
dikediaman robert semua orang dikejut kan oleh kedatangan leon dengan seorang wanita. leon duduk di sofa bersampingan dengan luna. sedangkan di depannya duduk robert, juli dan juga lia yang duduk bersampingan. keadaan di ruamah itu pun sangat menegangkan bagai sidang dimana leon adalah terdakwanya sedangkan robert adalah hakimnya.
"mau apa kau kemari membawa wanita ini?" ucap robert membuka suara.
luna yang ketakutan pun terus menempel dan menggengam tangan leon ketakutan.
"pa, ma, leon kemari mau mengatakan jika leon dan juga luna sudah menikah sirih satu tahun lalu sekarang luna sedang hamil anak leon pa" ucap leon menunduk.
"apa? jadi selama ini kau menduakan menantu kesayangan ku?" bentang robert.
mendengar ucapan leon juli dan lia pun hanya menatap leon dan luna penuh amarah.
"maafkan leon pa, leon hilaf, sekarang leon mohon agar kalian mau menerima luna sebagai menantu di keluarga ini" ucap leon memberanikan menatap robert.
"jadi menantu kau bilang terus bagaimana dengan anissa?" ucap robert menatap tajam luna.
"anissa akan tetap menjadi istri ku pa aku tak akan pernah menceraikanya" leon
"jadi kau ingin mempunyai dua istri? apa kau yakin bisa adil dengan menantuku anissa? tapi melihat sikapmu selama ini ke anissa aku tidak yakin" robert.
"leon janji akan berubah pa, leon akan mengatur waktu untuk kedua istri ku ,jadi leon harap kalian bisa menerima luna sebagai bagian dari keluarga ini" ucap leon menatap robert, juli dan juga lia bergantian.
"jadi anissa mana kenapa kau tidak membawanya ke sini?" robert.
"anissa ada di rumah sakit pa" leon.
"apa? menantuku berada di rumah sakit kenapa kau tidak bilang sama kami? dan kau malah asik asikan sama wanita laknat ini" bentak juli penuh amarah.
"maaf ma leon pun baru tau tadi siang pas mau cek kandungan luna" leon menunduk.
__ADS_1
" apa itu yang kau bilang adil? istrimu sedang berada di rumah sakit tapi kau lebih mementingkan wanita ini tanpa memperdulikan menantu kesayanganku" bentak robert penuh amarah dan berdiri menatap leon.
"maaf kan aku, aku tidak bisa menerima wanita ini jadi menantuku, jika kau tidak terima dengan keputusan ku kau bisa untuk tidak menggangapku sebagai papa mu lagi" tegas robert.
"tapi pa" belum selesai bicara robrt pun mengangkat tanggannya menyuruh leon untuk tidak bicara lagi.
"ayo ma kita melihat anak kita di rumah sakit" ucap robrt meninggal kan leon dan juga luna di sana.
juli dan lia pun menggikuti robert sambil menatap tajam ke arah luna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di kantor rayhan. rayhan yang sedang duduk di bangku kuasanya sedang sibuk membaca berkas yang di berikan zidan kepadanya.
"ini semua tendang jati diri nona anissa tuan. pas masih di bangku sma dia bertengkar hebat dengan ayahnya sehingga dia di usir dari rumah. akhirnya dia tinggal bersama bibik nya dan bekerja memnantu kakaknya di warung kopi pasar kota. sejak itu dia bertemu dengan tuan leon sehingga mereka menikah. leon dulunya hanya supir angkot tapi setelah menikah dengan anissa dia dipercaya tuan dion untuk mengelola bengkelnya sehingga dia bisa seperti sekarang ini tuan" jelas zidan panjang lebar menjelaskan berkas yang sedang di baca rayhan.
"sunguh malang hidupnya. aku janji akan membuat penderitaannya segera berakhir." ucap rayhan sambil menyenderkan tubuhnya lalu membayangkan wajah anissa.
