
setelah pulang dari bengkel luna trus saja merengek untuk ikut ke rumah mertuanya. tak punya pilihan leon pun membawa luna.
setelah sampai leon merasa takut untuk memasuki rumah kedua orang tuanya itu. namun luna trus saja memaksanya untuk masuk. sadar ada orang d depan rumahnya juli pun memeriksanya.
"ngapain kamu bawa perempuan ini ke sini?" ucap juli menatap tajam luna. luna pun menampakkan wajah sedihnya menatap leon.
"ma jangan membenci luna seperti itu. bagaimana pun dia sekarang sudah jadi istriku ma" ucap leon sendu.
mendengar keributan di luar lia dan robert memeriksa keadaan di luar. namun betapa kagetnya mereka melihat leon dan luna d sana. melihat itu lia langsung mengajak brayen untuk masuk.
"ngapain kamu ke sini" ucap robert tegas.
"maafkan leon pa, tapi leon kesini ada urusan sama papa dan mama dan leon juga mau bertemu brayen pa" ucap leon memberanikan diri. robert pun menatap juli memberi kode untuk mempersilahkan leon untuk masuk.
setelah di persilahkan masuk leon dan luna langsung mengikuti robert dan juli masuk ke rumah itu. leon melihat brayen yang sedang bermain dengan lia merasa sangat terharu karna sudah lama tak melihat putranya itu.
leon berusaha mendekati brayen namun brayen langsung mendhindar dan bersembunyi di belakang lia. brayen menatap luna penuh amarah karna telah merebut ayahnya dari mamanya
melihat amarah di mata brayen leon menggurungkan niatnya lalu mengajak luna duduk di sofa bersama robert dan juli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah seharian berbelanja bersama maya anissa pun pulang ke rumah di antar oleh rayhan. namun ketika sampai halaman rumah anissa melihat mobil leon terpakir di halaman rumah.
anissa tidak mau berpikir aneh2 bagaimana pun robert dan juli adalah orangtua kandung leon. mau bagaimanapun ikatan darah tak akan bisa di pisahkan. jadi wajar saja jika leon berkunjung ke rumah orang tuanya.
"assalamwallaikum" ucap anissa langsung masuk ke dalam rumah di ikuti rayhan membawa beberapa belanjaan anissa.
"wallaikumsalam, kamu sudah pulang nak? ayo duduk dulu" ucap robert mempersilahkan anissa dan rayhan duduk.
melihat rayhan datang brayen pun langsung berlari memeluk rayhan.
__ADS_1
"papa rey" brayen. rayhan pun langsung mengendong brayen lalu duduk bersampingan dengan anissa.
melihat itu leon yang terbakar cemburu hanya bisa menatapnya tak berdaya. sedangkan luna melirik anissa sinis.
"papa bawa apa kok bayak banget?" ucap brayen menatap barang belanjaan yang di bawa brayen tadi.
"ooo ia paman jadi lupa, untuk kamu ingatkan. ini buat kamu" ucap rayhan menyerahkan 1 kotak mainan ke berayen.
"waahh... ini kan mainan keluaran terbaru teman2 brayen aja blum ada yang punya terimakasi ya papa rey, papa rey memang terhebat" ucapa brayen memeluk rayhan lalu menyerahkan kedua jempolnya ke rayhan.
semua yang ada di sana hanya bisa tertawa melihat sikap manja brayen ke rayhan. lain leon menatap penuh kecemburuan karna anissa dan brayen lebih dekat ke rayhan sampai2 tidak memperdulikan dirinya.
sedangkan luna hanya bisa menatap sinis karna dia merasa iri ke anissa karna setelah berpisah dari leon anissa malah dekat dengan pengusaha terkaya di kota itu.
melihat tatapan luna dan leon anissa hanya diam saja tak memperdulikan keberadaan mereka.
"jika boleh saya tau apa sebenarnya tujuanmu kemari bersama wanita itu?" ucap robert menatap tajam leon.
mendengar ucapan leon, robert dan juli pun langsung menatap anissa. dari sorotan mata robert dan juli anissa mengerti jika kedua mantan mertua yang sekarang jadi orangtuanya itu meminta pendapat dari anissa.
