Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 25


__ADS_3

anissa dan leon pun duduk bersebelahan di depan hakim sebagai terdakwa. berdasarkan berkas dan bukti yang di berikan pengacara anissa. hakim pun mutuskan gugatan anissa di terima.


ketika hakim memukul ketukanya sebanyak tiga kali tak terasa air matanya pun menetes. dimana dia sekarang menyandang setatus janda, sakit tentu saja. namun anissa berusaha untuk bangkit mengingat ada brayen yang harus dia bahagiakan.


leon pun menatap anissa dengan sejuta penyesalanya. leon pun langsung memeluk anissa dia menanggis memintamaaf karna telah menyakiti anissa dan juga brayen.


melihat kelakuan leon luna pun langsung menarik leon berusaha melepaskan pelukan leon ke anissa.


setelah itu luna pun menarik tanggan leon dan membawanya pergi dari sana.


"nak ayo kita pulang, brayen pasti sedang menunggumu" ucap juli mendekati anissa lalu menuntunya pergi dari sana.


karna rayhan ingin bertemu dengan brayen maka robert menyuruh anissa pulang bersama rayhan. sedangkan robert dan juli mengunakan mobilnya. mereka pun melajukan mobil masing2 secara beriringan.


ketika di perjalanan juli pun mentap robert.


"pa mama tak menyangka jika pernikahan leon dan anissa berakhir seperti ini" juli sedih.


"papa juga sama ma, tapi ini semua akibat kebodohan putra kita sendiri. dia telah menyakiti anissa begitu dalam" robert.


"ia pa, mama mengerti bagaimana perasaan anissa sekarang, tapi mama heran sama papa" ucap juli sambil menatap robert.


"heran kenapa sih ma?" ucap robert melirik juli lalu kembali pokus menyetir.


"ia mama heran sama papa. mama perhatikan papa seperti mendekatkan rayhan dengan anissa" ucap juli serius. robert pun terkekeh kecil.


"papa lihat dari cara rayhan menatap anissa papa tau jika dia mempunyai perasaan terhadap anissa ma. jadi apa salahnya papa biarkan dia mendekati anissa." jelas robert.


"tapi mama denggar rayhan itu suka mempermainkan wanita pa" ucap juli kesal karna sepertinya suaminya itu memberi lampu hijau untuk rayhan.


" papa hanya tidak ingin terlalu mengekang anissa. biarlah anissa memilih jalan hidupnya sendiri. jika dia ingin berteman dengan rayhan maka tidak ada hak kita untuk melarangnya." ucap robert meyakinkan juli.juli pun hanya diam mengerti.

__ADS_1


sesampainya di kediaman robert mereka pun masuk. robert pun menyuruh rayhan duduk menemaninya minum kopi. sedangkan juli dan anissa pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


"paman rayhan" ucap brayen melihat rayhan dan robert sedang asik menikmati kopi buatan anissa.


"sini sayang sama paman" ucap rayhan lalu mengendong brayen.


"paman kok sudah lama gak nemui brayen? padahal kan paman sudah janji mau jadi teman brayen" ucap brayen cemberut. karna gemas rayhan pun mencubit hidung brayen pelan.


"maafkan pamannya. paman lagi banyak pekerjaan jadi gak bisa nemui brayen. tapi mamakan sudah kerja di tempat paman, jadi kalau brayen mau brayen boleh kok main ke kantor paman" ucap rayhan tersenyum.


"yang benar paman?" ucap brayen bahagia. rayhan pun hanya tersenyum lalu mengangguk.


"makasi ya paman" ucap brayen memeluk rayhan.


"makan malam sudah siap. ayo kita makan bersama" ucap juli menghampiri ketiga pria itu.


"assalamwallaikum ma, wangi banget ini pasti kak anissa yang masak" ucap lia tiba2 datang tak sadar jika bos besarnya ada di sana.


robert dan juli mengajak rayhan ke meja makan untuk makan bersama. rayhan tersenyum melihat anissa yang sibuk menata makanan di meja .


