Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 13


__ADS_3

setelah selesai menonton bioskop leon pun mengajak anissa untuk berbelanja sedang asik memilih baju untuk anissa dan brayen tiba2 ponselnya pun berdering. setelah melihat siapa yg menelpon leon pun menjauh dari anak istrinya.


" hello...ada apa kau menelfon ku? kan sudah ku bilang jangan pernah menelfonku jika aku sedang bersama mereka" bentak leon


"hiks...sayang ada hal penting yang harus ku katakan kepadamu itu makanya aku menelfonmu. tapi kamu tega membentak aku seperti ini hiks...hiks..."ucap seseorang sambil menangis kesegukan.


"sayang jangan nangis gitu dong nanti cantik ya hilang lho maaf kan aku ya sayng aku takut aja jika anissa mendengarnya" leon


"hemzzz....ia aku maafin tapi nanti mlm pulang ke rumah ya soal ya ad yang aku mau beritau sama sayang" ucapnya manja.


"klau mlm ini gak bisa sayang besok aja ya sayangku pliss" ucap leon meyakinkan.


"hem.. ok deh tapi besok kamu harus menghabiskan waktu seharian sama ku dan ingat bsok jadwal kamu untuk pulang?" tegasnya.


"ia sayang tapi aku kan baru smlm tidur di rumah anissa nanti dia curiga sayang". jelas leon


'iss.. sayang selalu saja mentingin anissa gak pernah memperdulikan aku. pokoknya aku gak mau tau." ucapnya marah.


"sayang jangan begitulah bukan nya waktuku lebih banyak untuk mu". jelas leon. tapi blm selesai berbicara tapi sambungan teleponnya pun sudah di putus secara sepihak.


leon yang kesal pun mengusap kasar wajahnya lalu melihat anak istrinya sedang sibuk memilih baju. selesai mengontrol emosinya leon pun kembali menemui istri dan anaknya.


lain dengan wanita yang sedari tadi mengawasi mereka. dia pun mengepalkan kedua tangannya lalu bertekat akan memiliki leon seutuhnya tanpa harus berbagi dengan siapapun


"liat aja anissa aku akan merebut leon dari mu maka puaskan lah waktu bersamamu hari ini" ucapnya tersenyum sinis.


setelah puas bebelanja leon pun mengajak anak istrinya pergi ke restoran favorit mereka. sesampainya di sana loen pun menarik tempat duduk brayen terlebih dulu lalu menarik tempat duduk anissa baru dia duduk di kursi sebelah mereka.


"maaf pak buk mau pesan ap?" ucap seorang pelayan sambil menyerahkan buku menu ke mereka.


"sayang mau pesan apa?" anissa


"aku mau pesan nasi goreng cumi2 , stik kentang sama es krim stoberry ma" brayen

__ADS_1


"*kalau saya pesan sop iga sapi pakai nasi putih cumi2 bakar sama es jeruk, sayng pesan apa?" anissa


"saya sama kan aja sama istri saya*" ucap leon.


"baik pak buk saya pemisi dulu" ucap pelayan itu lalu dijawan senyuman oleh anissa.


setelah makanan datang mereka pun menyantap makanan itu secara bersamaan tak lupa leon memberi suapan ke anissa. saat asik makan siang sambil bermesraan tiba2 rayhan datang untuk makan siang.


sambil berjalan dia melirik wanita yang sedang bercanda ria sambil bermesraan bersama suami dan anaknya itu. rayhan pun memilih meja di dekat meja anissa agar dia bisa melihat wajah cantik yang ia kagumi saat perjumpaan pertama itu.


zidan yang memperhatikan tuan mudanya itu yang terus memperhatikan anissa pun geleng2 kepala sambil tersenyum melihat tingkahnya.


"sepertinya itu anak dan suaminya" ucap zidan memberanikan diri.


"ia, kamu benar dari melihat dari kemesraan mereka sepertinya itu suaminya. tuhan mempertemukan kami terlambat."ucap rayhan menghela napasnya sambil terus melirik anisaa.


