
di rumah sakit.
alex sedang berjalan terburu buru sambil memainkan hpnya. tapi di tengah jalan dia menabrak seorang wanita yang tak asing baginya.
bughh....
"aw..." pekih wanita itu.
"maaf nona apa nona tidak apa apa?" ucap alex mencoba menolong wanita itu untuk berdiri.
"saya tidak apa apa tuan" ucap wanita itu sambil menepis nepis roknya yak kotor karna jatuh ke lantai.
"nona wanita yang di pesta tika haritu kan" ucap alex mengingat wanita itu.
"ia tuan. maafnya karna saya tadi tidak hati hati" ucap wanita itu tersenyum.
"tidak apa apa nona saya yang tadi jalannya sambil memainkan hp jadi saya tidak melihat jalan. oh ia kenalkan nama saya alex" ucap alex tersenyum sambil menyodorkan tanggannya memperkenalkan diri.
"saya tina" ucap tina tersenyum sambil menerima menerima salaman dari alex.
"oh tina nama yang cantik. tapi ada perlua apa ke sini apa ada yang sakit?" alex.
"tidak, saya kesini mau bertemu kakak saya. dia perawat di sini" tina.
"perawat. siapa namanya mana tau saya kenal" alex.
"kakak saya namanya tika" tina.
" oh tika. jadi kamu adik tika." alex.
"ia dok. dokter alex kenal dengan kakak saya" tina.
" tentu saja. dia kan sahabat kakak iparku anissa" alex.
"oh.. jadi dokter ini adik ipar kak anissa" tina tersenyum memperlihatkan senyuman yang sangat indah membuat alex langsung terhipnotis olehnya.
" cantik sekali" gumam alex mengangumi kecantikan tina yang masih polos.
"apa dok" ucap tina menyadarkan alex.
__ADS_1
"oh tidak apa apa. kamu mau ketemu tika kan mari saya antar. karna saya juga mau ke ruangan perawat" ucap alex tersadar dari lamunannya.
"ok dok" ucap tina tersenyum lalu mengikuti langkah alex.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di mension rayhan.
seperti biasa anissa terus merengek ingin ikut ke kantor bersama rayhan. dia tidak mau di tinggal walaupun hanya semenit saja oleh sang suami.
"sayang aku ikut ya" ucap anissa memperlihatkan wajah polosnya membuat sang suami tidak tega menolak permintaannya.
"tapi pekerjaanku banyak sayang. mungkin akan pulang lama apa kamu tidak lelah nantinya" ucap rayhan memberi pengertian.
" tidak sayang. aku janji tidak akan menganggumu seperti biasanya. aku akan duduk diam saja nanti. tapi aku ikut ya pliss" ucap anissa sambil memperlihatkan wajah memohonnya.
"ia ia tapi jangan terlalu banyak permintaan nanti ya sayang. kasihan zidan setiap hari kamu kerjai" ucap rayhan mengingat sekertarisnya itu selalu kewalahan di buat istrinya.
"ia sayang. aku tidak akan minta apa pun" ucap anissa gembira lalu mencium wajah suaminya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai bersiap siap rayhan dan anissa langsung turun untuk sarapan bersama putranya.
"sudah dong pa. brayen kan mau jadi pengusaha yang sukses seperti papa jadi brayen harus rajin belajar" ucap brayen tersenyum penuh semangat.
" anak mama pasti bisa jadi pengusaha yang sukses bahkan melebihi kesuksesan papamu sekarang" ucap anissa tersenyum lalu memcium pipi gembul putranya.
"pasti ma. brayen akan berusaha sekuat tenaga supaya bisa membangakan mama dan papa" brayen.
"ya sudah habiskan makanannya nanti kamu terlambat masuk sekolah" rayhan.
