
Malam itu langit tampak berawan, cahaya bintang-bintang dan bulan sesekali tertutup oleh awan yang bergerak dengan cepat. Hembusan angin malam itu begitu kencang, tiupan angin mengibar-ngibarkan rambut panjang Rajendra yang sedang berdiri melipatkan tangan di luar gubug, dirinya tampak termenung memikirkan sesuatu.
Mengetahui jika danau Tirtanara yang saat ini sudah menjadi sumber kehidupan penduduk sekitar desa grigis. Terpikir oleh Rajendra, apakah tidak menjadi masalah jika nantinya dia membebaskan dan membawa atmik air yang kemungkinan ada di pulau Canala, apakah danau Tirtanara akan tetap seperti saat ini jika nantinya atmik air itu pergi bersamanya?.
Tenggelam dalam pemikiran-pemikiran itu menumbuhkan kekhawatiran pada dirinya, Rajendra tentu saja tidak ingin jika karena dirinya, nantinya danau Tirtanara akan surut atau bahkan menjadi kering. Dia lantas mencoba menanyakan kekhawatirannya itu pada Riswana.
" Riswana.., keluarlah ada yang mau aku tanyakan " serunya pada Riswana.
Riswana pun muncul dengan anggunnya di samping Rajendra, " Ada apa tuan?" Katanya kemudian.
" Jika nantinya benar Atmik Air ada di pulau Canala, apakah tidak akan menimbulkan masalah pada danau Tirtanara kalau nantinya dia aku bebaskan?" Tanya Rajendra sambil menoleh ke arah Riswana.
" Tentu saja tidak tuan, jika pun apabila nantinya danau ini menjadi keruh atau kering itu semata-mata karena ulah manusia, bukan karena Atmik air yang akan tuan bawa pergi " Jawab Riswana mencoba menjelaskan pada Rajendra.
" Engkau pernah berkata jika dulu para Penguasa negeri ini memburu para Atmik untuk mendapatkan kekuatan darinya, dan kekuatan seperti apakah yang akan mereka dapatkan itu? " Tanya Rajendra lagi teringat oleh cerita Riswana saat pertama kali bertemu.
Riswana kemudian menjelaskan jika sebenarnya yang paling di cari adalah Atmik api atau Agnigara sang Harimau Emas. Karena Atmik api adalah Atmik yang terkuat dibanding yang lain, tapi tentu saja juga yang paling sulit untuk ditaklukan. Ketika para Atmik dapat dikalahkan maka dia akan berubah menjadi sebuah senjata yang berbeda.
Atmik api akan berubah menjadi sebuah golok yang mempunyai kemampuan mengeluarkan api ketika digunakan untuk menyerang. Selain itu pemilik golok Atmik api juga akan mempunyai kekuatan berupa semangat yang membuatnya tak mempunyai rasa lelah. Bagi orang yang mempunyai niat jahat tentu saja Atmik api yang akan menjadi pilihan untuk dikuasai. Karena Atmik api lah yang mempunyai daya Penghancur paling kuat.
__ADS_1
Atmik air atau Nadinari yang kemungkinan saat ini berada di pulau Canala akan berubah menjadi tombak ketika dia bisa dikalahkan. Tombak Ular Hijau bisa digunakan untuk membelah air dan membuat arus sungai berbalik. Kekuatan yang didapat dari orang yang memiliki tombak itu adalah dia bisa menyembuhkan luka dan mengobati penyakit dengan cepat.
Darani atau Atmik tanah akan berubah menjadi senjata Kapak, meskipun tak sekuat Golok Atmik api tapi konon katanya Kapak Rubah Merah bisa untuk membelah gunung. Atmik ini juga termasuk yang dicari penguasa jahat, karena pemiliknya akan mempunyai kekebalan tubuh selama kapak itu ada di tangan dan kakinya tetap memijak tanah.
Dan Atmik udara akan berwujud berupa busur dan anak panah, ketika anak panah dilepaskan dari Busur Elang Perak lesatannya akan diiringi dengan angin yang akan memporak porandakan sasarannya. Kekuatan angin yang setara dengan angin topan. Pemilik Busur Elang Perak akan mempunyai kekuatan dapat mengendarai angin dan memiliki kecepatan yang tinggi.
