Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 54


__ADS_3

sesampainya di kantor rayhan, anissa memasuki loby kantor dengan anggunnya sambil mengengam tanggan mungil putranya


. melihat istri bos besar sekaligus mantan patner kerja mereka memasuki loby kantor semua karyawan di sana langsung membungkuk memberi hormat.


melihat perlakuan para karyawan anissa yang merasa sangat canggung. tapi dia tetap menebarkan senyuman ramahnya pada setiap karyawan yang ia temui.


"anissa" teriak sarah langsung memeluk anissa penuh rasa rindu.


"kak anissa " teriak lia lagi menyusul di belakang sarah.


"sudah kalian ini bikin badanku pada remuk" ucap anissa yang mulai kewalahan menghadapi pelukan kedua sahabatnya itu.


"tante tidak rindu sama brayen" ucap brayen ke sarah dan lia sambil memayunkan bibirnya.


"uluh uluh tentu saja tante rindu sayang, bagaimana apa mama dan papa rey sudah membuat adik untukmu?" ucap sarah mencoba menggoda anissa.


"ia brayen. apa papa sama mama sudah memenuhi permintaan kamu?" ucap lia lagi.


kesal dengan sikap kedua sahabatnya itu anissa langsung mencubit kecil lengan kedua sahabatnya itu secara bergantian.


"aw sakit" ucap keduanya bersamaan sambil mengelus lengan masing2.


brayen hanya diam menatap anissa meminta penjelasan karna belum mengujutkan permintaanya sampai sekarang.


"yang janji kan papa bukan mama, jadi kalau mau menagih ya sama papalah" ucap anissa mengelak dari tuntutan sang buah hati.


tanpa berbicara brayen langsung berlari keruangan rayhan. ingin menuntut janji sang papa yang akan memberinya dedek bayi setelah menikah dengan mamanya.


"papa" teriak brayen langsung masuk hingga membuat kedua cogan(cowok ganteng) yang sedang membahas pekerjaan mereka terkejut seketika.


"ya ampun tuan kecil, bikin paman sport jantung saja" ucap zidan memengang dadanya sambil menetralisir rasa kagetnya.


sedangkan rayhan hanya diam binggung melihat wajah putranya yang merah padam seperti ingin menerkam setiap benda yang ada di dekatnya.


"jagoan papa kenapa?" ucap rayhan mendekati brayen lalu berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya dengan si buah hatinya.


"papa bohong sama brayen" ucap sambil melingkarkan kedua tangannya di dada lalu menatap rayhan begitu tajam.


"memang papa bohong soal apa?" ucap rayhan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"papa pura2 lupa atau memang lupa sih?" ucap brayen sebal.hingga membuat rayhan terkekeh kecil lalu menoel hidung mancung brayen.


"memang papa pernah janji apa?" ucap rayhan mengingat hal apa yang ia lupakan sehingga membuat putra kesayangannya bisa semarah ini.


"apa papa lupa papa pernah janji akan memberikan dedek bayi untuk brayen jika papa dan mama sudah menikah" ucap brayen begitu sebalnya karna papanya sudah lupa akan janjinya dulu.


sedangkan anissa yang sedari tadi menguping pembicaraan papa dan anak itu tiba2 kejedot pintu kaget ketika mendengar ucapan anaknya tadi.


rayhan yang mendengar suara benturan langsung menuju sumber suara. alahkah terkejutnya dia melihat istrinya yang kesakitan memegang jidatnya.


"sayang kamu kenapa?" ucap rayhan melihat dahi sang istri memerah.


"a..aku gak papa kok" ucap anissa gugup takut ketahuan sang suami jika dirinya sedari tadi menguping pembicaraan mereka.


"aku tau nona muda pasti gupingnya?" ucap zidan menebak tapi ternyata tebakannya sangatlah benar.


kesal akan perkataan zidan, anissa langsung menatap tajam ke arah joker itu hingga membuatnya diam seketika.


"mama sama papa sudah ada di sini, jadi kapan brayen punya dedek bayi seperti papa janjikan?." ucap brayen memengang pingangnya seperti emak2 yang meminta penjelasan ke anaknya


mendengar ucapan putranya rayhan mulai mengaruk kepalanya yang tak gatal. dia binggung bagaimana menjelaskannya kepada bocah sekecil ini jika membuat dedek bayi juga butuh peroses.


