Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 46


__ADS_3

setelah sadar dari pingsanya anissa melihat rayhan yang setia menemaninya. pria yang bertubuh kekar dan tampan itu duduk disamping anissa sambil menggenggam tanganya.


"sayang kamu sudah sadar?" ucap rayhan lembut.


"mana ayah" anissa lirih.


"papa sudah membawa ayah ke mensionnya. rencananya ayah akan di kebumikan di sini" jelas rayhan pelan.


"aku mau bertemu ayah untuk yang terakhir kalinya" anissa memohon.


"tapi keadaan kamu masih lemah sayang" rayhan.


"tolong aku mau mengaji untuknya" ucap anissa meneteskan air matanya.


"baiklah, tapi jangan terlalu lelah" bujuk rayhan. anissa hanya menganguk sambil menghapus air matanya.


sesampainya di kediaman bram anissa melihat begitu banyak pelayat yang datang untuk mengirimkan doa untuk ayahnya.


melihat kedatangan anissa juli dan robert langsung mendatangi anissa. secara repleks anissa langsung memeluk juli lalu menanggis menumpahkan segala kesedihanya.


"sudah nak, kuatkan dirimu mungkin ini adalah jalan terbaik dari allah. ayo kita mengaji untuk ayahmu" ucap juli menghapus air mata anissa.


juli dan bram langsung memapang anissa yang masih begitu lemah untuk duduk di samping ibunya.


anissa melantunkan ayat2 suci itu dengan begitu merdunya. sesekali ia menghapus air matanya yang terus berjatuhan.


anissa menatap sosok ayah yang selama ini ia rindukan terbaring tidak berdaya di depannya. walaupun kecewa dengan sikap ayahnya dulu tapi kasih sayangnya tetap lah tulus untuk ayahandanya itu.


anissa menyesali karna tidak pernah sekalipun ia berniat untuk bertemu dengan sang ayah sehingga takdir sendirilah yang telah mempertemukan mereka.


setelah pemakaman selesai anissa , ibunya dan keluarga robert masih di kediaman bram untuk menyambut para saudaranya.


"nis maaf ya kami telat datangnya" ucap sarah dan tika langsung memeluk anissa memberi kekuatan untuk sahabatnya itu.


anissa hanya bisa tersenyum tipis lalu menyuruh kedua sahabatnya itu untuk duduk. malam semakin larut para keluargapun sudah pamit untuk pulang.


sedangkan kedua keluarga itu masih duduk untuk bermusyawarah.


"bu, setelah aku menikah ibu tinggal di sini ya" bujuk anissa ke yanti (ibu kandung anissa).

__ADS_1


"ia nak, nak rayhan sudah mengatur semuanya. tapi karna pernikahan kalian sudah dekat. maka setelah pernikahan kalian selesai ibu pulang ke kampung dulu ya nak" jelas yanti.


"untuk apa bu?" anissa binggung.


"mama tidak mau jadi beban kalian nak. jadi mama mau jual semua harta kita di kampung dan mulai membuka usaha lagi di sini. mama juga mau membawa barang2 mendiang ayahmu sebagai kenang kenangan." jelas yanti menatap anissa.


melihat reaksi sang ibu anissa hanya bisa menganguk mengerti. dia tidak mau terlalu memaksa ibunya.


"kalau begitu lebih baik kalian istirahat di sini aja dulu. semua kamar di sini sudah di bersihkan pembantu jadi kalian boleh memilih yang mana kalian mau" ucap maya.


"pa... brayen tidur sama om alex ya" ucap brayen memohon.


"ok ponakan om yang paling tampan. ayo kita bobok" ucap alex langsung membawa brayen ke kamarnya sewaktu kecil dulu.


"rey kamu tidur bersama alex. biar kamar kamu anissa yang nempati" nasihat bram.


"kak lia tidur sama kakaknya" ucap lia langsung menarik tangan anissa. rayhan langsung menunjukkan kamarnya ke anissa dan lia.


sedangkan kelima orang tua itu masih berkumpul di ruang tamu.


