Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 44


__ADS_3

di pagi hari karna hari libur keluarga robert sedang berkumpul di ruang tamu.


"kakek bagaimana penampilanku? sudah keren kan?" ucap brayen menunjukkan penampilannya.


"cucu kakek sangat tampan. sama seperti kakeknya walaupun sudah tua masih terlihat berwibawa" ucap robert dengan pedenya.


"ingat umur pa" ejek juli. lia dan brayen langsung tekekeh geli.


"memang keponakan bibi ini mau ke mana?" tanya lia.


"brayen mau ikut melihat baju pengantin mama bi" brayen gembira.


"assalamwallaikum" ucap rayhan tiba2 datang


wallaikum sallam.


rayhan langsung menyalim robet dan juli secara bergantian lalu duduk di samping brayen.


"anak papa tampan sekali." puji rayhan.


"ia dong anak papa" ucap brayen menunjukkan wajah imutnya.


"mama mana nak?" rayhan.


"mama masih dandan pa" brayen.


"sambil nunggu anissa minum dulu tehnya nak" ucap juli menyerahkan secangkir teh ke rayhan.


"terimakasi tante" ucap rayhan tak enak. juli hanya tersenyum menganguk lalu duduk di samping lia.


"oh ia leon mana tante kok gak keliatan" ucap rayhan melihat sekeliling rumah.


"leon sudah kembali ke rumahnya nak" jelas robert.


rayhan hanya mengangguk mengerti. lalu dia di kejutkan dengan kedatangan bidadarinya yang sedang menuruni anak tangga satu persatu.


"mama kamu cantik sekali nak" ucap rayhan tanpa sadar.


"jangan cintai seseorang karna kecantikannya nak karna kecantikan suatu saat nanti pasti akan memudar" nasihat robert.


"ia om. tapi putri om cantik dalam segalanya." ucap rayhan tersadar.


"rey, sudah lama menunggu?" ucap anissa bergabung.


"baru saja kok sayang" rayhan.

__ADS_1


"aku sudah siap ayo berangkat" ajak anissa.


"ya udah. om tante kami permisi dulu ya" pamit rayhan.


"ia nak, hati2 ya" ucap robert dan juli.


setelah berpamitan mereka langsung menuju butik yang telah di tetapkan juli. setibanya di sana meraka langsung melihat bram, maya dan alex tentunya sudah menunggu.


"assalamwallaikum" ucap anissa langsung menyalim kedua calon mertuanya itu.


lalu di susul oleh brayen menyalim secara tak lazim calon kakek dan nenek sambungnya.


"wah.. pintar sekali cucu kakek ini" ucap bram menoel hidung mancung brayen.


"paman tidak di salim?" ucap alex seperti anak kecil yang sedang di cueki.


"hehe... maaf paman" ucap brayen terkekek lalu menyalim calon paman sambungnya itu.


"calon pengantinya telah datang" ucap pemilik butik. rayhan dan anissa hanya tersenyum mengangguk.


"ayo silahkan di pilih gaun pengantinya" tawar pemilik toko tersebut.


"ini bagaimana sayang," ucap maya memperlihatkan gaun yang sangat indah dan mahal tentunya.


"ma itu berlebihan. lebih baik yang sederhana saja" ucap anissa menolak secara halus.


"sayang bukannya aku tidak mau tapi sayang tau sendirikan jika allah membenci hal yang berlebihan. lagian cuman di pakai sekali saja sayang. lebih baik yang sederhana saja tapi masih terlihat anggun dan mewah" ucap anissa bijak. rayhan hanya diam memikirkan perkataan anissa. tentunya juga kaget dengan pangilan sayang dari anissa.


"sayang bukannya aku mau mempermalukanmu di acara nanti. tapi, coba sayang bayangkan di luaran sana banyak orang yang tidak mampu membeli baju sama sekali. tapi kita malah menghamburkan uang untuk baju pengantin yang hanya di pakai sekali." jelas anissa supaya mereka mengerti perasaan anissa.


mendengar ucapan anissa semua orang di sana merasa tersentuh. bram dan maya hanya tersenyum bangga pada calon menantunya itu yang memikirkan sesama.


tidak seperti orang di luaran sana yang selalu menghambur hamburkan uang tanpa peduli dengan orang di sekitarnya.