"sayang aku ke kamar mandi dulu ya" ucap anissa ke leon.


melihat anissa beranjak dari mejanya sendirian rayhan pun mengikuti anissa. dia pun menguntit anissa dari belakang tapi tiba2 dia kaget melihat ada seorang wanita yang memakai topi mendorong anissa dari belakang.


bbrrukkk...


"aawww" pekik anisaa terjatuh dan lecet bagian lutut dan juga kepalanya yang terbentur ke lantai


"hhaaiii." ucap rayhan mendekati mereka. merasa ketangkap basah karna mencelakai anissa wanita itu pun memilih untuk lari sekuat kilat.


"kamu tidak apa2" ucap rayhan sambil membantu anissa berdiri.


"saya tidak apa2 tuan"anissa


"tapi lututmu berdarah terus kepalamu pun biru aku obati ya" rayhan


"tidak usah nanti kalau dilihat suami saya nanti dia mikir yang enggak2 lagian nanti suami dan anak saya menunggu lama" anissa

__ADS_1


"kamu yakin tidak apa2? yaudah biar aku antar aja ke tempat suami mu" ucap rayhan.anissa hanya tersenyum lalu mengangguk.


melihat senyuman manis anissa hati rayhan pun kembali meleleh. dia pun mulai berjalan sambil memapah anissa. sambil berfikir siapa wanita tadi yang berani mencelakai anissa melihat dari gerak gerik wanita tadi sepertinya dia sudah merencanakannya dari awal.


"kamu tau siapa wanita yang mendorong mu tadi?" ucap leon memberanikan diri.


"tidak saya tidak tau soalnya dia mendorong saya dari belakang jadi saya tidak melihat wajahnya" jelas anissa rayhan pun hanya menganggung mengerti.


melihat anissa berjalan dengan di papah oleh pria yang sangat tampan dan juga gagah leon pun langsung menghampiri anissa di ikuti oleh zidan di belakangnya.


"sayang kamu kenapa? lutut mu berdarah terus kepalamu, apa kamu jatuh?" ucap leon kawatir sambil mengantikan rayhan memapah istrinya itu. sebetulnya dia cemburu karna istrinya di papah oleh pria yang lebih tampan darinya.


"aku gpp kok sayang" ucap anissa tersenyum.


"tadi saya lihat istri tuan didorong oleh wanita bertopi dari belakang saya perhatikan memang wanita itu sudah mengintai istri anda sedari tadi jadi saya harap anda lebih mengawasi istri anda." ucap rayhan memotong percakapan dua sejoli ittu.


:"terimakasi ya tuan karna telah membantu istri saya, saya akan lebih memperhatikan istri saya lagi" leon.


"sama2 tuan saya tadi hanya kebetulan lewat aja. kalau begitu saya permisi dulu ya" ucap leon tersenyum sambil mensembunyikan rasa cemburunya.


"sekali lagi terimakasi ya tuan"ucap anissa tersenyum lalu dibalas senyuman oleh rayhan.


rayhan pun kembali ke mejanya lalu memesan makanannya kembali sambil terus mencuri pandanganya ke anissa.


leon pun mengajak brayen untuk pulang karna melihat istrinya itu kesusahan untuk berjalan leon pun langsung membawa tubuh munggil istrinya itu kegendonganya. lalu berjalan keluar restoran itu diikuti brayen dari belakang.


ya pastinya melihat kemesraan dua sejoli itu rayhan pun kembali terbakar cemburu.melihat reaksi tuan mudanya itu zidan pun terkekeh karna tidak sanggup menahan tawanya itu. karna begitu banyak wanita yang mengantri untuk bisa berkencang dengannya malah tuan mudanya itu kepincut oleh istri orang.


"hahaha... tuan muda gak usah melihat mereka seperti itu" ucap zidan tertawa.


rayhan pun menatap tajam sekertarisnya itu sehingga membuat sekertaris sekaligus sahabatnya itu terdiam seketika lalu melanjutkan menyantap makanannya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2