
alex datang ke ruangan anissa untuk memeriksa keadaanya. ketika membuka pintu dia melihat anissa dan tika sedang asik bercanda gurau sedangkan brayen sibuk memakan cemilan yang di sediakan rayhan.
"assalamwallaikum kakak ipar" alex tersenyum
"walaikum sallam" ucap tika dan anissa serentak.
"aku periksa dulu ya kak" alex. anissa hanya menggangguk.
"sepertinya kakak sudah mendingan. kalau seperti ini terus besok kakak sudah bisa pulang." jelas alex.
"terimakasi ya" anissa.
"sama2 kak. tapi bagaimana kakak suka kan kejutan haritu?" ucap alex menggoda anissa.
"ia sih kakak suka. tapi kakak masih binggung sampai sekarang kenapa sebelum pesta itu sepertinya rayhan marah sama kakak" anissa binggung.
"ha..ha..ha.. maafin kelakuan jahil kakakku yang satu itu ya kak" ucap alex tertawa mengginggat kelakuan rayhan yang mengerjai anissa.
"maksudnya?" ucap anissa dan tika serentak.
"waktu kita pulang makan malam haritu aku langsung ke mension kak rayhan dan memberitaunya semuanya. saat tau jika kakak juga menyimpan perasaan untuk kak rayhan sebenarnya kak rayhan ingin langsung bicara sama kakak. namun kak zidan melarangnya dan memberi ide untuk mengetes seberapa besar cinta kakak untuk kak rayhan. tapi kami tidak tau jika kak rayhan mengerjai kakak seperti itu. tapi, karna tidak sanggup melihat kakak sedih dan kak rayhan juga tidak lagi sanggup memendam perasaannya lama2 jadi kak rayhan memutuskan untuk mempercepat pesta ulang tahun kantornya agar bisa mengungkapkan perasaanya ke kakak" jelas alex panjang lebar.
"oh. seperti itu. berarti rayhan tidak marah sama sekali samaku.tapi, dia hanya ingin mengerjai aku saja" anissa. alex menggangguk sambil tersenyum.
"assalamwallaikum menantu mama" ucap maya tiba2 datang bersama bram.
"wallaikum sallam tante" anissa tersenyum.
"jangan lagi panggil tante dong. panggil mama" tegas maya.
"i..ia ma" anissa gugup.
"gitu dong" maya tersenyum.
"hallo jagoan kakek. makan apa tu" ucap bram mendekati brayen yang lagi di suapi tika.
"makan bubur kek" ucap brayen binggung. melihat brayen yang begitu lucu bram yang gemaspun mengelus rambut brayen.
"maaf kakek siapa ya? brayen gak pernah liat" brayen.
__ADS_1
"kakek adalah papanya papa rayhan" bram. brayen hanya menggangguk mengerti.
mereka saling berbincang satu sama lain. tak tau menggapa anissa langsung merasa nyaman berada di tenggah2 keluarga itu. sedangkan brayen langsung dekat dengan maya dan bram. terlihat begitu jelas jika maya dan bram begitu menyayangi brayen. sama seperti alex dan rayhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tak terasa hari berlalu hingga akhirnya anissa diperbolehkan untuk pulang.juli dan robert membawa anissa kembali ke kediamannya. sesampainya di rumah anissa langsung saja tidur denggan lelapnya.
pada pagi hari anissa yang bosan di kamar terus2an memilih untuk keluar. dia melihat robert dan juli sedang menonton tv bersama.
"nissa, mau ke mana?" ucap juli menatap anissa.
"gak kemana mana kok ma" anissa langsung duduk bergabung bersama merekan.
"nis, apa boleh papa tanya sesuatu?" ucap robert serius.
"ia pa" anissa.
"apa keluargamu tau hubunganmu dengan leon sudah berakhir?" robert menatap anissa.
