
di pagi hari seperti biasa rayhan mengajak sang istri untuk melakukan sholat shubuh bersama. yang menjadi spesial hari ini ada putra ikut melaksanakan sholat shubuh bersama mereka.
setelah selesai sholat seperti biasa anissa menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya. karna brayen akan ikut hari ini akan ikut sarapan bersama mereka maka anissa memasak begitu banyak tentu saja tak ketinggalan sop ayam kesukaan brayen.
" wangi sekali masakan istriku ini" ucap rayhan langsung mengambil kursi sambil mencium aroma masakan istrinya yang begitu mengugah selera.
"ma brayen mau makan pakai sop ayam" ucap brayen membinar melihat masakan kesukaannya yang di masak oleh mamanya yang telah lama dia tidak rasakan selama tinggal d rumah kakeknya robert
" ia sayang, mama sengaja masak ini semua untuk anak kesayangan mama" ucap anissa sambil mengisi piring brayen dengan sop ayam kesukaannya plus perkedel kentang.
" sudah ada anak kita di sini, suami di lupakan" ucap rayhan cemburu pada putranya sendiri.
anissa hanya tersenyum menghadapi sikap rayhan. anissa mengisi piring rayhan dengan porsi jumbo lalu duduk di samping suaminya.
"sayang ini apa?" ucap rayhan menatap anissa binggung dengan isi piringnya yang tak mungkin dia habiskan sendiri.
" ayo kita makan sepiring berdua sayang" ucap anissa tersenyum manja lalu membuka mulutnya meminta di suap oleh suaminya.
melihat sikap sang istri yang begitu aneh beberapa hari ini hanya mengeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
anissa memang selama dua hari ini sering kali bertingkah aneh ke rayhan. anissa suka sekali menempel seperti perangko ke suaminya.
kadang suka bermanja manja dan kadang juga sering marah secara tiba2 dan yang lebih parahnya lagi sisi jahil alex dan zidan juga turun kepadanya hingga membuat kepala rayhan sering pusing karna ulah sah istri.
"sayang" ucap anissa memayunkan bibirnya karna rayhan sama sekali menyuapinya.
"ia sayang sabar dong" ucap rayhan tersenyum gemas akan tingkah sang istri. untung saja brayen ada di sana kalau tidak rayhan akan langsung melahap bibir mungil istrinya itu.
tanpa pikir panjang rayhan langsung saja menyuapi istrinya bagai bocah kecil yang harus di suapi setiap harinya.
kalau tidak di suapi oleh rayhan maka di jamin anisaa tidak akan makan sebutir nasi pun. rayhan begitu telatennya menyuapi anissa sesekali dia memasukkan makanannya ke mulutnya sendiri.
"ma kita jadi kan jemput ayah hari ini?" ucap brayen sambil menatap aneh sikap sang mama.
"ia sayang apa kamu tidak sekolah hari ini?" rayhan.
"tidak pa, kakek sudah minta izin untuk tidak masuk sekolah untuk hari ini saja" brayen.
__ADS_1
"baiklah, sekarang habiskan makananmu. biar papa urus dulu adik kecilmu ini" ucap rayhan menggoda anissa.
"rey" bentak anissa melebarkan matanya.
"tidak sayang, ayo makan lagi aaakkk" ucap rayhan meredakan amarah sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di rumah sakit.
setelah beberapa minggu di rawat di rumah sakit akhirnya leon sudah mau berintraksi dengan keluarga dan temannya.
telihat wajah yang dulunya begitu pucat pasi dan badan kurus tak terurus sekarang terlihat jauh lebih membaik.
tak jarang senyuman yang telah lama hilang di wajahnya sekarang bisa terungkir indah kembali.
dia sangat bersyukur karna disaat keadaannya begitu terpuruk keluarganya begitu sabar merawat dan menyemangatinya.
dia juga sangat bersyukur karna mempunyai anak yang begitu pintar seperti brayen yang selalu memberi semangat untuknya.
anissa juga sering menjenguknya dan memberi kekuatan untuknya. walaupun mantan istrinya itu telah memiliki keluarga baru tapi dia tetap meluangkan waktunya untuk menjenguknya.
