Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 26


__ADS_3

di kantor rayhan anissa yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba2 di hampiri seorang wanita paru baya. walaupun umurnya sudah hampir 50 tahun tapi wanita itu masih terlihat sangat cantik dengan penampilanya yang begitu anggun dan elegan.


"assalamwallaikum nyonya, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap anissa dengan ramahnya.


"apa anak saya rayhan ada di ruanganya?" ucap maya menatap anissa.


"maaf nyonya tuan rayhan lagi ada miting penting, anda bisa menunggunya di ruang tunggu. mari saya antar nyonya" ucap anissa sambil mempersilangkan maya jalan duluan.


anissa dan maya berjalan secara beriringan. setelah sampai di ruang tunggu anissa mempersilahkan maya untuk duduk.


"maaf nyonya anda mau minum apa?" anissa. maya pun hanya menatap anissa dari atas sampai bawah. melihat itu anissa pun merasa gugup lalu menatap penampilanya sendiri.


"kamu anissa kan?" ucap maya menatap anissa.


"ia nyonya saya anissa" anissa gugup.


"cantik kamu sungguh cantik" ucap maya mendekati anissa.anissa pun hanya tersenyum.


"apa boleh kita bicara sebentar?" maya.


"bisa nyonya" anissa.


"kalau begitu ayo duduk. kamu gak usah pangil saya dengan sebutan nyonya. panggil saja saya tante maya" maya. anissa pun duduk di samping maya dengan canggung.


"ba..baik tante" anissa gugup.


" kamu itu sangat cantik dan saya lihat kamu itu wanita baik2. bodoh sekali suamimu dulu menyiayiakan berlian yang sangat indah sepertimu" ucap maya menatap anissa.


"mungkin itu sudah jalan takdir saya tante. saya percaya allah akan memberikan cobaan semampu hambanya" anissa tersenyum.


" apa tante bisa meminta sesuatu darimu?" maya.


"meminta apa tante?" ucap anissa menatap maya.


"apa kamu mau menikah dengan anak tante rayhan?" ucap maya menatap anissa penuh permohonan.

__ADS_1


anissa yang terkejut akan permintaan maya menatap mata maya tak percaya hingga kedua netra mata mereka bertemu.


"tante tau bagaimana masalalumu. suami tante dan anak tante alex sudah menceritakannya sama tante. itu makanya tante mau melihat sendiri bagaimana sosok wanita yang sudah mengisi hati anak tante rayhan. bukan hanya rayhan yang sudah kamu curi hatinya tapi hati tante juga. tante langsung menyukaimu untuk menjadi menantu tante sejak pertama kali melihatmu" jelas maya panjang lebar. anissa pun hanya bisa diam menunduk.


"kamu boleh memikirkan permintaan tante dengan baik2 nak. tapi tante harap kamu bisa memberi kejelasan yang pasti untuk anak tante." ucap maya menatap netra mata anissa.


"mama sudah lama datang?" ucap rayhan tiba2 datang langsung memeluk maya dan duduk di samping maya.


"ia nak, tapi mama ditemani oleh calon mantu mama kok" ucap maya menggoda rayhan. melihat tingkah mamanya rahyan pun mengaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik anissa.


"bagaimana mitingnya sukses" ucap maya tersenyum mengalihkan pembicaraan karna melihat anissa dan rayhan malu2 kucing.


"sukses kok ma, ini semua kan berkat doa mama" rayhan.


" kalau begitu ayo temani mama jalan2, anissa ikutnya sama tante" maya.


"tapi.." belum selesai berbicara maya langsung saja menarik tanggan anissa.


tak bisa berbuat apa2 anissa pun hanya bisa mengikuti kemauan mama dari bosnya itu. melihat mereka bertiga berjalan beriringan dan terlihat maya mengandeng tangan anissa membuat para karyawan di sana pada kepo.


