
setelah puas bermain dan melepas rindu dengan brayen anissa dan alex minta izin untuk pulang. alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik kakak iparnya yang sedari tadi tidak berhenti memakan cemilan.
namu tiba2 anissa berhenti memakan cemilannya lalu menatap pohon mangga yang berbuah begitu lebat sambil menelan ludahnya kasar.
"berhenti" ucap anissa membuat alex terpaksa menghentikan mobilnya tepat di samping pohon mangga yang di lihat anissa.
anissa terus saja menatap pohon mangga itu dengan sangat tergiur hingga tak terasa air liurnya mengalir di sudut bibirnya.
melihat tingkah kakak iparnya alex tau jika anissa menginginkan buah mangga itu.
" kakak mau mangga itu" ucap alex menunjuk buah pohon mangga di samping mereka.
anissa hanya menganguk kecil sambil menunjukkan wajah polosnya yang membuat hati alex tidak tega untuk menolaknya.
" tapi sepertinya rumah itu kosong kak, kita beli di toko buah saja ya" ucap alex menatap rumah yang berada di samping pohon mangga itu.
"tapi kakak mau mangga itu" ucap anissa memayunkan bibirnya.
meliahat tingkah kakak iparnya alex langsung mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kenapa sih kakak ngidam untuk merepotkanku terus. sudah tidak bisa memakai parfum kesukaanku sekarang masak aku di suruh nyolong mangga muda" batin alex mengingat kakak iparnya terus merasa mual jika durinya memakai parfum paforitnya sehingga dia harus melepas kebiasaannya memakai parfum.
"alex plisss" ucap anissa penuh permohonan.
" ok ok.biar ku ambilkan untuk kakak ku tersayang ini" ucap alex pasrah.
" horee terimakasi adik iparku yang paling tampan" ucap anissa gembira sambil bertepuk tanggan lalu mencubit gemas kedua pipi alex.
melihat sang kakak yang begitu gembira alex hanya mampu tersenyum kecil lalu turun dari mobilnya.
" bagaimana kamu bisa manjatkan?" ucap anissa melihat adik iparnya itu kesusahan untuk memanjat pohon mangga itu.
" sebetulnya aku tidak bisa manjat kak tapi biar aku usahakan" ucap alex terus mencoba memanjat walaupun terus gagal tapi alex tak mau menyerah untuk mendapatkan mangga muda keinginan kakak iparnya.
" hati hati lex" ucap anissa hawatir ketika melihat alex telah berhasil memanjat walau harus bersusah payah.
" ini kak" ucap alex melempar buah mangga yang berhasil ia petik dengan pelan supaya tidak mengenai kakak iparnya.
" ini sudah sukup lex" ucap anissa melihat buah mangga sudah banyak dia kumpulkan.
" ya sudah aku turun dulu ya kak" ucap alex berusah untuk turun. tapi tiba2...
buughh....
__ADS_1
alex turun bebas dari pohon mangga hingga mengakibatkan bokongnya mencium tanah.
"kamu tidak apa apa" ucap anissa hawatir sambil membantu alex untuk berdiri.
" aku tidak apa apa kak" alex menahan sakit takut kakak iparnya hawatir kepadanya.
setelah alex berdiri dan mengumpulkan mangga yang dia petik tiba tiba.
gung...gung...
anjing pemilik mangga mengongong lalu mendekati mereka berdua. melihat anjing itu mau mengejar mereka ,alex langsung lari terbirit birit karna sangking takutnya dia sampai melupakan mobilnya.
lain dengan anissa walaupun ketakutan dia tetap membawa mangga itu lari kedalam mobil. melihat adik iparnya lari begitu kencangnya anissa langsung menancap gas mendekati alex.
"ngapain kamu lari begitu? ayo cepat masuk" ucap anissa dari dalam mobil.
dengan sigap alex langsung masuk kedalam mobil. setelah melihat adik iparnya masuk kedalam mobil anissa langsung menancap gas mobilnya dengan kencang.
walaupun dalam situasi ketakutan anissa masih sempat tertawa mengejek adik iparnya yang masih pucat karna ketakutan.
" hehehe... kamu takut sama anjing ya lex" ucap anissa pokus menyetir sambil melirik alex lalu tertawa puas.
