Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 30


__ADS_3

hari demi hari berlalu anissa merasa sangat sedih akan perubahan sikap rayhan. namun dia sadar diri, dirinya dan rayhan sangatlah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi yang tak akan mungkin bersatu.


mungkin selama ini dia terlalu berharap akan perhatian yang diberikan rayhan kepadanya. seorang rayhan adhijaya seorang CEO tampan yang dikenal dengan sejuta pesonanya. bahkan kekayaan yang dimilikinya sama sekali belum ada yang menandingi di kota itu.


bahkan para gadis2 cantik berebut untuk bisa berkencang dengannya bahkan rela jadi mainan di ranjangnya.bisa menyukai anissa.


tapi anissa masih bersyukur walaupun sikap rayhan berubah kepadanya tapi rayhan masih menyayangi brayen. hingga selalu menyisihkan waktunya untuk bermain bersama brayen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tak terasa syukuran 4 bulanan luna telah tiba. anissa yang memakai gamis berwarna putih dan mengunakan jilban pasmina panjang yang setara dengan bajunya melingkar indah menutupi rambutnya.


anissa memang tidak terlalu suka berdandan maka dia hanya mengunakan make up tipis yang membuat wajahnya semakin cerah dan cantik. dia berjalan menuju ruang tamu di mana robert beserta kelurganya telah menunggunya.


"wah putri papa cantik sekali" ucap robert kagum atas kecantikan anissa.


"ya iyalah mama brayen gitu lho" ucap brayen tiba2. membuat anissa, juli, lia dan robert tekekeh akan sikap brayen.


tak mau membuang waktu mereka langsung saja pergi ke kediaman leon. setelah menghabiskan waktu 30 menit akhirnya mereka sampai di kediaman leon dan luna.


anissa menatap lekat rumah yang berdiri kokoh itu. walaupun tidak terlalu besar tapi memiliki taman yang luas. belum ada yang berubah masih sama seperti dulu. hanya saja sekarang leon menempati rumah itu dengan luna yang sekarang sudah menjadi istri sah leon.


sadar akan tatapan anissa yang menelusuri seluruh ruangan rumah itu juli langsung mendekati anissa memberikan kekuatan untuknya.


"kamu harus kuat nak, kamu tidak boleh lemah. ingat, jalanmu dan brayen masih panjang" ucap juli mengenggam erat tanggan anissa.


sadar keluarganya telah datang leon langsung menghampirinya.


"silahkan duduk pa, ma" ucap leon menghampiri robert,juli dan lia. mereka hanya menggangguk dan duduk bersama tamu lainnya.


anissa hendak menggikuti mereka namun di halang oleh leon.


"terimakasih sudah mau datang" ucap leon menatap lekat wajah anissa.

__ADS_1


"sama2" anissa tersenyum. melihat senyuman anissa jantung leon langsung berdegup kencang.


senyuman itulah yang selama ini dia rindukan. walaupun sudah lama menjalin hubungan dengan luna, tapi cinta leon masih lebih besar ke anissa. melihat keduanya sangatlah jauh berbeda. leon merasa sangat menyesal telah menyia yiakan berlian yang paling berharga dalam hidupnya.


setelah menatap wajah anissa leon kembali menatap malaikat kecilnya yang masih setia memegang tanggan anissa.


"anak ayah, bagaimana kabarmu sayang?" ucap leon berjongkok menyeimbangkan tinggi brayen.


"brayen baik kok yah" ucap brayen menatap leon. melihat brayen sudah tidak menghindarinya lagi tak terasa air matanya pun terjatuh. dia langsung membawa tubuh munggil itu di pelukanya sambil menanggis.


melihat sikap leon ke berayen para tamu undangan mulai berbisik. luna memang mengadakan syukuran yang lumayan besar. dia menggundang seluruh keluarganya dan teman2nya tak lupa juga seluruh tetangganya yang ada di kompleks itu.


melihat sikap leon luna yang merasa malu karna di gosipi para tamu pun langsung menarik leon. para keluarga dan teman luna memang tidak tau jika dia menikah dengan leon dari hasil merebutnya dari istrinya anissa. tapi para tetangga tau jelas bagaimana ceritanya.


bagaimana pun usaha luna menyembunyikan dirinya pernah jadi perusak rumah tangga orang pasti suatu saat akan terbongkar juga.


anissa langsung saja membawa brayen bergabung bersama tamu undangan tanpa memperdulikan sikap luna dan leon.