" ayah" ucap brayen melepas gengaman tangan rayhan lalu berlari ke arah ayah kandungnya.
melihat kedekatan brayen dan leon rayhan hanya bisa tersenyum kecil. karna akhirnya brayen telah bisa memaafkan ayahnya
"anak ayah, bagaimana di rumah papa kamu senang?" ucap leon tersenyum sambil membawa tubuh mungil brayen ke dalam gendongannya.
" senang sekali yah, brayen sama papa bermain bersama. tapi ayah tau tidak mama sudah seperti anak kecil saja" ucap brayen begitu polosnya.
mendengar ucapan buah hatinya leon hanya tersenyum sambil mengerutkan keningnya.
"memang mama kenapa sayang" ucap robert mencoba mengoda mantan menantunya.
"kakek tau gak mama kalau tidur harus di dongengi papa terlebih dahulu terus kakek tau juga gak kalau mama makan masih di suap papa" ucap brayen dengan polosnya membuat semua orang di sana terkekeh kecuali anissa yang menunduk malu.
"assalamwallaikum" ucap alex binggung melihat semua orang menertawakan kakak iparnya dengan di ikuti tika mengekor di belakang alex.
__ADS_1
wallaikum sallam...
"sebelum pulang saya periksa dulu ya kak leon" ucap alex mendekati leon.
leon hanya menuriti perintah alex lalu berbaring di bangsalnya.
" allhamdullillah keadaan kakak jauh lebih membaik, jangan lupa makan yang teratur dan jangan terlalu banyak pikiran lagi. ingat kak kami selalu ada buat kakak" ucap alex begitu tulus.
mendengar ucapan alex, leon tersenyum haru. dia tidak menyangka jika semua orang tulus menyayanginya.
"ia leon, kamu harus kuat demi brayen. aku sekarang memang papa sambungnya tapi dia tetap membutuhkan sosok ayah kandungnya. ingat jadikanlah kesalahanmu di masa lalu sebagai pelajaran hidupmu. jangan kau biarkan kesalahanmu membuatmu terpuruk dan selalu berada di dalam penyesalan tanpa ada niat untuk memperbaikinya" nasihat rayhan tulus.
"terimakasi karna telah mendukungku selama ini. aku sangat bersyukur karna kalian selalu ada buatku walaupun aku sudah sangat menyakiti persasaan kalian" ucap leon penuh haru.
"sekarang abang harus lebih semangat lagi. terus semangat dan jangan lupa cepet cari penggantiku ya" ucap anissa mengoda leon.
"tidak akan ada yang bisa mengantikanmu nis, tapi aku akan selalu berdoa semonga allah memberikan yang terbaik untuk ku" leon tersenyum.
"hehehe... aku ya tetap aku gak bakalan ada pengantinya" ucap anissa terkekeh kecil.
membuat semua orang disana benggong melihat tingkah anissa yang begitu aneh.
"assalamwallaikum" ucap dion tiba2 datang.
melihat kedatangan dion jiwa jahil anissa kembali meronta ronta.
*wallaikumsallam.
"kak dion*" ucap anissa girang bagai anak kecil minta perhatian.
"ada apa" ucap dion binggung menatap anissa.
"kakak bawa apa?" ucap anissa menatap buah mangga yang ada di keranjang buah dion.
"kamu liat sendiri jika kakak bawa buah" dion.
"kak aku mau mangganya" ucap anissa menunjukkan wajah polosnya bak anak kecil yang sedang meminta sesuatu ke ibunya.
__ADS_1
melihat sikap anissa rayhan hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal. sama seperti rayhan semua orang di sana saling menatap seperti menanyakan setan apa yang sedang merasuku anissa hingga bisa bertingkah seperti itu.
bersambung...