
di kantor rayhan.
"assalam wallaikum" ucap anissa langsung masuk ke ruangan rayhan.
"wallaikumsallam sayang" ucap rayhan menutup berkas yang ada di tangannya.
"tuan muda dasar kalau sama nona muda selalu saja tersenyum lembut" gumam zidan iri.
"rey, apa benar luna dan leni sudah di tangkap" tanya anissa sambil mengampaskan badannya di sopa.
"ia sayang, memang kenapa?" ucap rayhan mengerutkan dahinya lalu duduk di samping anissa.
"jujur rey aku marah sama mereka karna telah mengusikku dan anak kita, tapi.." ucap anissa menjeda perkataanya.
"tapi kenapa sayang?" ucap rayhan binggung.
" aku kasihan sama anak yang di kandungan luna" ucap anissa sedih. mendengar perkataan anissa rayhan langsung menarik napasnya dalam2.
"ia aku tahu itu sayang, makanya aku sudah menyuruh zidan untuk mengatakan ke polisi untuk memperhatikan kandungan luna. aku tau sayang ini memang berat, anak yang tidak bersalah sama sekali ikut menderita karna kesalahan ibunya. tapi, kita harus melakukan ini agar mereka tidak melakukan kesalahan yang sama lagi" ucap rayhan bijaksana.
mendengar ucapan rayhan, anissa lalu menatapnya tersenyum bangga.
"ternyata calon suamiku bukan hanya tampan dan kaya saja tapi juga bijaksana" puji anissa. mendengar ucapan anissa rayhan langsung mengelengkan kepalanya sambil terkekeh.
"sejak kapan calon istriku yang begitu pendiam bisa mengombal seperti ini?" ucap rayhan tersenyum.
" sejak bertemu calon imamku" ucap anissa tak mau kalah.
rayhan tersenyum bahagia akhirnya anissa tidak canggung lagi jika bersamanya seperti sebelumnya. akhirnya dia bisa mengobati luka di hati anissa. dia berjanji di dalam lubuk hatinya terdalam akan terus membahagiakan anissa sampai anissa lupa jika dia pernah mengalami luka yang begitu dalam.
kalau zidan jangan di tanya lagi. dia akan duduk termenung sendirian bagaikan obat nyamuk untuk tuan dan nona mudanya itu.
walaupun tidak di pedulikan jika tuan mudanya itu sedang bersama nona mudanya. tapi zidan akan selalu setia menemani mereka. dia tidak mau jika nanti ada orang yang memandang buruk nona mudanya itu karna sering berduaan dengan tuan mudanya. zidan benar2 sekertaris yang bisa di andalkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di tengah2 kota yang begitu banyak mobil berlalu lalang dengan kemacetan yang begitu padat juga suara kelakson yang bersambungan dari satu mobil ke mobillaninya.
tika sedang duduk sendirian di halte bus menunggu angkutan umum. namun dia melihat sebuah mobil mewah berwana hitam berhenti tepat di depannya.
"haii.. kamu tika kan?" ucap dion dari dalam mobil.
"ia... maaf siapa ya?" tanya tika binggung.
"saya dion sahabat leon. kamu lupa ya terakhir kita ketemu pas persalinan anissa" jelas dion. tika mulai mengingat ingat lelaki tampan di depannya.
"oh.. kak dion" ucap tika mengingat.
__ADS_1
"kamu mau kemana?" ucap dion tersenyum.
"mau pulang kak" tika.
"hari sudah mau hujan ni. ayo biar ku antar" tawar dion.
"tidak usah kak. sebentar lagi angkutan umum pasti lewat" tika menolak halus.
"udah ayo lihat hujan mulai turun" ucap dion.
tika melihat memang hujan mulai turun dan tiba2
dduuaarr.... petir menyambar.
"aahh... ia kak" ucap tika ketakutan lalu masuk kedalam mobil. melihat tingkah tika dion terkekeh pelan.
tika langsung memberi tau alamatnya ke dion. mendengar alamat yang di katakan tika ternyata tujuan mereka searah.