"tentu saja kami akan datang. kalau boleh tau kapan acaranya?" ucap anissa tersenyum.
mendengar ucapan anissa semua yang ada di sana merasa terkujut. apalagi luna semua tak berjalan seperti rencananya. luna mengira jika dia datang bersama leon ke rumah itu, anissa akan marah dan merasa cemburu. jadi dia punya peluang untuk menjatuhkan anissa di depan keluarga leon.
"kalau tidak ada halangan minggu depan. ia kan sayang?" ucap luna dengan manja sambil merangkul tanggan leon.
"baiklah. kalau begitu saya ucapkan selamat kepada kalian atas kehadiran calon anak kalian. saya harap kalian bahagia" ucap anissa tersenyum bahagia.
leon hanya menatap sedih anissa. leon tak menyangka jika anissa bisa melupakanya secepat itu. menyesal tentu saja namun menyesal pun tak ada artinya lagi bagi leon.
sudah selesai menyampaikan niatnya leon dan luna meminta izin untuk pulang. di ikuti oleh rayhan di belakangnya meminta ijin juga untuk pulang. sesampainya di halaman rumah leon menatap tajam kearah rayhan sebelum masuk ke mobilnya.
__ADS_1
tak mau kalah rayhan pun metapan leon menantang. tak terima dengan tatapan rayhan leon pun mendekati rayhan.
"jangan bangga jika kau telah merebut mereka dariku" ucap leon geram.
"aku gak pernah merebut mereka darimu, tapi kaulah yang menyia yiakan mereka. jadi apa salahku jika aku membawa mereka ke kehidupanku?" ucap rayhan santai.
bughh... geram dengan ucapan rayhan leon pun memukul wajah rayhan dengan kerasnya. hingga bibir rayhan mengeluarkan sedikit cairan darah. tak terima rayhan pun membalas pukulan leon hingga perkelahian mereka terdengar kedalam rumah.
mendengar ada yang berkelahi anissa, juli dan robert pun berlari keluar.
"stooppp...." teriak anissa dengan kerasnya. hingga leon dan rayhan berhenti. walaupun mereka berdua sudah babak belur.
"apa yang kalian lakukan? kenapa kalian berkelahi seperti ini?" bentak anissa mendekati rayhan. rayhan pun hanya bisa diam menunduk.
"aku tidak terima jika dia merebut kalian dariku nis" ucap leon lirih. mendengar ucapan leon anissa tiba2 tersenyum.
"dia tidak akan mengambil apa yang sudah menjadi hakmu jika kau bisa memperlakukanya dengan baik. jika kau sudah mencampakkan aku dan brayen bagaikan sampah demi wanita itu jangan salahkan orang yang mengambil kami dan menjadikan kami seperti berlian." ucap anissa menatap leon tajam. mendengar ucapan anissa leon hanya bisa diam menunduk.
melihat kejadian itu luna langsung menarik tanggan leon lalu menatap anissa dengan geram. tak peduli denggan tatapan luna, anissa langsung mendekati rayhan dan membawanya ke dalam rumah untuk diobati.
anissa mendudukkan leon di sofa lalu menggambil air es untuk mengompres luka rayhan.setelah selesai anissa duduk di samping rayhan lalu mengompres luka rayhan dengan pelan. melihat perhatian anissa rayhan pun merasa sangat senang. kalau bisa dia akan jungkirbalik karna senangnya.
"saya minta maafnya karna saya tuan jadi seperti ini" ucap anissa menatap luka di wajah rayhan.
"saya tidak apa2 kok. kalau di luar kerja kamu jangan panggil tuan kenapa, panggil saja rayhan kan gak terlalu canggung" ucap rayhan tersenyum menggoda anissa.
"baik rey" ucap anissa gugup. melihat itu rayhan pun tersenyum bahagia.
setelah selesai mengompres luka rayhan anissa mengoleskan salep ke wajah rayhan agar tidak bengkak. setelah merasa baikan leon pun meminta ijin untuk pulang. anissa mengantarkan rayhan sampai ke depan pintu.
setelah rayhan masuk ke mobilnya tidak lupa rayhan melambaikan tangganya ke anissa. melihat kelakuan rayhan anissa pun tersenyum lalu melambaikan tangganya ke rayhan. setelah memastika rayha sudah pergi anissa pun menutup pintu lalu masuk kerumah.
__ADS_1
bersambung....