Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 73


__ADS_3

di rumah sakit.


mendengar menantu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dokter alena langsung saja mengatur jadwalnya untuk menanganinya. mengingat selama anissa hamil hanya dialah yang dipercaya bram untuk menanganinya.


ruang persalinan sudah dikelilingi dokter dan perawat terbaik di rumah sakit itu untuk menangani persalinan anissa.


sang suamipun selalu setia menemani dan memberi suport untuknya.


"nona tahannya sebentar lagi jalan bayi akqn terbuka semua" ucap dokter alena dengan sabar.


"sayang kalau sakitnya seperti ini di ambil tindakan oprasi caesar saja ya?" ucap rayhan tak tahan memendung tangisnya melihat perjuangan sang istri yang menahan sakit untuk melahirkan keturunannya.


"tidak. aku bisa, apa kau tidak percaya kepadaku?" ucap anissa sambil menahan sakitnya.


"aku percaya padamu sayang, tapi aku tidak bisa melihatmu seprti ini" ucap rayhan terus mengusap keringat sang istri.


"aku bisa sayang, ini susah kewajibanku sebagai istri untuk melahirkan keturunanmu" anissa.


"jika aku tau kau akan merasakan sakit seperti ini untuk melahirkan keturunanku maka aku akan memilih untuk tidak punya keturunan" rayhan tak kuasa membendung air matanya hingga wajah tanpannya langsung basah karna tumpahan air matanya.


"sayang kau tidak boleh bicara seperti itu disaat buah cinta kita sedang berjuang untuk hadir kedunia ini. sama sepertiku dia juga ikut berjuang bersamaku" ucap anissa mengusap air mata sang suami.


"tuan jangan hawatir kami yakin nona muda pasti bisa. dia adalah sosok ibu yang kuat" ucap dokter alena menyakinkan rayhan.


"sampai berapa lama lagi istriku menahan sakit ini dok?" rayhan.


"sebentar lagi" dokter alen


"dok. jalan bayi sudah terbuka semua" ucap salah satu perawat.


mendengar ucapan dokter alena langsung mengambil posisi. rayhan juga berdiri di samping sang istri sambil mengengam tangannya kuat.


"baik nona. ikuti arahan ku coba tarik napas buah pelan. tarik lagi buak lagi terus ulagi...nah sekarang dorong kuat" arahan dokter alena.


"aahhhh......" teriak anissa dengan kuat.


oekk..oekk....


tangisan bayi mungil itu langsung mengema di ruangan itu. semua orang di sana mengucap syukur secara bersamaan atas kelahiran pewaris dari keluarga adhijaya.


rayhan tak kuasa menahan tangisnya sambil terus menciumi seluruh wajah sang istri. sungguh besar pengorban seorang ibu untuk si buah hatinya.


"terimakasi sayang" kata itu berulang kali terucap dari bibir rayhan.

__ADS_1


"tuan silahkan adzan kan putri anda" ucap dokter alena memberi bayi munggil itu ke rayhan.


dengan sigap rayhan langsung membawa tubuh munggil putrinya kedalam gendongannya lalu mengumandangkan adzan di teliga putrinya.


rayhan mengumandangkan adzan begitu merdu hingga membuar para perawat dan dokter alena tidak menyangka seorang rayhan adhijaya yang terkenal dengan tabiat buruknya bisa mengumandangkan adzan begitu merdunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di ruang rawat.


setelah anissa di pindahkan ke ruang rawat semua keluarga dan sahabatnya langsung mengelilinginya memberi selamat atas kehadiran sang putri.


tak kalah brayen yang begitu bahagia telqh mendapatkan adik terus saja menciumi wajah sang mama dengan bahagianya.


dia juga memeluk papa sambungnya yang begitu sangat menyayanginya. bahkan brayen sangat di manja oleh rayhan.


"ma pa terimakasi telah memenuhi permintaan brayen" ucap brayen memeluk sang papa.


"ia sayang. tapi jika papa sudah memberikan adik untukmu kamu harus janji untuk selalu menjaga adikmu ya" rayhan.


