Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 72


__ADS_3

anissa terus saja memandang kedua sejoli itu dengan pandanga menyelidik. keduanya yang sadar di perhatikan oleh anissa hanya bisa mengusap bulu kuduknya.


"ada apa nona memperhatikanku seperti itu?" ucap zidan heran dengan tatapan nona mudanya.


"sejak kapan kalian pacaran? kenapa kamu dan alex menyembunyikan hubungan kalian? apa kalian tidak menganggapku sebagai kakak kalian lagi" ucap anissa datar tanpa ekspresi.


degh...


jantung zidan langsung berdetak kencang mendengar ucapan anissa. dia tak menyangka jika nona mudanya itu bisa berbicara seperti itu kepadanya.


"kenapa kakak bicara seperti itu. aku sudah sangat menyanyangimu seperti kakak kandungku sendiri" ucap zidan tersentak baru kali ini dia memangil nona mudanya itu dengan sebutan kakak di depan umum.


"tapi kenapa kalian menyembunyikan hubungan kalian?" ucap anissa menatap zidan dan sarah secara bergantian.


"sayang sudahlah yang penting sekarang kedua adikmu sudah tidak menyembunyikan kekasihnya lagi darimu" ucap rayhan menengahi.


"sayang lihat tina cantik sekali dengan gaun pengantinnya" ucap juli mengalihkan.


melihat adik sahabatnya itu berjalan begitu anggun dengan mengandeng tanggan adik iparnya berjalan menuju pelaminan tiba tiba anissa langsung tersenyum dengan mata berkaca kaca.


dia merasa bahagia karna akhirnya adik iparnya mendapatkan ratu di dalam kehidupannya. karna hijab kabul telah di lakukan tadi pagi dan sekarang tinggal melakukan resepsinya.


"sayang ayo kita beri selamat kepada mereka berdua. apa kamu sudah menyiapkan kado yang aku bilang?" ucap anissa ke suaminya.


" sudah sayang. semua sudah selesai sesuai perintah permaisuriku" rayhan tersenyum.


"kalau begitu ayo kita berfoto bersama raja dan ratu sehari itu" ucap anissa menarik tanggan sang suami walaupun harus bersusah payah untuk berjalan.


rayhan hanya mengikuti sang istri dengan senang hati. sesampainya di plaminan anissa langsung mengucapkan selamat kepada adik iparnya.


"selamat ya adik iparku yang paling tampan. semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawwadah dan warrohmah" ucap anissa tersenyum.


"makasi ya kak. bagaimana keadaan keponakan paman?" ucap alex sambil mengelus perut buncit anissa.


"allhamdullillah sehat. tapi karna kamu sudah menikah dan pasti kamu tidak ada lagi waktu untuk memanjakan kakak. maka kamu harus ganti rugi" ucap anissa mode ngambek mengingat semenjak mengenal tika, alex tidak ada waktu lagi untuk menuruti keinginan anissa semasa hamil.

__ADS_1


"jangan gambek gitu dong kak, nanti cantiknya hilang lho. memang kakakku yang cantik ini mau minta apa?" ucap alex tersenyum melihat wajah kakak iparnya itu bagaikan anak keci yang merengek meminta sesuatu.


"kakak mau sepulang pesta ini kamu meneraktir kakak makan sepuasnya" anissa.


"kalau sekarang kan banyak makanan yang bisa kakak makan ngapain harus alex teraktir. lagian sekarang kan malam pertama kami kak. apa kakak tidak kasihan melihat adik kesayanganmu ini" alex.


"ia sayang besok besok aja ya. biarkan mereka menghabiskan malam pertamanya dengan tenang" ucap rayhan mengoda pengantin baru itu. tina yang merasa malu dengan percapan mereka hanya diam menyembunyikan wajah tomatnya.