"terima kasih kalian sudah menjaga anissa begitu baiknya, jujur aku malu kepada kalian berdua." ucap yanti ke juli dan robert menangis.


"terimakasih.aku mohon maafkan segala kesalahan almarhum suamiku yang tega mencampakkan putri kandungnya sendiri" ucap yanti menangis.


melihat mantan besanya itu juli langsung memeluknya memberi kekuatan untuk yanti.


"sudah kak jangan menangis lagi. ingat kak anissa masih butuh kakak untuk memberi kekuatan untuknya" bujuk juli.


setelah puas menangis yanti akhirnya bisa mengontrol dirinya kembali. dia menatap sepasang sejoli di depanya dengan rasa malu. dia malu kepada dirinya sendiri karna tidak pernah berada di samping putrinya di saat putri semata wayangnya itu mengalami cobaan yang begitu berat.


sedangkan mantan mertuanya itu selalu ada buat anissa. memberi kekuatan, kasih sayang dan juga selalu mendukungnya walaupun anissa telah berpisah dengan putranya.


"maaf jeng pernikahan rayhan dengan anissa kapan akan di laksanakan?" ucap yanti ke maya.


"rencananya minggu depan tapi karna ayah anissa baru saja meninggal kami berencana untuk mengundurkanya" jelas maya.


"tapi mendiang ayah anissa telah meminta agar pernikahan mereka tetap di jalankan. walaupun dia telah tiada" ucap yanti mengigat permintaan terakhir mendiang suaminya.


"ia sayang. papa juga mendengar permintaan terakhir almarhum" ucap bram mengingat permintaan terakhir mendiang calon besanya itu.

__ADS_1


"ya sudah kita lanjutkan saja acara pernikahanya. karna mendiang sendiri yang memintanya aku rasa lebih baik kita mengabulkannya" ucap robert menengahi.


mereka setuju jika pernikahan anissa dan rayhan berjalan sebagaimana mestinya. setelah itu mereka pergi ke kamar masing2 yang sudah di sediakan oleh bram dan maya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari demi hari akhirnya berlalu tak terasa hari pernikan anissa dan rayhan telah tiba.


di kediaman robert.


semua orang sedang sibuk menyiapkan dirinya masing2 untuk acara pernikahan anissa dan rayhan.


anissa yang sedang berada di kamar dihias begitu cantik oleh make over terkenal yan di sewa rayhan. dia terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih


setiap orang yang melihatnya akan terhipnotis dengan kecantikan dan keanggunan pengantin wanita.


"nak kamu sudah siap?" ucap yanti menghampiri anissa. setelah pulang dari kediaman bram yanti tinggal di kediaman robert sambil menunggu hari pernikahan putrinya itu.


"sudah bu" anissa tersenyum.


"kamu cantik sekali nak" ucap yanti membelai halus wajah putrinya itu dengan mata berkaca kaca.


"doakan semoga ini pernikahan terakhir anissa ya ma" ucap anissa lirih lalu memeluk sang ibu


"ia nak, ibu akan selalu mendoakanmu nak, maafkan ibu karna pernah meninggalkanmu" ucap yanti membalas pelukan anissa penuh penyesalan.


"mama oma lihat penampilah brayen" ucap brayen tiba2 datang menunjukkan penampilannya yang begitu tampan dengan balutan jas yang begitu rapi.


"cucu oma tampan sekali" ucap yanti mencubit kecil pipi tembem cucunya itu.


"makasi oma, oma juga sangat cantik." puji brayen yanti hanya terharu dengan sikap cucunya itu.


"waahhh...mama sangat cantik seperti putri raja" ucap brayen kagum melihat penampilqn mama kesayanganya itu.


anissa dan yanti hanya terkekeh kecil melihat tingkah putranya itu. anissa langsung mengingat pernikahan pertamanya dengan leon.


pernikahan yang begitu sederhana begitu juga cacian dan hinaan yang terlontar dari mendiang ayah.


anissa berharap supaya inilah pernikahan terakhirnya. dia tidak mau gagal lagi dalam menjalankan rumah tangga seperti sebelumnya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2