
anissa pun menyiapkan makan siang untuk suaminya karna kakinya pun udah mendingan gak sulit lagi untuk berjalan anissa memutuskan untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya setelah menjemput brayen plang sekolah.
dengan menggunakan taksi online dia pun menuju sekolah brayen terlebih dahulu kebetulan sekali sesampainya di sekolah brayen anissa melihat brayen keluar dari ruang kelasnya tanpa berpikir panjang anissa pun langsung menghampiri putranya itu.
"sayang udah pulang" ucap anissa sambil memeluk dan mencium pipi chuby itu.
"udah ma... mama kok cantik kali?" ucap brayen binggung melihat mamanya itu sekarang hoby sekali berdandan.anissa pun hanya tersenyum lalu membawa putranya iti ke taksi.
"pak ke bengkel darmaga grub ya" anissa.
"baik non." ucap supir taksi itu lalu mengemudikan taksinya ke tempat tujuannya.
"mama mau ke bengkel ayah ya?" brayen
"ia sayang mama mau ngantar makan siang untuk ayah" anissa.
"pantas aja mama dandan cantik, tapi lebih cantik lagi jika mama memekai jilbab seperti tante itu" ucap brayen sambil menunjukkan seorang perempuan yang memakai baju gamis lengkap dengan jilbab panjangnya yang berdiri di ujung jalan.
berhubungan karna taksi mereka terkena lampu merah anissa bisa melihat wanita yang di tunjuk brayen. mendengar ucapan anaknya itu anisa hanya tersenyum senang karna anaknya itu mengigatkanya untuk menutup auratnya.
sesampainya di bengkel leon anissa pun berjalan sambil mengandeng anaknya masuk ke bengkel mewah tersebut. karna tidak melihat suaminya anissa pun memilih untuk menayakan ke salah satu karyawan di situ.
"maaf suami saya di mana ya?" anissa.
" tuan leon ada di ruangannya nyoya" ucap pegawai itu ramah.
anissa pun langgsung menghampiri ruang suaminya dia pun berjalan dengan santai ya tak lupa senyuman yang meghiasi wajahnya. tapi senyuman yang sedari tadi menemaninya tiba2 hilang karna penampakan yang membuat hatinya sangat hancur.
dia melihat dgn mata kepalanya sendiri jika suaminya sedang percumbu mesra dengan sekertarisnya sendiri. leon yang duduk di kursinya lalu luna duduk di pangkuannya dengan sangat mesranya dengan bibis yang masih ******* bibir yang satu ke yang satunya
"bang leon" teriak anissa dengan air mata yang jatuh deras di pipinya dan menjatuhkan rantang yang sedari tadi ia pegang.
brayen pun yang melihat langsung kelakuan ayahnya itu menatap sang ayah dengan penuh amarahnya. leon yang mengengar teriakan anissa pun langsung berdiri dengan sangat gugup dengan luna yang berdiri di sampingnya tersenyum sinis.
__ADS_1
"akhirnya waktunya pun tiba anissa kamu tau jika suamimu adalah milikku"batin luna tersenyum sinis.
"sayang maafkan abang sayang"ucap leon mendekati anissa.
"berhenti jangan kamu dekati aku dan jangan kau sentuh aku. beraninya kau bermain di belakangku seperti ini" bentak anissa sambil menatap leon dengan tajamnya.
"maaf kan abg sayang abang hilaf" ucap leon mendekati anissa lalu hendak memeluk anissa namun di tepis oleh anissa.
"ayah jahat berani ayah membuat mama ku menangis seperti ini" ucap brayen menatap tajam ayahnya.
"sayang maafin ayah sayang" ucap leon menghampiri putranya itu dan hendak memeluk putranya namun segera di tepis oleh brayen
"ayo ma kita pergi dari sini. mama gak usah menaggis lagi brayen akan selalu ada buat mama brayen akan selalu jaga mama " ucap berayen menarik tanggan sang mama dengan tanggan munggilnya itu.
hendak mengejar anak dan istrinya namu di halangi oleh luna.
