
"papa" ucap leon menatap robert karna baru kali ini robert menampar leon.
"beranani kau menampar putri ku demi wanita murahan ini" ucap robert penuh amarah menatap tajam luna.
juli pun mendekati anissa lalu memeluk anissa sambil menatap tajam ke arah leon.melihat itu luna pun ketakutan lalu bersembunyi di belakang leon.
"pa aku hanya mendidik anissa supaya bisa menghormati luna, bagaimanapun luna juga istriku pa" ucap leon lirih.
"mendidik kau bilang? apa dengan menamparnya di depan madunya sendiri? pakai otak kamu leon. coba kamu pikirkan bagaimana keadaan anissa saat ini" bentak robert. melihat amarah papanya yang memuncak leon hanya menunduk diam.
"baiklah sekarang papa kasi kamu pilihan jika kamu terus mau mempertahankan wanita itu maka ceraikan anissa." ucap robert tegas.
mendengar ucapan robert semua orang yang ada di ruanggan itu kaget dan menatap robert penuh tanya. sedangkan leon mendekati sang papa memohon.
"pa leon mohon jangan beri leon pilihan yang begitu berat. leon masih sangat mencintai anissa pa sedangkan luna sedang menggandung anak ku" ucap leon begitu lirihnya lalu mendekati anissa.
"sayang katakan sama papa jika kita tidak akan pernah berpisah, tolong sayang mengerti keadaan abang sekarang abang sanggat mencintai sayang tapi abang juga mencintai luna. tolong kamu terima luna ya sayang." ucap leon hendak memeluk anissa namun anissa langsung menepis tanggan leon.
"maaf bang aku tidak bisa menerima luna di keluarga kita. setelah aku pikirkan matang2 aku rasa kita lebih baik berpisah saja" ucap anissa mencoba tegar.
karna panik jika leon akan lebih memilih anissa luna pun mencari cara agar leon lebih memilih dirinya.
"aaww... bayiku" pekik luna tiba2.
mendengar jeritan luna leon pun menghampiri luna dengan panik tanpa menghiraukan anissa.
"sayang kamu kenapa?" tanya leon hawatir.
"gak tau sayang tiba2 perutku keram sakit sayang aaw.." ucap luna menahat sakit.
__ADS_1
karna hawatir dengan keadaan bayi yang ada di kandungan luna leon pun langsung membawa luna ke luar untuk mencari pertolongan. lain dengan robert dan juga juli mereka hanya menatap tanpa ada rasa kasihan sedikitpun terhadap luna mereka pun langsung mendekati dan memberi semangat kepada anissa.
"anissa mulai sekarang kamu bukan menantuku lagi" ucap robert menahan tanggisnya.
mendengar itu anissa pun menatap robert penuh tanya dia takut jika mertuanya yang selalu menyayanginya seperti putrinya sendiri akan membencinya karna dia tidak bisa menerima kehadiran anissa.
"tapi mulai sekarang kamu adalah putri ku nak" ucap robert sambil menangis dan memeluk anissa.
"papa janji akan selalu melindungimu sayang papa akan menjadikanmu purtri papa jadi jangan pernah sungkan kepada papa jika nanti ada seorang pria yang bisa menggobati luka mu papa akan menerimanya sebagai menantu papa" ucap robert tak mampu membendung air matanya.
melihat itu juli yang sedari tadi menangis pun tersenyum melihat suaminya begitu menyayangi anissa. sebagai perempuan dia juga tau bagaimana perasaan anissa saat ini.
rayhan dan tika pun hanya bisa menatap mereka sambil menagis bahagia. ya tentunya yang paling bahagia di situ adalah rayhan walaupun dia tau tertawa di atas penderitaan orang itu adalah dosa. namun bagaimana lagi cinta sudah membuatnya gila.
"pa apa bisa nissa minta sesuatu sama papa?" ucap anissa melonggarkan pelukan robert.
"ia sayang papa akan mengabulkannya selagi papa bisa" ucap robert mengelus halus rambut anissa.