"kamu tinggal di sana? kebetulan dong aku juga melewati jalan itu" ucap dion tersenyum. namun hanya di balas senyuman oleh tika.
mereka melewati perjalanan dengan keheninggan. dion mulai memikirkan pembicaraan apa yang harus mereka bicarakan supaya memecahkan keheningan itu.
"kamu sahabatan sudah lama sama anissa?" ucap dion membuka suara.
"sudah kak, sejak kami masih duduk di bangku smp kami sudah bersahabat" jelas tika.
"jadi kamu sangat kenal sama anissa ya?" dion.
"kamu benar, aku juga sangat kasihan sama anissa." dion.
" ia kak, tapi semenjak pisah dari leon anissa sepertinya lebih pendiam dan menutup diri" tika.
karna begitu asik bercerita tika tak sadar jika mereka telah tiba di depan rumahnya.
" sudah sampai ya" ucap tika lalu keluar dari mobil dion.
"makasi ya kak" ucap tika melambaikan tangganya. dion hanya tersenyum mengangguk lalu pergi meninggalkan tika.
"siapa tu kak" ucap dina adik tika tiba2 datang.
" itu bukan siapa2 kok. hanya teman aja" ucap tika malu2.
"teman apa teman" ucap dina mengoda tika.
"udahlah kakak capek mau tidur" ucap tika lalu pergi meninggalkan dina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
di kantor rayhan.
"sayang pulang sama siap?" ucap rayhan mendatangi anissa.
"sendiri rey, aku bawa mobil kok" anissa.
"aku antar ya" rayhan.
"kenapa?" ucap anissa mengerutkan keningnya.
"memang gak boleh ya" ucap rayhan cemberut.
"hehe.. ayo lah" ucap anissa terkekeh kecil melihat tingkah rayhan.
"zi nanti jemput aku di rumah anissa ya" ucap rayhan ke zidan. zidan hanya mengangguk mengerti.
"silahkan tuan ratuku" ucap rayhan mengoda anissa. anissa hanya bisa terkekeh kecil lalu berjalan beriringan dengan rayhan.
sesampainya di mobil anissa langsung memberi kunci mobilnya ke rayhan. rayhan langsung melajukan mobil mewah pemberianya dengan kecepatan sedang.
sesampainya di rumah anissa langsung masuk. tapi betapa terkejutnya dia melihat seorang pria yang sangat ia kenal duduk di sofa memperhatikan brayen belajar.
"papa rey.." ucap brayen melihat kedatangan anissa dan rayhan.
"jagoan papa sedang belajar apa?" ucap rayhan mendekati rayhan tanpa memperdulikan sosok yang menatapnya begitu tajam.
"nak rayhan" ucap robert turun dari tangga.
"assalam wallaikum om" ucap rayhan menyalim tangan robert.
"wallaikum sallam. ayo duduk" robert mempersilahkan.
"baik om" ucap rayhan duduk di samping robert.
"pa, anissa ke dapur dulu ya. mau buat kopi" ucap anissa lalu pergi meninggalkan mereka tanpa memperdulikan pria yang sedari tadi menatapnya.
setelah sampai di dapur anissa berusaha menenangkan dirinya. setelah itu dia membuat tiga gelas kopi lalu membawanya ke ruang tamu.
"ini kopinya" ucap anissa lalu memberikan kopi buatanya kepada tiga pria itu.
setelah memberikan kopi anissa melihat brayen yang sedang belajar. lalu dia menghampiri brayen.
sedangkan robert dan rayhan sedang asik bertukar cerita leon hanya bisa diam menatap.
"anissa kamu sudah pulang nak?" ucap juli tiba2 datang.
"sudah ma diantar rayhan tadi. kalau lia kayaknya pulang telat ma. katanya mau jalan2 dulu sama kak sarah" jelas anissa.
__ADS_1
"oh.. ia gak papa kok sayang" ucap juli lalu bergabung dengan ketiga pria itu.
bersambung...