"sayang sudah biarkan mereka menenangkan hatinya dulu lagian sudah waktunya mereka tau hubungan kita." ucap luna dengan manja memeluk leon lalu tersenyum sinis.
luna pun mengajak leon untuk duduk kembali dan mulai merayu leon agar leon tidak lagi memikirkan anak istrinya. sedangkan para karyawan leon menatap kasihan ke anissa karna melihat ibu dan anak itu keluar dari ruanggan bosnya sambil menanggis.
brruugghhh....
"aaaaa...." pekik anissa terpelanting sambil memeluk brayen.
"ada ap zidan" ucap rayhan mengendus endus kepalaya yg terbentur kursi.
"maaf tuan sepertinya kita menabrak seseorang" ucap zidan kaget.
"apa kok bisa?" ucap rayhan langsungsung keluar melihat orang itu. namun betapa kagetnya dia melihat anissa yang penuh darah dikepalanya dan brayen yang masih menanggis di pelukannya.
tanpa berfikir panjang rayhan langsung membawa anissa ke dalam mobilnya dan di susul zidan mengendong dan menenangkan brayen setelah mendudukkan brayen di bangku depan zidan pun menoleh ke belakang melihat anissa berlumuran darah tak sadarkan diri di pangkuan tuanya.
"tunggu apa lagi ayo bawa mereka ke rumah sakit" ucap rayhan cemas
__ADS_1
"ii.. iia tuan" zidan pun langsung mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi.sesampainya di rumah sakit rayhan pun mengendong anissa dan memanggil para suster. mendengar rayhan berteriak para suster pun keluar membawa bangsal dorong. rayhan pun meletakkan anissa di bangsal itu.
para suster pun langsung membawa anissa ke ruanggan ICU disusul dokter alex yang menatap ke arah rayhan dalam keadaan yang sanggat kacau lalu pergi ke ruangan itu untuk merawat anissa.
"paman mama tiadak apa2 kan hiks..hiks..."ucap brayen khawatir dengan keadaan mamanya.
rayhan pun mengambil brayen dari gendongan zidan dan membawanya ke pelukannya.
"ia sayang mama tidak akan apa2" ucap rayhan sambil mencium pipi chuby berayen lalu mendudukkannya di kursi tunggu dan duduk di sampingya rayhan pun menenangkan anak itu dengan sangat lembut seperti ayah yang menenangkan putranya.
zidan yang melihat sikap tuan mudanya itu pun hanya bisa mengeleng gelengkan kepalany sambil tersenyum.
"cinta memang membuat tuan muda jadi gila" batin zidan.
tak berselang lama dokter alex pun keluar dari ruanganya. melihat itu pun rayhan langsung memghampiri dokter alex sambil mengendong brayen.
"bagaimana keadaannya" ucap rayhan panik
"dia tidak apa2 luka di kepalanya pun tidak terlalu parah mungkin sebentar lagi dia akan sadar dan dia segera di bawa ke ruang rawat" jelas alex panjang lebar namun hanya di jawab anggukan dari rayhan.
alex pun menatap aneh sikap rayhan dan hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawanya. lalu menghampiri zidan yang tak berada jauh dari rayhan.
"kenapa tu kak rayhan kok aneh sekali hari ini?" ucap alex binggung.
"biasa kurasa telah lama berlayar dari wanita satu ke wanita lainnya kurasa sekarang dia menemukan pelabuhannya. tapi sayangnya kurasa tidak mungkin bisa" ucap zidan sedih menggingat anissa sudah mempunyai keluarga yang lengkap.
"memangnya kenapa?" ucap alex binggung.
"karna wanita itu sudah mempunyai suami dan anak yang di gendong tuan muda itu anaknya" jelas zidan panjang lebar.
alex pun menatap kasihan ke kakaknya itu. karna melihat dari reaksi kakaknya tadi dan juga caranya memperlakukan anak anissa dia yakin jika rayhan sanggat mencintai anissa.
alex adhijaya adalah adik dari rayhan adhijaya putra dari bram adhijaya pemilik rumah sakit tempat anissa di rawat. karna rayhan tidak ada minat dalam urusan rumah sakit maka ia lebih memilih untuk membanggun perusahaannya sendiri karna dia jauh lebih tertarik dalam dunia bisnis.
__ADS_1
bersambung...