Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 28


__ADS_3

karna tidak bisa tidur, anissa memilih untuk duduk bersantai di depan teras menatap indahnya cahaya rembulan ditemani secangkir teh di tangannya. permintaan maya tadi siang selalu tergiang giang ditelinganya.


karna merasa haus, robert pergi ke dapur untuk mengambil air mineral. namun setelah dari dapur dia melihat pintu yang terbuka. karna penasaran robert pun memeriksanya. alahkah terkejutnya dia melihat anissa yang duduk di teras sendirian.


"nak, kamu ngapain sendiri di sini malam2 begini?" ucap robert mendekati anissa lalu duduk di saping anissa.


"gak papa kok pa, nissa gak bisa tidur aja" ucap anissa menoleh ke robert.


"kamu mikirin apa sampai gak bisa tidur?" robert. anissa hanya diam tak menjawab.


"kalau ada masalah cerita sama papa, bagaimanapun kamu sekarang sudah jadi putri papa nak" ucap robert menatap anissa. anissa hanya diam menunduk.


"apa karna leon datang kemari?" ucap robert menebak.


"tidak kok pa, bagaimanapun bang leon itu anak papa sama mama jadi wajar aja dia kesini pa" ucap anissa menyakinkan robert.


"trus apa nak? apa karna nak rayhan?" ucap robert menebak lagi. anissa pun hanya bisa diam menunduk. melihat sikap anissa robert sudah tau apa penyebab anissa tidak bisa tidur.


"cerita sama papa nak, papa akan jadi pendengar yang baik untukmu. ingat sekali lagi jika kau sudah jadi putri papa jadi papa harap kau juga menggangap papa seperti papamu sendiri nak" ucap robert menyakinkan anissa.


"ia pa, anissa terus kepikiran akan permintaan tante maya mamanya rayhan tadi siang pa" anissa.


"memang apa permintaan mamanya nak rayhan hingga membuat putri papa ini terus kepikiran sampai2 gak bisa tidur seperti ini?" robert.


"tante maya meminta anissa untuk menikah dengan rayhan pa" ucap anissa ragu2


"trus apa kamu menerimanya?" ucap robert tersenyum bahagia. melihat sikap robert anissa hanya bisa menatapnya penuh tanya. anissa takut robert akan marah jika dia memiliki hubungan dengan lelaki lain.


"jangan sia2kan orang yang mencintaimu dengan tulus nak atau kau akan menyesal nantinya. karna tidak akan ada lagi orang yang mencintaimu seperi caranya mencintaimu." ucap robert menasehati anissa. anissa pun hanya mampu diam menatap robert.


"apapun keputusanmu papa dan mama akan selalu mendukungmu nak. karna kau dan brayen juga berhak untuk bahagia. jadi pikirkanlah baik2 apa yang papa ucapkan tadi. jangan sampai kau menyesal di kemudian hari." ucap robert mengelus kepala anissa. lalu pergi meninggalkan anissa untuk berpikir sendiri.


setelah kepergian robert anissa pun termenung memikirkan ucapan robert tadi. setelah mengantuk dan menggingat besok harus kerja anissa pun kembali ke kamarnya untuk tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


karna lia lembur anissa menunggu taksi online yang sudah dia pesan. namun saat keluar dari kantor rayhan yang melihat anissa sendirian tanpa berpikir panjamg rayhan langsung mengampirinya.


"mau pulang nis?" rayhan.


"ia, tapi taksinya blum datang2" anissa.


"ya udah bareng aja kan searah" rayhan.


"tapi saya mau ketemu temen dulu di kafe" anissa.


"ya udah gpp biar saya antar" rayhan


"tapi" belum selesai bicara mobil rayhan yang di kemudikan zidan sudah datang.


rayhan langsung membuka pintu untuk anissa, tak punya pilihan anissa pun hanya menurut. setelah melihat rayhan duduk bersampingan dengan anissa zidan pun hanya bisa tersenyum sambil mengemudikan mobil.


setelah sampai di kafe yang di tunjuk anissa rayhan dengan sigap langsung membukakan pintu untuk anissa. setelah mengucapkan terimakasi anissa pun langsung berlari kecil masuk kedalam kafe.


penasaran siapa yang di temui anissa rayhan pun mengikuti anissa secara diam2 dari belakang. zidan yang melihat kelakuan tuan mudanya itu hanya bisa geleng2 kepala. betapa rayhan sangat mencintai anissa sampai rela jadi seorang pengguntit.


setelah melihat anissa bertemu dengan teman perempuannya rayhan pun merasa lega dan kembali ke mobil.


