
tepat pukul sembilan malam leon pun pulang ke kediamannya bersama anissa dia pun menatap lekat rumahnya itu yang gelap gulita dia pun melirik ke rumah sebelahnya yang terang.
"kok gelap begini padahal tidak mati lampu" batin leon
dia pun melangkahkan kakinya utuk membuka pintu tapi pintunya pun terkunci lalu dia meraih kunci cadang yang ia pasang di kunci mobilnya lalu membuka pintu itu.
dia pun berjalan lalu menghidupkan lampu dan berjalan ke dapur betapa terkejutnya dia melihat hiasan yang begitu indah dan juga makanan yang masih tertata rapi dan tak di sentuh sama sekali.
matanya pun terhenti ke kue ulang tahun dengan lilin angka 6 di sana. ia pun mengacak acak rambutnya frustasi. ia pun beranjang ke kamarnya setelah pintunya di buka ia pun di kagetkan lagi pemandangan kamar yang di hias dengan indah dengan bungga mawar diatas kasur menggambarkan tanda hati di sana.
ia pun melirik kamar itu penuh dengan hiasan sama seperti kamar pengantin. ia pun dudu di tepi ranjang sambil mengusap usap kepalanya.
"sayang maafin abg. abang sampai lupa tanggal pernikahan kita." batin leon.
cukup lama ia duduk termenung di tepi ranjang itu seorang diri hingga tiba2 ia menoleh ke arah pintu yang terbuka.
"abang udah pulang? maaf ya nissa tadi di ajak lia untuk jalan. tadi nissa mencoba menelpon abang tapi gak di angkat nissa chat pun gak ada respon dari abang" ucap anissa menghampiri leon lalu membuka sepatu leon. leon pun hanya menatap nanar istrinya itu tanpa ada respun sama sekali.
"abang mau makan? biar nissa siapin makananya:" ucap anissa tanpa menatap suaminya itu.
"tidak.abang sudah makan abang mau mandi aja" ucap leon pelan.
tanpa ada kata2 anissa pun langsung pergi ke kamar mandi menyiapkan air hangat utuk suaminya . setelah selesai leon pun langsung membersikan dirinya. selesai mandi leon pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di pinggangnya dia pun melirik kasur yang tadinya dipenuhi bungga mawar kini sudah tiada ada lagi sampai seprai ya pun terganti dan juga istrinya sudah tidur dengan lelapnya.
leon pun meraih baju tidurnya yang sudah anissa siapkan di tepi ranjang merekan selesai mengenakannya leon pun mendekati anissa yang tertidur lalu mengecup kening istrinya itu. setelah itu leon pun beranjak untuk melihat brayen.
__ADS_1
setelah dia membuk pintu kamar putra nya itu dia pun melihat putra nya pun sudah tertidur dengan lelapnya. ia pun mendekati putranya itu dan membaringkan badanya di samping brayen lalu memeluk tubuh mungil putranya itu sambil menciumi pipi chubi itu.
setelah melepaskan rindu dengan putranya itu leon pun kembali ke kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di samping anissa. leon pun membawa tubuh munggil istrinya itu kedalam pelukannya. berhubung karna lelah dengan pekerjaannya hari ini leon pun mulai memejamkan matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi harinya anissa pun menyiapkan sarapan untuk suami dan putranya. setelah selesai menata sarapan di atas meja dengan rapi anissa pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
sesampainya di kamar dia sudah melihat leon berpakaian rapi namun anissa tak mempurdulikan suaminya itu leon pun menatap nanar punggung istrinya itu sampai pintu kamar mandi di tutup rapat oleh anissa
setelah selesai membersihkan diri anisa melihat suaminya itu duduk bersandar di atas kasur sambil memainkan ponselnya.tanpa memperdulikan leon terus menatapnya dia pun mengenakan pakaiannya lalu duduk di meja rias untuk mengoles krim di wajah mulusnya itu.
"sayang ada acara apa hari ini" ucap leon tiba2 anissa pun hanya menatap leon dari pantulan cermin di depan nya.
"gak ada, memang kenapa?" ucap anissa singkat.
"kalau tiadak ada acara abang pingin ajak sayang ma brayen jalan2 mumpung lagi hari libur sayang. lagi pula kan sudah lama kita engak ngabiskan waktu bersama"ucap leon sambil menciumi punggung anissa.
"terserah abang aja. kalau begitu bangunin brayen dulu" ucap anissa beranjak dari duduknya. leon pun memeluk tubuh anissa dari belakang hingga membuat wanita itu terpaku dan tak terasa air matanya pun terjatuh.karna sudah lama dia tidak merasakan pelukan hagat suaminya itu.
leon pun membalikkan badan anissa hingga mata mereka pun saling bertatapan. leon menghapus air mata anissa dengan ibu jarinya.
"maaf kan abang sayang, abang gak ada waktu lagi untuk kalian. sampai2 abg lupa dengan tanggal pernikahan kita" ucap leon lalu memeluk anissa. anissa pun membalas pelukan suaminya itu. kehangatan yang selama ini ia rindukan.
leon pun menatap lekat wajah cantik istrinya lalu mulai ******* bibir mungil anissa setelah lama bertukar saliva leon pun memberi celah untuknya bernapas dengan napas yang saling memburu dia pun mengecup dahi anissa lalu mengelus rambut coklat anissa.
__ADS_1
"mengapa kamu mengubah rambut mu sayang" ucap leon sambil memainkan rambut anissa.
"gpp sayang pingin ubah penampilan aja sayang. memang kenapa jelek ya" ucap anissa memayunkan bibirnya. gemas denggan tinggkah istrinya leon pun terkekeh.
"engak kok sayang kamu jadi kelihatan jauh lebih cantik. udah lah siap2 aja sana dandan yang cantik biar abang yg ngurus putra kita." ucap leon mencium pipi anissa lalu beranjak ke kamar putranya.
setelah selesai bersiap mereka pun memakan sarapan yang telah anissa siapkan. selesai sarapan leon pun mengandeng tangan putranya menuju mobil dan tangannya yang satu lagi melingkar di pinggang anissa.
leon mendudukkan putranya di bangku belakang lalu bembuka pintu depan untuk anissa lalu dia pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
tangannya yang satu pokus untuk menyetir sedangkan yg satunya lagi menggenggam tangan anissa yang sesekali ia membawa tangan itu ke bibirnya. anissa pun menatap haru perubahan leon dia merasa kehangatan rumah tangganya yg telah lama hilang sudah kembali.
sesampainya di mol besar leon membawa putra dan istri nya itu untuk menonton bioskop.
"brayen mau nonton film apa? " leon
"itu pa brayen mau nanton film si kancil" ucap brayen sambil menunjuk poster si kancil yang tertempel di sana.
"ok sayang kalian tunggu sini ya biar ayah beli tiketnya dulu." leon
"ok yah" ucap brayen dgn senang.
setelah selesai membeli tiket leon pun membeli pop kron dan juga minuman untuk cemilan mereka di dalam. setelah filmnya mau di mulai mereka pun mengambil tempat duduknya dengan brayen berada di tenggah2 mereka.
mereka pun menonton film itu dengan gembiranya. leon mengelus manja rambut anissa sesekali memain mainkan rambut istrinya itu. sampai mereka tak sadar jika sedari tadi ada sepasang mata yang terus menatap dan mengawasi mereka dengan tatapan penuh dengan kebenciaan.
__ADS_1
bersambung....