
seperti biasa keluarga leon pun sarapan pagi bersama. anissa pun dengan senang hati melayani suaminya dengan baik. karna melihat leon yang begitu rapi dengan baju kemeja dilengkapi juga dengan sepatu pas seperti orang kantoran membuat papa robert dan mama juli sedikit heran.
"kamu mau kemana leon kok rapi sekali?" tanya papw robert binggung sambil melihat penampilan leon dari atas sampai bawah.
"ia leon gak seperti biasa ya?" tanya mama juli bingung seperti papa robert.
"oh.. ini pa ma ada kabar baik untuk mama sama papa. kalau mulai hari ini leon yang menggurus dan mengelola bengkel dion pa ma. karna dion mau bukak cabang di luar kota jadi dia percayakan semua ke leon ma pa" jelas leon panjang lebar.
"oh bagus lah leon papa harap kamu bisa pegang erat kepercayaan dion sama kamu jangan sekali kali kamu kecewakan dia"ucap papa robert menasehati.
"ia pa leon akan berusaha sekuat tenaga leon pa" leon
"widih.. tampan sekali kakak hari ini, ngomong2 ada acara apa ni?" ucap lia bingung.
"kakak mu sekarang sudah bekerja di bengkel kakakmu dion.karna kakakmu dion pergi ke luar kota untuk buka cabang di sana jadi dia serahkan bengkelnya yang di sini kepada kakak mu."jelas mama juli panjang lebar.
"wooaahh.... jadi kakak sekarang yang ngurus bengkel kak leon? kakak keren deh bisa mengurus bengkel sebesar bengkel kak dion?" ucap lia bangga. bengkel leon memang bengkel mobil yang sangat besar di kota itu. selain besar juga memiliki pasilitas yang mewah jadi wajar saja jadi kebanggaan bagi keluarga leon jika putra mereka menjadi kepercayaan untuk menggurus bengkel itu.
selesai sarapan anissa pun seperti biasa mengantarkan suaminya sampai di depan rumah. mereka berjalan dengan berdampingan leon dengan setia masing mengendong brayen dalam dekapannya.
"jagoan ayah ayah pergi kerja dulu ya jangan rewel sama mama ya sayang" ucap leon sambil menciumu pipi gembul brayen lalu menyerahkannya ke anissa.
"sayang abang berangkat kerja dulu ya. ingat jangan terlalu capek" ucap leon sambil mengecup kening anissa dengan sayang
"ia sayang... sayang hati2 ya" ucap anissa lalu meraih tanggan leon lalu mencium punggung tangan suaminya itu.
__ADS_1
hari demi haripun terus berlalu leon dengan semangatnya terus mengembangkan bekel dion menjadi lebih berkembang dari sebelumnya penghasilan bengkel pun terus naik pesat membuat bengkel tersebut menjadi bengkel favorit setiap mengendara mobil.
leon memang tidak sekolah tapi karna dia memiliki tingat kecerdasan yang tinggi membuatnya mudah untuk mempelajari semua hal yang dion ajarkan kepadanya apalagi dia memiliki kemampuan dalam bidang mesin membuat semua orang puas dengan hasil kerjanya.
sama separti bengkel dion yang terus maju di buatnya akhirnya dia juga bisa menaikkan ekonomi keluarganya dari yang dulu serba kekurangan sekarang menjadi serba berkecukupan bahkan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.
dari hasil kerjanya dia bisa menguliahkan adiknya hingga menjadi sarjana dan sekarang bisa bekerja di perusahaan terbesar di kota itu. papa robert yang dulu hanya menjadi supir angkot sekarang menjadi juragan angkot di kota itu.
sekarang dia juga bisa membeli rumah di kawasan perumahan elit. tapi tak di sangka2 disaat mereka memiliki semuanya disitu juga lah cobaan yang sangat besar datang menghampiri mereka.
sekarang leon menjadi jarang punya waktu untuk anak istrinya. dia sering sekali pulang sampai larut malam bahkan juga sampai tak pulang bagai kan kata pepatah ujian terbesar bagi istri adalah saat mereka tak mempunyai apa pun. dan ujian terbesar suami adalah saat mereka mempunyai segalanya.