"saya heran sama tuan anissakan sudah cerai sama suaminya. jadi kenapa tuan tidak ungkapkan saja perasaan tuan kepadanya?" ucap zidan kepo.


"gue takut dia tidak membalas cintaku zi, lalu dia akan menjauh dariku" ucap rayhan sambil menatap ke luar jendela mobil.


zidan hanya bisa diam melihat tuan mudanya itu. jujur saja dia sangat kasihan kepada tuan mudanya itu. dulu rayhan dengan gampanya pindah dari satu wanita ke wanita lain. namun ketika sudah bertemu wanita yang ia cintai untuk menggungkapkanya saja dia tidak berani.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kafe. melihat anissa datang tika langsung menghampiri dan memeluk sahabatnya itu. karna sama2 sibuk mereka tidak ada lagi bertemu setelah anissa keluar dari rumah sakit.


"lho kenapa seperti banyak pikiran?" ucap tika melihat wajah sahabatnya itu lesu.


"ia nih tik, gue lagi binggung banget" ucap anissa sampil memijat kepalanya.

__ADS_1


"lho lagi ada masalah ya? coba cerita sama gue" ucap tika menatap sahabatnya itu.


anissa pun menceritakan semua yang ada di pikirannya dari permintaan maya hingga perkataan robert tadi malam.


"ooo, seperti itu ceritanya" tika.


"ia tik gue binggung banget sekarang" anissa.


"kalau gue lihat dari cara tuan rayhan menatap dan memperlakukan lho sepertinya dia tulus menyayangi lho. lho juga suka kan sama rayhan?" ucap tika menggoda anissa. anissa hanya bisa tersenyum hingga membuat tika tau perasaan anissa ke rayhan.


"kalau menurut gue lebih baik lho terima aja permintaan tante maya. karna jarang lho dapet laki2 seperti tuan rayhan yang menyayangi lho dan brayen dengan tulus" tika menasehati.


" gue tau tik. tapi masalahnya rayhan sendiri tak pernah ungkapin perasaan ya ke gue. masak gue dulu yang nyataiin cinta ke dia. gue kan malu" ucap anissa cemberut.


karna keasikan cerita anissa dan tika tidak sadar jika sedari tadi alex menguping pembicaraan mereka.


"kakak tenang aja. aku pasti bantu kakak" ucap alex tiba2 datang.


"dokter alex" ucap anissa dan tika serentak. membuat alex terkejut memegang dadanya.


"iiiss.kompang banget jadi sahabat" ucap alex lalu duduk di samping anissa.


anissa hanya menunduk menyembuyikan muka tomatnya karna kepergok oleh alex sedang mengosipkan kakaknya rayhan.


" kakak gak usah malu sama aku. justru aku senang banget karna kakak bisa membalas cinta kak rayhan." alex.


"*jadi rencana dokter apa?" tika.


"pokoknya kalian tenang aja, serahin semua samaku. aku akan urus semuanya kalian akan terima beres*." ucap alex tersenyum ke anissa. anissa hanya diam tak berkutik.


"kalian sudah pesan makanan ya?" alex.


"ia tapi belum datang juga dari tadi" tika.


alex pun memangil pelayan untuk memesan makanan untuknya. tak lama menunggu pesanan mereka pun datang. setelah pelayan menyajikan makanan mereka. mereka pun langsung menyantap makanan mereka masing2.

__ADS_1


setelah selesai makan mereka pun memilih untuk pulang. karna anissa dan tika tidak punya mobil maka alex menawarkan diri untuk mengantar mereka. karna hari semakin larut dan hujan pun sepertinya mau turun anissa dan tika menerima tawaran alex


bersambung....


__ADS_2