"tentu saja papa bisa nak papa akan mengambil barang2 mu dan juga barang brayen tapi papa akan membawanya ke rumah papa bukan ke kosan tika. karna sekarang kamu putri papa maka kamu harus tinggal di rumah papa" ucap robert tersenyum.
anissa pun hanya mengangguk mengerti. setelah berpamitan ke anissa robert dan juli pun menatap rayhan yang sedari tadi berdiri di belakang mereka.
"nak rayhan om titip putri om ya" ucap robert ke rayhan.
"ia om. rayhan akan jaga putri om selagi om tidak ada" ucap rayhan tersenyum.
setelah berpamitan ke rayhan robert dan juli pun pergi meninggalkan ruanggan anissa. setelah kepergiaan juli dan robert tika pun memeluk anissa memberikan kekuatan untuk sahabatnya itu.lalu berpamitan ke anissa karna dari semalam siang dia tidak pulang ke kosannya karna harus menjaga anissa.
setelah kepergian tika tinggallah rayhan dan anissa berdua di ruangan itu anissa pun berdiri menatap ke arah jendela kaca dia menatap pemandangan kota yang begitu ramai dari ruang rawatnya. melihat itu rayhan pun berjalan mendekati anissa dan berdiri tepat di samping anissa.
__ADS_1
**flashback in on**
setelah mengantar brayen yang ada tugas kelompok bersama temannya juli dan robrt pun berencana untuk menjengguk anissa. mereka berjalan menelusuri lorong rumah sakit dengan begitu bahagianya karna sedari semalam mereka tidak menjengguk anissa karna harus mengurus brayen.
namun hampir sampai di ruanggan anissa mereka pun binggung melihat rayhan yang sedang berdiri di depan pintu ruang rawat anissa tanpa masuk kedalam. tak ingin banyak tanya merekapun mendekati rayhan.
betapa terkejutnya robert melihat leon berani menampar anissa demi membela istri mudanya robert pun mengepalkan kedua tangganya lalu mengghampiri leon dengan penuh amarah
*** flashback in of***
"apa tuan mau mengujutkan permintaan brayen haritu?" ucap anissa menatap rayhan penuh permohonan namun karna kaget akan permintaan anissa rayhan hanya diam tanpa kata2.
"saya tau dari penampilan tuan ,tuan itu orang yang berkuasa. saya sangat beruntung bisa bertemu dengan orang baik seperti anda walaupun anda memiliki banyak harta tapi anda masih peduli denggan orang lain. apa lagi melihat anda memperlakukan anak saya terlihat sekali anda memiliki hati yang sanggat tulus" ucap anissa kembali menatap ke arah jendela.
"saya memang menyukai anak kecil, apalagi melihat sikap brayen yang begitu dewasa. dia berani menentang ayahnya sendiri demi anda. dia menunjukkan kuadrat anak laki2 yang sebenarnya yang berani menghadapi siapapun yang menyakiti ibunya termasuk itu ayahnya" ucap rayhan menatap anissa. mendenggar ucapan rayhan anissa hanya bissa menunduk.
"jika anda sudah mengijinkan saya mengabulkan permintaan brayen maka saya akan segera melaksanakanya dan jika anda perlu bantuan jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada saya." ucap rayhan menatap lekat mata anissa namun hanya di jawab anggukan oleh anissa.
"setelah bercerai kamu mau apa?" ucap rayhan membawa anissa duduk di sofa. anissa pun hanya menurut lalu duduk di bersampingan dengan rayhan.
"saya mau cari kerja untuk menyambung hidup saya dan juga anak saya" anissa.
"kalau begitu pas sekali di kantor saya lagi buka lowongan" rayhan.
"tapi saya hanya tamat SMA, apa bisa saya bekerja di kantor anda?" ucap anissa menatap anissa.
"ya gpp nanti sekertaris saya akan mencari pekerjaan sesuai dengan keriteria anda" ucap rayhan.
keduanya pun saling bertukar cerita tah menggapa dengan sikap dan perhatian rayhan anissa merasa begitu nyaman setiap berada di samping rayhan. tah itu butir2an cinta yang mulai tumbuh di hati anissa atau apa anissa pun tidak menyadarinya.
__ADS_1
bersambung....