Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 48


__ADS_3

warning... mohon di baca setelah buka puasa ya. karna episode ini menceritakan tentang malam pertama rayhan dan anissa😁😁.


sedangkan brayen asik bermain dengan anak para tamu undangan. dia asik memakan semua jenis kue di sana bersama teman barunya.


sedangkan alex dan zidan sibuk melayani semua tamu hingga sesekali melirik kearah rayhan ilfil. sedangkan para jomblo cantik lia, sarah dan tika sibuk melirik setiap tamu undangan yang datang.


"eh li, kapannya kita bisa seperti anissa" ucap sarah cemberut.


"gak tau sarah. kalau gue mah elos aja orang umur gue masih muda jadi belum mikir untuk nikah" ucap lia cuek tanpa memperdulikan kedua sahabatnya itu.


"iss... mentang2 lho yang paling kecil di antara kita. lho gak mikirin perasan kita para jomblo tua ini" ucab tika memajunkan bibirnya.


"ia bener tik, mentang2 yang paling bontot" ucap sarah mengejek.


"kalian ini apaan sih, orang gue masih mau menikmati masa muda gue" ucap lia tak peduli.


melihat reaksi lia. tika dan sarah kembali ke sosok kedua joker yang sedang berbicara dengan tamu.


"sarah kalau dilihat2 dokter alex itu keren juga ya, gak kalah sama suami anissa" ucap tika menatap alex penuh kekaguman.


"lho benar tik, sekertaris pak rayhan itu juga sangat tampan" ucap sarah tak mau kalah.


sudah waktunya untuk pelemparan bungga pengantin. anissa dan rayhan sudah menentukan tempat yang mereka rasa tepat untuk melempar bungga.


melihat itu ketiga jocan tika, lia dan sarah langsung ikut berdiri mengambil posisi. tak mau kalah ketiga joker dion, alex dan zidan juga ikut dalam kerumunan para jomblo2 itu.


"sudah siap???" teriak anissa.


"sudahh..." ucap para jomblo serentak.


*ayo kita hitung bersama sama


satu...dua.. ti....ga*...


anissa langsung membelakangi dan melempar bungga pengantin itu ke semua para jomblo. namun


gedebughh....


semua orang melihat tika berada dibawah dion dengan bungga pengantin di tangan kedua jomblo tersebut.


degh....


jantung mereka berdegup kencang. kedua netra mereka saling bertemu. wajah mereka begitu dekat hingga hembusan napas masing2 bisa menembus kulit mereka.


"aw.. kak badan kakak berat" ucap tika seketika karna melihat dion masih betah berada di atas badannya.

__ADS_1


"ohh.. ia maaf" ucap dion berdiri sambil membatu tika berdiri.


"ini bungganya untuk kamu saja" ucap dion menyerahkan bungga pengantin yang ia dapat ke tika lalu pergi dari kerumunan itu.


"ciee... bukan hanya dapat bungga tapi juga dapat jodoh sekaligus" ucap lia dan sarah menggoda tika.


tika yang begitu malu kembali ke meja mereka menyembunyikan wajah tomatnya.


"sayang aku rasa sebentar lagi bakalan ada yang nyusul kita" ucap rayhan tersenyum genit ke anissa.


"hehehe...kamu bener sayang" ucap anissa melihat tika dan dion yang masih malu2.


tak terasa acara pernikahan telah usai. rayhan lalu membawa anissa ke kamar yang telah mereka pesan di hotel aula pernikahan mereka.


sedangkan yanti membawa brayen tidur bersamanya supaya tidak menganggu malam pertama anissa dan rayhan.


sesampainya di kamar anissa duduk di tepi ranjang gugup. melihat sikap anissa rayhan tersenyum lalu mendekati istrinya itu.


"sayang kamu kenapa hanya diam?" ucap rayhan tersenyum.


"sayang aku mau mandi, tapi" ucap anissa gugup.


"kenapa?" rayhan.


"a..aku susah membuka baju ini sendiri.apa lagi hiasan ini" ucap anissa gugup.


dengan begitu hati2 rayhan mencabut satu persatu jarum pentul yang ada di hijab anisaa supaya tidak belukai istrinya


rayhan berlahan melepas hijab yang melingkar di kepala anissa. hingga dia melihat rambut panjang terurai dengan indahnya.


dia tersenyum tipis mengelus wajah istrinya lalu menarik dagu anissa agar dia bisa melihat wajah cantik istrinya


hingga kedua wajah mereka bertemu begitu dekat deru napas yang memburu menyentuh kulit anissa.


