Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 60


__ADS_3

di kantor rayhan.


rayhan sedang sibuk membaca dokumen dokumen yang bertumpuk di meja kerjanya sesekali meninggalkan jejak tanda tanggannya di sana.


"permisi tuan" ucap zidan langsung masuk.


"ada apa" ucap rayhan masih pokus dengan dokumen di depannya.


" ini ada dokumen yang harus anda tanda tangani" ucap zidan menyerahkan dokumen di tanggannya.


mendengar ucapan zidan, rayhan langsung menarik napasnya dalam.


"apa pekerjaanmu masih ada. jika tidak tolong bantu aku dengan semua dokumen ini" ucap rayhan tanpa menatap zidan.


mendengar ucapan tuan mudanya zidan langsung duduk membantu tuan mudanya itu. baru beberapa jam mengerjakan tugasnya rayhan langsung kedatangan tamu hebohnya.


"sayang" ucap anissa langsung masuk lalu duduk di pangkuan suaminya.


anissa langsung saja bergelut manja sambil mencium wajah rayhan tanpa memperdulikan sekertaris suaminya yang memandang aneh dirinya.


zidan memang tidak tau menau tentang kehamilan anissa dan perubahan sikapnya karna terlalu sibuk dengan urusan kantor mengantikan rayhan yang sibuk mengurusi istrinya yang sedang hamil muda itu.


"ada apa? tumben menyusul ke sini?" ucap rayhan melingkarkan tangganya ke pinggang istrinya.


" aku rindu sayang" ucap anissa manja lalu menengelamkan wajahnya ke leher jenjang suaminya.


"tapikan baru beberapa jam aku pergi" ucap rayhan lembut lalu mencium wajah istrinya yang sangat mengemaskan baginya.


" tapi aku sudah rindu sayang" ucap anissa memainkan jarinya di dada bidang suaminya.


melihat gerak gerik anissa rayhan menjadi merasa panas bergairah. untung saja zidan ada di sana kalau tidak dia akan langsung melahap habis tubuh sang istri.


"ehem" dehem zidan yang sudah bagaikan obat nyamuk di sana.


" eh... ada zidan" ucap anissa tersenyum jahil.


melihat sang istri tersenyum jahil rayhan langsung mengerti apa yang akan di lakukan sang istri.


" sepertinya ada lagi yang bakalan jadi korban kejahilan anak dan istriku" batin rayhan tersenyum.


" ada apa nona" ucap zidan tersenyum tanpa menyadari jika dia akan jadi korban selanjutnya oleh hormon di dalam kandungan anissa.

__ADS_1


" zi, aku mau es krim coklat tolonh blikan ya" ucap anissa menunjukkan wajah polosnya.


melihat sikap nona mudanya yang aneh menurutnya zidan hanya menatap rayhan dengan tatapan penuh tanya. bukannya menjawab rayhan hanya mengangkat kedua bahunya.


"baik nona akan saya belikan di kantin kantor" ucap zidan hendak berdiri.


"tidak aku tidak mau es krim di kantin. aku mau kamu belikan di supert market" ucap anissa membuat zidan tercengang.


"tapi supert market dekat sini tidak ada nona. paling dekat sekitar 15 menit dari sini. tapi sekarang kan jam padat nona" ucap zidan binggung.


" aku tidak mau tau pokoknya kamu harus belikan aku es krim coklat 5 bks. tapi aku tidak mau jika es krimnya meleleh sampai sini" ucap anissa tidak mau di tolak.


"tuan bagai mana ini" ucap zidan binggung karna sekarang tepat jam istirahat jadi pasti jalan akan begitu macat.


"aku juga lelah menghadapinya. jadi kamu harus memenuhi permintaannya jika tidak kamu akan kewalahan mengadapinya nantinya" ucap rayhan tak mau tau.


terpaksa zidan harus menuruti kemauan nona mudanya karna menolak pun tak akan ada artinya nona mudanya terus bersi keras atas kemauannya.