Rajendra mendengarkan semua cerita Riswana dengan seksama, ketika dia merasa ada sesuatu yang belum Riswana jelaskan diapun bertanya,
" Kau belum menyebutkan tentang dirimu? Dan apa kekuatan yang bisa engkau berikan? "
" Hamba bisa berubah menjadi perisai bukan senjata, dan perubahan perisai dari hamba dapat menetralkan semua serangan dari senjata Atmik yang lain. Jadi ketika ada seseorang yang telah berhasil mendapatkan Atmik Api maka kemungkinan musuhnya akan mencari hamba " Jawab Riswana sambil melihat ke arah danau seolah mengingat derita saat dirinya sempat ditangkap.
Mendengar ucapan Rajendra Riswana hanya membalasnya dengan senyuman. Untuk sesaat mereka pun terdiam dan memandang ke arah danau.
" Jadi apa kau sudah siap membawaku ke pulau Canala sekarang?" Tanya Rajendra memecah kebekuan yang terjadi sesaat tadi.
" Hamba siap tuan " jawab Riswana yang kemudian telah merubah wujudnya menjadi serigala raksasa putih.
Rajendra yang kemudian menyadari betapa mencoloknya warna tubuh Riswana di malam hari sesaat merasa ragu kemudian bertanya " Apa tak akan ada orang yang melihat dengan warna tubuh putih itu ketika kita terbang kesana?".
__ADS_1
" Jangan khawatir tuan, tentu saja ketika nanti kita sudah terbang hamba akan menghilangkan wujud ini, mari kita segera kesana " Jawab Riswana meyakinkan Rajendra.
" Baiklah kalau begitu " ucap Rajendra sambil berusaha naik ke punggung Riswana.
Ketika Rajendra sudah berhasil naik, Riswana pun segera berlari kemudian terbang dan menghilangkan wujudnya. Kini yang terlihat hanya tubuh Rajendra yang seolah terbang mengendarai angin. Perjalanan ke arah pulau Canala ditempuh dengan cepat, kini mereka telah sampai diatas pulau itu. Sebelum turun Rajendra menyuruh Riswana untuk memutari pulau Canala, sepertinya dia ingin mengetahui keadaan pulau itu.
Dari atas yang tampak di pulau Canala hanyalah rimbunya pepohonan, tak ada sebuah jalan atau tanah kosong yang memungkinkan untuk mereka mendarat di pulau itu. Kelihatan sekali jika memang pulau Canala belum terjamah tangan manusia. Riswana kemudian berhenti di tengah hutan,
" Apa kita akan mencoba mendarat di pulau itu sekarang tuan?" Tanya Riswana mengkhawatirkan Rajendra jika memaksa mendarat saat ini.
Rajendra yang melihat dari atas tahu jika memang tak ada tempat yang memungkinkan untuk mendarat, seketika perasaan ragu untuk mendarat langsung di tengah pulau canala menghinggapi hatinya, belum lagi sempat dia mendapat jawaban sebuah firasat bahaya ditangkap nalurinya, " AWAS...." teriaknya pada Riswana.
Bersamaan dengan teriakan Rajendra tiba-tiba datang gelombang serangan serupa bola api bertubi-tubi dari arah hutan Canala. Riswana yang tersentak kaget baru menyadari serangan itu, diapun mengelak menghindar. Tapi efek dari gerakan menghindar Riswana yang cepat membuat tubuh Rajendra kehilangan keseimbangan, diapun terjatuh dari punggung Riswana.
" Tuaaaaan.......!!! " Teriak Riswana sambil mengejar tubuh Rajendra yang jatuh menghujam ke bumi.
Beberapa saat sebelum tubuh Rajendra menabrak sebuah pohon Riswana berhasil menangkap tubuh Rajendra di punggungnya, tapi karena gerakan Riswana hanya terpusat untuk menolong Rajendra dia tak dapat menghindari sebuah serangan yang datang mengarah padanya.
Mereka berdua pun terjatuh menabrak cabang-cabang pohon sebelum akhirnya terjungkal ke tanah. Tubuh mereka berdua berguling, Rajendra yang tahu jika Riswana telah melindungi tubuhnya dari benturan segera berdiri dan berlari ke arah Riswana.
__ADS_1
" Apa kamu baik-baik saja?" Serunya khawatir dengan keadaan Riswana.