"sayang mandi dulu" ucap anissa mengalihkan pembicaraan melihat suaminya itu sudah ingin menerkamnya hidup2.


mendengar ucapan istri tercintanya itu rayhan hanya mampu menelan salivanya lalu membuka retseleting gaun anissa.


setelah membuka retseleting gaun anissa rayhan melihat dengan jelas punggung putih mulus istrinya.


dia kembali menelan salivanya kasar mencoba menahan asratnya. karna dia tau istrinya pasti gerah karna memakai gaun itu seharian.


"sayang aku mandi dulu" ucap anissa pergi meninggalkan rayhan.


dia mengambil baju ligrie tembus pandang berwarna pink yang telah ia sediakan untuk malam pertamanya lalu membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


"sayang bisa membuka gaunnya sendiri?" teriak rayhan takut istrinya itu kesusahan membuka gaun pengantinnya.


"aku bisa sendiri sayang" teriak anisaa dari kamar mandi.


mendengar ucapan anissa rayhan kembali duduk bersadar di atas ranjang mereka. dia membuka hpnya dan memainkannya sambil menunggu istrinya selesai mandi.


anissa yang sedang berendam di kamar mandi untuk menghilangkan penatnya. dia mengosok badanya bersih agar terlihat wanggi oleh suaminya.


dia akan berusaha memuaskan suaminya agar suaminya itu tidak berpaling lagi ke wanita lain. dia tidak mau masalah pernikahanya dengan leon dulu terjadi lagi.


anissa akan berusaha sekuat tenanganya untuk membuat rayhan tidak berpaling darinya. karna dia tau bagaimana suaminya itu di masa lalu.


setelah selesai membersihkan diri anissa menatap baju yang telah ia siapkan tadi. dia mencoba memakainya lalu menyisir rambutnya di depan cermin.


setelah memastikan dirinya sudah siap anissa berlahan membuka pintu kamar mandi lalu berjalan mendekati rayhan.


mendengar suara pintu di buka rayhan langsung menoleh ke arah sumber suara itu lalu meletakkan hpnya yang sedari tadi ia pegang.


rayhan begitu terkejut melihat penampilan istrinya yang mengunakan ligrie tembus pandang berwarna pink dan rambut panjangnya yang masih basah di biarkan terurai begitu saja.


dia menelan salivanya kasar lalu berjalan mendekati anissa.


"sayang" ucap rayhan tersenyum.


anissa hanya menunduk malu malu. walaupun ini bukan pertama untuknya tapi di merasa sangat gugup.


melihat anissa yang malu2 rayhan tersenyum lalu mengendong badan mungil anissa membawanya ke ranjang.


rayhan meletakkan tubuh mungil istrinya itu di atas ranjang mereka.dia menatap wajah istrinya itu begitu lekat meminta persetujuan. anisaa hanya tersenyum menganguk menyatakan bahwa ia telah siap.


melihat respon anissa rayhan langsung tersenyum lalu mencium lembut bibir anissa. dia mulai bermain di bibir mungil istrinya itu. mereka saling bertukar saliva hingga rayhan memberi gigitan kecil di bibir anissa.


rayhan mulai melepaskan ciumanya memberi ruang untuk mereka bernapas. rayhan tersenyum dengan napas yang memburu.


setelah itu dia melulai menjelajah seluruh tubuh anissa tanpa tertinggal sedikitpun. setelah puas bermain dengan tubuh anissa rayhan langsung melaksanakan tugas pokonya.


dia melakukanya dengan begitu lihai hingga suara2 merdu itu terdengar begitu indah dari bibir munggil istrinya membuatnya semakin semangat.


suara merdu itu menghiasi seluruh ruang kamar mereka. deru napas yang saling memburu tanpa mengenal lelah


setelah pelepasan rayhan langsung mengecup kening sang istri lalu melantunkan doa sambil meniup puncak kening anissa pelan.


setelah selesai anissa yang begitu kelelahan langsung tertidur pulas. bagaimana tidak lelah rayhan melakukanya berkali kali di malam itu.


melihat istrinya begitu lelah rayhan tersenyum lalu menyelimuti tubuh polos sang istri.

__ADS_1


rayhan membawa anissa ke dalam pelukannya lalu mulai memejamkan matanya.


bersambung...


__ADS_2