"belum pa" anissa menunduk sedih.
memang semenjak di usir dari rumah anissa tidak berhubungan lagi dengan kedua orang tuanya. hanya di waktu pernikahannya ibu dan ayah nya bertemu dengan anissa untuk terakhir kalinya itu pun karna bibiknya memberitau tantang keadaan anissa.
semenjak itulah anissa sama sekali tidak lagi mengabari kepada ayah dan ibunya tentang apa yang terjadi padanya. dia memendam segala penderitaanya sendirian. dia mencoba kuat untuk menghadapi cobaan yang bertubi tubi..
bibiknya sudah meninggal setelah benerapa bulan pernikahanya dengan leon. sedangkan kak ranti sudah pindah ke luar kota. anissa juga tidak ada komonikasi sama sekali dengannya
"apa kau tidak mau memberi tau tentang pernikahanmu dengan rayhan nantinya?" robert menatap anissa sedih.
mendengar perkataan robert anissa hanya bisa menunduk. tak terasa air matanya mengalir begitu deras. melihat keadaan anissa juli langsung memeluk dan menenangkan anissa.
"sudah pa gak usah bahas masalah itu dulu" ucap juli sambil menenangkan anissa.
robert hanya diam membisu menatap anissa dengan mata berkaca kaca. dia tidak menyangka keadaan anissa begitu miris. setelah diusir dan tidak di anggap lagi oleh ayah kandungnya sendiri sekarang malah suaminya leon menghianatinya sebegitu dalamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kediaman bram.
__ADS_1
bram sengaja mengundang alex dan rayhan ke rumahnya. walaupun belum menikah alex dan rayhan lebih memilih tinggal seorang diri. rayhan tnggal di mension yang dia banggun dengan keringatnya sendiri. sedangkan alex lebih memilih tinggal di apartemant yang dia beli sendiri.
kedua putranya itu memang sanggat mandiri. maka bram hanya tingal berdua denggan maya di mensionnya yang begitu luas. itulah sebabnya dia sering kali menyuruh rayhan untuk menikah.
tapi rayhan terus saja menolak walaupun dia sering mengatur jadwal kencang buta untuk rayhan dengan wanita2 cantik yang ia pilihkan.
tapi dia tidak menyangka jika rayhan akhirnya jatuh cinta dengan anissa. walaupun bram tau jika anissa hanya seorang janda dan mempunyai anak satu. tapi, bram tidak melarang hubungan mereka.
karna bram yakin dengan pilihan rayhan adalah yang terbaik.
"bagaimana hubunganmu denggan anissa" ucap robert membuka suara.
"baik pa" rayhan.
"apa kau sudah memikirkan tentang pernikahan kalian?" bram.
"belum pa. rayhan juga belum membicarakan soal pernikahan bersama anissa" rayhan.
"kalau begitu kamu atur waktu kita untuk melakukan makan malam bersama keluarga anissa" bram.
"baik pa, tapi.." ucap rayhan menjeda perkataannya.
"tapi apa?" bram.
"tapi anissa sekarang hidup bersama mantan mertuanya pa, untuk keluarga anisa." rayhan binggung menjelaskanya ke bram.
"kamu tidak usah bingung seperti itu, papa sudah tau semuanya" ucap bram santai.
"papa tau dari mana?" rayhan. bram hanya tersenyum sambil melirik zidan.
zidan hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. zidan memang sangat dekat dengan keluarga rayhan. juga sudah di anggap seperti anak sendiri oleh bram
karna semenjak ayah dan ibu zidan meninggal sejak umurnya masih sembilan tahun dia sudah di rawat oleh keluarga adhijaya. ayahnya zidan adalah sahabat bram sedari kecil.
maka dari itu setelah ayah dan ibu zidan meninggal bram membwanya ke rumahnya. bram bahkan membesarkan zidan bersama kedua anaknya yaitu rayhan dan alex.
bram sama sekali tidak membeda bedakan mereka bertiga. bahkan zidan juga di sekolahkan di tempat rayhan dan alex sekolah.
hingga akhirnya rayhan tamat kuliah karna umur mereka beda satu tahun makanya rayhan selesai kuliah terlebih dahulu.setelah tamat kuliah rayhan memilih untuk membangun perusahaannya dari nol .
__ADS_1
setelah zidan tamat kuliah dia lebih memilih untuk membantu rayhan mengembangkan perusahaanya. hingga akhirnya menjadi perusahaan terbesar di kota.
bersambung...