Pendekar Pedang Biru

Pendekar Pedang Biru
Ajian Akaladarsa


__ADS_3

Ratusan tahun yang lalu ketika akhirnya Ratu suku Carani sudah merasa muak melihat keserakahan manusia didunia, dirinya lalu datang menemui Raja siluman. Sebelumnya Ratu suku Carani sudah pernah terlebih dahulu di bujuk Raja siluman untuk memerangi manusia, tapi dirinya menolak. Namun setelah berbagai macam kerusakan yang dilakukan oleh manusia di dunia, Sang Ratu mulai mempertimbangkan bujukan itu dan datang menemui Raja siluman untuk mendengar rencananya memerangi manusia.


Raja siluman pun kemudian menjelaskan rencananya pada Ratu suku Carani, rencana itu adalah dirinya ingin menciptakan sekelompok pasukan yang tidak terkalahkan. Pasukan itu sebenarnya sudah Raja siluman siapkan, pasukan yang dia pilih dari beberapa siluman yang memiliki cukup kesaktian. Tapi pasukan itu masih memiliki banyak kekurangan, kelemahan yang paling besar adalah pasukan itu akan hancur jika terkena sinar matahari.


Raja siluman kemudian meminta Ratu suku Carani untuk menutupi kelemahan pasukannya, Ratu suku Carani menyanggupi permintaan itu dengan mengajukan sebuah syarat jika pasukan itu hanya akan digunakan untuk menghentikan peperangan. Raja Siluman menyanggupi syarat tersebut, Ratu suku Carani pun kemudian menyalurkan tenaga dalamnya dan membuat semacam pelindung pada Pasukan yang sudah disiapkan Raja siluman. Maka terciptalah Prajurit Sastrika yang tak terhancurkan.


Saat ini Putri Laksmi sedang berupaya menurunkan Ajian yang digunakan Ratu terdahulu kepada Rajendra. Di pagi hari ketika Rajendra telah terbangun dari tidurnya, Sang Ratu kemudian mengajaknya ke sebuah hutan di salah satu pulau di kerajaannya.


"Apa engkau sudah siap mempelajari Ajian Akaladarsa" Putri Laksmi bertanya pada Rajendra yang kini sudah berada di sebuah tanah lapang di tengah hutan.


"Hamba siap" jawab Rajendra penuh keyakinan.


"Akan ku tunjukan Ajian itu padamu" Kata Sang Ratu mengambil sebuah kayu didekatnya.


Putri Laksmi lalu menyuruh salah satu prajuritnya untuk memotong kayu itu dengan pedangnya, dengan mudahnya kayu itu terbelah jadi dua. Kemudian diambilnya salah satu potongan kayu yang lebih panjang,


"Lihatlah dengan jelas sekarang akan ku alirkan tenaga dalam ku pada potongan kayu ini" kata Putri Laksmi. Dirinya kemudian tampak mengatur pernafasannya lalu seketika muncul semacam sinar tipis dari tangannya, sinar itu perlahan seperti mengalir melapisi potongan kayu yang dia pegang. Sekali lagi dirinya menyuruh prajurit untuk mencoba memotong kayu itu, tapi kali ini pedang itu tak mampu membelah kayu.


"Apa kau mau mencoba memotongnya?" Tanya Sang Ratu pada Rajendra sambil menyuruh prajuritnya untuk memberikan pedangnya pada Rajendra.


Prajurit itu pun menyodorkan pedangnya pada Rajendra, diliputi rasa penasaran Rajendra pun menerima pedang itu. Dia tebaskan pedang sekuatnya untuk mencoba memotong kayu, tapi efek yang dia dapat ternyata berbeda dari yang dia kira. Dapat dirasakan pada getaran pedang dalam genggamannya jika dirinya seolah menghantam benda yang sangat keras, hampir-hampir pedang itu terlepas dari pegangannya.

__ADS_1


"Keras sekali" kata Rajendra dalam hati "bahkan sepertinya terasa lebih keras dari logam" Lanjut kata hatinya.


"Sudah kau lihat sendiri kan kehebatan Ajian ini, kekuatan dari perisai yang dapat diciptakan tentu saja bergantung dari besarnya kesaktian yang dimiliki penggunanya. Bisa saja jika kau menguasai Ajian Akaladarsa ini perisai yang dapat kau ciptakan akan lebih kuat dari milikku" Putri Laksmi menjelaskan dengan rinci.


Sorot mata Rajendra nampak berkilat-kilat mendengarkan ucapan Putri Laksmi, dirinya merasa sangat bersemangat untuk mempelajari Ajian yang membuatnya terpesona.


"Engkau harus bisa merasakan aliran tenaga dalam yang kau miliki, konsentrasi lah dan atur pernafasan mu dengan baik" Putri Laksmi memberikan petunjuk "Untuk permulaan menyepi lah dan bertapa di tempat ini, engkau sudah menguasai Ajian Bajlasukla kini cobalah untuk merasakan aliran tenaga dalam yang kau punya".


Rajendra mengangguk mendengarkan semua petunjuk yang Ratu Laksmi berikan, dirinya kemudian mulai mengambil sikap duduk bersila dan mengatur pernafasannya. Meskipun sebenarnya Rajendra belum sepenuhnya memahami bagaimana cara merasakan aliran tenaga dalam dirinya tetap mencoba melakukan perintah sang Ratu.


