
disaat leni telah pergi meninggalkan acara pesta bersama dion, rayhan langsung mendekati anissa.
"nis, aku tau kau kecewa denganku. kau pasti sangat kecewa dengan masa laluku. tapi sungguh aku ingin berubah jadi yang lebih baik lagi. jadi, aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap rayhan bersimpuh di kaki anissa sambil menanggis.
melihat seorang rayhan adhijaya menangis untuk seorang wanita membuat para tamu begitu terkejut.sedangkan anissa yang melihat rayhan bersimpuh dikakinya sambil menangis langsung memengang pundak rayhan lalu menyuruhnya untuk berdiri.
"siapa pun dirimu di masa lalu kau masih punya harapan untuk berubah jadi lebih baik lagi.semua orang punya masa lalu, bahkan semua orang pernah tenggelam di masa lalu. semua orang juga pernah di penuhi dengan dosa." ucap anissa menatap lekat rayhan.
"dengan masa laluku apakah kau masih mau hidup bersamaku?" ucap rayhan menatap anissa dengan mata merahnya masih di penuhi air mata.
"aku juga punya masa lalu, tapi kau masih mau menirimaku dengan baik. kenapa aku tidak bisa menerima masa lalu mu?. aku hanya bisa berharap agar kau bisa berubah jadi lebih baik lagi. karna jujur aku tidak mau gagal untuk ke dua kalinya" ucap anissa air matanya juga mengalir dengan deras.
"ia nis, aku janji akan berubah lebih baik lagi. aku akan meninggalkan masa laluku dan membuka lembaran baru bersamamu dan anak kita. aku janji" ucap rayhan bahagia hendak memeluk anissa. namun alex dan zidan langsung sigap berdiri di depan anissa mendorong rayhan ke belakang.
"eh... kakak jangan asal main peluk aja ingat kak belum muhrim" alex.
"ia tuan muda, ingat perempuan yang ada di depanmu seorang perempuan yang sangat istimewa. kalau di bilang para ulama sih bidadari surga" ucap zidan tersenyum menggoda rayhan.
mendengar lamaran rayhan diterima oleh anissa semua tamu undangan heboh. ada yang bertepuk tangan bahagia dan ada juga yang patah hati pastinya.
hari ini adlah hari yang paling bahagia bagi rayhan karna dia sudah berhasil menyatakan cintanya ke anissa. namun hari ini adalah hari patah hati massal bagi para wanita dan pria yang mengincar rayhan dan anissa.
di saat para tamu undangan lagi heboh rayhan meminta sebuah kotak kecil yang sudah dia persiapkan kepada zidan. zidan pun langsung memberikannya ke rayhan dan langsung memberi aba2 ke suruhanya.
"nis, karna kau sudah menjadi bagian dari hidupku maka ini hadiah pertama dariku" ucap rayhan menyerahkan kotak kecil itu ke anissa. anissa langsung menerimanya dan menatap kotak itu binggung.
"kenapa kau tatap saja, ayo buka" rayhan.
tak mau banyak pikir anissa langsung membuka kotak itu. melihat kotak itu berisi sebuah kunci anissa menjadi binggung dan menatap rayhan penuh tanda tanya . melihat anissa sudah membuka kotak itu zidan langsunh memberi kode ke suruhanya.
tiba2 seluruh lampu hidup. aula pesta yang tadinya hanya samar2 sekarang jadi terang kembali. namun semua mata tertuju kepada kain putih yang ada di sudut aula.
__ADS_1
rayhan langsung saja memberi kode ke suruhannya untuk membuka kain itu. ketika kain itu telah di buka anissa yang kaget dengan hadiah rayhan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangganya. tak terasa air matanya jatuh bercucuran.
para tamu pun langsung heboh melihat kejutan rayhan sebuah mobil marcedesh mewah keluaran terbaru berwarna merah kalau di hitung belum ada yang sanggup membelinya di kota itu.
"bagaimana kamu suka?" rayhan.
"ta..tapi itu" ucap anissa gugup tak sanggup lagi bicara.