"aku tidak akan melakukan itu tanpa persetujuan dari anissa". ucap rayhan lalu meninggalkan ruanganya dengan di ikuti zidan di belakangnya.
sesampaiya di mobil zidan langsung membukakan pintu untuk tuan mudanya. setelah rayhan masuk zidan pun menutup pintunya lalu berjalan memasuk kursi mengemudi.
"tuan tujuan kita ke mana ke mension atau ke rumah sakit?" ucap zidan menatap kaca sepion.
"antar saya ke rumah sakit, lalu ambil baju ganti saya dj menshion" rayhan.
tanpa banyak tanya lagi zidan pun langsung menginjak gas kemudi menuju rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit rayhan pun di kejutkan dengan sosok pria tua yang menunggunya di pintu utama rumah sakit.
__ADS_1
" papa? papa gapain berdiri disini menunggu rayhan? nanti asam uratnya kambuh lho jika berdiri lama2" ucap rayhan menggoda bram.
"jangan bayak cerita kamu. sekarang ikut aku ke ruanganku." ucap bram dinggin.
tanpa banyak pertanyaan rayhan pun mengikuti bram kr ruangannya dengam zidan yang setia menemani tuan mudanya itu sambil mengusap usap bulu kuduknya.sesampainya di ruangan bram langsung duduk di kursi kuasanya dengan menatap rayhan dengan tajam.
"siapa wanita yang berada di ruangan VVIP no 03?" bram
"papa pasti tau dari cara rayha memperhatikannya tentu saja dia adalah calon mantu tertua papa" ucap rayhan dengan santainya lalu duduk di sofa sambil menyilangkan satu kakinya.
"perempuan mana lagi yang akan kau permainkan rayhan. ingat usiamu sudah waktunya untuk berumah tangga sedangkan papa dan mamamu sudah tua kami juga ingin menimang cucu" bram
"rayhan serius pa" rayhan
"serius kamu bilang bagaimana wanita itu bisa jadi calon mantu papa jika dia masih punya suami. papa gak mau jika kamu jadi seorang perusak rumah tangga orang rayhan" bentak bram mendekati rayhan
"ia pa rayhan tau jika anissa masih punya suami tapi bukan rayhan yang merusak rumah tangga mereka. suami anissa sendiri lah yang membuat rumah tangga mereka rusak pa dia menyakiti anissa dia juga menghancurkan hati anissa pa." ucap rayhan menyakinkan bram.
bram hanya bisa diam mendengarkan ucapan rayhan karna dia tau jika anaknya itu sangat keras kepala dan jika dia menginginkan sesuatu maka dia akan berusaha untuk mendapatkannya dan tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
"rayhan hanya mempersatukan puing2 hati anissa yang telah di hancurkan leon. rayhan akan berusaha agar hati anissa bisa kembali seperti semula dengan bungga2 yang bermekaran di dalamnya. pa rayhan sangat mencintai anissa pa jadi rayhan mohon dukung rayhan" ucap rayhan penuh permohonan menatap bola mata bram.
"tapi dia sudah mempunyai anak di dalam pernikahannya" ucap bram lirih melihat cinta yang sangat dalam di mata rayhan.
"rayhan akan menerima brayen sebagai anak kandung rayhan sendiri pa rayhan tidak akan pernah membeda bedakannya dengan anak kandung rayhan sendiri pa. rayhan mencintai anissa pa maka rayhan juga akan mencintai apa yang anissa miliki termasuk brayen." ucap rayhan lalu pergi meninggalkan ruangan bram.
bram hanya menatap nanar punggung rayhan. dia tak pernah melihat cinta yang begitu dalam di mata rayhan. walaupun rayhan sering berkencang buta dan suka bergonta ganti pasangangan tapi dia tak pernah memperkenalkan satu wanita pun kepada ke dua orangtuanya.
lain halnya denggan anissa rayhan berani terang terangan mengatakannya kepada bram jika rayhan mencintai anissa tanpa memperdulikan setatus anissa yang masih istri orang.
__ADS_1
bersambung...