"siap pa" brayen.
mereka langsung menyantap sarapan mereka masing masing. sekarang anissa sudah mau makan sendiri. satu kemajuan untuknya dan kandungannya karna sudah tidak terlalu merepotkan sang suami yang harus menyuapinya setiap saat.
tapi hanya itu lah yang hilang dari kebisaan anissa saat mengandung. untuk jahil menjahili tetap saja sama. dia selalu saja membuat zidan pusing jika dia ikut ke kantor.
bukannya menolak segala permintaan anissa tapi zidan selalu saja menurutinya tanpa ada menolak sedikit pun. walaupun nantinya dia mengomel ke tuan mudanya karna selalu di buat kerepotan oleh nona mudanya.
karna zidan dan rayhan di besarkan bersama jadi mereka tidak ada rasa canggung sedikitpun tanpa rasa takut dia akan mengeluh ke rayhan jika sudah terlalu kelah di buat anissa.
__ADS_1
zidan memang menyanyangi anissa jadi sama seperti alex dia akan selalu menuruti ke inginan anissa walaupun sering meminta yang tidak tidak kepadanya.
setelah selesai sarapan mereka bertiga langsung berangkat. seperti biasa rayhan akan mengantar brayen terlebih dahulu ke sekolahnya.
"sayang papa berangkat kerja dulu ya" ucap rayhan setelah mengantar brayen ke ruang kelasnya.
"ia pa. papa nanti jemput aku pulang sekolah kan?" ucap brayen karna rayhan selalu menyempatkan waktu untuk menjemputnya pulang sekolah.
"maaf sayang. sepertinya nanti kamu harus di jemput supir. karna papa banyak pekerjaan yang harus papa siapkan hari ini" ucap rayhan mengingat pekerjaannya yang menumpuk karna sang istri selalu saja menganggunya saat bekerja.
"tidak apa apa pa. papa jangan marah ya jika mama sering merepotkan papa" ucap zidan menunjukkan wajah polosnya karna hawatir papa nya marah karna sang mama sering meminta ini itu.
"tentu tidak sayang. papa tidak akan pernah marah ke mamamu dan juga dengan mu sayang. karna kalian berdua adalah harta papa yang paling berharga yang harus selalu papa jaga" ucap rayhan mengelus rambut tebal brayen.
"makasi ya pa karna sudah hadir di dalam kehidupan kami." ucap brayen tersenyum.
"ia sayang. sudah masuk ke kelas ya sudah bel itu. papa juga mau kerja" ucap rayhan mencium pipi gembul putranya.
brayen hanya mengangguk mengerti lalu menyalim tanggan sang papa. setelah memastikan brayen telah masuk ke kelas rayhan langsung kembali ke mobilnya. takut istrinya marah karna kelamaan menunggu karna sang istri malas untuk keluar jadi dia lebih memilih untuk menunggu di mobil
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kantor rayhan.
karna lelah duduk diam saja di sopa dan tidak berani mengganggu sang suami yang sedang pokus bekrja anissa memilih untuk mengelilingi ruang kantor rayhan.
sekalian bertemu dengan teman temannya sewaktu bekerja di kantor ini. namun langkah anissa terhenti karna mendengar suara dari lorong yang begitu sepi.
tak mau berpikir negatif anissa memberanikan diri untuk memeriksa sendiri ke asal suara yang ia denggar.
namun ketika menenemukan sumber suara itu dia langsung membulatkan matanya kaget melihat sepasang kekasih sedang bercumbu mesra.
mereka saling bercandaria bersama. tanpa menyadari sudah ada sepasang mata yang mengawasi mereka.
anissa yang sedang fokos mengintip sepasang kekasih itu yang saling bercumbu mesra tidak menyadari dia juga di awasi seorang pria yang berbadan tegap berdiri tepat di belakangnya.
karna hawatir jika terjadi sesuatu ke istri rayhan langsung mencari keberadaan sang istri. namun langkahnya terhenti ketika melihat sang istri sedang berdiri mengendap endap seperti memperhatikan sesuatu.
tanpa banyak pikir rayhan langsung menghampiri sang istri tanpa memanggilnya terlebih dahulu.
__ADS_1
bersambung....