"ayo silahkan duduk nak rayhan" ucap robert mempersilahkan rayhan untuk duduk.


setelah mengisi piring brayen anissa menghisi piring rayhan dan juga mengisi air mineral untuknya. lalu duduk di samping brayen dan mengisi piringnya sendiri. tak lama lia turun lalu berkumpul bersama mereka untuk makan malam.


mereka makan dengan hening tak seperti biasa lia dan anissa selalu mengoceh tak hentinya. namun karna ada rayhan mereka tak berani untuk membuka suara.


"om terimakasi ya sudah mau mengabulkan permintaan brayen" ucap brayen memecahkan keheningan.


"sama2 sayang" ucap rayhan sambil melirik anissa.


"tapi brayen ada permintaan lagi untuk paman. apa paman bisa mengabulkanya?" ucap brayen menatap rayhan penuh harapan.

__ADS_1


"memang brayen mau minta apa lagi sama paman?" ucap rayhan mengerutkan dahinya.


"paman mau gak jadi papa brayen?" brayen. mendengar ucapan brayen anissa pun langsung kesedak.


dengan sigap rayhan langsung memberi anissa minum. melihat itu lia, juli dan robert pun hanya bisa saling bertatapan.


"sayang kok ngomong seperti itu?" ucap anissa kesal ke brayen.


"maafkan brayen ma. brayen hanya ingin mama bahagia. paman rayhan sangat sayang sama kita ma, sampai2 paman brayen mau merawat kita di rumah sakit haritu. sedangkan ayah sibuk dengan tante itu. ma brayen juga ingin merasakan kasih sayang dari ayah ma" ucap brayen sedih.


"sayang tenang aja paman akan menyayangi brayen seperti anak paman sendiri, brayen boleh kok menganggap paman sebagai papa brayen. tapi kalau soal mama biarkan mama berpikir dulu ya" ucap rayhan menenangkan brayen. anissa hanya bisa menunduk menyembunyikan kesedihanya.


"yang benar paman? jadi brayen boleh memangil paman dengan sebutan papa?" ucap brayen senang.


"tentu saja sayang" ucap rayhan mencium dahi brayen sambil mencuri pandang ke anissa.


robert dan juli pun hanya bisa tersenyum melihat cucu mereka bisa bahagia kembali. setelah selesai makan malam anissa dan lia membereskan meja makan lalu mencuci piring kotor sedangkan yang lainnya pergi ke ruang tamu.


" kak lia perhatiin sepertinya pak rayhan itu suka deh sama kakak" ucap lia menggoda anissa.


"jangan gaur kamu mana mungkin tuan rayhan yang dikelilingi wanita2 cantik bisa suka sama kakak" ucap anissa lalu pergi meninggalkan lia.


sesampainya di ruang tamu anissa melihat rayhan yang asik bermain dengan brayen. anissa menatap keduanya dengan lekat hingga tak sadar jika lia sudah ada di belakangnya.


"tu kakak lihat sendiri jika dia tidak menyukai kakak ngapain dia sesayang itu sama brayen" ucap lia menunjuk rayhan dan brayen. anissa pun hanya diam.


"kak jika aku perhatikan pak rayhan itu tulus menyayangi kakak. saran aku lebih baik kakak beri kesempatan untuk pak rayhan" ucap lia menyakinkan anissa.


anissa pun menatap lia sekilas lalu menghampiri brayen.mereka pun bermain bersama bagaikan keluarga yang sangat bahagia. melihat itu robert pun menyengol tanggan juli dan menyuruhnya melihat kebahagian cucunya. melihat itu juli tersenyum hingga tak terasa air matanya pun terjatuh.


juli mengingat kenangan pahit anissa dengan putra semata wayangnya. selama bersama leon ,brayen dan anissa tak pernah sebahagia itu.namun semenjak ada rayhan brayen jauh semakin ceria. rayhan bagaikan sinar mentari pagi yang menyinari gelapnya kehidupan anissa dan brayen.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2