Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 36


__ADS_3

melihat anissa dan brayen di bawa dua orang pria ke rumah sakit alex langsung panik dan menangani anissa dan brayen secara langsung.


"ada apa dengan kak anissa? kenapa dia bisa kecelakaan?" ucap alex kepada kedua pengawal setelah selesai merawat anissa.


"maaf tuan, kami lalai dalam menjalankan tugas. tapi mobil itu secara tiba2 datang. sepertinya kecelakaan ini sudah di rencanakan tuan." ucap seorang pengawal memberanikan diri.


"brengsek siapa yang berani menyentuh kakak ipar dan keponakanku?" ucap alex menatap kedua pengawal itu geram.


"maaf tuan kami tidak melihat orangnya. tapi kami akan berusaha mencari tau masalah ini sampai tuntas" pengawal.


"kalau begitu baiklah, kalian cari tau siapa yang berani melakukan ini ke kak anissa. apa kalian sudah mengabari kak rayhan?" alex


"sudah tuan" pengawal.


"kalau begitu pergilah selidiki masalah ini dengan baik dan saya tidak inggin ketinggalan satu imformasipun" ucap alex mengipaskan tangannya.


mendengar ucapan alex kedua pengawal itu langsung pergi.mereka kembali ke tempat kejadian kecelakaan anissa tadi untuk mencari bukti.


setelah mengetahui kecelakaan anissa, rayhan langsung pergi ke rumah sakit dengan panik. sesampainya di rumah sakit rayhan langsung mendatangi ruangan anissa.


dia melihat anissa terbaring lemah diatas bangsal rumah sakit dengan selang impus di tangganya. rayhan juga melihat luka lecet di tanggan anissa sudah di perban dengan rapi.


rayhan juga menghampiri brayen dengan kondisi sama seperti anissa terbaring lemah di samping anissa.


"bagaimana keadaan mereka?" tanya rayhanbke alex yang sedari tadi menunggu anissa dan brayen.


"kondisi mereka baik2 saja kak. cuman mereka hanya shock dengan kejadian tadi" jelas alex.


"apa kau sudah mencaritau kejadiannya seperti apa" rayhan.


alex langsung menceritakan semuanya dengan detail dan juga tentang dugaan para penggawal jika kejadian itu sudah di rencanakan.


"siapa yang berani menggusikku?" rayhan menatap tajam alex


"maaf kak, para pengawal tadi tidak melihat orangnya tapi mereka sudah kembali ke lokasi untuk mencari bukti" alex


"zidan cari pelakunya dengan cepat. berani mereka macam2 denganku maka jangan kasi ampun kepada mereka yang sudah melukai anak dan wanitaku. kau mengerti" ucap rayhan penuh amarah.


"baik tuan" ucap zidan lalu pergi meninggalkan ruanggan anissa.

__ADS_1


setelah kepergian zidan rayhan langsung mendekati anissa. dia langsung dusuk di kursi samping bangsal anissa lalu menatap wajah teduh anissa yang begitu terlelap.


karna menunggu terlalu lama akhirnya rayhan tertidur menelungkupkan wajahnya di tanggan anissa. anissa yang tersadar melihat rayhan tertidur hanya bisa tersenyum bahagia.


"ya allah terimakasi kau telah memberikku seorang pangeran yang begitu tampan.pangeran yang telah memberi cahaya dalam hidupku" batin anissa terharu sambil mengelus rambut rayhan.


terusik karna ada yang menyentuh rambutnya rayhan langsung terbangun lalu mengenggam tanggan anissa.


"sayang sudah sadar?" ucap rayhan menatap anissa. mendengar panggilan sayang dari rayhan, anissa menjadi salah tingkah.


"sayang gak usah malu seperti itu. aku kan calon suamimu." ucap rayhan terkekeh melihat anissa yang malu2 begitu menggemaskan untuknya.


"bagaimana dengan keadaan anakku?" ucap anissa menggalihkan pembicaraan sambil melihat brayen yang masih terbaring lemah.


"kan sudahku bilang jangan sebut lagi dia anakmu. karna brayen sudah jadi anak kita" rayhan.


"ia ia anak kita tidak apa2 kan?" anissa.


"anak kita tidak apa2. dia hanya syock aja dengan kecelakaan kalia tadi" rayhan.


