Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 70


__ADS_3

di restoran.


sesampainya di restoran yang sudah di tentukan alex. rayhan langsung membuka pintu untuk istrinya tercinta.


"biar aku gendong saja ya sayang" ucap rayhan menatap kasihan ke istri yang susah berjalan karna perut buncit dan kaki bengkaknya.


"rey aku hanya sedang hamil bukannya tidak bisa lagi berjalan" keluh anissa karna sang suami jarang memberinya kesempatan untuk berjalan.


"*tapi aku kasihan melihatmu yang kesusahan berjalan" reyhan.


"sayang aku tidak apa apa. ingat aku mau melahirkan normal jadi aku juga harus banyak bergerak*" anissa.


"pa sudahlah biarkan mama berjalan. jika kelamaan berdebat kasihan paman alex lama menunggu" ucap brayen menengahi perdebatan mereka.


"ok ok tapi biar aku bantu. kamu jangan jauh jauh dari papa ya " ucap rayhan mengalah.


"ok pa" ucap brayen mengandeng tangan anissa yang satu.


"senangnya di perhatikan kedua pangeranku" ucap anissa tekekeh kecil.


"ia lah ma. mama dan adik bayi yang ada di dalam perut mama kan berlian indah yang harus kami jaga. ia kan pa" ucap brayen tersenyum bangga.


"ia sayang. kalian adalah harta papa yang paling berharga" rayhan tersenyu.


dengan hati hati rayhan dan brayen membantu anissa berjalan. walaupun harus berjalan lebih lama dari pejalan biasa namun mereka begitu sabar mengurus bumil yang satu itu.


anissa memanh semenjak hamil gemar sekali makan jadi sebab itulah badannya begitu gemuk saat hamil.


di tambah lagi perutnya yang sangat buncit dan kakinya yang bengkak mengingat hari persalinannya sudah dekat membuatnya susah untuk bergerak.


alex yang melihat kakak iparnya telah datang langsung menyambut hangat mereka. calon istri alex pun langsung tersenyum dan memeluk anissa.


"kak nissa. kakak gemuk sekali pasti kak reyhan jadi suami yang hebat untuk kakak" ucap tina kaget akan perubahan tubuh anissa yang dulu kecil munggil sekarang berubah jadi sangat gemuk.


"hehe ia tin. suamiku adalah suami terbaik" ucap anissa bangga.


"bagaimana kakak sudah senangkan sudah bertemu dengan adik kakak" ucap alex tersenyum.


"maksud kamu calon istrimu tina?" ucap anissa tak menyangka.


"ia kak. tina adalah calon istriku. dia akan menjadi teman kakak setelah mama" alex.


"kamu kok gak bilang sih tin?" ucap anissa kesal karna berapa kali dia bertemu dengan adik sahabatnya itu namun tak menceritakan yang sebenarnya.


"hehe maaf kak. soalnya aku takut kakak jambak" ucap tina terkekeh kecil mengingat jika alex sudah menceritakan kejadian antara anissa dan yuni untuk menghindari yang tidak di inginkan.

__ADS_1


"kamu ini. tapi kakak senang karna alex menemukan wanita yang tepat" anissa.


"hei jagoan tante. bagaimana kabarmu sayang" ucap tina melihat brayen yang sedari tadi diam memperhatikan.


"aku baik tante. jadi tante yang akan jadi istri paman?" brayen.


"ia sayang kamu setuju kan?" alex.


"kalau tante tina jadi istri paman tentu saja aku setuju paman" brayen tersenyum.


"terimakasi yan sayang" ucap tina sambil mencium pipi gembul brayen.


"ia tante. tapi tante jangan pernah sakiti paman ya. karna brayen tidak akan suka" ancam brayen.


"tentu saja sayang. tante akan selalu setia kepada pamanmu" ucap tina meyakinkan.


"bagaimana kak. kakak setuju kan?" ucap alex meminta persetujuan kakak iparnya.


bukannya menjawab anissa malah diam menatap keduanya saling bergantian. melihat reaksi sang kakak ipar yang berubah alex langsung menarik napasnya dalam dalam.


