
pagi2 sekali rayhan pun berangkat ke kantornya. sebelum berangkat rayhan menitipkan brayen ke alex. karna alex tidak terlalu sibuk hari ini maka ia pun menerima brayen untuk bersamanya satu hari ini.
"kalau boleh paman tau nama kamu siapa?" ucap alex sambil meletakkan salah satu lututnya ke lantai agar sejajar dengan brayen.
"nama ku brayen kalau paman?" brayen
"alex pangil saja paman alex, mulai sekarang maukah brayen berteman dengan paman?" ucap alex tersenyum sambil mengangkat jari kelingking ya ke arah brayen.
"ok paman mulai sekarang kita berteman" ucap brayen lalu menyatukan jari kelingking ya ke jari kelingking alex sebagai tanda jika mulai sekarang mereka adalah teman.
alex pun tersenyum lalu menarik hidung brayen karna gemasnya.
",aduuhh... sakit paman" ucap brayen sambil mengelus elus hidungnya.
"maaf kan paman ya habisnya kamu lucu sih. oh ia kamu udah sarapan?" ucap alex sambil terkekeh.
"belum paman" brayen.
"yaudah ayo kita sarapan dulu" ucap alex lalu menggandeng tangan brayen ke kantin rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
arna semalam sudah menghabiskan waktu bersama luna. maka pagi2 sekali leon ke rumah untuk melihat keadaan anak dan istrinya. sekalian mau menjelaskan hubungannya bersama luna.
ketika mau membuka pintu leon terkejut ternyata pintunya terkunci. ia pun mengambil kunci cadangannya lalu membuka pintu itu. dia pun menelusuri semua ruanggan tapi tak melihat keberadaan anissa dan juga brayen di sana.
lalu ia pun pergi ke kediamaan orangtuanya untuk memastikan apakah anak dan istrinya ada di sana karna setaunya jika ada masalah maka anissa akan pergi ke rumah orangtuanya.
leon pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. setelah sampai di tempat tujuan leon pun langsung berlari memasuki rumah itu.
"kakak ngapain lari2 seperti itu" ucap lia binggung melihat tingkah kakaknya itu.
"apa kakak iparmu ada di sini?" ucap leon ngos ngosan.
__ADS_1
"tidak kakak ipar sudah lama tidak ke sini" lia binggung.
"lalu pergi ke mana dia?" ucap leon putus asa.
"mana aku tau kakak ipar kan istri kakak jadi ngapain nanyak ke aku. apa jangan2 kakak gak pulang lagi ya semalam?" lia menebak
leon pun menghibaskan tanggan nya lalu pergi meninggal kan lia di sana.
"dasar kakak aneh. eh tunggu dulu apa kakak dan kakak ipar ada masalah makanya kakak ipar pergi dari rumah? " gumam lia lalu melihat jam tanggannya sudah pukul 07.00 pagi.
"aduh mampus gue bisa telat ni" gumam lia lalu berlari ke arah mabilnya. setelah itu dia pun mengemudikan mobilnya dengan cepat.
sementara leon trus mengemudikan mobilnya sambil mencari anissa dia juga mendatangi sekolah anissa namun guru brayen mengatakan jika brayen tidak masuk hari ini dia pun mengacak acak rambutnya frustasi. tiba2 ponselnya pun berbunyi dia pun menepikan mobilnya lalu mengangkat telfon itu
"*hallo sayang, ada apa?" leon
"sayang anterin aku cek kandungan aku ya*" ucap luna manja.
"memang jam berapa sayang?" leon
"baiklah sayang nanti aku jemputnya" leon
"ok sayang l love you emmuuucchh..." luna. leon pun hanya terkekeh lalu mematikan sambungan telfon itu.
leon pun melirik jam yang melingkar di tanggannya menandakan sudah jam sembilan lewat. leon pun melajukan mobilnya ke apartemen luna. leon berpikir jika lebih baik mengantarkan luna terlebih dahulu kalau urusan anissa nanti2 aja lah.
sesampainya di apartemen dia pun langsung masuk dan melihat luna lagi berdandan di meja riasnya. melihat leon yang datang dari pantulan cermin di depannya luna pun langsung mendatanhi leon lalu memeluknya dengan manja.