"jangan2 yang di bilang leni haritu benar jika anissa bermain di belakang suaminya bersama pak rayhan?"


"nampaknya aja alim tapi*..?"


ricuh para karyawan di sana pun terhenti karna melihat zidan berdiri menatap mereka dengan tajam. hingga membuat para karyawan disana diam tak berkutik.


"saya jelaskan kepada kalian semua, jika nona anissa dan tuan muda rayhan tidak seperti yang kalian bayangkan.nona anissa bercerai dari suaminya bukan karna dia ada hubungan dengan tuan muda rayhan tapi karna suami anissa telah menikah dengan wanita lain hingga wanita itu hamil anak dari suami nona anissa. jadi mulai sekarang jangan ada lagi saya dengar kalian menjelek jelekkan nona anissa atau kalian akan tau akibatnya" tegas zidan penuh penekanan di setiap kata2nya para karyawan pun hanya menunduk mengerti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kantin kator sarah dan lia makan bersama dengan jenuh karna anissa tidak ada bersama mereka.


"li.. apa gosip tentang pak rayhan dan anissa itu benar?" ucap sarah kepo.


lia pun menarik nafas panjang lalu menceritakan semua yang sudah menimpa anissa. dari leon yang dulunya serba kekurangan hingga sampai menjadi leon yang sekarang. tak lupa juga lia menceritakan perselingkuhan leon hingga membuat anissa dan leon berpisah dan akhirnya anissa bertemu dengan rayhan.

__ADS_1


"ooo... jadi seperti itu ceritanya. aku gak menyangka jika leon bisa setega itu sama anissa" ucap sarah sedih mendengar penderitaan anissa.


"*sama sarah aku pun tidak menyangka jika kak leon bisa gelakuin itu sama kak anissa." lia.


"tapi aku salut samamu dan kedua orangtuamu yang begitu menyayangi anissa walaupun dia bukan menantu di rumah kalian lagi*" sarah. lia pun hanya tersenyum tak menjawab.


" tapi jika aku perhatikan dari cara pak rayhan melihat dan memperlakukan anissa sepertinya dia menyukai anissa li. apa lho berpikir sama kayak gue?" tanya sarah.


" ia gue juga perhatikan sepertinya pak rayhan sudah tergila gila sama kak anissa. sampai2 pak rayhan sangat menyayangi brayen" ucap lia sambil mengaduk aduk minumanya mengunakan sedotan.


"tapi lho setujukan jika anissa bersama pak rayhan. kalau gue setuju banget yang satu cantik dan satu lagi tampan berwibawa" ucap sarah membayangkan wajah tampan bos besarnya.


"*gue gak tau sarah, lho tau sendirikan kayak mana pak rayhan. tapi jika kak anissa mau sama pak rayhan gue setuju aja kak anissa juga perlu bahagia" lia.


"setuju. ya udah ayo kerja lagi jam istirahat sudah habis ni*" ucap sarah menarik tanggan lia


sarah dan lia pun kembali ke pekejaan mereka masing2.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di bengkel leon luna terus saja menempel bagaikan prangko ke leon. luna terus saja bersandar manja di samping leon.


"sayang kita jadi kan mengadakan syukuran 4 bulanan kehamilan aku?" luna dengan manjanya.


"ia sayang, tentu saja" ucap leon lalu mengelus perut anissa yang mulai membuncit.


"tapi, kamu mengundang kedua orang tuamu kan?" ucap luna menatap lekat leon. leon hanya diam berfikir.


"kan gak mungkin jika syukuran nanti orang tuamu gak ada di situ, apa nanti yang harus ku bilang sama tamu undangan kita sayang" ucap luna sedih.


"ya udah nanti aku coba bicara sama mama papa ya. tapi kamu jangan cemberut gitu dong" ucap leon mencium wajah luna.


"aku ikut ya sayang" ucap luna penuh harap. leon pun hanya tersenyum mengangguk.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2