudian dia masuki akar itu terus ke atas melewati pokok dan ranting nya, dirinya kini seolah telah menjadi pohon yang tinggi, dapat dilihatnya keadaan hutan Birama dari atas. Dan kini dia dapat mendengar nyanyian kicau burung yang ada di ranting-rantingnya, bahkan dia hampir bisa mendengar seluruh suara yang ada di hutan.


Terlalu senang dengan apa yang baru saja dilaluinya seolah dia tak ingin kembali ke alam sadarnya, sampai dalam penglihatannya dia melihat jika Adanu telah berada di dekatnya. Masih dalam keadaan mata tertutup dia mengatakan "Anda datang lagi rupanya?"


Adanu sedikit terkaget kedatanganya dapat diketahui, sebuah tanda yang tak salah lagi jika Rajendra telah menguasai kekuatan alam, "Secepat ini dia mempelajari Ajian Bajlasukla" Katanya dalam hati. Diapun kemudian tersenyum dan berkata "Cobalah kau membuka mata dan lihatlah, sekarang alam pasti akan terlihat berbeda".


Meski tak sepenuhnya paham dengan maksud ucapan Adanu, Rajendra perlahan mulai membuka matanya. Dia menatap ke arah Adanu, kemudian melihat ke sekeliling tapi tak menyadari perbedaan yang Adanu maksud, "Aku Tak melihat ada yang berbeda" dengan wajah sedikit bingung.

__ADS_1


"Engkau belum melihat dengan jelas, tak perlu terburu-buru lihatlah lagi alam ini" Kata Adanu dengan tersenyum karena sekarang dia telah melihat tatapan Rajendra menyorot dengan tenang.


Masih penasaran dengan maksud perkataan Adanu kini Rajendra mencoba melihat lagi ke sekeliling, dia kini melihat seekor kupu-kupu yang terbang didekatnya. Tapi ada yang aneh gerakan kepak sayapnya begitu pelan, dia bahkan bisa menghitung setiap gerak dari kepakan sayap itu. Dalam keadaan heran dia lalu menoleh ke atas, dicarinya seekor burung, dan dia melihat juga jika burung itu bergerak dengan lambat seakan dia bisa menangkap burung itu meski pun dalam keadaan terbang.


Rajendra kemudian menoleh ke arah Adanu yang mengawasi di belakangnya dengan wajah penuh tanya, melihat keheranan di wajah Rajendra, Adanu merasa lebih senang "Apa sudah anda lihat perbedaannya??" Tanyanya pada Rajendra.


"Ya begitulah tapi aku tak yakin apakah yang aku lihat itu benar-benar nyata" Jawab Rajendra menunduk seolah mencari jawaban di bawah sana.


"Apa yang bisa anda lihat sekarang"


"Saya merasa jika semua yang ada di alam ini bergerak dengan lambat, bahkan aku merasa mampu menangkap burung yang sedang terbang" Rajendra menjelaskan dengan ragu.


"Ternyata benar kau telah berhasil menguasai Ajian Bajlasukla" Kata Adanu merasa sedikit iri dengan sosok Rajendra.


"Ajian Bajlasukla? Sejak kapan aku mempelajari itu? Apa artinya apa yang kulihat itu benar?" Rajendra memberikan rentetan pertanyaan.


Adanu kemudian menjelaskan semuanya kepada Rajendra, jika dirinya sengaja memberikan petunjuk untuk dapat menguasai Ajian itu. Namun karena Adanu sendiri belum menguasai sepenuhnya Ajian itu dia tak mengatakan jika sedang mengajarkan Ajian Bajlasukla pada Rajendra.

__ADS_1


Dia juga menjelaskan jika seseorang yang sudah menguasai Ajian itu maka dirinya akan mampu "menghilang" dalam artian menyembunyikan keberadaan dari siapapun. Orang itu juga akan bisa melihat alam ini dengan lebih jelas, dalam pandangan Rajendra semua bergerak dengan pelan, padahal yang sebenarnya adalah karena dirinya kini mampu bergerak dengan cepat.


Untuk membuktikan hal itu kemudian Adanu mencoba menyuruh Rajendra untuk menangkap capung yang saat itu berada di sekeliling mereka. Dan ternyata benar dengan mudahnya Rajendra menangkap capung-capung itu dengan tangannya. Rajendra merasa dia melakukan itu dengan gerakan seperti dirinya yang biasa. Tapi di pandangan Adanu dia melihat kepesatan tangan Rajendra saat menangkap beberapa capung itu. "Mahesa memang tak pernah salah menilai kemampuan seseorang" Kata Adanu merasa takjub dalam hatinya.


__ADS_2