"apa kau ingat yang di katakan brayen waktu itu. jika dia jadi pengusaha yang sukses dia akan membelimu mobil mewah agar kau bisa pergi kemana pun tidak lagi numpang mobil lia. sekarang anggap saja aku mewakili brayen memberikan mobil ini untukmu" ucap rayhan tersenyum.
"tapi ini berlebihan rey" anissa
"ingat nis, kau sudah menerima lamaranku. mulai sekarang kau dan anak kita brayen sudah jadi tanggung jawabku. jadi sekarang aku akan selalu di sampingmu, kau tidak akan berjuang sendiri lagi" ucap rayhan serius.
anissa hanya menatap rayhan penuh rasa haru, dia tidak menyangka jika rayhan akan memperlakukannya seistimewa ini. padahal jika rayhan mau dia bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari anissa.
namun di saat semua orang lagi sibuk berpesta alex, sarah, lia dan zidan merencanakan sesuatu. mereka memfoto mobil yang di berikan rayhan ke anissa. tak lupa juga mereka memfoto rayhan dan anissa berduaan.
"kek mana sarah kau sudah mengambil fotonya?" alex.
"foto yang ini bagus ni" ucap lia menunjukkan foto di mana anissa dan rayhan melihat2 mobilnya sambil tertawa ria.
"ok kalau begitu aku kirim ke grub kantornya" ucap sarah antusias.
"jangan dulu maunya di tambah kata2nya biar makin panas" zidan. sarah alex dan lia hanya menatap ke arah zidan memikirkan kata2 apa yang pas.
"seperti ini aja, hadiah istimewa untuk orang istimewa" ucap zidan.
mereka langsung saja setuju lalu membagikannya ke grub kantor
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
di kediaman leon.
luna yang melihat leni pulang dengan keadaan begitu kacau dan diantar oleh dion langsung menghampiri adik kesayanganya itu.
"kamu kenapa len? kok keadaanmu kacau seperti ini?" luna melihat adiknya itu hawatir.
"ini semua karna anissa kak, dia sudah merebut rayhan dariku kak" leni menangis.
"sudah len, tidak ada yang merebut tuan rayhan darimu. apa kau tidak dengar apa yang dikatakan tuan rayhan tadi" ucap dion menatap geram leni.
"maksudnya apa kak? apa yang sudah terjadi?" luna lansung menghampiri dion.
dion langsung menceritakan semua kejadian di pesta tadi dengan teliti. bahkan dia juga menceritakan kelakuan leni yang mengaku pernah tidur bersama rayhan di depan umum.
mendengar itu luna dan leon langsung kaget. mereka tidak menyangka leni akan melakukan hal yang memalukan seperti itu.
"apa kau sudah gila len? kau bikin malu keluarga kita" bentak luna.
"kakak bisa bicara seperti itu karna kakak sudah mendapatkan kak leon. " ucap leni membela diri
"sudah2 lebih baik kau bersihkan dirimu dulu baru istirahat. kau tenangkan dirimu dulu besok kita bicarakan masalah ini." ucap leon menengahi.
mendengar perintah leon leni langsung pergi ke kamarnya. sedangkan luna duduk di samping leon sambil memijit kepalanya.
"apa sih istimewanya anissa sampai2 rayhan memilihnya. padahal leon saja mencampakkannya bagaikan sampah" ucap luna pelan. namun dion dan leon masih mendengarnya dengan jelas.
"apa kau bilang tadi luna" ucap dion menatap luna. kaget jika dion dan leon mendengar ucapanya luns menjadi gugup.
"ti..tidak ada kak" luna gugup.
"kau pikir kakak sudah tuli ha? aku mau menginjakkan kakiku di rumah kalian hanya karna takut terjadi apa2 ke leni. jadi jangan kau pikir aku sudah setuju dengan perbuatan kalian yang sudah menghancurkan hidup orang sebaik anissa. ingat ya jangan sesekali ku dengar kau menghina anissa lagi" ucap dion geram lalu pergi meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
melihat sikap dion, luna hanya bisa mengepalkan tangganya geram lalu pergi ke kamarnya. sedangkan leon hanya bisa termenung di sofa menyesali perbuatanya ke anissa.
bersambung...