" jadi kapan brayen bisa punya dedek bayi?" ucap brayen polos.


" begini sayang kalau brayen pingin punya dedek bayi maka harus ada prosesnya, jadi beri papa dan mama waktu ya sayang. papa akan berusaha sekuat tenaga papa supaya kamu bisa cepat2 punya dedek bayi" jelas rayhan lembut.


"bener ya pa" ucap brayen penuh harapan.


" ia sayang. papa janji" ucap rayhan tersenyum sambil melirik anissa yang duduk di sampingnya cemberut.


"siap2 nanti malam sayang" bisik rayhan pelan supaya tidak ada yang mendengarnya. hingga membuat anissa melebarkan kedua bola matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di mension rayhan.


setelah menghabiskan waktu seharian di kantor rayhan, anissa yang begitu kelelahan langsung merendam diri di kamar mandi.


sedangkan rayhan dan brayen yang telah selesai membersihkan diri sedang asik menonton acara bola sambil duduk di sofa santai yang tersedia di kamar rayhan.

__ADS_1


mereka sangatlah akrab jika orang yang melihat mereka pasti mengira jika mereka adalah ayah dan anak kandung.


rayhan memang sangat menyanyangi brayen seperti putranya sendiri. dia tidak pernah mengangap brayen beban utuknya.


malah rayhan memberikan semua yang brayen mau baik itu secara materi maupun perhatian dan kasih sayangnya.


anissa yang telah selesai membersihkan diri melihat kedua pria yang sangat berarti untuknya sedang asik bersantai bersama membuatnya sangat terharu.


dia sangat bersyukur karna allah telah mengirimkan sosok malaikat yang sudah membuat hidupnya dan putranya jadi lebih berwarna.


"sayang kamu ngapain di situ ayo sini" ucap rayhan sambil menepuk kursi di sampingnya.


mendengar perintah suami anissa tersenyum lalu duduk di samping suaminya. mereka mengisi waktu luang mereka menonton tv bersama.


tak lupa juga mereka saling tukar cerita dan bersanda gurau bersama. rayhan yang melihat keceriaan di wajah anak dan istrinya itu hanya bisa tersenyum bahagia.


"sayang sudah adzan isya ayo kita sholat bersama" ucap anissa mendengar suara adzan dari mesjid dekat mension mereka.


" ia sayang, ayo kita ngambil wudhu" ucap rayhan membawa brayen ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu bersama.


setelah selesai rayhan langsung memakaikan baju koko dan kain sarung untuk brayen. setelah itu baru dia mengenakan baju koko dan kain sarungnya.


anissa yang telah memakai mukenahnya hanya bisa tersenyum bahangia melihat kedekatan putra dan suaminya.


rayhan melantunkan ayat2 suci al'quran dengan begitu merdunya. mereka sholat berjamaah dalam keadaan yang sangat khusyuk.


tak lupa rayhan juga berdoa kepada sang pencipta agar keluarganya tetap bahagia seperti sekarang ini. dan tentunya juga berdoa agar keinginan brayen segera di kabulkan oleh sang pencipta.


karna dia tau dia dan anissa hanya bisa berusaha dan berdoa. tapi yang menentukanya adalah allah swt.


selesai berdoa rayhan juga mengajak anissa dan brayen untuk mengaji bersama. anissa sangat bersukur di dalam hatinya walaupun suaminya dulu seorang pendosa tapi akhirnya suaminya itu mampu menuntunnya dan anaknya ke jalan allah.


selesai mengaji mereka beristirahat bersama sehubung karna kamar brayen belum selesai di renopasi maka brayen harus tidur bersama mereka.


tak lupa rayhan membacakan dongeng pengantar tidur untuk sang putra tercintanya. tapi bukan hanya putranya saja yang tidur dengan lelapnya karna donggengnya. tapi istrinya juga tertidur dengan pulasnya.


hingga membuat rayhan geleng2 kepala lalu mencium lembut dahi sang istri dan putranya secara bergantian.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2