" bagaimana ini. kalau aku naik mobil pasti lama. sudah pasti eskrimya akan meleleh sampai disini" gumam zidan sambil memikirkan bagaimana caranya agar cepat sampai ke super market terdekat.


di saat sibuk memikirkan kendaraan yang harus dia kenakan tiba2 dia melihat seorang wanita yang hendak pergi mengunakan motor meticnya.


"hey... tunggu dulu" ucap zidan menghentikan wanita itu.


"maaf kamu mau ke mana? apa bisa aku pinjam motormu menuju super market" ucap zidan.


" boleh tuan kebetulan saya juga mau ke sana" sarah.


"kalau begitu bisa saya yang bawa motornya" zidan.


"baiklah tuan silahkan" ucap sarah menyerahkan kemudi motornya ke zidan.


mendengar persetujuan dari sarah, zidan langsung mengemudikan motor sarah dengan kecepatan tinggi menuju super merket.


sesampainya di tempat tujuan mereka zidan langsung mengambil pesanan nona mudanya. lalu membayarnya di meja kasir.


sarah yang heran melihat zidan terburu hanya bisa bertanya di dalam hatinya tanpa berani bertanya langsung kepada sekertaris bosnya itu.


"kamu sudah selesai" ucap zidan melihat sarah berdiri di belakangnya.


"sudah tuan, tunggu sebentar saya mau membayarnya dulu" ucap sarah memberi belanjaannya ke penjaga kasir.

__ADS_1


"ok baiklah. tapi apa kamu tau kenapa nona muda bisa jadi aneh" ucap zidan bertanya ke sarah tentang perubahan sikap nona mudanya yang begitu aneh.


"aneh maksud tuan? apa ini anissa yang menyuruh" ucap sarah melihat es krim di kantongan yang di pegang zidan.


"ia, padahal es krim ini ada di kantin. tapi nona maunya aku beli di sini" ucap zidan sambil melangkah keluar setelah melihat sarah telah selesai membayar belanjaannya.


"aku tahu alasannya sekarang" ucap sarah menghentikan kata katanya.


"apa alasannya?" tanya zidan tak sabaran.


"apa anissa sedang hamil" ucap sarah menebak. karna dia juga tidak tau tentang kehamilan anissa.


mendengar ucapan sarah zidan langsung tersenyum.


"bisa jadi. tapi ayo kita kembali ke kantor dengan cepat. nanti es krimnya meleleh" ucap zidan mengingat pesan nona mudanya.


dengan sigap zidan langsung menancap gas motor itu dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di kantor. zidan melewari jalan tikus agar terhindar dari kemacetan.


sesampainya di kantor zidan langsung berlari ke ruangan kerja tuan mudanya tanpa berterimakasih dulu ke sarah.


" ini es krimnya nona" ucap zidan ngos ngosan.


anissa yang sedari tadi bergelut manja dengan rayhan langsung tersenyum senang mengambil es krim yang di berikan zidan.


"terimakasi" ucap anissa langsung duduk di sofa meninggalkan suaminya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


bukannya melanjutkan pekerjaannya rayhan malah pokus menatap sang istri yang begitu rakusnya memakan es krim yang di belikan zidan sekaligus.


rayhan malah tersenyum sendiri merasa gemas dengan tingkah istrinya di tambah lagi mulutnya yang berselomotan.


sedangkan zidan hanya bengong sambil menbuka mulutnya melihat tingkah nona mudanya yang berubah drastis.


"tidak usah melihat istriku seperti itu" ucap rayhan menyadarkan zidan.


"tapi itu" ucap zidan masih tak percaya dengan apa yang dia lihat hari ini.


" kamu masih mending hanya di suruh beli es krim. sedangkan alex sampai jatuh dari pohon mangga karna mengambil mangga muda untuk istriku yang kebih parah lagi sudah jatuh dari pohon mangga di kejar kejar anjing pula" ucap rayhan terkekeh mengingat penampilan adiknya yang sangat kacau karna ulah istrinya.


"jadi benar nona hamil" ucap zidan menebak.


"ia istriku sedang hamil. jadi siap siaplah jadi korban kejahilannya" ucap rayhan tersenyum.

__ADS_1


"apa" ucap zidan tersentak.


bersambung...


__ADS_2