Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 38


__ADS_3

pagi hari disaat anissa bersama keluarganya sedang sarapan bersama tiba2 rayhan datang bertamu ke rumah robert.


"assalamwallaikum" rayhan.


"wallaikum sallam, nak rayhan. ayo duduk" robert mempersilahkan rayhan duduk.


rayhan hanya menurut lalu duduk di kursi tepat di samping anissa.


"rey kamu mau sarapan?" anissa menawarkan. rey hanya mengangguk.


anissa langsung mengisi piring rayhan dengan nasi goreng buatannya. tak lupa anissa juga menuangkan air mineral ke gelas rayhan. melihat anissa yang begitu perhatian rayhan tersenyum bahagia menatap anissa.


"pak rey, itu makanannya di makan. jangan kak anissanya aja yang di pandang terus" ucap lia mengoda.


rayhan yang tersadar langsung menyantap makanan yang sudah dihidangkan anissa sambil mencuri pandang ke anissa.


"om, papa mengundang kalian semua untuk makan malam bersama kami. kalau rayhan boleh tau kapan om ada waktu?"ucap rayhan menyatakan tujuannya datang ke rumah itu.


"memang ada acara apa?" robert.


"papa hanya mau mengenal keluarga ini saja om. terus mau membicarakan hubungan ku dengan putri om" ucap rayhan melirik anissa.


"oh... kalau masalah itu kapanpun om pasti ada waktu. kamu atur aja waktunya" robert tersenyum.


"kalau begitu baik om" ucap rayhan kembali menyantap makananya.


"nis, kau mau bekerja hari ini?" ucap rayhan menatap anissa.


"ia rey, aku bosen di rumah terus. lagian aku sudah sembuh kok" anissa meyakinkan.


"terserah lah. tapi, kita berangkat bersama. ia kan jagoan papa" rayhan langsung mengendong brayen lalu berpamitan ke robert dan juli.


"om, tante kami berangkat dulu ya" rayhan mencium kedua tanggan itu secara bergantian.


"ia nak, kalian hati2 ya" robert.


"ma pa nissa berangkat kerja dulu ya. assalamwallaikum" anissa.


"wallaikum sallam" ucap juli dan robert serentak.


sesampainya di mobil rayhan langsung membukakan pintu untuk anissa. setelah memastikan anissa telah duduk dia langsung menutup pintunya dengan pelan. baru mendudukkan brayen di bangku penumpang.

__ADS_1


melihat perlakuan rayhan ke anissa, lia hanya bisa tersenyum bahagia.


"akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu yang sebenarnya kak" gumam lia. dia langsung menginjak pegal gas mobilnya menuju kantor.


sedangkan rayhan begitu pokus menyetir sambil melirik anissa yang sedang duduk di sampingnya. setelah sampai di sekolah brayen rayhan langsung mengantar brayen ke ruang kelasnya.


"selamat datang tuan rayhan" ucap kepala sekolah. karna melihat rayhan datang ke sekolahnya kepala sekolah langsung turun tanggan menyambut kedatangannya. karna rayhan adalah donatur tetap di sekolah brayen.


melihat sambutan dari kepala sekolah beserta para guru di sana rayhan hanya tersenyum ramah. sedangkan anissa merasa sangat canggung di perlakukan berlebihan seperti itu.


"maaf buk, saya ingin menitipkan putra saya brayen. saya harap kalian memberikan pasilitas yang terbaik untuknya" ucap rayhan ramah.


"baik tuan, kami akan memberikan yang terbaik untuk putra tuan" kepala sekolah.


mendengar ucapan rayhan para guru dan wali murid di sana mulai berbisik bisik sambil melirik anissa. mereka terkejut akan ucapan rayhan jika brayen adalah putranya. sedangkan setau mereka ayah brayen adalah leon.


namun anissa dan rayhan sama sekali tidak memperdulikan tatapan para wali murid beserta guru di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kantor rayhan.