Melihat Rajendra yang sudah berkonsentrasi dalam usahanya Putri Laksmi kemudian pergi bersama prajurit yang mengawalnya, meninggalkan Rajendra sendiri dalam pertapaannya.


Rajendra kini sedang mencoba mengatur pernafasannya, dia coba rasakan setiap hembusan nafas yang dia tarik dan lepaskan. Semakin lama dia melakukanya semakin dia merasakan kehangatan dalam tubuhnya, "apakah yang kurasakan ini adalah tenaga dalam ku?" Tanyanya dalam hati. Kini dia mencoba untuk mengalirkan rasa hangat yang dia rasakan ke tangan kanannya, dia coba membuka matanya dan mengangkat tangan untuk melihatnya. Ternyata benar dirinya mampu menciptakan sebuah cahaya redup berwarna biru di tangan kanannya.


"Aku memang telah bisa merasakan tenaga dalam yang ku miliki, kini aku harus bisa untuk mengalirkannya dengan sempurna" Kata Hati Rajendra. Tak kenal putus asa Rajendra terus berusaha dan mencoba berbagai cara untuk membuat lapisan cahaya ditangannya agar terlihat tenang dan tetap. Tapi tiap usaha yang dilakukanya selalu saja gagal, hingga menjelang senja dirinya sama sekali belum berhasil melakukannya.


Merasa lelah akhirnya Rajendra merebahkan tubuhnya ke tanah sambil menatap ke langit, dirinya mencoba mengingat petunjuk yang telah Putri Laksmi katakan. Tapi sepanjang ingatannya dia sepertinya sudah melakukan setiap ucapan Putri Laksmi dengan benar. Sedikit kesal dirinya pun menggaruk keras kepalanya "Apa yang sudah ku lewatkan dari petunjuknya" Kata hati Rajendra.


"Apa kau telah berhasil melakukanya" Tanya sebuah suara yang ternyata dari Putri Laksmi tiba-tiba sudah ada di dekat Rajendra.


Lamunan Rajendra buyar, dirinya sedikit terkejut cepat-cepat dia pun berdiri mendengar suara Putri Laksmi.

__ADS_1


"Belum, hamba merasa belum mampu menguasai sepenuhnya Ajian Akaladarsa itu Putri" Jawab Rajendra berterus terang.


"Tunjukan padaku sudah sejauh mana yang bisa kau lakukan" Perintah putri Laksmi.


Tanpa banyak kata Rajendra mulai menunjukan hasil latihannya, seperti yang telah dia lakukan sebelumnya dirinya kini telah menciptakan sinar tipis yang pudar dan hilang muncul di tangan kanannya. "Hamba tahu ini belum sempurna" Katanya pada Putri Laksmi.


"Itu sudah bagus!" Jawab Putri Laksmi, dia merasa kagum dengan kemampuan Rajendra. "Memang sudah terbukti jika pemilik pedang petir akan dengan mudah menguasai Ajian-Ajian yang diajarkan padanya" Katanya dalam hati.


"Tapi hamba belum bisa membuat seperti yang Putri tunjukan" Kata Rajendra seolah mengharapkan sebuah petunjuk.


"Itu karena engkau mengalirkan tenaga dalam yang kau miliki langsung ke arah yang kau inginkan" Jawab sang Ratu.


Rajendra tersentak, mendengar tebakan Putri Laksmi yang tepat "Jadi apa yang harus hamba lakukan?" Tanyanya kemudian.


"Pertama-tama engkau harus memondasikan tenaga dalam yang engkau miliki. Jika diibaratkan yang baru saja kau tunjukan padaku itu seolah engkau hanya membuat sebuah tembok tanpa kau bangun pondasi di bawahnya. Meskipun terlihat kokoh namun tentunya akan mudah dirobohkan" Sang Ratu diam sejenak sepertinya memberikan waktu untuk Rajendra memikirkan kata-katanya.


Rajendra merasa penjelasan yang dikatakan Putri Laksmi begitu masuk akal, dirinya tentu saja tahu jika bangunan apapun tak akan mampu berdiri dengan kokoh tanpa adanya pondasi kuat dibawahnya.


Setelah merasa cukup memberi waktu Putri Laksmi melanjutkan kata-katanya "Pusatkan terlebih dahulu tenaga dalam yang kau punya di hatimu, setelah itu baru engkau bisa mengalirkan ke bagian yang kau inginkan. Tenaga dalam yang terpusat di hatimu adalah pondasi yang akan menahan lapisan yang akan kau ciptakan".


Rajendra kini telah merasa mendapat pencerahan, dirinya kini telah paham sepenuhnya. Maka dia pun mencoba melakukan petunjuk sang Ratu, dengan mengatur kembali nafasnya, perlahan dia pusatkan seluruh tenaga dalamnya di hatinya. Dirinya kini dapat merasakan sebuah kekuatan yang besar dalam dirinya, kemudian dia mencoba mengalirkan kekuatan itu ditangan kanannya, terlihat jika kini cahaya yang ada ditangannya tampak lebih jelas dan tetap. Bahkan bisa dikatakan jika lapisan yang mampu dia ciptakan sedikit lebih tebal dari yang Putri Laksmi tunjukan.

__ADS_1


Dalam diam Putri Laksmi berkata "Dia telah berhasil menguasai Ajian Akaladarsa!".


__ADS_2