"ya sudah besok ya. kalau kamu meneraktir kakak besok maka kadonya pun akan kakak kasi besok" ucap anissa langsung pergi meninggalkan pasangan pengantin baru itu.


mendengar ucapan sang kakak ipar alex hamya bisa mengelengkan kepalanya pelan sambil terkekeh kecil melihat tingkah kakaknya yang bagaikan anak kecil.


acara pun dimulai dengan begitu meriah para tamu undangan dari kalangan ataspun mulai berdatangan. bram dan maya sibuk menyambut tamu yang berdatangan.


di bantu dengan rayhan yang menyambut semua rekan bisnisnya yang dia undang. walaupun sibuk pandangan rayhan tak lepas dari sang istri yang duduk di dekatnya.


mengingat kondisi sang istri yang sedang hamil tua rayhan tak mengizinkannya untuk ikut menyambut tamu yang datang. anissa hanya duduk di dekat rayhan ditemani bram dan juli.


lia sibuk mengawasi brayen yang bermain kesana kemari bersama anak para tamu undangan. sedangkan sarah jangan di tanya lagi pasti akan menempel dengan zidan.


walaupun sebenarnya sudah pernah tertangkap basah oleh anissa. tapi anissa tidak melihat wajah wanita yang dulu bercumbu dengan zidan karna dihalangi tubuh kekar zidan.


anissa hanya diam memperhatikan sambil menyembunyikan rasa sakit di perutnya. karna anissa bukan kali ini saja mengandung maka dia tau jika sakit sedikit saja sudah biasa.


namun rasa sakit itu terus bertambah hingga membuatnya tidak tahan lagi. juli dan bram terlalu di bawa kemeriahan pesta dan juga kerasnya lantunan musik membuat mereka tak menyadari jika anissa sedang mengalami kontraksi.


anissa mencoba memangil suaminya yang berdiri membelakanginya. walaupun terus memangil suara mungil anissa tak terdengar karna keributan di pesta yang begitu keran.


pandangan anissa pun teralih ketika melihat buah yang ada di depannya. tak banyak pikir anissa langsung saja mengambil buah aple dan mencoba melemparnya ke arah suaminya.


bugh..


tepat sasaran aple itu mengenai punggung rayhan. sadar ada yang melemparnya rayhan dengan pwnuh emosi langsung melihat kebelakang.


namun tiba tiba wajqhnya yang tadi penuh amarah langsung berubah menjadi rasa hawatir ketika melihat sang istri sedang menahan sakit.

__ADS_1


"sayang kamu kenapa?" ucap rayhan menghampiri sang istri dengan wajah penuh rasa khawatir.


"aku rasa aku mau melahirkan" ucap anissa lirih menahan rasa sakitnya.


"apa? bagaimana ini?" ucap rayhan khawatir hingga terdengar oleh juli dan robert.


"anissa kamu mau melahirkan?" ucap juli melihat anissa yang sudah keringatan.


"tunggu biar papa pangil mobil?" ucap robert langsung pergi mencari supir.


maya dan bram yang melihat robert pergi dengan tergesa gesa langsung binggung. namu kebingungannya mulai pecah setelah melihat menantunya sedang menahan rasa sakit di gendongan anak tertuanya.


"bubarkan pestanya. pesta sudah selesai" ucap bram tiba tiba membuat semua undangan pada binggung.


"ada apa paman kenapa pestanya di bubarkan?" ucap zidan binggung.


"kakakmu mau melahirkan. cepat hubungi pihak rumah sakit" ucap bram dan maya langsung pergi meninggalkan zidan.


mendengar ucapan sang paman sekaligus tuan besarnya zidan langsung menghubungi pihak rumah sakit.


sedangkan alex dan tina masih kebinggungan tentang apa yang sedang terjadi. melihat semua keluarganya pergi dengan tergesa gesa tanpa ada satupun yang mengabarinya.


"kak ada apa?" ucap tina melihat tika dan dion hendak pergi dengan tergesa gesa.


"anissa mau melahirkan" ucap tika to the point.


"apa?" ucap alex dan tina serentak.


"*sudah kalian jangan banyak tanya mau ikut apa tidak" tika.


"aku ikut kak. ayo sayang*" ucap alex langsung membawa tubuh sang istri kedalam gendongannya.


mereka langsung saja pergi meninggalkan lokasi pesta menuju ke rumah sakit. sedangkan zidan masih tinggal di lokasi pesta untuk mengurus segalanya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2