"kakak sudah sadar" ucap alex tiba2 datang. namun hanya di jawab anggukan dari anissa.


"maaf kak rey, biar aku periksa keadaan kakak ipar dulu ya" alex.


"keadaan kakak sudah mendinggan, cuman masih lemah dan lukanya belum kering. jangan lupa minum obatnya ya kak" jelas alex tersenyum.


"ia. bagaimana dengan keadaan berayen" anissa.


"kalau keponakan ku dia baik2 saja kak, hanya saja dia masih trauma saja dengan kecelakaan tadi" ucap alex sedih melihat brayen.


sedang asik menggobrol tiba2 mereka melihat gerak brayen mulai terbanggun.


"ma...mama" teriak brayen sambil menanggis.


meliahat itu alex langsung sigap memeluk dan menenangkan brayen. sedangkan rayhan membantu anissa berjalan mendekati brayen.


"sayang mama sama papa di sini" ucap anissa duduk di tepi ranjang brayen.


"ma..mama tidak apa apakan?" ucap brayen langsung memeluk anissa.

__ADS_1


"ia sayang, mama tidak apa2 kok." anissa.


"jagoan papa juga tidak apa2kan?" ucap rayhan mengusap halus rambut brayen.


"papa rey, brayen takut" ucap brayen melonggarkan pelukan anissa.


"sudah tidak apa2 sekarangkan sudah ada papa dan paman alex di sini yang jaga brayen sama mama" rayhan.


"ia sayang. jangan takut lagi ya. sini biar paman periksa dulu. biar cepat sembuh agar brayen bisa ikut paman mengelilingi rumah sakit ini lagi" ucap alex tersenyum lalu membaringkan tubuh kecil brayen.


" bagaimana keadaanya dok?" anissa.


"brayen tidak apa2 kok kak, hanya saja dia masih trauma. kakak gak usah panggil aku dengan sebutan dokter. panggil saja namaku alex karna kakak kan calon istri kak rey jadi gak usah canggung gitu sama adiknya sendiri" jelas alex. anissa hanya bisa tersenyum menggangguk.


anissa sangat bersyukur karna keluarga rayhan bisa menerima anaknya dengan baik. bahkan mereka sangat menyanyanginya dan brayen.


"kakak" ucap lia tiba2 datang bersama sarah dan juga tika.


"kakak tidak apa2. tadi aku dengar kakak kecelakaan di depan sekolah brayen" ucap lia panik.


"kakak tidak apa2 kok. lihat saja, kakak baik2 saja kan?" anissa.


"tapi brayen bagaimana?" ucap tika panik


"brayen tidak apa2 kok tante, brayen kan anak laki2 jadi harus kuat" ucap brayen mengangkat kedua tanggan kecilnya.


semua orang di sana hanya bisa terkekeh melihat tingkah lucu brayen. walaupun dalam keadaan masih lemah dia terus saja semanggat dan tidak mau di anggap lemah oleh siapapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


karna pekerjaannya yang menumpuk rayhan menyuruh tika untuk merawat anissa dan brayen selama dia tidak ada.


rayhan membaca berkas yang diberikan zidan hanya menatap geram karna sampai sekarang mereka belum menemukan pelaku yang menabrak brayen dan anissa.


"maaf tuan, kami sudah memeriksa cctv yang ada di sana. kami juga telah mencari mobil yang menabrak nona muda dan tuan kecil, tapi mobil itu hanyalah mobil rentalan dan plat nomornya juga di ganti. jadi kami belum bisa menyimpulkan siapa sebenarnya pelakunya tuan". ucap zidan menjelaskan isi berkas yang di baca tuan mudanya.


"sial... mereka telah mempersiapkanya dengan sangat matang. cari tau tentang plat nomor mobil menabrak anissa. satu lagi cari tau siapa yang merental mobil itu di saat anissa tertabrak." ucap rayhan menatap tajam zidan.


"baik tuan" zidan langsung pergi meninggalkan ruanggan itu.

__ADS_1


"dimana pun kau bersembunyi akan ku pastikan aku akan menemukanmu. kau harus mendapatkan hukuman karna telah berani melukai orang yang paling berharga dalam hidupku" gumam rayhan penuh amarah.


bersambung....


__ADS_2