"nona muda memang bidadari yang di turunkan allah dari surga. bukan cuman cantik rupanya tapi juga hatinya" ucap pemilik butik memuji. anissa hanya diam menunduk. sedangkan rayhan tersenyum bangga karna akan memiliki istri yang sangat bijaksana.


"bagaimana dengan yang ini. sederhana tapi terlihat anggun dan elegan. setelah aku perhatikan dari postur tubuh nona muda semua pakaian akan sangat cantik jika nona muda yang memakainya" ucap pemilik butik menengahi.


"ia kak, aku lihat gaun itu seperti kireteria kakak"ucap alex.


anissa langsung setuju dengan gaun yang di tunjukkan pemilik butik itu. dia langsung mencobanya di bantu pelayan wanita.


rayhan dan alex menunggu di sofa yang di sediakan pemilik butik. sedangkan bram dan maya sibuk memilih baju untuk mereka dan juga jas untuk brayen.


ketika pintu ruang ganti di buka kedua pria yang sedang duduk bersantai begitu terpesona dengan wanita yan memakai gaun berwarna putih yang sedang berdiri di depanya.

__ADS_1


"wah... kakak cantik sekali" puji alex sambil mendekati anissa.


"ehem" dehem rayhan tak terima wanitanya di puji wanita lain walaupun pria itu adik kandungnya sendiri.


"wah mama cantik sekali" ucap brayen ketika melihat mamanya di baluti gaun pengantin.


"bagaimana sayang" ucap anissa meminta pendapat rayhan.


"kamu sangat cantik sayang" puji rayhan.


"aku pilih yang ini ya" anissa meminta izin. rayhan hanya mengangguk sambil tersenyum begitu teduh.


setelah mendapatkan gaun untuk anissa rayhan langsung mencoba jas untuknya. alex juga tidak mau kalah langsung memilih jas yang cocok untuknya.


setelah selesai memilih baju masing2 mereka langsung menuju restoran terbesar untuk makan siang bersama.


setelah sampai di restran itu mereka langsung memesan makanan favorit di sana. setelah makanan tersaji rapi di meja mereka, mereka langsung melahap makanan mereka masing2.


"sayang boleh papa menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya bram ke anissa.


"boleh pa" ucap anissa binggung.


"apa kamu sudah mengatakan tentang pernikahanmu ke keluarga kandungmu?" ucap bram pelan


deghh...jantung anissa berdegup kencang. bayangan kejadian 6 tahun lalu melintar di pikiranya. secara tidak sengaja air matanya langsung terjatuh.


melihat itu rayhan dengan sigap lengsung menghapus air mata anissa lalu menggengam erat tangganya memberi kekuatan.


"ma, apa mama punya keluarga?" tanya brayen polos.


karna semenjak dia lahir dia tidak pernah bertemu dengan keluarga kandung anissa. mendengar ucapan brayen alex, maya dan bram langsung saling bertatapan.


sebesar inikah penderitaan anissa selama ini? sampai2 keluarganya sendiri tidak peduli lagi dengannya. penderitaannya selama ini ia tanggung sendiri tanpa ada keluarga untuk tempatnya bersandar.


"sudah sayang, aku akan menyelesaikan masalahmu. bagaimanapun kita harus meminta izin ke orangtua kandungmu" nasihat rayhan secara pelan. anissa hanya diam mengganguk.


setelah selesai makan siang mereka langsung menuju mobil bersiap untuk pulang. namun di perjalanan mereka melihat kecelakaan beruntun.


karna merasakan jiwa dokternya mendorong bram dan alex langsung memeriksa keadaan para korban.


"sayang ada apa di depan?" ucap anissa binggung melihat alex dan bram begitu sibuk.


"gak tau sayang ayo kita lihat" ucap rayhan keluar mobil sambil menggendong brayen.


namun anissa begitu kaget melihat sepasang suami istri yang sudah paru baya yang berlumuran darah.

__ADS_1


degh... anissa langsung berlari ke sepasang suami istri itu sambil menangis histeris.


bersambung....


__ADS_2