"permisi tuan" ucap zidan memasuki ruangan rayhan.


"tuan, saya sudah mendapatkan bukti tentang orang yang telah menabrak nona muda" ucap zidan menyerahkan sebuah plash disck berisi rekaman CCTV ke rayhan.


tanpa banyak tanya rayhan langsung menyambungkan cctv itu ke leptopnya.


"kami menemukan bukti ini dari rekaman cctv kios di sana tuan. di sini terlihat jelas kedua wanita itu telah mengawasi nona muda dan tuan kecil. jika di gabungkan dengan isi rekaman cctv yang ini terlihat jelas ketika nona muda dan tuan kecil menyebrang mobil yang di kendarai kedua wanita itu melaju sangat kencang ke arah mereka tuan" jelas zidan sambil menyerahkan satu plash disck lagi ke rayhan.


"jadi apa kau sudah memastikan denggan jelas siapa kedua wanita ini" ucap rayhan terus menatap rekaman cctv itu penuh amarah.


"sudah tuan setelah kami mencari taunya semua bukti tertuju ke leni dan kakaknya luna tuan" zidan.


"kurang ajar, berani sekali dia mencari masalah denganku" ucap rayhan geram. zidan hanya bisa diam tak berani berkata lagi.


"kumpulkan semua bukti yang telah kalian dapat dan pastikan kedua wanita itu mendapatkan hikuman yang berat" rayha.


"baik tuan" zidan. mendengar perintah dari rayhan zidan langsung bergegas mengumpulkan semua bukti yang telah ia dapat.


setelah kepergian zidan, rayhan langsung menelpon anissa.

__ADS_1


"assalamwalaikum. ada apa?" ucap anissa dari sebrang.


"wallaikum sallam. nanti jam makan siang datang ke ruanganku ya" rayhan tersenyum. dengan seketika amarah yang melanda dirinya entah hilang ke mana.


"baik" anissa.


"ku tunggu kehadiranmu ya calon istriku" rayhan terkekeh lalu mengakhiri sambungan teleponnya.


sedangkan anissa tersenyum sendiri mengingat perlakuan rayhan yang begitu lembut kepadanya.


"heii.. nis ngapain lho senyum2 sendiri" ucap sarah aneh melihat tingkah anissa.


"gpp kok kak. kakak mau apa?" anissa.


"yang betul lho nis. gue tau lho pasti habis telponan sama pak rayhan kan?" ucap sarah mengoda anissa.


" iss.. kakak ini apaan sih" anissa malu2.


"udah lho gak usah malu sama gue. eh nis, ini ada berkas yang harus lho periksa. siap itu lho sendiri yang memberi berkas ini sama calon suami lho ya" jelas sarah.


"oh.. ia kak" ucap anissa menerima berkas yang diberikan sarah.


"ya udah gue lanjutin kerjaan gue lagi ya" ucap sarah lalu pergi meninggalkan anissa.


sepeninggalan sarah anissa langsung memeriksa berkas yang di berikan sarah. setelah selesai memeriksanya anissa langsung pergi ke ruangan rayhan.


"assalamwallaikum" anissa mengetuk pintu.


"wallaikum salam... masuk" rayhan.


"tuan ini ada berkas yang harus anda tanda tanggani" anissa menyerahkan berkas itu ke rayhan.


namun rayhan hanya tersenyum menatap anissa. melihat sikap rayhan, anissa menjadi canggung.


" sayang apa kamu sudah lupa? kan sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi" ucap rayhan tersenyum.


"tapi ini masih di kantor rey" anissa.


"mau di luar atau di kantor aku tidak mau lagi mendengar sebutan itu lagi dari mulutmu" rayhan. rayhan langsung menerima berkas yang diberikan anissa.


bersambung....

__ADS_1


...assalamwallaikum.. author ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kita yang menjalankannya.. ...


...selamat menanti hari raya idhul fitri. mohon maaf jika outhor ada kata2 yang salah ya🥰...


__ADS_2