"sayang kamu kenapa kok nampak berantakan seperti ini? apa istri pertamamu tadi tidak menyambutmu dengan baik ya?" ucap luna
leon pun berjalan mendekati tempat tidur mereka lalu meletakka bokongnya di kasur itu.
"anissa pergi dari rumah sayang" ucap leon memelas.
__ADS_1
"apa kok bisa sayang? ap dia marah karna hubungan kita?" ucap luna lalu duduk di samping leon. leon pun mengelengkan kepalanya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"hahaha... akhirnya wanita benalu itu pergi juga dari kehidupan mu sayang" gumam anissa tersenyum sinis sambil menggelus rambutnya.
setelah selesai membersihkan diri leon pun membawa luna untuk cek kandungannya. tapi ketika dia dan luna duduk menunggu antrian tiba2 dia melihat brayen bersama seorang dokter. leon pun langsung menghampiri brayen dengan di ikuti luna di belakangnya.
"sayang kamu ngapain di sini?" ucap leon hendak memeluk brayen namun tangganya langsung di tepis oleh brayen melihat wanita yang sedang bersama ayahnya brayen pun marah besar.
"gapain ayah kemari bersama wanita itu? apa blm cukup ayah nyakitin ibu ha" bentak brayen. melihat itu alex pun merasa binggung kenapa seorang anak kecil seperti brayen bisa semarah itu kepada ayahnya sendiri.
"maafin ayah sayang ayah mohon jangan benci ayah ya" ucap leon lirih
"aku benci sama ayah sangat benci. paman bawa aku pergi dari sini" ucap brayen ke alex. mendengar permohonan brayen alex pun mengendong brayen hendak membawa brayen pergi.
"tunggu dulu" ucap leon menghentikan alex seketika alex pun berhenti sambil menenangkan brayen yang masih menanggis.
"dokter di mana istri saya" ucap leon lirih belum menjawab brayen pun memotongnya lebih dahulu.
"paman telfon paman rey aku mau ngomong dengannya aku mohon" ucap brayen memohon ke alex.
melihat brayen yang ketakutan alex pun langsung menelfon rayhan tak berselang lama rayhan pun menggangkat sambungan telepon itu.
"paman rey hiks...ayah ada di sini aku takut jika ayah nyakitin mama lagi hiks.." brayen menangis.
"tenang aja sayang ya jangan nangis lagi paman segera ke sana"ucap rayhan memutuskan sambunggan teleponnya.
mendenggar sebutan rey yang sedari tadi di sebut anaknya leon pun merasa cemas. tentu saja dia juga binggung siapa rey itu hingga bisa sedekat itu denggan anaknya. menggigat jika anissa tidak punya saudara dan juga teman yang bernama rey.
"maaf tuan jika anda mau bertemu kak anissa silahkan ke ruangan VVIP no 03. tapi saya harap anda tidak memancing keributan di sini." ucap alex tegas sambil menenangkan anissa.
tah dari mana asalnya kenapa ia sampai menyebut anissa dengan sebutan kakak. tapi melihat reaksi brayen dan juga wanita yang bersama leon ia yakin jika rumah tangga anissa sedah goyah. jadi dia yakin jika ada sedikit celah untuk kakaknya agar bisa mendapatkan anissa.
"kakak apakah dirimu kelak akan menjadi pria perebut istri orang. namun apa pun itu aku akan selalu mendukungmu kak. salah sendiri tidak bisa menghargai anak istrinya jadi kamu tunggu aja istri mu itu di rebut kakak ku ha..ha...ha" batin alex sambil tersenyum lalu menyrahkan brayen kepada seorang suster di sana.
__ADS_1
lalu ia mendatangi ruangan anissa takut nanti jika ada keributan di sana. bisa2 digantung kakaknya dia jika tidak bisa menjaga calon kakak iparnya dengan baik.
bersambung....