"ia pa. brayen janji akan selalu menjaga adikku dan juga mama sekuat tenagaku" ucap brayen bersunguh sunguh.


mendengar ucapan brayen semua orang merasa tersentuh. brayen yang begitu imut dan lucu ternyata berpikiran sangat dewasa.


"karna kakak semasa ngidam merepotkan aku maka yang ngasi nama keponakan cantikku ini harus aku" ucap alex memotong.


"memang kamu mau beri nama apa untuk keponakanmu?" ucap anissa.


"ghilea adhijaya" alex tersenyum.


"bagaimana ya?" ucap rayhan berpikir.


"kan cantik namanya kak sesuai dengan keponakanku yang cantik" alex.


"baiklah. tapi jika nanti keponakanku terlahir kedunia ini maka aku yang harus memberi namanya?" tawar rayhan.


"baiklah aku setuju. jadi mulai sekarang pangil keponakanku dengan sebutal lea" alex tersenyum senang.


mereka langsung setuju dengan alex. brayen terus saja menyiumi wajah adik kecilnya yang berada di gendongan neneknya maya.


"tapi kalian kapan menyusul alex?" ucap anissa ke zidan dan sarah.


"kalau tidak ada halangan bulan depan" ucap zidan semangat.

__ADS_1


"jangan lama lama nanti keburu keponakanku besar kamu akan susah untuk menikah" ucap alex mengingat tingkah anissa selama mengandung keponakannya lea.


"tidak. kami akan menikah bulan depan. setuju kan paman?" ucap zidan takut dengan perkataan alex.


"terserah kamu zi. paman akan selalu setuju dengan pilihan kalian" ucap bram memberi lampu hijau.


"allhamdullillah. kamu kapan li?" ucap sarah merasa lega.


"kalau aku nunggu pangeran jatuh dari lagit" ucap lia terkekeh.


robert dan maya hanya tersenyum mendengar ucapan putrinya. memang usia lia masih muda maka dia lebih memilih untuk menghabiskan waktu mudanya terlebih dahulu.


"assalamwallaikum" ucap leon datang bersama anggel di gendongannya.


"wallaikum salla. hei anggel kamu sudah besar?" ucap anissa melihat anggel yang kini sudah berumur 6 bln.


"ia nis. putriku sudah 6 bln. bagaimana anak kalian?" leon tersenyum.


"allhamdullillah putri kami terlahir sehat" rayhan.


"sayang lihat adikmu anggel" ucap anissa melihat putranya tak memperdulikan adik tirinya.


"maaf ma adikku cuman baby lea tidak ada yang lain" ucap brayen tegas.


mendengar ucapan brayen anissa merasa tidak enak ke pada suami dan kedua mertuanya.


"sudah nis biar saja. beri brayen waktu untuk menerima keadaan ini. pasti suatu saat nanti dia juga bisa menerima kehadiran anggel." ucap leon memberi pengertian ke anissa.


robert dan maya juga mengangukkan kepalanya pelan menandakan dia setuju dengan perkataan leon.


melihat itu anissa hanya bisa menarik naoasnya pelan mencoba mengerti dengan sikap putranya. sama seperti dirinya yang tak terima ada orang yang menyakiti ibunya.


brayen putranya juga tak terima jika ada yang menyakitinya walaupun itu ayah kandungnya sendiri.


melihat sikap sang istri rayhan langsung saja menghiburnya agar tidak terlalu memikirkan sikap brayen ke anggel.


karna sama seperti brayen, rayhan juga belum bisa memaafkan leon dan luna karna pernah menyakiti wanita yang paling berharga di dalam hidupnya.


tamat....


*apa kabar para raeder setiaku? author harap kalian baik baik saja😍. author ucapkan banyak terimakasi karna atas dukungan kalian🥰🥰.


author ingin melanjutkan kisah ini ke kisah brayen. author harap kalian terus mendukung authornya agar author terus semangat updetenya.

__ADS_1


sekian salam author😊😊 sekali lagi author ucapkan banyak terimakasi🥰😘😘😘*


__ADS_2