"haii.. nak nissa. kamu semakin cantik saja setelah berpisah dengan leon" ucap salah satu tetangga anissa dulu.


para ibu2 yang disana langsung mendekat dan memuji kecantikan anissa. sesekali menyibir luna karna jadi racun dalam kehidupan anissa.


melihat sikap para ibu2 komplek luna mengepalkan tangganya dengan geram sambil menatap anissa tajam. melihat sikap kakaknya leni langsung mendekat.


"kakak tenang aja aku sudah punya rencana untuk menghancurkan kehidupan wanita ja**ng itu" ucap leni tersenyum sinis.


" rencana apa" ucap luna mengeryitkan dahinya.


"tunggu sebentar lagi permainan akan di mulai" ucap leni menatap tajam kearah anissa.


tak berselang lama seorang pria gagah dan hanya mengunakan kemeja putih membuat postur tubuhnya lebih terlihat. tiba2 datang dengan gaya coolnya berjalan denggan arrogan dan diikuti seorang pria yang tampan juga, walaupun tak setampan tuan mudanya itu mengikutinya dari belakang.


dengan senyuman yang menyeringai di wajahnya melihat salah satu tamu undangan yang terlihat sangat cantik. dia terus saja memandangi anissa sambil tersenyum.

__ADS_1


membuat para wanita yang berada di pesta itu pada heboh melihat senyumanya yang begitu menawan.


melihat orang yang sudah di tunggunya sedari tadi telah datang leni langsung menghampirinya dengan girangnya.


"pak rayhan" ucap leni langsung merangkul rayhan tanpa memperdulikan orang2 yang ada di sana.


ya rayhan pria itu memang rayhan. leni sengaja menggundang rayhan karna tau anissa akan datang. jadi dia akan memanfaatkan waktu itu untuk memanas manasi anissa sambil mencoba merayu rayhan supaya kembali kepadanya.


melihat sikap leni yang terus saja cari perhatian dan selalu menempel jika ada kesempatan ke tuan mudanya itu zidan hanya bisa menatapnya dengan tatapan jijik.


"kak, kenalin ini rayhan. pria yang selalu aku ceritaiin sama kakak" ucap leni memperkenalkan rayhan dengan bangganya ke luna.


luna yang kaget melihat rayhan hanya bisa diam membisu. dia sudah bertemu dengan rayhan beberapa kali dan dari pertemuanya itu luna tau pasti jika rayhan mencintai anissa.


dia menatap leni dan menariknya ke kamar secara paksa.


"aduh kak sakit, kakak kenapa sih" ucap leni kesal. sesampainya di kamar luna langsung menatap leni kesal.


"apa dia bos kamu yang sudah menghabiskan malam bersamamu dan yang telah mengambil kesucian mu?" bentak luna geram.


"ia kak. bagaimana tampan kan? tidak cuman tampan tapi dia juga kaya raya" ucap leni bangga. luna hanya bisa menatap leni kesal.


"dan perlu kakak tau dia adalah poin emas kita untuk menghancurkan anissa lebih dalam lagi" ucap leni menatap keluar jendela geram menggingat jika rayhan lebih perhatian ke anissa.


"maksud kamu?" luna binggung.


"kakak tau gak setelah pisah dari kak leon. anissa mulai mendekati rayhan dan anaknya pun sudah sangat dekat denggan rayhan. tapi sudah beberapa hari ini rayhan sangat cuek ke anissa. kalau di bilang sudah tidak peduli lagi" leni tersenyum sinis. luna pun mendekat menatap leni penuh tanda tanya.


"kakak pasti binggung dengan rencanaku kan? biar aku jelaskan dari yang aku lihat anissa sudah melupakan kak leon dan menaruh hati ke rayhan. begitu juga dengan anaknya brayen sudah mengganggap rayhan seperti ayahya sendiri. jika aku rebut juga rayhan dari mereka seperti kakak merebut kak leon. sudah pasti hati mereka yang sudah berangsur sembuh akan hancur sehancur hancurnya" leni tersenyum sinis. membayangkan perasaan anissa jika dia berhasil merebut rayhan.


"tapi apa kau bisa merebut kembali hati rayhan?" luna.


"kakak tenang saja bagaimanapun aku sudah melewati waktu yang indah bersama rayhan dan aku sudah memuaskanya jadi aku tau jika dia tidak akan mudah lupa akan nikmatnya tubuhku ini. hingga dia mencampakkan aku hanya karna seorang janda seperti anissa" ucap leni geram mengginggat kejadian di mana dia di campakkan oleh rayhan dengan alasan dia sudah bertemu wanita yang sudah berhasil mengisi hatinya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2