" tentunya kakak setuju" ucap anissa tersenyum.


mendengar ucapan sang kakak ipar alex langsung merasa lega setelah adengan menegangkan yang di lakukan sang kakak.


"ehem. jadi sekarang kakak sudah tidak di anggap" ucap rayhan merajuk karna tidak di pedulikan sedari tadi.


melihat tingkah sang adik rayhan langsung saja menjitak kepalanya pelan.


"aw... sakit kak" ucap alex manja.


"sudah mau punya istri tapi terus saja manja" ejek reyhan.


"walaupun aku sudah menikah tapi aku tetap adik kecil kakak dan kak zidan" alex.


melihat tingkah manja alex mereka semua langsung saja terkekeh mengejek kelakuan manja alex.


di sela sela pembicaraan mereka para pelayan dan pejabat restoran itu datang mdmbawa pesanan yang sudah alex pesan terlebih dahulu.


melihat makanan tersaji dengan rapi di depan mereka anissa yang sudah dari tadi kelaparan langsung saja tergiur dan menyantap makanan itu.


"sayan pelan pelan. suamimu ini bisa membeli yang lebih dari ini" ucap rayhan melihat istrinya makan begitu lahapnya.


"sayang biarkan aku makan sepuasnya. karna setelah anak kita lahir aku harus diet untuk mengurangi berat badanku yang sudah seperti gajah ini" ucap anissa terus memakan makanannya.


alex dan rayhan hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah anissa yang terus saja kelaparan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kantor rayhan.


terlihat zidan yang sangat sibuk dengan dokumen yang harus dia hadapi karna harus mengantikan tuan mudanya sementara ini.


rayhan memang memilih untuk menjaga sang istri di rumah mengingat hari persalinannya sudah dekat.


maka dia mempercayakan urusan kantor ke zidan. rayhan hanya bekerja dari rumah saja sambil mengurus istrinya yang sedang hamil besar.


"semenjak nona hamil pekerjaanku terus saja bertambah. jika nanti keponakanku sudah lahir aku akan meminta cuti yang panjang" umpat zidan kepada dokumen yang ada di depannya.


"permisi tuan" ucap sarah masuk ke ruangannya dengan dokumen di tanggannya.


"ia ada apa?" zidan.


"ini ada dokumen yang harus tuan rayhan tanda tangani" ucap sarah menyerahkan dokumen di tangannya.


"baiklah. letakkan di sini. biar aku yang memberikannya ke tuan muda" zidan.


"baiklah tuan. kalau begitu saya permisi dulu" ucap sarah melangkahkan kakinya hendak meningalkan ruangan itu.


"tunggu dulu" ucap zidan menghentikan.


" ada apa tuan" sarah.


"kamu bantu saya dengan seluruh pekerjaan ini" perintah zidan.


"baiklah tuan" ucap sarah duduk di kursi yang telah di sediakan.


mereka berdua mengerjakan pekerjaan dalam diamnya. tak terasa karna pekerjaan yang begitu banyak membuat mereka berdua harus bekerja sampai larut malam.


terlihat sarah yang sudah mengantuk namun berusaha untuk menepis rasa kantuknya. meresa tidak enak ke zida.


"apa kau sudah lelah" ucap zidan yang melihat sarah sudah mengantuk.


"tidak tuan. saya hanya mengantuk saja. jika minum kopi pasti hilang. apa tuan mau kopi juga?" tawar sarah.


"kurasa itu ide yang bagus. saya akan menolfon delivery untuk memesannya. kamu mau makan apa? biar sekalian aku pesankan" zidan.


" saya steak chiken saja tuan" sarah.


"ok biar aku pesan" zidan.


tak menunggu lama akhirnya pesanan mereka datang juga. keduanya langsung melahap makanan mereka masing masing.

__ADS_1


setelah selesai mengingat hari sudah malam maka zidan mengantar sarah pulang. sesekali zidan menatap sarah sambil tersenyum penuh arti.


bersambung....


__ADS_2