" namanya juga di kejar kak. tapi mangganya tadi?" ucap alex mengingat dia meninggalkan mangga saat lari tadi.
melihat tingkah sang kakak alex hanya mengeleng gelengkan kepalanya.
" pasti kakak juga seperti ini saat menghadapi aku dan zidan ketika merengeng meminta sesuatu kepadanya" batin alex mengingat kelakuannya bersama zidan yang selalu menjahili kakaknya rayhan.
tapi sekarang malah kakak iparnya yang selalu menjahilinya. apa benih di dalam kandungan anissa ingin balas dendam akan sikap pamannya itu ke ayahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di mension rayhan.
sepulang mithing rayhan langsung pulang ke mensionnya. melihat tuan mereka datang para pelayan berdiri menyambut kedatangan tuan mereka.
" apa nona muda sudah pulang" ucap rayhan ke ketua pelayan mengingat tadi pagi istrinya pamit untuk pergi ke kediaman robert.
" nona muda sampai saat ini belum pulang tuan" ucap kepala peyan sambil menerima jas dan tas kerja tuan mudanya.
" kalau begitu siapkan teh hangat untukku" ucap rayhan duduk di sofa tamu lalu melonggarkan dasinya.
"baik tuan" ucap kepala pelayan beranjak ke dapur.
__ADS_1
sambil menunggu teh pesanannya datanga rayhan duduk bersantai sambil memainkan hpnya.
"sayang kamu sudah pulang" ucap anissa lalu berlari kecil ke arah rayhan.
"kakak jangan lari2 kasihan keponakanku" ucap alex melihat kakak iparnya itu berlarian.
" tidak kakak tidak lari. hanya jalan cepat saja" ucap anissa tak peduli lalu berjalan mendekati suaminya yang telah dia rindukan walaupun baru beberapa jam tidak bertemu.
"sayang aku rindu" ucap anissa duduk di pangkuan rayhan lalu menenggelamkan wajahnya ke leher jenjang suaminya.
"aku juga rindu sayang" ucap rayhan memeluk sang istri.
merasa di kacangi oleh kedua sejoli itu alex hanya menarik napasnya dalam lalu menghampaskan badanya ke sofa setelah meletakkan mangga muda di atas meja.
melihat keadaan adiknya yan begitu kacau rayhan bertanya tanya dalam hatinya ulah apa lagi yang dilakukan istrinya hingga adiknya bisa sekacau itu.
"kamu kenapa kok bisa seperti itu" ucap rayhan menatap penampilan alex dari atas sampai bawah.
" ini semua karna kakak yang kepingin mangga ini. udah jatuh dari pohon mangga di tambah lagi di kejar kejar anjing" ucap alex kesal.
"jadi kamu marah sama kakak" ucap anissa lirih.
selain usil dan manja anissa sekarang juga sangat cenggeng. melihat sang kakak ipar mulai menangis alex langsung berdiri mendekati anissa yang masih di pangkuan rayhan.
"tidak kak alex tidak pernah marah sama kakak. bukan hanya mengambil mangga tapi aku akan melakukan apapun untuk kakak kesayanganku ini" ucap alex menyakinkan anissa agar tidak menagis.
" benar ya" ucap anissa tersenyum. alex hanya tersenyum mengangguk.
melihat tingkah sang istri dan adiknya itu rayhan hanya terseyum senang.
"sayang mau makan mangganya" ucap anissa bergelut manja ke suaminya.
"baiklah. tapi kamu turun dulu biar aku buka mangganya" ucap rayhan tersenyu.
tak berpikir panjang anissa langsung turun dari pankuan rayhan lalu duduk di sampingnya. rayhan membuka mangga muda untuk sang istri lalu menyuapinya dengan sangat lembut.
walaupun merasa lelah karna urusan kantor tapi rayhan selalu mau mengurus sang istri yang sedang hamil muda dengan senang hati.memang rayhan adalah idaman setiap wanita.
sedangkan alex hanya menatap keromantisan pasangan sejoli itu dengan penuh rasa kagum. dia bangga kepada kakaknya karna telah menjadi imam yang sangat baik untuk membimbing rumah tangganya.
bersambung...
jangan lupa beri like dan komentar kaliannya karna dukungan kalian sanggat berarti untuk author😁😅😅🥰
__ADS_1