anissa sukses untuk menghadapi ujiannya dia selalu setia menemani suaminya di saat mereka serba kekurangan dan tak mempunyai apa pun sedangkan leon gagal untuk menghadapi ujiannya hatinya goyah disaat mereka sudah mendapatkan semua nya.
hari ini tepat ulang tahun pernikahan mereka yang ke 6 anissa pun sudah menyiapkan semuanya untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka dia pun memasak makanan kesukaan leon beserta hiasan yang indah tak lupa juga ia membuat kue ulang tahun pernikahan mereka.
dia pun duduk salah satu kursi dengan makanan yang tertata rapi di hadapan nya. lelah duduk di kursinya anissa pun pindah ke sopa dan memilih menonton tv untuk menghilangkan suntuknya.
sudah berapa kali ia menelfon leon untuk menanyakan di mana pasisi suaminya itu sekarang tapi tak ada jawaban sama sekali. lelah menunggu akhirnya ia memilih membaringkan badannya di sofa tak terasa dia pun tertidur semalaman di sofa itu.
hingga pagi hari pun tiba karna hari ini hari libur kantor lia pun memilih untuk menghampiri kakak iparnya mau mengayak kakak iparnya itu jalan2 dan juga shoping karna dia tak kakak iparnya itu orangnya jarang keluar rumah selain bersamanya dan juga mama juli.
sesampainya di tujuannya dia pun langsung masuk dan kaget melihat kakak iparnya itu masih tertidur di sofa dan juga makanan dan kue ulang tahun masih tertata rapi di meja makan.
dia pun langsung membangunkan kakak iparnya itu
__ADS_1
"kak bangun kak" ucap lia sambil menepuk nepuk pelan tanggan anissa
"eh, lia kapan datang?" ucap anissa sambil mengucek ucek matanya lalu mengangkat kedua tangannya untuk melongarkan otot otot badannya yang terasa pengal karna tidur semalaman di sofa.
"barusan kok kak, kakak ngapain tidur di sini terus semua ini" ucap lia sambil melihat semua hiasan itu dan juga semua makanan yang blm tersentuh sama sekali."
"eh..udah jam berapa ini brayen blm kakak siapkan untuk ke sekolah" ucap anissa mengalihkan pertanyaan lia lalu berlari kecil menaiki tangga untuk membangunkan brayen.
brayen sekarang sudah berumur 5 tahun dan sekarang dia sudah duduk di bangku tk. melihat anak sematawayangnya itu masih tertidur dengan lelapnya anissa pun menghampiri brayen dan mengecup kening putranya itu masih menatap wajah polos brayen yang msih tertidur tak terasa butiran2 bening itu pun jatuh dengan derasnya membasahi wajah cantik anissa.
karna mendengar suara tangisan sang mama brayen pun terbangun dari tidurnya.
" mama kenapa mengis?" tanya brayen dengan polosnya. sadar anaknya sudah bangun anissa pun langsung menghapus air matanya.
"mama gpp kok sayang cuman kelilipan aja tdi. sekarang jagoan mama yang paling ganteng ini bangun lalu siap2 mandi biar kesekolah."ucap anissa dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"ok ma. brayen mandi dulu ya" ucap brayen lalu berlari kecil ke kamar mandi. setelah brayen pegi ke kamar mandi dia pun langsung membereskan kamar putra nya itu. hingga dia melihat lia yang berdiri di pintu.
"lia ngapain di situ?" anissa. lia pun langsung menghampiri kakak iparnya itu lalu duduk di tepi ranjang brayen.
"kak, kakak jujur aja sama lia kakak ada masalah sama kak leon? apa kak leon lupa dgn hari universery kakak?" tanya lia dengan mata perkaca kaca menatap wajah anissa
"gak kok li kakak sama kak leon baik2 aja kok. eh kamu kemari pasti mau ajak kakak jalan2 kan ya udah kamu bantu brayen untuk bersiap siapnya. kakak mau mandi dulu" ucap anissa lalu keluar dari kamar brayen.
lia pun hanya menatap nanar punggung kakak iparnya itu. ya begitulah anissa dia selalu terlihat kuat walaupun banyak masalah yang datang menimpanya dia tida mau semua orang tau masalah keluarganya.
__ADS_1
bersambung...